Bab 20 Malam Pernikahan

Malam hari tiba, dua pengantin itu kini sudah masuk kedalam kamar masing-masing bergegas menunaikan sholat sunnah setelah membersihkan diri. Meski, diluar sana sangat ramai seperti kebiasaan adat Gayo, para muda-mudi akan berkumpul pada malam hari untuk merayakan pernikahan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari teka-teki atau yang paling sering adalah membuat berbagai hukuman disebuah kertas dan memasukkan-nya kedalam toples kecil, kemudian salah satu pemandu akan memberi perintah dan siapa saja salah akan diberi hukuman dari yang sudah tertera dari dalam toples tersebut.

Tak tanggung-tanggu, acara ini. Bahkan, bisa berlangsung samapai tengah malam karna keseruan acara ini. Hukuman yang ditulis juga berbeda-beda ada yang dimulai dari tantangan agar berakting dengan lawan jenis sebagai suami istri yang sedang bercanda atau bertengkar. Berakting menjadi orang giila atau pemabuk. Menyanyi atau shalawat tergantung hukuman apa yang mereka dapat.

Sementara itu. Meski, diluar kamar sangat berisik dengan suara gemuruh gelak tawa para muda-mudi. Kini, Zahara dan Zein sedang melaksanakan Sholat Sunnah setelah sholat isya. Ada Zein dihadapan Zahara saat ini, punggung tegap itu mengimami dirinya dan membimbing-nya berdo’a.

Usai berdoa, Zein membalikkan tubuh-nya menghadap Zahara dan mendekat kearah-nya. Zein meletakkan tangan kiri-nya keatas kepala Zahara dan tangan kanan-nya menadah meminta doa kepada Allah. Zahara yang paham langsung juga mengangkat tangan-nya menengadah meminta kepada Allah. Tampak dari sudut mata Zahara, Zein sedikit kesusahan melapalkan doa tersebut dengan tangan yang gemetar dan air mata berlinang.

‘Aamiin’ ucap mereka berdua kala Zein menyelesaikan doa-nya meski dirinya kesusahan

“Maafin aku ya Zahara… aku udah berusaha belajar dan menghapal semua kalimat sholat dan doa tadi. Tapi, aku masih belum juga lancar” ucap Zein menatap zahara yang berbalut kain putih dihadapan-nya saat ini.

Zahara tersenyum manis melihat wajah tanpan Zein sembari mengucap

“Gak papa bang, kamu baru saja masuk Islam… dalam jangka waktu yang tidak bisa disebut lama ini, kamu udahsangat cepat menghapal-nya”

“Makasih Zahara” ucap Zein dengan senyuman yang menampakkan gigi-nya

“Aku bersyukur banget bisa dapatin kamu” tambah Zein kembali dengan tangan yang menangkup pipi Zahara kedepan-nya dan mengecup kening sang istri dengan pelan dan dalam.

“Aku juga bersyukur banget bisa dinikahin sama kamu bang” ungkap Zahara usai Zein melepas kecupan itu dengan mata yang memandang lekat kearah Zein suami-nya.

“Aku harap kamu gak bakal ngeluh sama aku yang belum paham tentang agam Islam Zahara, meski yang sekilas aku tau seharusnya aku yang bimbing kamu”

“Tidak apa-apa bang…kita bisa belajar bersama-sama” ungkap Zahara lembut agar Zein tidak merasa rendah

“Terima kasih Zahara” Ungkap Zein kembali dengan tangan yang meraih pinggul Zahara kedalam pelukan-nya.

Wajah Zahara tersenyum merekah mendapati untaian kata dari Zein. Wajah-nya memanas karna menahan malu dengan degupan jantung yang begitu hebat. Tapi, dia merasa senang saat berada dalam pelukan Zein, wangi tubuh dari Zein sangat membuat diri-nya nyaman. Hingga, tangan-nya tak tahan untuk tidak membalas pelukan dari Zein.

‘Ternyata begini rasa-nya didekat pria…sangat nyaman’ batin Zahara dengan terus memeluk tubuh Zein nyaman.

“Nak” suara memanggil dari balik pintui dengan ketukan pintu yang mengagetkan Zahara dan Zein.

Seketika Zahara melepas pelukan Zein dihadapan-nya dan langsung berdiri membuka pintu kamar

“Iya mak?!”

“Ini nasi kalian… jangan lupa makan dulu sebelum tidur” ucap ibu Zahara

“Mamak tinggal dulu ya nak” ucap ibu Zahara tersenyum ramah pada Zein yang masih terduduk diatas lantai

“Ohh I-iya mak” Zein menjawab dengan anggukan pada ibu Zahara, lebih tepay-nya adalah ibu mertua-nya.

Zahara kembali dengan nampan yang berisi dua piring nasi dengan dua gelas air hangat diatas-nya sembari menutup pintu kamar dan melihat kearah Zein yang masih terduduk diatas lantai. Zein melihat kearah Zahara, kala mata mereka bertemu spontan mereka berdua langsung tertawa kecil canggung karna situasi tadi.

“Ini bang” Zahara mendekat dan meletakkan nampan itu dihadapan Zein.

“Satu bagi dua aja Zahara” ungkap Zein menghentikan tangan Zahara yang hendak mengeluarkan isi nampan satu-persatu

“Abang gak lapar?” tanya Zahara yang kini memang merasa lapar dan satu piring untuk berdua tak akan cukup mengganjal isi perut-nya.

“Lapar sayang… abang pengen di suapin sama istri abang” ungkap Zein dengan sedikit merayu Zahara

Zahara tersenyum malu-malu mendengar ucapan dari Zein yang sedikit menggelikan itu bagi-nya. Meski, dia merasa senang.

Dengan gerakan yang cepat Zein menepikan nampan berisi nasi itu dan mendekat kearah Zahara dengan wajah manja meminta untuk disuapi. Zahara terkekeh melihat tingkah manja dari suami-nya itu dan mulai menyuapi Zein dengan telaten dan bergantian untuk-nya.

Dua piring nasi dari atas nampan ludes habis tanpa sisa, satu piring untuk berdua sama sekali ungkapan yang tak pantas untuk situasi ini yang pantas adalah satu piring porsi dua orang untuk orang yang ingin satu porsi.

“Abang pengen kopi?” tanya Zahara sebelum keluar kamar untuk meletakkan piring kotor.

“Gak usah Zahara, kamu aja jangan lama-lama diluar” ungkap Zein kembali menggoda Zahara

“Abang apaan sih” ucap Zahara malu-malu dan berlalu meninggalkan kamar dengan mukenah yang belum dia lepaskan dari tadi.

Belum sampai Zahara keluar melangkah kamar

“Mak pon aja Zahara, kamu didalam aja temanin nak Zein” ungkap salah satu saudara Zahara mengambil alih nampan yang ada ditangan-nya

Zahara tersenyum malu-malu mendengar ungkapan dari saudara-nya itu dan berbalik kembali masuk kamar tak lupa menutup pintu kamar.

Kini Zein sudah duduk ditepi ranjang dengan tatapan yang memperhatikan Zahara

Yang sedang berjalan kearah ranjang juga.

“Sini” ucap Zein sembari menepuk kasur sebagai isarat agar Zahara duduk didekat-nya. Zahara melangkah pelan kedekat Zein dan segera duduk disamping Zein.

Tangan Zein meraih tangan Zahara agar mendekat kearah-nya. Setelah zahara duduk disamping-nya, tangan Zein melepas pelan mukenah putih yang dari tadi Zahara kenakan, sementara Zahara sama sekali tak menolak atas perlakuan dari Zein. Meski jantung-nya tak berhenti berdetak.

Kala mukenah itu sudah terlepas dari wajah cantik Zahara, tampaklah rambut hitam pekat yang lebat dan lurus menambahkan kecantikan dan keanggunan dari Zahara. Rambut hitam itu berderai cantik menghiasi wajah Zahara membuat mata Zein tak bisa lepas memandang wajah cantik Zahara.

“Masya Allah, sungguh maha kaya tuhan yang menciptakan makhluk-nya…kamu sangat cantik Zahara” ungkap Zein menyebut nama Allah

Zahara tersenyum malu-malu dan menunduk mendengar ucapan dari Zein yang berhasil membuat-nya semakin salah tingkah. Melihat Zahara yang terus saja malu-malu dihadapan-nya, Zein mengangkat dagu Zahara seraya berkata dengan mata yang terus memandang Zein.

“Zahara… aku sekarang adalah suami-mu, kau tak perlu malu melihat-ku” ungkap Zein menangkup kedua pipi Zahara agar tidak menunduk kembali dan terus menatap-nya.

“I-iya aku tau…tapi aku tetap malu” ungkap Zahara dengan wajah yang menahan malu karna tatapan Zein

Zein tertawa geli melihat ekspresi dari Zahara dengan pipi-nya yang sudah merah merona laksana tomat yang sudah matang dan siap disantap. Zahara malah kembali menundukkan kepala-nya usai berhasil melepaskan wajah-nya dari genggaman Zein.

Dengan gerakan pelan Zein kembali mengangkat dagu Zahara menyentuh bibir ranum Zahara dengan jari-nya. Zahara yang mendapat perlakuan itu langsung menatap mata Zein yang sayu, tatapan Zahara membuat Zein sedikit terlena karna pandangan Zahara yang sangat cantik dengan orea mata yang terukir sempurna.

Zein langsung mendekat kearah Zahara dengan tangan yang memeluk erat pinggang Zahara sembari menyentuh lembut bibir ranum Zahara dengan sebuah ciuman yang sangat lembut dan lama-kelamaan malah semakin dalam Zahara hanya terdiam mendapati perlakuan seperti ini. Dengan tangan yang mulai melingkar keleher Zein, Zahara juga mulai membalas pelukan dan ciuman yang diberikan oleh Zein yang kini sudah semakin mengganas.

Perlahan Zein menidurkan Zahara keatas kasur dengan tangan yang berusaha membuka kancing baju yang dikenakan oleh Zahara hingga tampaklah dada mulus dan cantik milik Zahara yang kini sudah menjulang tinggi seolah menantang Zein.

“Zahara… apa aku boleh melakukan-nya malam ini?” ungkap Zein meminta persetujuan dari wanita itu.

Zahara tang sudah bergejolak nafsu, mengangguk pelan tanpa menjawab pertanyaan Zein karna tubuh-nya juga ingin mendapatkan sebuah sentuhan yang lebih.

Melihat Zahara yang merespon ajakan Zein. Dengan cepat Zein langsung melepaskan kaos putih yang dia kenakan tadi. Hingga, tampaklah tubuh gagah berotot dengan enam petakan ditubuh Zein. Melihat itu Zahara terkesima dan spontan langsung menyentuh tubuh Zein yang sangat gagah dan indah dimata Zahara.

“Kamu suka?” tanya Zein kala melihat Zahara yang sama sekali tak malu

“Iyaa” ungkap Zahara pelan dengan tangan yang masih meraba-raba dada dan otot Zein

“Ini milik-mu sayang” Ucap Zein memegang tangan Zahara sembari membisikkan-nya ketelinga Zahara

Zahara tersenyum mendengar ucapan Zein dan melingkarkan tangan-nya keleher Zein menyambut ciuman dari Zein kembali.

Terpopuler

Comments

Chandra Dollores

Chandra Dollores

awww... ini milik mu...
ah Zein...
eh salah..
maksud q.. oh suami q...

2023-10-19

0

Aranta Rian

Aranta Rian

unboxing ga tuh wkwk

2023-10-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Lamaran
2 Bab 2 Nasihat dari teman
3 Bab 3. Kejadian di pasar
4 Bab 4. pria asing didepan pintu
5 Bab 5. Namanya Zein
6 Bab 6. Didepan Masjid
7 Bab 7. Bagai Takdir
8 Bab 8. Maulid Nabi
9 Bab 9. Aku bukan pria muslim
10 Bab 10. Hati Yang Pilu
11 Bab 11. Kerudung
12 Bab 12.Didong
13 Bab 13. Pohon Besar
14 Bab 14. Aku akan Menikah
15 Bab 15. keadaan zein
16 Bab 16. pembuktian dari Zein
17 Bab 17. Tetap dirumah Ya
18 Bab 18. Lamaran dari pria muallaf itu
19 Bab 19. Pelaminan
20 Bab 20 Malam Pernikahan
21 Bab 21 Hari pertama
22 Bab 22 Kebahagiaan sang ibu
23 Kritik dan Saran
24 Awal Dari Penderitaan
25 Seragam Hina
26 Air mataku tak boleh menetes karna penghinaan ini
27 Pergilah....
28 Keluarga yang harus pergi meninggalkan tanah ini
29 Kepergian dan Doa
30 Telah Sampai Diriku
31 Janji Nusantara
32 Keringat-ku untuk kehadiran-mu
33 Zein Yang Dulu
34 Juragan Sawit
35 Biaya Perjalanan
36 Berita
37 Fakta tentang Zein
38 Sampainya Surat
39 Ketahuan Para Militer Hina
40 Rumoh Geudong
41 Penyiksaan
42 Kekejaman
43 Kekejaman
44 Maafkan Aku Mak
45 Lahir-nya seorang putri
46 DOM
47 Do' a Yang pilu
48 Mengais Rezeki
49 Pergi ke Masjid
50 Kejadian di Desa Kenawat
51 B. J. Habibie
52 Kepergian
53 Tapanuli Selatan
54 Menuju Sigama
55 Jangan Diam
56 Aku Hanya Ingin Bahagia
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Lamaran
2
Bab 2 Nasihat dari teman
3
Bab 3. Kejadian di pasar
4
Bab 4. pria asing didepan pintu
5
Bab 5. Namanya Zein
6
Bab 6. Didepan Masjid
7
Bab 7. Bagai Takdir
8
Bab 8. Maulid Nabi
9
Bab 9. Aku bukan pria muslim
10
Bab 10. Hati Yang Pilu
11
Bab 11. Kerudung
12
Bab 12.Didong
13
Bab 13. Pohon Besar
14
Bab 14. Aku akan Menikah
15
Bab 15. keadaan zein
16
Bab 16. pembuktian dari Zein
17
Bab 17. Tetap dirumah Ya
18
Bab 18. Lamaran dari pria muallaf itu
19
Bab 19. Pelaminan
20
Bab 20 Malam Pernikahan
21
Bab 21 Hari pertama
22
Bab 22 Kebahagiaan sang ibu
23
Kritik dan Saran
24
Awal Dari Penderitaan
25
Seragam Hina
26
Air mataku tak boleh menetes karna penghinaan ini
27
Pergilah....
28
Keluarga yang harus pergi meninggalkan tanah ini
29
Kepergian dan Doa
30
Telah Sampai Diriku
31
Janji Nusantara
32
Keringat-ku untuk kehadiran-mu
33
Zein Yang Dulu
34
Juragan Sawit
35
Biaya Perjalanan
36
Berita
37
Fakta tentang Zein
38
Sampainya Surat
39
Ketahuan Para Militer Hina
40
Rumoh Geudong
41
Penyiksaan
42
Kekejaman
43
Kekejaman
44
Maafkan Aku Mak
45
Lahir-nya seorang putri
46
DOM
47
Do' a Yang pilu
48
Mengais Rezeki
49
Pergi ke Masjid
50
Kejadian di Desa Kenawat
51
B. J. Habibie
52
Kepergian
53
Tapanuli Selatan
54
Menuju Sigama
55
Jangan Diam
56
Aku Hanya Ingin Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!