Bab 11. Kerudung

Sudah tiga hari berlalu dari hari dimana Zein mengatakan sebuah fakta tentang dirinya pada Zahara.

Selama itu pula Zein tak pernah melihat Zahara, padahal tempat tinggal mereka terletak di satu desa yang sama. Setiap kali Zein pulang atau pergi dari pasar, Zein memandang rumah Zahara berharap gadis cantik itu keluar rumah atau paling tidak tampak dari sudut pintu.

Entah mengapa Seakan-akan semesta hanya ingin membuat hati mereka untuk terasa sakit saja, dahulu sebelum mereka mempunyai perasaan terhadap satu sama lain, sengaja atau tidak mereka pasti tiba-tiba dipertemukan begitu saja.

'Mungkin dia hanya ujian bagiku' gumam Zein ketika harapan -nya tak sesuai realita ketika gadis yang dia harap tak kunjung muncul

Zein terus mengayuh sepeda-nya pelan menuju pasar untuk membuka toko, sesampainya di pasar Zein belum melihat kedatangan Salman dan Lukman padahal mereka berdua terlebih dahulu keluar dari rumah tadi pagi.

Mereka bertiga biasanya akan pergi ke pasar tepat setelah Lukman dan Salman selesai beribadah sholat subuh dimasjid, karna kedua teman-nya itu tak kunjung datang, Zein mengira mungkin Salman dan Lukman sudah terlebih dahulu kewarung mereka.

Zein memarkirkan sepedanya didepan warung dan mulai membuka pintu dengan kunci gembok yang ada ditangannya.

Tampaklah suasana warung yang sudah penuh dengan barang yang harus dususun keluar, dengan telaten dan santai Zein terus mengatur barang dengan rafi.

Hari masih menunjukkan pukul 6 pagi, suasana yang dingin membuat nafas Zein seperti mengeluarkan gumpalan-gumpalan asap rokok dari sana. Sayup-sayup Zein mendengar toko baju yang berada didepen-nya juga baru datang dan tampak sedang mengatur barang.

Suasana pagi itu di pasar masih sangat sepi, hanya beberapa yang baru buka.

"Sendirian nak? " Ucap wanita tua itu kepada Zein

"Iya buk" Zein mengangguk ketika mendapat balasan dari tatapannya barusan

"Teman-teman kamu dimana? " Tanya-nya kembali

"Dijalan buk... Tadi ada keperluan sebentar" Ucap Zein memberi alasan

"Oh iya iya" Ucapnya dengan senyuman manis dan masuk kedalam toko baju-nya.

Zein kembali melanjutkan perkerjaan-nya dengan seksama hingga setelah tuntas Lukman dan Salman juga tak kunjung datang kewarung.

Zein tidak begitu ambil pusing karna belum banyak juga pelanggan yang datang.

Karna merasa bosan Zein akhirnya ingin mampir sebentar ke toko baju milik wanita tua yang diajaknya bicara tadi pagi.

"Mau beli apa kamu nak Zein? " Ucapnya ramah dan sedikit tersenyum melihat Zein yang datang ke toko miliknya. Tepatnya toko khusus segala keperluan wanita.

"Tidak ada buk... Saya ngerasa bosan saja" Ucap Zein sembari menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal, dia juga merasa bingung kenapa kakinya membawa dirinya untuk datang ketempat ini, padahal masih ada warung kopi dan tempat sarapan di sana.

"Ya udah duduk dulu disini" Ucap wanita tua itu dan menyambut pelanggan yang baru saja masuk kedalam toko-nya

Zein mengangguk pelan dan duduk diatas kursi yang disediakan di dalam toko, Zein memandang sekeliling isi toko dan sesekali menatap warungnya barang kali ada yang datang. Tiba-tiba matanya terhenti pada sebuah kerudung panjang berwarna pink dengan motif mawar merah muda, matanya terus memandang kerudung itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

Dengan pelan seolah hati Zein membimbing kaki-nga untuk meraih kerudung itu, tangannya yang berurat dan kelas dengan segera sudah menggenggam kerudung lembut itu, entah apa yang ada dipikiran-nya saat ini. Dia terlihat tersenyum dan membawanya kedepan wanita tua pemilik toko.

"Buk, aku mau ambil yang ini, harganya berapa?" Tanya Zein dengan tangan yang sudah merogoh isi kantong-nya

"Loh... Mau untuk siapa nak Zein?" Ucap pemilik toko menyelidik dan dibarengi wajah jahil miliknya.

Alhasil pelanggan yang belum pergi tertawa kecil ketika melihat pemuda tampan ini membeli kerudung, pasalnya pemilik toko tau bahwa Zein anak perantauan dan dia tak pernah bercerita atau dekat dengan wanita.

Zein seketika bingung sendiri dan tersenyum kaku ketika berada dalam situasi ini.

"Ya udah ambil aja gratis untuk kamu..

Semoga gadis itu suka ya nak" Celutuk wanita tua itu kembali dan berhasil membuat Zein semakin malu

"Ini untuk ibu saya kok buk" Zein berusaha mengelak

"Halah mana ada motif kayak gini untuk ibu-ibu, ini untuk anak gadis nak, kalo mau yang untuk ibu kamu ya harusnya yang itu" Ucap wanita tua pemilik toko da mata Zein langsung mengarah kearah yang ditunjuk pemilik toko.

Zein hanya tersenyum malu ketika kerudung itu sudah dibalut wanita tua itu didalam koran dan memberikannya kepada Zein.

"Berapa buk? " Tanya Zein kembali

"Udah buat kamu aja"

"Tapi buk" Ucap Zein merasa tak enak.

Tangan wanita tua itu malah menyuruh Zein pergi dari toko-nya dengan sedikit mengusir. Zein tersenyum dan mengucapkan rasa Terima kasih berulang kali dan berlalu kedalam warungnya, menyembunyikan kerudung yang barusan dia dapat agar tidak diejek Salman dan Lukman.

"Loh ada apa lagi nak" Ucap wanita tua tadi ketika melihat Zein tiba-tiba berdiri  tegak didepannya dengan senyuman manis

"Ini buat ibu" Ucap Zein memberikan plastik hitam ntah apa isinya, tak sempat wanita itu berterima kasih Zein langsung pergi agar tidak mendapat penolakan kembali

Melihat didalam plastik hitam itu ada tiga lingkaran gula merah dan satu kilo minyak masak. Wanita tua itu menggeleng pelan dan sedikit decakan mulut dan tersenyum melihat tingkah pemuda yang satu ini.

Episodes
1 Bab 1 Lamaran
2 Bab 2 Nasihat dari teman
3 Bab 3. Kejadian di pasar
4 Bab 4. pria asing didepan pintu
5 Bab 5. Namanya Zein
6 Bab 6. Didepan Masjid
7 Bab 7. Bagai Takdir
8 Bab 8. Maulid Nabi
9 Bab 9. Aku bukan pria muslim
10 Bab 10. Hati Yang Pilu
11 Bab 11. Kerudung
12 Bab 12.Didong
13 Bab 13. Pohon Besar
14 Bab 14. Aku akan Menikah
15 Bab 15. keadaan zein
16 Bab 16. pembuktian dari Zein
17 Bab 17. Tetap dirumah Ya
18 Bab 18. Lamaran dari pria muallaf itu
19 Bab 19. Pelaminan
20 Bab 20 Malam Pernikahan
21 Bab 21 Hari pertama
22 Bab 22 Kebahagiaan sang ibu
23 Kritik dan Saran
24 Awal Dari Penderitaan
25 Seragam Hina
26 Air mataku tak boleh menetes karna penghinaan ini
27 Pergilah....
28 Keluarga yang harus pergi meninggalkan tanah ini
29 Kepergian dan Doa
30 Telah Sampai Diriku
31 Janji Nusantara
32 Keringat-ku untuk kehadiran-mu
33 Zein Yang Dulu
34 Juragan Sawit
35 Biaya Perjalanan
36 Berita
37 Fakta tentang Zein
38 Sampainya Surat
39 Ketahuan Para Militer Hina
40 Rumoh Geudong
41 Penyiksaan
42 Kekejaman
43 Kekejaman
44 Maafkan Aku Mak
45 Lahir-nya seorang putri
46 DOM
47 Do' a Yang pilu
48 Mengais Rezeki
49 Pergi ke Masjid
50 Kejadian di Desa Kenawat
51 B. J. Habibie
52 Kepergian
53 Tapanuli Selatan
54 Menuju Sigama
55 Jangan Diam
56 Aku Hanya Ingin Bahagia
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Bab 1 Lamaran
2
Bab 2 Nasihat dari teman
3
Bab 3. Kejadian di pasar
4
Bab 4. pria asing didepan pintu
5
Bab 5. Namanya Zein
6
Bab 6. Didepan Masjid
7
Bab 7. Bagai Takdir
8
Bab 8. Maulid Nabi
9
Bab 9. Aku bukan pria muslim
10
Bab 10. Hati Yang Pilu
11
Bab 11. Kerudung
12
Bab 12.Didong
13
Bab 13. Pohon Besar
14
Bab 14. Aku akan Menikah
15
Bab 15. keadaan zein
16
Bab 16. pembuktian dari Zein
17
Bab 17. Tetap dirumah Ya
18
Bab 18. Lamaran dari pria muallaf itu
19
Bab 19. Pelaminan
20
Bab 20 Malam Pernikahan
21
Bab 21 Hari pertama
22
Bab 22 Kebahagiaan sang ibu
23
Kritik dan Saran
24
Awal Dari Penderitaan
25
Seragam Hina
26
Air mataku tak boleh menetes karna penghinaan ini
27
Pergilah....
28
Keluarga yang harus pergi meninggalkan tanah ini
29
Kepergian dan Doa
30
Telah Sampai Diriku
31
Janji Nusantara
32
Keringat-ku untuk kehadiran-mu
33
Zein Yang Dulu
34
Juragan Sawit
35
Biaya Perjalanan
36
Berita
37
Fakta tentang Zein
38
Sampainya Surat
39
Ketahuan Para Militer Hina
40
Rumoh Geudong
41
Penyiksaan
42
Kekejaman
43
Kekejaman
44
Maafkan Aku Mak
45
Lahir-nya seorang putri
46
DOM
47
Do' a Yang pilu
48
Mengais Rezeki
49
Pergi ke Masjid
50
Kejadian di Desa Kenawat
51
B. J. Habibie
52
Kepergian
53
Tapanuli Selatan
54
Menuju Sigama
55
Jangan Diam
56
Aku Hanya Ingin Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!