"Aku permisi ya Zahara" Ucap Zein pergi berlalu meninggalkan mereka berdua tanpa menunggu jawaban Zahara
Sementara Zahara masih terdiam di tempat dengan badan kaku berusaha membuktikan bahwa barusan dirinya hanya salah dengar. Meski begitu, ada Salma disamping-nya Salma juga mendengar apa yang dikatakan Zein, tak mungkin mereka bedua salah mendengar
Disisi lain Zein terus mengayuh pelan sepeda bututnya dengan perasaan yang berkecamuk saat melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Zahara barusan, kini dia tau bahwa Zahara juga pasti memiliki perasaan padanya walaupun sedikit, dia tidak bisa terus-terusan mengelak ketika ditanyai soal dirinya yang tak kunjung datang kemasjid.
Alhasil Zein mengaku bahwa dirinya bukanlah seorang muslim karna memang begitu nyatanya. Zein pikir lebih baik dirinya jujur dari sekarang dari pada suatu saat nanti perasaannya pada Zahara akan semakin mendalam. Dia harus ingat, bahwa dirinya merantau ke negeri orang untuk memperbaiki nasib bukan untuk mencari cinta.
Walaupun tak bisa dia pungkiri, Zahara sudah terlalu masuk kedalam hati dan pikiran-nya selama ini. Padahal dia sadar Zahara bahkan sangat berbeda jauh dengannya dari segala hal. Bahkan tak sama soal tuhan dan keyakinan.
Tak bisa dipungkiri Zahara memang gadis cantik berbadan tinggi semampai dengan senyuman nya yang sangat manis, Zahara yang pendiam membuat dirinya semakin anggun dengan kerudung yang ia kenakan. Lelaki mana yang tak akan salut dan merasa tertarik pada gadis ini.
Zein juga mendapat informasi dari pemuda-pemuda disana bahwa Zahara adalah kembang desa di sana. Tak ada yang bisa menandingi kecantikan-nya walaupun itu Salma sahabat dari Zahara sendiri.
"Zahara, kamu gak papa kan?" Tanya Salma padahal dia tau bahwa Zahara sedang tidak baik-baik saja
Zahara hanya memandang lekat-lekat mata Salma dengan air mata yang mulai menggenang dari pelupuk matanya.
Perlahan tangan Salma merangkul Zahara agar masuk kedalam pelukan-nya dan membantu teman-nya ini menenangkan diri sejenak dalam pelukan-nya tanpa tanya.
"Gak papa Zahara, kamu harus patah hati dahulu sebelum ketemu sama orang yang tepat dimasa depan" Ucap Salma sembari menghapus air mata Zahara yang masih mengalir
"Mungkin dari awal lebih baik aku gak buka hati Salma" Ucap Zahara dengan mata sendu miliknya
"Suttt" Ucap Salma meletakkan telunjuknya dibibir Zahara
"Kalau mau ketemu sama yang pas, harus mulai dulu dari sakit hati, kalo gak sanggup sakit hati gimana mau jumpa calon suami, ingat Zahara... Sakit hati adalah salah satu dari proses untuk bertemu dengan pasangan mu" Salma menangkup wajah Zahara agar memandang wajahnya
Zahara hanya menghela nafas tak percaya dia akhirnya kembali salah meletakkan hatinya. Dia tak percaya kenapa begitu cepat jatuh hati pada orang yang belum dia begitu kenal jati dirinya
"Kita balik yuk, udah mau adzan" Ajak Salma dan mulai merangkul Zahara agar berjalan dan duduk dibelakang-nya
Salma mengayuh sepeda dengan pelan dan merasakan nafas Zahara yang beberapa kali naik turun berhembus pelan dibelakang-nya. Salma sama sekali tidak membuka pembicaraan dan membiarkan Zahara larut sendiri dalam pikiran-nya.
Angin yang berhembus pelan tersapu kewajah cantik Zahara, matanya tetap cantik meski sembab karna tangisan-nya, mata cantik itu memandang air danau yang dikelilingi cetakan sawah berbentuk kotak besar dan kecil.
Pemandangan indah yang dia lalui membuat dirinya sedikit merasa lebih tentram meski masih ada rasa sakit dalam hatinya seperti sesak entah karna apa. Zahara hanya menghela nafas pelan-pelan berharap rasa sesak dari dadanya hilang secara perlahan.
Dia tak menyangka bahwa dirinya akhirnya kembali merasakan perih karna perasaan yang menyangkut pria lagi. Zahara hanya merasa dirinya terlalu lugu dan cepat jatuh hati kepada orang yang bahkan tak ia kenal.
Perlahan pikiran itu berhasil membuatnya kembali mengeluarkan air mata dengan rasa sesak didada karna menyembunyikan rasa sakitnya.
"Keluarin aja Zahara gak papa" Ucap Salma yang menyadari teman-nya ini ingin menangis kembali tapi ditahannya
"Gak papa... Keluarin aja sebelum kita sampe ke rumah" Ucap Salma kembali dan mendapati anggukan dari Zahara.
Kini suara tangis dari Zahara mulai terdengar di telinga Salma meski tak begitu keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Aranta Rian
Salma teman terbaik
2023-10-16
0