Episode 8

Setelah lelahnya Amira dan Mita melayani ke-4 anaknya Nyonya sampai sampai mereka berdua tidur terlelap. mbak Lisa membangunkan Amira dan Mita.

"Amira... Mita..., Ayo bangun!" Mbak Lisa membangunkan Amira dan Mita dengan menggoyang badannya Amira sama Mita.

"Iya bibi, Ada apa? Nyonya manggil lagi?" Amira langsung bangun terkejut. Mita juga ikut bangun.

"Nggak, kalian berdua kan udah janji mau bantu Bibi bersih bersih."

"Oh iya." Amira terbangun dari tempat tidurnya langsung siap siap. sedangkan Mita masih rebahan.

"Emang harus sekarang juga?"

"Iya ini udah sore nanti tuan besar pulang."

"Pak. Ruben?" Mita langsung terbangun.

"Iyalah siapa lagi."

"Amira dan Mita sholat dulu yah Bibi." Ucap Amira masuk ke WC Ambil Wudhu

"Emangnya bersih bersih apa bibi?" Tanya Mita.

"Kalian berdua sapu dan pel lantai bagian luar saja, yang dalam biar Bibi saja sendirian." Ucap Mbak Lisa langsung keluar membawa sapu.

Setelah selesai dari sholatnya, Amira dan Mita bergegas pergi ke luar untuk bersih bersih.

"Mita, kita bagi tugas, kamu bagian Menyapu, dan Kakak bagian Mengepel."

"Iya kak." Mita cepat cepat menyapu agar Bpk. Bos pulang semua sudah selesai.

"Ternyata kerja diperumahan ini sangat melelahkan kak apalagi jadi Asisten dari anak anaknya Aduh benar benar meresahkan." Hari pertama kerja membuat Mita dan Amira kelelahan sampai sampai Mita mengeluh.

"Gak usah mengeluh kan kita belum ditetapkan kerja bagian apa, Kamu ingat gak tadi pagi Nyonya bilang biar Suaminya yang mengatur tugas tugas kita, Kakak yakin setelah Bapak bos pulang kita akan diperlakukan sangat baik bahkan dikasih bagian pekerjaan gak terlalu melelahkan." Ucap Amira memberi semangat ke Adiknya.

"Moga moga yah kak, pokoknya Aku gak mau jadi Asisten dari anak anaknya Aku harus menghadapi kenakalan remaja yang dilakukannya." Mita ngomel ngomel karena Kelakuan Pandi dan Herwan yang paling melunjak. kalau Rayan dan Bayan karena masih kelihatan agak polos jadi gak terlalu melunjak.

"Bukannya kamu itu menyukai pemuda ganteng dan orang kaya raya, empat empatnya Ganteng loh! Menurut kakak sih paling ganteng Pandi, Herwan, Rayan, dan Bayan juga pada ganteng semua. Harusnya sih kamu senang bisa melayani laki laki yang pada ganteng." Ucap Amira menggoda Mita biar tidak mengeluh.

"Ganteng sih ganteng, tapi kelakuannya minus, tapi adiknya Rayan dan Bayan emang ganteng dan gak terlalu nakal, jika memang mulai nakal juga saya yakin Rayan dan Bayan itu terbawa pergaulan bebas dengan kakak kakaknya."

"Harusnya ada rasa semangat dong karena ada Bayan dan Rayan yang tampan dan kelakuannya tidak terlalu minus." Ucap Amira dengan senyum senyum godaan. Mita menatap kakaknya,

"Apaan sih kak, Lagi pula walaupun ganteng tetep saja Aku gak bisa membuatnya jatuh cinta jika mereka bergabung terus Adik kakak berempat. mereka berempat itu udah kompak dan semuanya tidak memiliki hati dan belas kasihan jadi gak ada harapan untuk dicintai." Ucap Mita ngomel ngomel.

"Coba saja mereka berempat Akhlaknya baik tidak terjerat ke pergaulan bebas dan kenakalan remaja, Aku pasti tergila gila, Aku akan memilih Herwan atau Pandi yah? Herwan tampan, Pandi juga Tampan. pokoknya Aku gak bisa memilih antara Herwan atau Pandi, Tampannya itu membuatku semakin terpana pana." Ucap Batin Mita sambil melamun tersenyum sendiri, dan memegang sapu ditangan kirinya.

"Wooyyy, Malah melamun lagi, kebiasaan Terlalu mikirin cinta cintaan deh." Mita terkejut dan seakan akan terbangun dari mimpi indahnya

"Iiihh Kakak, kakak kebiasaan ngejutin Aku mulu! Jadi hilang deh mimpi indahnya." Ucap Mita dengan mulut agak monyong.

"Cepetan selesaikan nanti Bapak Bos keburu pulang!" Amira mempercepat Mengepelnya.

"Iya iya, ini cepetan kak."

Tiba tiba Herwan dan adik adiknya berempat keluar rumah. lantai yang baru bersih dipel pada di injekan lagi yang membuat Amira dan Mita teruji kesabarannya.

"Lihat deh kak lantainya kotor lagi." Mita menunjuk pada lantai kotor yang barusan diinjek Oleh anak berempat dengan merasa kesal.

"Gak papa kita pel lagi, Gak usah mengeluh mungkin cobaan kita hidup dirumah mewah itu ya ini cobaannya."

"Ya sih, tapi kan kalau setiap hari begini terus bisa bisa pecah kepalaku melihat kenakalan mereka berempat." Ucap Mita sambil memegang kepalanya.

"Menurut ku semakin lama tinggal disini makin terbiasa melihat kelakuan mereka."

"Maksud kakak?" Tanya Mita.

Amira melanjutkannya.

"Lihat deh bibi Lisa, Kita belajar dulu dari bibi Lisa. bibi Lisa sampai saat ini bisa bertahan menghadapi kelakuan Herwan, Pandi, Rayan, dan Bayan. itu artinya bibi Lisa sudah bersabar menghadapi mereka. masa kita kewalahan dan mengeluh baru sehari bekerja, kakak yakin setelah kita bekerja sebulan maka semuanya akan terbiasa dengan kelakuan kelakuan mereka berempat itu." Ucap Amira memberi pengajaran kepada Adiknya.

"Tapi kan kak, kakak bisa lihat barusan mereka berempat itu tidak memiliki hati dan kasih sayang bagaimana Aku bisa bersabar."

"Kakak juga tau, tapi kakak ingin belajar kesabaran. mereka juga gak setiap hari begitu, pasti ada berubahnya. Setiap orang juga pasti mengalami perubahan, entah itu sikap, fisiknya, atau juga martabatnya."

"Oke deh Aku coba bersabar dulu mulai sekarang." Mita mencoba menenangkan dirinya dan mencoba tuk sabar.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!