Episode 6

Keluarlah dari mobil seorang Bapak yang berpenampilan rapi seperti seorang pekerja kantoran yang ternyata dia Adalah Bapak pemilik perusahaan ternama Bpk Ruben Sadino.

Bpk Ruben Sadino merasa bersalah karena hampir menabrak 2 orang gadis yang tidak lain adalah Amira dan Mita.

"Kalian berdua gak kenapa napa kan? Apa perlu saya bertanggung jawab membawa kalian ke rumah sakit?" Ucap lemah lembut Bpk Ruben.

"Gak usah pak. Saya juga gak papa!"

Bpk Ruben Sadino melihat ditangan Kedua gadis itu memegang map lamaran."

"Kalian bawa map mau melamar yah? Emangnya mau melamar kemana biar saya antarkan!"

"Gak usah pak, kami sudah selesai melamarnya dan kami berdua ditolak, ini kami juga mau pulang." Ucap Mita dengan mengeluarkan kesedihan di mukanya agar dikasihani.

"Oh alah, Kalian ditolak! Gimana kalau kalian berdua bekerja dirumah saya aja, Soalnya saya lagi membutuhkan Art buat jadi Asisten dari anak anak saya, Kira kira mau gak jadi Art dirumah saya."

"Kak gimana Apa kita ambil saja tawaran dari Bapak ini. Aku rasa Bapak ini orang kaya raya." Mita berbisik ke kakaknya untuk berunding dulu.

"Ya udah pak saya terima tawaran dari Bapak, Kami berdua siap menjadi Art dirumah Bapak!"

"Nama kalian berdua siapa?" Tanya Bpk Ruben.

"Saya Amira, dan Ini Adik saya Mita kami hanya beda 1 tahun." Ucap Amira dengan lantang.

"Saya Bpk. Ruben Sadino. Ini identitas saya dan disini ada alamat rumah saya juga." Bapak Ruben memberikan kartu identitasnya.

Amira mengambilnya dengan pelan dan santun.

"Baik, mulai besok kalian datang kerumah saya."

"Baik pak Terima kasih Banyak atas tawarannya pak." Amira mengulurkan tangannya untuk bersalaman

"Sama sama!" Bapak Ruben menerima salamnya dar Amira dan juga Mita

Bapak Ruben Sadino masuk ke mobilnya.

"Akhirnya ada orang baik yang ngasih kita pekerjaan walaupun jadi Art. Mita yakin gajinya bisa buat lunasi hutang Abah." rasa Syukur Amira dan Mita bisa dapat pekerjaan.

"Ya, Kakak juga bersyukur masih ada orang yang baik mengasihi kita pekerjaan, pekerjaan apapun yang penting halal." Ucap Amira

jikalau tadi gak ketemu sama Bapak Ruben, mungkin pulang hanya membawa tangan kosong dan malu sama Abah juga. Ini jalan yang Allah berikan, Terimakasih ya Allah." Ucap Amira dalam hatinya.

Amira mulai ceria lagi setelah mendapatkan pekerjaan karena Amira telah membuat janji dengan Abahnya untuk melunasi hutang hutangnya dan Amira akan mencari pekerjaan hingga menolak lamaran pak Anwar. kini niat Amira akan diperjuangkan buat Abah.

Amira dan Mita pulang ke rumah, Dirumah Abah Amar sedang menjemur padi bersama Emaknya.

"Abah, Emak, Kami berdua punya kabar baik buat Abah sama Emak." Teriak teriak Mita dari jauh.

"Kita berdua dapat pekerjaan baru Bah Mak!"

"Oh ya, Kerja dimana? jadi Apa?" Tanya Emak

"Kerja diperumahan jadi Art, ini dapat Alamatnya." Ucap Mita dengan gembira.

"Kami Bekerja diperumahan mewah Bah Mak, ini ada Poto rumahnya jadi seorang Art. Amira yakin gajinya pasti tinggi. Amira sudah punya janji sama Abah untuk tidak menjual Sawah. Sekarang waktunya Amira menempati janji Amira." Amira memeluk Abahnya.

"Memangnya Abah mau jual sawah buat lunasi hutang hutang Abah. Kok Mita gak tau masalah ini. pantas saja kakak tiba tiba mau resign dari pekerjaan mengajar di TK."

"Iyaaa, jadi sekarang kamu Mita bantu Kakak juga, kita berdua berjuang bersama." Amira mengambil tangan Mita dan mengangkatnya keatas.

"Kalian berdua sana mandi dulu, habis tuh makan Emak sudah masak." Ucap Emak dengan ucapan penuh kasih sayang.

"Baik Mak." Amira dan Mita masuk kedalam rumah.

Besoknya Amira dan Mita sudah bersiap siap membawa pakaian ditasnya.

"Yo kak kita berangkat, Aku sudah gak sabar akan tinggal dirumah mewah."

"Ada yang ketinggalan gak? Cek dulu!"

"Udah dicek semua lengkap."

Amira menemui Abah dan Emak ingin pamitan dulu.

"Abah, Emak, Kami mau berangkat Kami minta ridhonya dari Abah Emak."

"Iya Kami meridhoi kalian berdua bekerja. Semoga Allah selalu melindungi kalian berdua dimana pun kalian berdua berada. Abah sama Emak akan selalu mendoakan kalian berdua." ucapan Emak menyayat hati.

"Melihat kalian berdua Akan bekerja dan tinggal dirumah orang lain itu membuat Abah sama Emak kesepian dirumah tanpa ada kalian berdua, Abah sama Emak akan senantiasa merindukan kalian. Abah meridhoi kalian berdua. Hati hati yah Amira, Mita saling jaga satu sama lain." Ucap Abah Amar merasa berat dengan kepergian kedua putrinya untuk bekerja dengan menunjukkan rasa kasih sayang kepada kedua putrinya.

"Kami Berangkat dulu yah Bah Mak..

Assalamualaikum." Ucap Amira dan Mita memberikan salam pada Kedua Orang tuanya.

"Waalaikum salam." Balas Abah dan Emak sambil Abah merangkul Emak.

Amira dan Mita berangkat kerja dan dijalan Mita mulai Banyak omong sambil ngehalu.

"Aku udah ngebayangin Rumah tempat kerja kita mewah dan didalamnya banyak makanan, Ada Anggur, Apel, Mangga, Semangka, dan banyak makanan mahal mahal. Aku gak sabar pengen cepat cepat sampai."

"Tujuan kita masuk kerumah Bpk Ruben itu untuk bekerja, bukan untuk pesta. Kakak minta kamu jangan banyak tingkah, Jaga sikap kamu nanti jangan malu maluin Kakak!"

"Iya, iya, Aku tidak akan macam macam kok kak tenang aja, Tapi kalau dirumahnya sedang kosong baru bisa pesta." Ucap Mita sambil lari.

"Mitaaa..." Teriak Amira mengejar Mita.

"Awas aja loh!" Ucap Amira ikut lari.

Amira dan Mita sudah sampai dirumah mewah Bpk.Ruben Sadino.

"Waaahhh... Beneran mewah rumahnya gede banget lagi." Mita terkagum kagum melihat Rumah mewah tempat bekerjanya jadi Art.

"Iya Mit, beneran gede dan mewah lagi."

"Ini mah bakalan betah gak akan pulang pulang kayaknya."

"Syutt, ingat tujuan kita hanya kerja mencari uang untuk melunasi hutang Abah bukan mencari kesenangan."

"Iya kak, gak tau adiknya lagi senang juga."

"Udah Ayok kasih kode biar yang punya rumah membukakan gerbangnya."

Amira membunyikan kunci gembok yang ada di gerbangnya dengan mengetukannya.

lalu datang seorang satpam penjaga Rumah mewah itu lalu menanyakan.

"Maaf mau ketemu siapa yah?" Tanya satpam yang terhalang oleh gerbang.

"Apa benar yah ini Rumahnya Bpk.Ruben Sadino?" Tanya Amira dengan sopan.

"Ya betul, Kalian ini siapa yah? dan ada perlu apa yah kesini?"

"Perkenalkan nama saya Mita dan ini Kakak saya Amira, Kami berdua kesini disuruh Bpk.Ruben untuk bekerja jadi Art dirumah ini." Ucap Mita dengan tegas.

Amira menyenggol Mita.

"Yang sopan dong bicaranya!"

"Iya, iya, ih." Balas Mita.

"Baik Saya panggil dulu nyonya yah biar kalian di interview langsung oleh nyonya besar."

Pak satpam lalu pergi kedalam memanggil Nyonya besar.

"Lihat kak pemandangannya indah banget, Aku rasa kita beruntung banget bisa berkenalan dengan Bpk.Ruben ternyata kaya raya kak." Ucap Mita dengan kegirangan.

"Walaupun kita hidup dirumah mewah, kita tidak bisa menikmati setiap kemewahan yang ada dirumah ini, karena kita disibukkan dengan bekerja. jadi kamu jangan anggap rumah mewah ini seakan rumah kita."Amira menceramahi Mita agar tidak berlaku seenaknya dirumah mewah ini.

"Aku ingat kok peran Aku sama kakak tuh hanya sebagai Art. walaupun tugasku disini bekerja, tapi kita tidak merasa terlalu tertekan jika disekelilingnya dipenuhi keindahan dari rumah ini loh kak." pikiran Mita masih ditutupi oleh keindahan disekitar rumah mewah ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!