Episode 13

Kembali ke kamar Araf, tugas skripsi yang dikerjakan oleh Araf pada malam hari telah selesai. Araf memanggil Amira untuk membantunya merapikan buku-buku dan alat lainnya yang berantakan di meja belajarnya.

"Mbak, tolong bantu merapikan buku-bukuku!" panggil Araf kepada Amira, namun Amira tidak merespons.

"Mbak, Amira..." ucap Araf sambil menengok melihat Amira yang duduk di kursi sofa dengan matanya tertutup menandakan Amira sudah tertidur pulas setelah seharian bekerja yang melelahkan.

"Oh, ternyata sedang tidur," ucap Araf sambil mendekati Amira yang sedang tidur. Araf duduk tepat di dekat wajah Amira.

"Mbak, Mbak Amira, bangun Mbak, tugasnya sudah selesai," Araf berusaha membangunkan Amira dengan lembut, berbicara di daun telinga Amira.

Amira sama sekali tidak bangun, ia tidur dengan pulas.

"Kasihan juga, mungkin dia kecapean karena telah bekerja seharian," pikir Araf. Ia mencari cara agar Amira bangun dan pergi ke kamarnya. Namun, ia juga tidak tega untuk membangunkannya.

"Aduh, bagaimana ya agar Mbak Amira keluar dari kamarku. Tidak mungkin dia tidur di kamarku! Apa kata orang-orang nanti, bisa-bisa aku kena fitnah lagi," gumam Araf sambil merasa bingung. Apalagi ia sudah mulai lelah dan ingin tidur, sedangkan di kamarnya terdapat seorang wanita yang sedang tidur.

"Mungkin aku harus meminta bantuan Bibi Lisa dan adiknya yang nakal untuk membangunkan Mbak Amira ini? Tidak mungkin, mereka pasti sudah tidur. Kalau aku membangunkan juga, pasti adiknya akan membuat kerusuhan padaku. Dia pasti akan mengajak mendebat karena kakaknya disuruh temani aku," ucap Araf, melihat wajah Amira yang sedang tidur pulas.

Tubuh Araf mulai terasa lelah dan mengantuk. Akhirnya, ia memutuskan untuk menggendong Amira yang sedang tidur pulas di kursi sofa.

"Aku harus menggendong Mbak Amira, biar dia tidur di kamarnya," gumam Araf dalam hati. Meskipun dirinya canggung, Araf berhasil mengangkat tubuh Amira yang langsing. Tubuh Amira berada dalam gendongan Araf, dan Araf mulai melangkahkan kakinya perlahan-lahan karena takut Amira terbangun dalam pelukannya.

"Aku berharap kamu bisa menjadi sahabatku sekaligus penolongku untuk menghadapi gelapnya hidupku saat ini," ucap Araf dalam hati sambil menatap wajah Amira yang sedang tertidur.

Di dalam mimpinya, Amira bermimpi digendong oleh kakek tua sehingga ia terkejut dan terbangun dari tidurnya.

"Tidak, lepaskan aku. Aku tidak mau digendong," teriakan Amira dalam mimpinya terbawa ke dunia nyata. Akhirnya, Araf terkejut dan mereka berdua terjatuh, sehingga Amira terbangun dan melihat wajah Araf dari dekat.

"Pangeran impianku telah menolongku," ucap Amira tanpa sadar, matanya terbuka lebar sambil menatap wajah tampan Araf dan tersenyum kecil.

"Aku merasa malu," ucap Araf.

Lalu, Amira masih diam dan melihat ke atas wajah Araf yang sudah berdiri. Amira masih mengumpulkan tenaganya untuk bangun. Araf juga merasa kasihan pada Amira dan mengulurkan tangannya untuk menarik tangan Amira untuk membantunya bangun.

"Ayo, bangun," ucap Araf.

"Tadi, Amira diapakan ya?" tanya Amira dengan wajah yang sedikit malu.

"Tidak usah berpikiran aneh. Aku hanya membangunkan Mbak dari tidurnya tadi, tetapi Mbak tidak bangun-bangun," ucap Araf dengan nada terpaksa.

"Rasanya terjatuh dari tempat tidur." Amira memegang lengannya kesakitan.

"Apa Aden menggendong saya" tanya Amira.

"Iya, maaf mbak. aku hanya ingin memindahkan Mbak dari tidur mbak ke kamarnya." jelas Araf merasa malu karena telah mencari cara secara kasar.

"Oh, ternyata aku ketiduran dan digendong oleh Araf. Ya Allah, begitu beruntungnya Aku malam ini." ucap Amira dalam hati yang terharu pada sikap Araf, Amira tersipu malu.

"Tidak apa-apa, selama aku menggendong Mbak, aku tidak pernah menyentuh Mbak kok. Lihat, tanganku pakai sarung!" Ucap Araf sambil menunjukkan tangannya yang memakai sarung tangan.

"Pake sarung tangan!" Ucap Amira sambil melihat tangan Araf memakai sarung.

"Den Araf memang laki-laki yang bertanggung jawab. Aku beruntung bisa bertemu dengan den Araf. gak salah hatiku telah jatuh cinta padanya." ucap Amira dalam hatinya dengan tersenyum sambil melihat Araf.

Suara kaki yang sedang berjalan menaiki tangga.

Amira merasa takut dan ia sembunyi dari belakang tubuh Araf.

"Mbak kenapa kebelakangku?" Araf merasa aneh dengan sikap Amira yang tiba-tiba berdiri dibelakangnya.

Yang datang ternyata Bibi Lisa.

"Bibi..." Ucap Araf.

"Aden sudah selesai Tugasnya?" Tanya Bibi.

"Sudah bi."

"Kok belum pada tidur, sedang ngapain kalian berdua disini?" Tanya Bibi sambil melihat wajah Amira yang berdiri di samping Araf.

"Bibi saya mau kekamar ini." Balas Amira dengan gugup.

"Tadi Bibi dengar sesuatu dari sini! Makanya Bibi kemari."

"Tadi Saya terjatuh bi." Jawab Araf

"Saya juga terjatuh Bibi." Amira juga ikut menjawab.

Mata Araf melotot sedikit terkejut menahan rasa malu setelah mendengar Amira ikut ikutan ngomong.

"Kalian berdua terjatuh, gimana ceritanya?" Bibi merasa kebingungan dengan sikap Araf dan Amira.

"Enggak, maksudnya Aku terjatuh dan Mbak Amira juga ikut terjatuh terpeleset gitu Bibi." Ucap Araf agak gugup membuat alasan.

Amira mengangkatkan Alisnya pada Araf karena kebingungan. dan Araf pun membalasnya dengan kode ekspresi wajahnya untuk menenangkan.

"Tangan Aden pake sarung emangnya buat apa?" Tanya Bibi melihat tangan Araf.

"Oh ini bibi, tangan Araf dingin jadi pake sarung." Ucap Araf membuat alasan.

"Oh ya sudah, Aden masuk kamar tidur yah, Amira ayo kita balik ke kamar." Ucap Bibi langsung balik kekamarnya disusul Amira dari belakang.

Araf berbisik pada Amira.

"Besok besok kalau memang ngantuk gak usah temenin Aku lagi yah." Araf Bisikin Amira.

Amira berasa bersalah karena ia tidak bisa menemani Araf sampai selesai tugasnya karena keburu tidur.

"Kenapa sih Aku pake ketiduran segala, Aku kan harus menemani Araf, Kalau tadi ketahuan Bapak Bos pasti malu, Apalagi ketahuan Nyonya bisa bisa kena tegur dan dipecat." Ucap Amira dalam hatinya sambil berjalan perlahan karena menyesal telah ketiduran.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!