Bab 17. Tetap dirumah Ya

Dua minggu berlalu....

Kini Zein tekun belajar ibadah dan belajar mengaji Al-quran bersama-sama didalam masjid. Lukman dan Salman juga ikut serta membimbing Zein agar ibadah-nya semakin baik.

Alhasil, Zahara dan Zein menjadi lebih sering bertemu karna kegiatan didalam masjid yang mereka lakukan. Meski, sering kali hanya bisa saling bertatapan secara malu-malu.

Hati Zahara yang seutuhnya milik Zein tak bisa melihat kearah orang lain lagi. Setelah melihat pembuktian dari Zein pada dua minggu yang lalu membuat-nya tak ingin menikah dengan pria yang sama sekali tak ia cintai.

"Zahara" Zein menghentikan langkah Zein yang hendak membuka gerbang masjid karna aktivitas sudah siap.

"Iya bg Zein" Ucap Zahara ramah dengan kehadiran Zein dihadapan-nya.

"Zahara... Salma" Zein menatap mereka bergantian.

"Saya dengan Lukman besok ingin berjamu kerumah kalian, apa boleh? " tanya Zein dengan Lukman disamping-nya tanpa bicara sama sekali.

"Ohh boleh bg, datang aja gak usah sungkan" Ucap Salma

"Besok jangan ke mana-mana dulu ya Salma" Ucap Lukman seketika dengan senyuman manis.

Salma yang melihat senyuman itu sedikit bingung dan hanya mengangguk tanda iya.

"Kamu juga jangan kemana-mana dulu Zahara" Tambah Zein

"Oh iya bg" Ucap Zahara dengan senyuman yang sumringah.

"Kalau begitu kami pamit dulu ya bg" Ucap Salma dengan sedikit menunduk kepala

"Iya hati-hati" Ucap Lukman dan Zein bersamaan dengan membalas tunduk mereka berdua sopan.

"Ngomong-ngomong mereke mau ngapain ya Zahara, sampe harus minta ijin segala" Tanya Salma kepada Zahara yang juga sama bingungnya dengan dirinya.

Zahara yang sama sekali tak tau, hanya mengangkat kedua bajunya tanda tak tau.

Pagi hari tiba, Zahara dan Salma yang sejak tadi subuh sudah bangun dan membersihkan seluruh rumah. Kini, merapikan diri karna sesuai janji dari Lukman dan Zein. Mereka akan datang pagi ini untuk sekedar berjamu.

"Mak, nanti ada yang mau datang... Mamak juga ikut temanin kami diruang tamu ya" Ucap Zahara sopan kepada ibunya yang sedang duduk di dapur.

"Siapa? " Tanya ibu Zahara

"Yang muallaf kemarin mak, sama temannya, kata mau main-main kesini" Jelas Zahara

"Kok bisa dia mau main-main kerumah, kalian dekat? " Selidik ibu Zahara kembali

"Enggak sih mak, cuman mau silaturahmi aja mungkin" Ucap Zahara

"Oh iya iya" Ucap Ibu Zahara hanya mengangguk pelan.

Salma datang dari arah depan dengan langkah yang tergesa-gesa menuju dapur untuk menemui Zahara yang sedang membuat teh.

"Zahara... Zahara"

"Iya kenapa sal?" Tanya Zahara dan lanjut mengaduk teh setelah melihat wahah Salma.

"Zein sama Lukman terus si Salman udah datang, mereka didepan" Ucap Salma memberitahu

"Oh iya, cepat juga yah" Ucap Zahara dan memperbaiki jilbabnya yang dia ikat kebelakang kepala hendak menuju kedepan untuk menyambut kedatangan mereka.

"Mak, yuk mak" Ajak Zahara pada ivunya yang juga langsung berdiri setelah mendengar berita dari Salma

"Mereka bawa bapakku juga kesini" Salma mencoba menjelaskan

"Ya gak papa kan harus ada marham juga, gak enak juga nanti kalo cuman ada mamak-ku" Ujar Zahara

"Bukan itu masalah-nya Zahara.... Mereka juga bawa tetua-tetua kampung, pak imam masjid sama ketua pemuda pemudi" Jelas Salma dengan mata yang melotot

"Lah kok? " Zahara juga ikut heran mendengar penuturan dari sahabatnya ini.

Dengan langkah yang pelan dan pikiran yang bingung, Zahara menuju depan rumah bersama Salma dan ibu-nya. tiba saat dirinya berdiri didepan pintu, matanya mendapati banyak segerombolan orang yang sangat penting didalam kampung ini sudah berbaris dihalaman rumah menunggu untuk dipersilahkan masuk oleh sang tuan rumah.

Episodes
1 Bab 1 Lamaran
2 Bab 2 Nasihat dari teman
3 Bab 3. Kejadian di pasar
4 Bab 4. pria asing didepan pintu
5 Bab 5. Namanya Zein
6 Bab 6. Didepan Masjid
7 Bab 7. Bagai Takdir
8 Bab 8. Maulid Nabi
9 Bab 9. Aku bukan pria muslim
10 Bab 10. Hati Yang Pilu
11 Bab 11. Kerudung
12 Bab 12.Didong
13 Bab 13. Pohon Besar
14 Bab 14. Aku akan Menikah
15 Bab 15. keadaan zein
16 Bab 16. pembuktian dari Zein
17 Bab 17. Tetap dirumah Ya
18 Bab 18. Lamaran dari pria muallaf itu
19 Bab 19. Pelaminan
20 Bab 20 Malam Pernikahan
21 Bab 21 Hari pertama
22 Bab 22 Kebahagiaan sang ibu
23 Kritik dan Saran
24 Awal Dari Penderitaan
25 Seragam Hina
26 Air mataku tak boleh menetes karna penghinaan ini
27 Pergilah....
28 Keluarga yang harus pergi meninggalkan tanah ini
29 Kepergian dan Doa
30 Telah Sampai Diriku
31 Janji Nusantara
32 Keringat-ku untuk kehadiran-mu
33 Zein Yang Dulu
34 Juragan Sawit
35 Biaya Perjalanan
36 Berita
37 Fakta tentang Zein
38 Sampainya Surat
39 Ketahuan Para Militer Hina
40 Rumoh Geudong
41 Penyiksaan
42 Kekejaman
43 Kekejaman
44 Maafkan Aku Mak
45 Lahir-nya seorang putri
46 DOM
47 Do' a Yang pilu
48 Mengais Rezeki
49 Pergi ke Masjid
50 Kejadian di Desa Kenawat
51 B. J. Habibie
52 Kepergian
53 Tapanuli Selatan
54 Menuju Sigama
55 Jangan Diam
56 Aku Hanya Ingin Bahagia
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Lamaran
2
Bab 2 Nasihat dari teman
3
Bab 3. Kejadian di pasar
4
Bab 4. pria asing didepan pintu
5
Bab 5. Namanya Zein
6
Bab 6. Didepan Masjid
7
Bab 7. Bagai Takdir
8
Bab 8. Maulid Nabi
9
Bab 9. Aku bukan pria muslim
10
Bab 10. Hati Yang Pilu
11
Bab 11. Kerudung
12
Bab 12.Didong
13
Bab 13. Pohon Besar
14
Bab 14. Aku akan Menikah
15
Bab 15. keadaan zein
16
Bab 16. pembuktian dari Zein
17
Bab 17. Tetap dirumah Ya
18
Bab 18. Lamaran dari pria muallaf itu
19
Bab 19. Pelaminan
20
Bab 20 Malam Pernikahan
21
Bab 21 Hari pertama
22
Bab 22 Kebahagiaan sang ibu
23
Kritik dan Saran
24
Awal Dari Penderitaan
25
Seragam Hina
26
Air mataku tak boleh menetes karna penghinaan ini
27
Pergilah....
28
Keluarga yang harus pergi meninggalkan tanah ini
29
Kepergian dan Doa
30
Telah Sampai Diriku
31
Janji Nusantara
32
Keringat-ku untuk kehadiran-mu
33
Zein Yang Dulu
34
Juragan Sawit
35
Biaya Perjalanan
36
Berita
37
Fakta tentang Zein
38
Sampainya Surat
39
Ketahuan Para Militer Hina
40
Rumoh Geudong
41
Penyiksaan
42
Kekejaman
43
Kekejaman
44
Maafkan Aku Mak
45
Lahir-nya seorang putri
46
DOM
47
Do' a Yang pilu
48
Mengais Rezeki
49
Pergi ke Masjid
50
Kejadian di Desa Kenawat
51
B. J. Habibie
52
Kepergian
53
Tapanuli Selatan
54
Menuju Sigama
55
Jangan Diam
56
Aku Hanya Ingin Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!