Episode 7

"Permisi Nyonya, didepan ada tamu!" Ucap satpam menghadap Nyonya besar.

"Siapa?" Tanya Nyonya yang tidak lain adalah Nyonya Sintia.

"Kurang tahu Nyonya, tamunya 2 perempuan cantik Nyonya, Katanya dia diundang sama Bpk Bos tuk jadi Art dirumah ini."

"Ya ajak masuk saja. Suruh menghadap saya dulu diruang tamu." Ucap Nyonya Sintia dengan wajah Ganas.

Pak satpam menemui Amira dan Mita yang sedang menunggu diluar gerbang.

"Kalian diizinin masuk oleh Nyonya." Pak satpam membuka pintu gerbangnya.

"Perasaan ku kok gak enak yah?" Ucap Amira berbisik pada Mita.

"Perasaan Aku justru senang sekali kak!" Balas Mita agak kenceng dengan senyuman ceria.

"Ya kamu dari tadi juga senang terus." Ucap Amira sambil menyenggol Mita.

"Silahkan masuk!" Ucap Pak satpam.

"Baik pak."

Amira dan Mita masuk ke dalam gerbang halaman rumah mewah itu.

Amira melangkah dengan pelan pelan sedangkan Mita melangkah dengan cepat dan gembira.

Amira melirik lirik kesetiap sudut halaman rumah mewah milik Bpk.Ruben Sadino.

"Tampat ini rasanya kayak gak asing bagiku, Apalagi kolam renang yang ada disamping terasnya kayak pernah kesini, Tapi dimana yah Aku melihatnya." Amira berasa aneh sambil melangkah pelan pelan.

"Oh iya, Aku pernah lihat tempat ini di mimpiku kalau gak salah. Benar yah mimpi mimpi itu memberikan bocoran masa depan. Aku bisa melihat masa depanku lewat mimpi contohnya seperti tempat ini yang telah ku lihat didalam mimpiku." Ucap Amira sambil mengangguk ngangguk sendirian.

"Kakak Ayo buruan!" Teriak Mita dari jauh telah meninggalkan Amira yang masih dekat gerbang berjalan perlahan.

"Iya iya.. Gak sabaran deh." Amira cepat cepat menghampiri Mita dan masuk kedalam Rumah mewah yang diarahkan oleh pak satpam menuju Ruang Tamu.

Amira dan Mita telah memasuki Ruang Tamu dan bertemu dengan Nyonya besar langsung yang sedang duduk menunggu kedatangan Amira dan Mita sedari tadi.

"Kalian berdua duduk." Ucap Nyonya Sintia dengan pasang muka songong.

"Perkenalkan dulu siapa kalian dan Apa tujuan kalian berdua kesini?" Tanya Nyonya Sintia tanpa memasang wajah senyum.

Ketika Mita Akan menjawabnya saat mulutnya mulai terbuka Amira menepuk bahu Mita sehingga Mita terdiam, Amira langsung bicara.

"Perkenalkan Nama Saya Amira dan ini Adik Saya Mita. Ini saya bawa indentitas kami berdua didalam map." Amira menyondorkan map yang didalamnya lamaran pekerjaan berupa Ijasah, KTP, dan CV.

"Kami berdua diundang sama Bpk. Ruben Sadino untuk bekerja dirumah ini menjadi Art."

"Kalian berdua bertemu suami saya dimana?" Tanya Nyonya besar yang merasa kurang percaya.

"Saya bertemu dijalan disaat saya sedang melamar pekerjaan lalu ketemu Bpk. Ruben dan kami berdua ditawarkan Pekerjaan menjadi Art dirumah ini."

"Apakah kalian yakin yang kalian temui itu Suami saya pemilik rumah ini?"

Amira mengeluarkan sesuatu disaku bajunya yaitu Identitas dan Alamat Bpk. Ruben Sadino.

"Ini Nyonya identitas dan alamat yang dikasih sama Bpk. Ruben Sadino." Ucap Amira dengan tenang.

Nyonya Sintia mengambilnya dan melihatnya dengan teliti hingga ia mulai percaya.

"Baik, Kalian berdua saya terima untuk bekerja disini!" Dilihat dari mukanya rasanya tidak pernah senyum, sudah terbaca dari wajahnya memiliki sifat kejam.

"Untuk tugas kalian dirumah ini nanti Suami saya yang menentukannya, untuk sekarang kalian bersih bersih saja dulu."

"Baik Nyonya." Ucap Amira dan Mita sambil mengangguk.

"Oh iya, disini ada peraturan nanti saya kasih secuil kertas yang didalamnya berisi peraturan peraturan kalian selama bekerja disini. Karena kalian belum tau siapa saya, dan siapa saja penghuni rumah ini. Baik Saya kasih tau, Saya Nyonya besar disini Nyonya Sintia, saya punya anak 4 laki laki semua, nanti kalau mereka pulang saya akan mengenalkannya kepada kalian berdua, disini juga ada satu pembantu bernama mbak Lisa, kalian berdua boleh belajar sama mbak Lisa apa saja yang sepantasnya kalian lakukan dirumah ini." Nyonya Sintia berbicara panjang lebar kepada Amira dan Mita. Sehingga Amira dan Mita agak kesulitan untuk menyimaknya.

"Mbak Lisa.. mbak Lisa..." Teriak Nyonya Sintia memanggil pembantu dirumahnya.

"Iyaa Nyonya..." Jawab mbak Lisa dari dapur.

mbak Lisa masuk ke ruang tamu menemui suara Nyonya.

"Ada apa Nyonya?" mbak Lisa melihat 2 gadis didepannya selain Nyonya.

"Antarkan dia ke bilik kamar pembantu. mereka berdua ini pembantu baru dirumah ini atas panggilan dari suami saya."

"Baik Nyonya."

mbak Lisa mendekati Amira dan Mita lalu menyuruh Amira dan Mita untuk ikut bersamanya.

"Ikut mbak kita pergi ke kamar kalian berdua." mbak Lisa menggandeng Amira dan Mita untuk dibawa ke kamarnya, mbak Lisa merasa senang akan memiliki teman kerjanya.

"Kalian ini berdua masih muda muda yah?" Tanya mbak Lisa dengan senyuman manis.

"Iya kami masih muda, saya Mita masih berumur 20 tahun, dan Kakak saya Amira Berumur 21 yah Kak? beda satu tahun." Ucap Mita.

"Kalau Bibi sudah tua." mbak Lisa tersenyum terharu dengan kedatangan Amira dan Mita.

"Bibi nanti akan bercerita pada kalian tentang kehidupan dirumah ini. Tapi sebelumnya bibi mau selesaikan dulu tugas bibi memasak didapur. Kalian boleh beristirahat dulu." Ucap mbak Lisa dengan ramah.

"Kak, saya rasa Nyonya besar tadi tuh kayak gak percaya sama kita, untung kakak keluarkan identitas Bpk. pemilik rumah mewah ini."

"Mangkanya kakak suruh kamu diam, Karena kakak takut kamu bicara hal yang gak sopan, Kalau kamu tadi sempat bicara yang aneh aneh kayaknya kita sudah dilempar keluar, harapan kita bekerja disini hanya tinggal mimpi coba bayangin, masih untung kamu tadi diam." Amira merasa lega karena sudah selesai di interview oleh Nyonya Sintia yang memiliki sikap kejam.

"Aku juga gak akan mungkin bicara yang aneh aneh kalau lawan bicaranya orang serius seperti Nyonya besar tadi." Ucap Mita.

Pintu rumah terbuka lebar Anak anak dari nyonya Sintia berepat telah pulang dari kampusnya.

Mereka dengan bersorak sorak heboh dirumahnya. Amira dan Mita dipanggil oleh Nyonya besar.

"Amira... Mita...!!!" Teriak Nyonya besar.

Amira dan Mita bergegas menemui suara Nyonya besar.

"Iya Nyonya ada apa?" Amira dan Mita sudah ada dihadapan Nyonya.

"Ini Anak anak saya." Jadi tugas kamu menjadi Asisten dari Anak anak saya yah!" Ucap Nyonya.

"Perkenalkan dulu Ya. ini anak saya yang pertama Herwan, Ini Pandi anak kedua, Rayan anak ketiga, dan Bayan bungsunya." Ucap Nyonya Sintia dengan senyum kepada anak anaknya.

"Oh iya Nyonya." Ucap Amira dengan lemah lembut.

"Mah, ini pembantu baru lagi?" Tanya Pandi, Pandi memiliki sikap pemarah, banyak tanya, dan suka mabuk.

"Ayahmu yang suruh mereka berdua kerja disini, Mamah gak minta pembantu."

"Biarin lah, mereka berdua jadi asisten kita kan Mah, jadi hidup kita enak dong" Ucap Rayan sambil mengangkatkan alisnya. Rayan orangnya Pemalas, dan suka jail.

"Iya. Tugas kamu berdua antarkan kami Makanan, Minuman, dan Cuci baju kami yang ada di keranjang okey." Ucap Herwan anak pertama yang menjadi ketua dari adik adiknya.

"Sekarang kamu persiapkan makanan buat Anak anak saya yah Amira, Mita. Kalau gak tau tanya saja Mbak Lisa."

"Baik Nyonya." Amira dan Mita pergi kedapur.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!