Mutiara Cinta Abadi

Mutiara Cinta Abadi

Episode 1

Awal cerita bermula Saat Amira dan Mita sedang mengajar disekolah TK Gemilang. Amira mengajar 20 murid sedangkan Mita mengajar 17 murid.

Amira Gadis cantik sederhana dan Mita Adiknya Amira sama sama bekerja sebagai Guru TK. Amira memiliki cita cita ingin jadi seorang Guru PNS, Amira memilih menjadi Guru TK dulu karena ia yakin untuk menjadi Guru PNS itu perlu tingkatan, ia berlatih dari 0 dulu, maka dari itu Amira mencari pengalaman terlebih dahulu sebelum jadi Guru PNS, Amira berharap setelah berhasil menggeluti Profesi sebagai Guru TK ia bisa diangkat menjadi Guru PNS yang gajinya lumayan tinggi.

Amira dan Mita berangkat menuju sekolah TK.

"Kak sekarang jadwal anak anak apa yah, kemarin melukis, sekarang apa kita biarkan bermain ditaman ya."

"Harusnya sekarang belajar membaca, setelah selesai sisa waktunya baru pakai bermain ditaman." Amira membuka buku panduan membaca sambil jalan.

Waktu mengajar telah tiba, Amira dengan bermuka ceria mengajarkan murid murid dengan penuh semangat yang membuat semua murid ikut ceria dan nyaman belajar dengan Amira.

"Pagi anak anak yang Soleh Solehah!"

"Pagi Ibu guru.." Ucap serentak.

"Gimana Kabarnya?"

"Alhamdulillah, Luar biasa, Allahuakbar." Ucap semua murid bersorak penuh semangat.

"Waaahhh pada semangat, Tapi Ibu masih kurang yakin bahwa kalian itu benar benar semangat. Coba Ibu pengen buktikan dengan Tepuk semangat?"

"Tepuk semangat, SE..MA..NGAT, SEMANGAAATT!" ucap semua murid sambil meragakan tangan dan tubuhnya yang pada mungil mungil.

"Okey sebelum kita main ketaman, Kak Amira pengen Belajar membaca dulu, Okey Kak Amira mau tes siapa saja yang sudah bisa baca, Ada yang sudah bisa baca disini?" Tanya Amira.

Diantara 20 murid Hanya beberapa murid yang mengangkat jari telunjuknya menunjukkan bahwa murid tersebut sudah bisa membaca.

"Ternyata baru sedikit yah yang baru bisa baca. Ibu Amira pengen semuanya bisa baca yah. jadi kita belajar bersama sama, kita mulai membaca!"

"Kalian Ikut kak Amira yah." Amira

"Ini Budi. Ini Bapak Budi. Ini Ibu Budi

ini Budi. ini Bapak Budi ini Ibu Budi."

"Waaahhh..kalian udah lancar mulai lancar bacanya. yok kita lanjut lagi!"

"Ini Kakak Budi. Ini Kakek Budi Ini Nenek Budi

ini Kakak Budi ini Kakek Budi ini Nenek Budi."

"Kalian semua Hebat, Tepuk tangan dulu buat semuanya."

Semua murid bersorak dan bertepuk tangan.

"Okey, Sekarang waktunya Habis. besok kita Belajar hitungan. untuk sekarang waktunya main ke taman."

"Horeeyyy main." Semua murid bersorak kegirangan sambil keluar kelas bersamaan.

"anak anak tertib yah, Jangan dorong dorong mainnya! jangan kejauh hanya ditaman saja, dan satu lagi ingat jangan berantem." Ucap Amira lemah lembut.

Mita datang menemui Amira yang sedang berdiri memandang anak anak yang sedang main ditaman.

"Seru juga yah jadi Guru itu, Lihat anak anak pada main dengan ceria kita juga ikut ceria, ini sih kalau diputusin pacar juga cepat sembuh karena terhibur anak anak." Ucap Mita senyum melihat Anak anak ceria main ditaman.

"Ya beginilah jadi Guru TK walaupun gajihnya kecil tapi kita gak bosen didik anak usia dini."

"Iya, cobaannya satu hanya kita harus sabar mengajarkan anak anak belajar."

"Karena anak anak itu penerus bangsa, ilmu ilmu yang kita limpahkan kepada anak anak jadi Bekal tuk masa depannya dan anak anak juga perlu dididik Budi pekertinya supaya bisa jadi anak anak yang berakhlak mulia dan berilmu. Kewajiban kita hanya memberikan pengajaran baik bagi Anak anak." Amira memberikan Arahan kepada Mita Adiknya yang sama sama belajar jadi seorang Guru.

Waktu pulang telah tiba.

"Okey Anak anak kita sudahan mainnya besok kita main lagi setelah belajar yah, kita siap siap tuk pulang." Ucap Mita sambil melambaikan tangannya.

Ada salah satu murid namanya Azizah yang tidak pulang karena menunggu dijemput orang tuanya.

"Adek kok gak pulang, lagi nunggu Bundanya yah? Tanya Amira

"Iya kak Amira."

"Gimana kalau kak Amira anter pulang kerumah Azizah?"

"Gak usah deh kak, Itu Bunda Azizah udah datang jemput Azizah." Ucap Azizah sambil menunjukkan jari telunjuknya kearah depan.

"Oh ini yah Bundanya Azizah."

"Siang Bu, mau jemput Azizah yah?"

"Iya Ibu Amira." jawab Bunda Azizah dengan ringan.

"Loh, kok Ibu tau nama saya Amira."

"Iya, Anak saya cerita ada Guru baru baik orangnya katanya Namanya Bu Amira. inikan Ibu Amira?"

"Dilihat dari penampilannya sama seperti yang Azizah ceritakan, Gurunya Baik, Ceria, Ramah, Cantik. Betulkan Azizah." Bundanya menanyakan ke Azizah langsung sambil senyum."

"Iya Bunda." jawab Azizah singkat.

"Tadi tuh saya tawarin Azizah pulang bersama saya dianterin gitu, Eh Bundanya udah datang, gak jadi deh."

"Gapapa Ibu Amira, Gak usah repot-repot. Saya pulang dulu yah ibu Amira, Terimakasih atas didikannya membuat anak saya rajin selama ibu Amira jadi Guru disini loh, Saya jadi ikut senang." Senyuman manis dalam pujian Bunda Azizah berasa Amira berhasil jadi Guru simulasi.

"Oh iya Sama-sama Bunda Azizah, Hati hati dijalannya." Amira senyum-senyum sendiri.

Mita datang menemui Amira.

"Kak tadi siapa?"

"Itu Bundanya Azizah tadi jemput Azizah."

Mita mengurut urut keningnya sambil mengingat ingat Murid bernama Azizah.

"Oh Azizah, Azizah Anak yang pendiam itu yah?" ucap Mita sambil menunjuk nunjuk jari telunjuknya.

"Sekarang sih Azizah gak pendiam lagi, Azizah mulai ceria selama jadi muridku, Saya mulai melihat perkembangan dalam diri Azizah loh, ia jadi Anak cerdas, Saya rasa Akhir akhir ini dikelas yang jadi murid terbaik hanya Azizah deh, dia itu Rajin, udah bisa baca, hitungan juga agak jago deh, Sejak saya jadi Gurunya Azizah jadi aktif dikelasnya. Aku bangga dan merasa berhasil jadi Guru deh Mit."

Amira dan Mita kakak beradik dijalan sering mengobrol sambil jalan ringan menuju pulang kerumah.

"Aku yakin deh kakak suatu saat nanti akan jadi Guru PNS dengan kisaran gaji yang tinggi. Karena Kakak memiliki keahlian dibidang komunikasi."

"Kamu juga kakak lihat cara mengajar kamu pada Anak anak cukup bagus, Kakak juga yakin suatu saat nanti kita bisa jadi Guru PNS sama sama."

"iya Amin, lebih Amin lagi kalau Aku suatu saat nanti jadi seorang perawat."

"Iyyaa.. mudah mudahan saya nanti ada rezekinya buat biaya kuliah, jurusan kedokteran itu Agak mahal biayanya tapi kita percayakan kepada Allah, nanti juga ada rezekinya."

"Iya kak, Aku ingin gapai impianku dengan Doa dan Usaha, mudah mudahan Allah mempermudah semuanya hingga Aku bisa kuliah ambil jurusan kedokteran demi menjadi perawat." Ucap Mita berharap penuh.

Terpopuler

Comments

M. Beni Wahyudi

M. Beni Wahyudi

mampir

2024-06-14

0

Nabila Sari

Nabila Sari

hai

2023-06-01

0

Tetik Saputri

Tetik Saputri

mampir

2023-06-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!