Episode 15

Tugas Skripsi Araf ketinggalan dirumahnya. Araf menelpon Pak Oni untuk membawakan tugasnya itu.

"Assalamualaikum pak Oni, tolong bawakan Tugas skripsi Araf diatas meja Kamar Araf yah."

"Baik Den." Telponnya langsung ditutup.

Pak Oni menghampiri Amira yang sedang menyiram bunga ditaman.

"Mbak Amira, barusan Aden nelpon katanya Tugas skripsinya ketinggalan."

"Oh yah. Perasaan udah dimasukin deh! Bentar aku ambilin dulu yah pak Oni." Ucap Amira bergegas pergi kekamar Araf.

Didalam kamarnya Araf, Amira tidak menemukan tugas Skripsinya Araf.

"Kalau ketinggalan gak mungkin dikamar gak ada, masa hilang?" Amira tidak menemukan berkas yang berisi skripsi yang dibuat Araf semalam.

Mita menghampiri Amira didalam kamar Araf.

"Kakak lagi ngapain dikamar Araf?" Tanya Mita dari depan pintu kamar.

Amira terkejut.

"Kamu ngagetin kakak mulu, kakak kira Nyonya." Amira merasa cemas ia tidak ingin dibenci oleh den Araf karena gak bisa diandalkan.

"Kakak cari Apa sih?"

"Tugas skripsi yang dikerjakan oleh den Araf semalam hilang?" Ucap Amira dengan gelisah.

"Bentar deh, kayak pernah lihat dan baca kata Skripsi, tapi dimana yah?" Mita mengetahui sesuatu.

"Oh iya, Di tasnya Rayan kalau gak salah. waktu Mita bawakan tasnya ada tugas skripsi yang sampulnya warna biru kalau gak salah." Ucap Mita sambil berpikir.

"Kamu yakin?" Tanya Amira dengan serius.

"Iya, tapi mungkin gak itu punya Rayan." Mita masih ragu ragu.

Amira dan Mita pergi ke kamar basecamp Rayan.

"Kita coba cari disini."

"Ini kak ketemu!" Mita menemukannya ditumpukkan buku.

Amira menghampiri Mita yang sudah menemui Tugas skripsinya.

"Ini bukan tugas skripsi Araf, Tugas skripsi Araf itu kelihatan Rafi dan agak tebal. ini sih agak tipis, dalamnya juga isinya asal asalan." Ucap Amira dengan membuka buka isi skripsinya.

Amira bergegas pergi ke luar.

"Pak Oni ayo kita berangkat." Ucap Amira.

"Biar pak Oni aja ke kampus Aden, Sebaiknya Mbak Amira gak usah ikut! Mbak kan tau Den Araf gak mau ditemani Mbak? kayaknya malu, gak pede gitu."

"Tapi Amira ada urusan sama Araf. Amira yakin den Araf gak akan marah lagi." Ucap Amira dengan percaya diri.

Amira pergi ke kampus Aden Araf diantar Pak Oni.

Amira sudah sampai dikampus Aden Araf.

"Mbak yakin mau nganterin tugas skripsi ini ke den Araf langsung."

"Amira terpaksa, soalnya ada yang ganjil dengan tugas skripsi yang saya bawa ini." Amira dengan cepat bergegas mencari Rayan.

Di setiap ruangan Amira tidak menemukan Rayan yang sudah mengambil Tugas skripsi Araf.

"Aduh kemana yah Aku cari Rayan, Aku gak tau kelas Ruangan Rayan letaknya." Amira sambil keringatan mencari Rayan sampai kebingungan.

Araf melihat Amira yang membawa tugas Skripsi miliknya ditangan Amira.

"itu kan Mbak Amira."

"Mbak.." Teriak Araf.

Amira tidak mendengar teriakkan Araf ia malah pergi ke ruangan lain.

"Loh kok malah pergi!" Ucap Araf.

Araf bergegas mengejar Amira yang pergi ke ruangan lain.

Amira menemui Rayan yang sedang berhadapan dengan dosen sambil menyerahkan tugas skripsinya milik Araf.

Ketika Amira mau menghampiri Rayan yang sedang berhadapan dengan dosen itu, langkah kaki Amira tertahan karena Araf menarik tangan Amira hingga Amira ketarik ke arah Araf dan langsung memeluk Araf. keduanya saling tatap menatap.

"Aden.." Amira terkejut.

"Mana tugas skripsi ku, dari tadi Aku mengejar kamu ternyata kesini!" Ucap Araf dengan kesal.

"Tunggu dulu den, lihat skripsi yang ku bawa! ini bukan skripsi Aden kan?"

Araf mengambilnya ditangan Amira dan mengecek isinya.

"Ini punya Rayan, terus punyaku Mbak gak bawa? Bukannya Mbak asisten Aku!" Araf mulai memarahi Amira karena ia merasa tidak dipedulikan.

"Iya, jadi begini Aden. Saya di kamar Aden cari tugas skripsi Aden gak nemu. lalu saya menemukan ini dikamar basecamp Rayan dan kakak kakaknya itu. Saya yakin tugas skripsi Aden dengan tugas skripsi Rayan telah ditukar."

"Liat tuh den Rayan menyerahkan tugas skripsinya ke dosen. inikan punya Rayan.

"Iya, Aku harus bongkar kecurangan Kak Rayan." Ucap Araf merasa kesal dan geram pada Rayan.

"Iya, makanya Aku tadi mau melabrak si Rayan itu tepat dihadapan dosen." Ucap Amira dengan berani.

"Mbak berani melakukannya sendirian?" Tanya Araf.

"Sebenarnya gak berani, tapi inikan demi Aden Mbak rela membela kebenaran."

"Kita mencoba untuk membongkarnya ke hadapan dosen langsung dan jangan sampai Rayan tau. Aku takut ia membenci kita apalagi mengadu pada Kakak kakaknya dan Mamah Sintia." Ucap Araf mengintip dipintu ruangan kelasnya Rayan.

Araf bersama Amira menemui dosennya Rayan.

"Bu dosen!" Araf memanggil Bu Dosen yang sedang lewat.

Araf dan Amira ingin berbicara dengan Bu dosen, lalu Bu dosen membawa Araf juga Amira ke ruangannya.

"Jadi gini Bu Dosen. Saya meminta maaf sebelumnya. Ini saya bawa Tugas skripsi punya Rayan."

"Rayan? Rayan Nugraha?" Tanya Dosen memastikan namanya.

"Betul Bu!" Sahut Araf.

"Bukannya Rayan sudah mengumpulkan yah tadi. Iya ini yang punya rayan!" Ucap Bu dosen mengambil Skripsi Rayan dipangkuan yang menyatu dengan Skripsi yang lainnya.

"Itu sebenarnya skripsi punya saya Bu dosen, tadi ketuker." Ucap Araf dengan senyum malu.

"Kok bisa ketuker?" Tanya Bu Dosen sambil mengambil skripsi yang dipegang Araf.

"Rayan kan kakak saya, jadi ia salah mengambilnya. Kak Rayan mengambil punya saya."

"Tapi disini namanya Rayan Nugraha."

"Kalau namanya itu dirubah oleh Rayan, yang ini juga namanya Rayan. Kalau Ibu masih belum percaya saya masih menyimpan filenya dilaptop saya." Ucap Araf sambil membuka laptop yang dibawanya.

Bu dosen membandingkan skripsi yang dibawa Rayan dengan skripsi yang dibawa Araf.

"Okey Ibu percaya, dari isinya juga berbeda. Kalau yang ini punya Kamu Skripsinya tersusun rapi sedangkan punya Rayan yang barusan Kamu bawa ini kurang rapi dan kurang lengkap lagi." Ucap Bu dosen sambil menggeleng geleng kepalanya.

"Ini punya mu, Ben Araf yah!" Bu dosen mengembalikan skripsi yang diambil Rayan tadi pagi.

"Iya Bu, Terima kasih banyak Bu!" Ucap Araf berbarengan dengan Amira.

"Ini pacarnya?" Tanya Bu Dosen sambil tersenyum.

"Bukan Bu, ini teman saya." Balas Araf.

"Saya lihat lihat kamu itu Asing, Kamu bukan anak kampus ini yah? Soalnya saya baru lihat wajahmu disini!" Tanya Bu Dosen.

"Iya, Saya hanya seorang pekerja Asisten." Sahut Amira terus terang.

Bu Dosen masih menatap Amira dengan tajam.

"Oooh, kamu kerja jadi Asisten, Asisten Araf gitu?"

"Iya Bu Dosen."

"Kami berdua pamit dulu yah Bu." Ucap Araf sambil pergi cepat mengajak Amira keluar dengan ditarik tangannya.

Araf merasa malu, karena Amira mengakui dirinya sebagai Asisten Araf didepan Bu Dosen.

"Mbak ngapain ngaku ngaku asisten Aku coba?"

"Emangnya kenapa Den!"

"Pake nanya kenapa lagi, ya malu lah mbak, Aku merasa terhina. Bu dosen pasti berpikiran bahwa diriku itu manja." Ucap Araf dengan kesal.

"Ternyata Araf gak mau aku temenin ke kampus karena malu. makannya tadi marah marah. rasanya perjuangan ku datang kesini untuk membawakan tugas skripsinya Araf tidak membantu diriku untuk terlihat baik lagi Dimata Araf." Ucap batin Amira dengan sedih dan kecewa.

Araf pergi menemui dosennya untuk menyerahkan Tugasnya. Ketika Araf sedang pokus berbicara dengan dosennya. Amira pergi keluar dan langsung pulang dengan wajah galau. karena dirinya sudah tidak dibutuhkan lagi.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!