Bab 19. Pelaminan

Dua minggu sudah berlalu setelah hari dimana Zahara dan Salma dikhitbah, tepat tiga hari setelah itu juga Salma memberikan jawaban atas lamaran Lukman pada dirinya. Salma mantap menerima lamaran dari Lukman berkat dukungan dari Zahara teman-nya ditambah jawaban dari Allah yang semakin membuat dirinya mantap menerima lamaran tersebut.

Kini, tepat sesuai perjanjian dan kesepakatan pihak keluarga, akhirnya acara pernikahan dilakukan dihari yang sama. Tampak senyum manis dan malu-malu terpancar dari masing-masing mempelai yang berusaha mencuri pandangan.

Dengan wajah tertunduk dan senyum merekah Zahara memegang kedua tangannya diatas pangkuannya sesekali mencuri pandangan pada pria yang sekarang duduk disamping-nya mengenakan baju khas pernikahan adat Gayo. Baju adat itu menghias tubuh Zein dengan bulang dikepalanya. Hingga, tampak aura gagah dan karisma dari Zein. Zein yang menyadari tatapan Zahara melihat balik kearah Zahara dan berhasil membuat-nya terkejut dan mengalihkan pandangan kembali.

Zein tersenyum geli melihat tingkah dari wanita yang kini sudah menjadi istrinya “Tak usah malu-malu, aku sudah jadi milik-mu seutuh-nya” bisik Zein ketelinga Zahara

Zahara tersenyum lebar kala mendengar ucapan dari Zein yang sekarang sudah menjadi suami-nya. Lelaki yang sama sekali dahulu tak pernah dia impikan akan bisa sedekat ini duduk dengan-nya, malah sekarang menjadi suami-nya dan duduk disebelahnya.

Dengan gerakan diam-diam, Zein meraih tangan Zahara dan menggenggam-nya erat dari banyak-nya masyarakat yang kini sedang melihat mereka bagaikan raja dan ratu duduk disinggah sana-nya. Zahara yang kaget dan merasa risih karna banyak orang didepan mereka mencoba menolak tangan Zein yang tetap berusaha memegang tangan-nya.

“Sebentar saja istri-ku” ucap Zein menatap Zahara berhasil menghentikan penolakan Zahara

Zahara betul-betul berhasil dibuat canggung dan malu oleh Zein. Alhasil Zahara hanya mempersilahkan Zein menggenggam tangan-nya sembunyi-sembunyi. Meski, berulang kali akan melepas genggaman mereka bila ada tamu undangan yang akan mengucapkan selamat pada mereka berdua. Sesering itu juga Zein mencuri kesempatan untuk berdekatan dengan Zahara, mulai dari mendekatkan lengan-nya, menggemggang tangan Zahara dan mencuri pandangan pada wanita yang kini sudah menjadi istrinya.

“Selamat ya Zein”ucap seseorang yang suaranya sangat dikenal Zahara

“Olo dongan (Iya teman dalam bahasa Batak) kau pun cepat-cepat nyusul juga ya” ucap Zein pada Salman merangkul-nya erat

“Selamat ya Zahara” ucap Salman kembali pada mempelai wanita

Salman berdiri sejenak menatap Zahara tanpa menoleh kearah Zein.

“Baju-nya cocok dikamu Zahara…bagus” ucap Salman basa-basi

“ya iyalah… cantik kan istri aku?” bisik Zein ketelinga Salman tapi masih terdengar jelas oleh Zahara

“Iya cantik” ucap Salman setelah melihat Zein dan memandang lekat Zahara dengan tatapan sendu

Zahara hanya tersenyum malu menanggapi perbincangan kedua sahabat ini.

Salman melangkah kearah Lukman yang singgah sana tempat mereka duduk sekarang tidak jauh dari tempat Zahara dan Zein.

“Selamat ya dongan…tinggal aku sendirian” ucap Salman dengan sedikit tertawa sembari merangkul teman-nya itu.

Lukman tertawa menyambut rangkulan dari teman seperjuangan-nya ini.

“Ikhlasin saja” bisik Lukman tanpa melepas rangkulan dari Salman dan menepuk-nepuk punggung Salman.

Salman yang mendapat perlakuan seperti itu, akhirnya sadar bahwa teman-nya yang satu ini memang tidak bisa dia bohongi. Lukman sangat pandai membaca mimik wajah dan situasi yang sedang dia hadapi.

“Sakinah Mawaddah Warahmah untuk kalian berdua yah” ucap Salman memandang mereka berdua bergantian dan berlalu meninggalkan mereka berdua.

‘semoga kamu bahagia Zahara’ batin Salman memandang Zahara yang kini sedang tersenyum malu-malu dengan tangan yang sembunyi-sembunyi menggenggam tangan Zein.

‘Andai aku yang ada disana’ batin Salman kembali kala melihat wajah Zahara untuk kali terakhir dengan pakaian pernikahan adat Gayo itu. Pakaian itu semakin memancarkan wajah ayu dan anggun Zahara.

“Astagfirullah” Salman menyebut setelah menyadari isi pikiran-nya dan kembali melangkah meninggalkan tempat acara pernikahan yang kini sedang berlangsung.

 Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore, tamu undangan yang datang sudah berkurang dan pulang kerumah masing-masing. Alhasil, kedua mempelai meninggalkan singgah sana mereka dan melangkah kekamar pengantin yang sudah disediakan. Lukamn dan Salma melangkah kearah rumah Salma begitu pula dengan Zahara dan Zein, mereka berdua melangkah kerumah Zahara.

Begitu juga dengan selanjut-nya, atas permintaan dan saran dari ibu Zahara, mereka berdua akan tetap tinggal dirumah Zahara dan tidak perlu keluar untuk membangun apalagi menyewa rumah untuk mereka tinggali berdua mengingat ibu Zahara hanya tinggal sendirian. Sementara Lukman dan Salma sepakat akan pindah ketempat tinggal yang dulu Lukman tinggali sementara waktu setelah Salman pergi dari sana.

Lukman dan Zein sudah berulang kali membujuk Salman agar tidak perlu pergi kembali kekampung halaman-nya. Meski, mereka berdua sudah menikah dan tinggal Salman saja yang belum. Akan tetapi, usaha yang mereka bangun bertiga selama ini akan tetap dikelola seperti biasa dengan keuntungan bagi rata yang sama.

“Kita sudah membagi penghasilan kita selama ini. Kalian berdua menggunakan-nya untuk mahar dan aku menggunakan-nya untuk kembali kerumah, aku sudah lama tidak pulang kampung, selama ini aku nikmatin waktu kita bertiga. Tapi, sekarang karna aku tinggal sendiri rasanya kurang nyaman tinggal sendirian dikampung ini. Aku yakin, karna kalian juga sudah berhasil menempuh kehidupan yang baru sekarang, aku juga sebentar lagi akan menyusul kalian” ungkap Salman terakhir kali tanpa jeda mencoba meyakinkan Zein dan Lukman dengan sebuah senyuman yang melekat diwajah-nya.

Zein dan Lukman hanya mengangguk pelan dan setuju atas isi pikiran dari Salman yang tentu mungkin akan merasa sangat kesulitan dan kesepian tinggal dirumah itu sendirian. Ini juga memang adalah kesempatan bagi Salman untuk pulang karna penghasilan mereka saat ini memang sudah cukup banyak meski sudah dibagi tiga. Oleh karna-nya, ini adalah waktu yang tepat untuk dirinya pergi meninggalkan tanah Aceh. Mengenai usaha yang sudah mereka bangun beberapa bulan yang lalu akan dikelola kembali oleh Zein dan Lukman.

Meski merasa tak rela, tapi membiarkan Salman kesepian juga tidak bagus. Terlebih Lukman yang tau apa sebenarnya penyebab teman-nya itu ingin cepat-cepat pergi meninggalkan mereka. Bahkan, dihari pernikahan mereka. Lukman yang paham bagaimana perasaan hati Salman saat ini akhirnya merelakan kepergian teman-nya itu meski tak rela sama sekali. Ikatan mereka berdua berbeda dengan Zein. Zein memang teman seperjuangan dan mereka bertiga tinggal dikampung yang sama.

Tapi, Salman berbeda. Salman sudah berada didekat Lukman hampir setengah hidup yang dia jalani itu bersama Salman. Tempat pendidikan yang tak pernah berbeda, masuk asrama yang sama bersama-sama. Mengaji dan pulang kemasjid bersama-sama. Mereka berdua tak pernah terpisahkan oleh siapa-pun. Layaknya permen karet, seisi kampung tau bagaimana keakrapan mereka berdua. Karna-nya, meski mereka berdua hanya terdiam mereka akan saling memahami isi hati satu sama lain tanpa harus bibir berucap.

Terpopuler

Comments

Aranta Rian

Aranta Rian

wtf Salman suka sama Zahara?

2023-10-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Lamaran
2 Bab 2 Nasihat dari teman
3 Bab 3. Kejadian di pasar
4 Bab 4. pria asing didepan pintu
5 Bab 5. Namanya Zein
6 Bab 6. Didepan Masjid
7 Bab 7. Bagai Takdir
8 Bab 8. Maulid Nabi
9 Bab 9. Aku bukan pria muslim
10 Bab 10. Hati Yang Pilu
11 Bab 11. Kerudung
12 Bab 12.Didong
13 Bab 13. Pohon Besar
14 Bab 14. Aku akan Menikah
15 Bab 15. keadaan zein
16 Bab 16. pembuktian dari Zein
17 Bab 17. Tetap dirumah Ya
18 Bab 18. Lamaran dari pria muallaf itu
19 Bab 19. Pelaminan
20 Bab 20 Malam Pernikahan
21 Bab 21 Hari pertama
22 Bab 22 Kebahagiaan sang ibu
23 Kritik dan Saran
24 Awal Dari Penderitaan
25 Seragam Hina
26 Air mataku tak boleh menetes karna penghinaan ini
27 Pergilah....
28 Keluarga yang harus pergi meninggalkan tanah ini
29 Kepergian dan Doa
30 Telah Sampai Diriku
31 Janji Nusantara
32 Keringat-ku untuk kehadiran-mu
33 Zein Yang Dulu
34 Juragan Sawit
35 Biaya Perjalanan
36 Berita
37 Fakta tentang Zein
38 Sampainya Surat
39 Ketahuan Para Militer Hina
40 Rumoh Geudong
41 Penyiksaan
42 Kekejaman
43 Kekejaman
44 Maafkan Aku Mak
45 Lahir-nya seorang putri
46 DOM
47 Do' a Yang pilu
48 Mengais Rezeki
49 Pergi ke Masjid
50 Kejadian di Desa Kenawat
51 B. J. Habibie
52 Kepergian
53 Tapanuli Selatan
54 Menuju Sigama
55 Jangan Diam
56 Aku Hanya Ingin Bahagia
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Lamaran
2
Bab 2 Nasihat dari teman
3
Bab 3. Kejadian di pasar
4
Bab 4. pria asing didepan pintu
5
Bab 5. Namanya Zein
6
Bab 6. Didepan Masjid
7
Bab 7. Bagai Takdir
8
Bab 8. Maulid Nabi
9
Bab 9. Aku bukan pria muslim
10
Bab 10. Hati Yang Pilu
11
Bab 11. Kerudung
12
Bab 12.Didong
13
Bab 13. Pohon Besar
14
Bab 14. Aku akan Menikah
15
Bab 15. keadaan zein
16
Bab 16. pembuktian dari Zein
17
Bab 17. Tetap dirumah Ya
18
Bab 18. Lamaran dari pria muallaf itu
19
Bab 19. Pelaminan
20
Bab 20 Malam Pernikahan
21
Bab 21 Hari pertama
22
Bab 22 Kebahagiaan sang ibu
23
Kritik dan Saran
24
Awal Dari Penderitaan
25
Seragam Hina
26
Air mataku tak boleh menetes karna penghinaan ini
27
Pergilah....
28
Keluarga yang harus pergi meninggalkan tanah ini
29
Kepergian dan Doa
30
Telah Sampai Diriku
31
Janji Nusantara
32
Keringat-ku untuk kehadiran-mu
33
Zein Yang Dulu
34
Juragan Sawit
35
Biaya Perjalanan
36
Berita
37
Fakta tentang Zein
38
Sampainya Surat
39
Ketahuan Para Militer Hina
40
Rumoh Geudong
41
Penyiksaan
42
Kekejaman
43
Kekejaman
44
Maafkan Aku Mak
45
Lahir-nya seorang putri
46
DOM
47
Do' a Yang pilu
48
Mengais Rezeki
49
Pergi ke Masjid
50
Kejadian di Desa Kenawat
51
B. J. Habibie
52
Kepergian
53
Tapanuli Selatan
54
Menuju Sigama
55
Jangan Diam
56
Aku Hanya Ingin Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!