Amira sedang berjalan pulang dengan wajah sedih, ia merasa orang yang sangat dicintainya yaitu Araf sudah membencinya.
Suara dering HP Amira berbunyi, Amira mengabaikannya karena ia sedang sedih dan tidak memiliki rasa untuk menerima telponnya. Mita terus menelpon Kakaknya yaitu Amira secara terus menerus.
"Oh Mita, ngapain sih telpon telpon segala, gak tau aku lagi sedih begini!" Ucap Amira sambil melihat HP nya yang terus berbunyi, mata Amira yang sudah bengkak karena menahan tangisan air matanya.
"Aduh kakak, Angkat dong telponnya, Aku takut Aden Araf yang berwajah tampan masuk dalam jebakan jahatnya Nyonya Sintia." Ucap Mita merasa geram dengan keadaannya.
"Walaupun Araf kadang sering ngeselin, tapi Aku kasihan padanya."
Amira malah galau dan tidak punya tenaga untuk mengangkat telponnya.
"Angkat jangan yah, Mungkin saja penting." Amira mengangkat Hpnya.
"Hallo, Ada apa Mit?" Amira menjawabnya dengan lesu.
"Hallo kak, Kak kakak sekarang dikampus kan Sama Araf?" Tanya Mita dengan tergesa-gesa karena rasa cemas telah menyelimuti Mita sigadis malang.
"Gak." Jawab singkat.
"Maksudnya Kakak gak bersama Araf?"
"Enggak, emangnya kenapa sih tanya tanya soal Araf?" Ucap Amira dengan marah dan kedengaran kayak punya masalah.
"Kakak kok jawabnya kayak marah marah gitu, Kakak lagi galau yah!"
"Kakak hanya kesal aja sama Araf, maka dari itu Kakak tinggal aja Araf di kampus." Ucap Amira mengeluh pada Mita.
"Aduh kakak, kakak tau gak? posisi Araf dalam bahaya sekarang!"
Amira langsung terkejut dan ia minta kejelasan dari Mita.
"Araf dalam bahaya! maksudnya bahaya gimana Mit? kamu jangan ngada ngada deh, dia tadi dikampus baik baik saja!" Tanya Amira dengan mengganggap tidak terlalu serius.
"Jadi Gini kak! Mita gak sengaja lewat Kamar nyonya. Asal Kakak tau, Aku dengar Nyonya bersama Anaknya yaitu Herwan dan Pandi lagi merancang rencana buat menjebak Araf."
"Kamu yakin?"
"Asal Kakak tau yah Nyonya itu hidup dirumah ini hanya mengincar Harta pak Bos agar warisannya jatuh pada ke 4 Anaknya. Nyonya Sintia itu Rakus. karena kerakusan Nyonya berusaha menyingkirkan Araf kak!" Ucap Mita pelan pelan sambil Emosi.
Amira menutup telponnya. Tut tut tut.
"Kak Amira, Hallo! kok dimatiin telponnya." Ucap Mita dengan kesal.
Amira diam sejenak dan berpikir.
"Masa ia den Araf dijebak? Apa aku kembali lagi ke kampusnya Araf untuk memastikan Araf baik baik saja dan Kakak tirinya tidak berbuat macam macam pada Araf. Aduh Hatiku mulai khawatir dengan Araf takut di apa apain oleh saudara tirinya." Ucap Amira dalam hatinya sambil mengusap dadanya.
Amira langsung lari sekencang-kencangnya bagaikan kilat menghantam pohon kelapa.
Motor motor sudah dihidupkan. Herwan, Pandi, Rayan dan Bayan sedang menunggu Araf diparkiran untuk beraksi. Araf membawa semua tas kakak tirinya untuk dititipkan ke pak Oni.
"Pak Oni nitip tas tas ini bawa pulang yah pak Oni!"
"Emangnya Aden mau kemana dulu?" Tanya Pak Oni.
"Aden mau ikut Kak Herwan dan saudaranya ke tempat penceramahan. Araf kan sebentar lagi mau ikut lomba da'i, jadi harus banyak banyak menonton penceramahan biar termotivasi." Ucap Araf dengan senang hati.
"Bukannya setiap sore Aden ada jadwal untuk menemui Pak Ustadz Yusuf yah?"
"Sehari ini saja kok Pak Oni, Araf penasaran sama Ustadz yang lagi viral itu." Balas Araf sambil menaro tas tasnya dibagasi.
"Tumben Herwan, Pandi, Rayan, dan Bayan mau ketempat majlis untuk mendengarkan penceramahan Ustadz Solmed!" Ucap dalam hatinya Pak Oni yang merasa Aneh.
"Pak Oni rasa kayak ada yang Aneh den dengan saudara saudara Aden yang tiba-tiba ngajak Aden untuk ikut bersamanya ketempat pengajian." Ucap Pak Oni.
"Gak ada yang Aneh pak Oni, karena gak ada yang tidak mungkin, Mereka kan sekarang mulai tobat." Araf tersenyum.
Araf akan bergabung bersama Saudaranya asalkan saudaranya itu rajin beribadah tidak pernah meninggalkan solat dan ikut rutinitas keagamaan. Araf tidak pernah bergaul dengan saudara tirinya karena memang saudara tirinya itu memiliki pergaulan bebas.
"Aku pergi dulu yah pak Oni." Ucap Araf sambil pergi menuju motor Kakak kakak tirinya yang sedang siap berangkat.
Araf ikut dibonceng sama Pandi, Herwan membonceng Bayan, dan Rayan Ikut dengan Melham temannya Pandi yang mengundang mereka semua untuk hadir diacara Tasyakuran.
Tidak lama kemudian Amira datang ke kampusnya Araf dengan napasnya yang terengos engos dan wajah Amira yang kemerahan karena wajahnya terpapar panas sinar matahari, Lalu Amira masuk ke kampus mencari Araf, Amira tidak menemui Araf. ia hanya melihat Ada Pak Oni yang sedang makan siang dikantin kampus.
"Itu Pak Oni, itu artinya Araf masih ada didalam dong. Kampus kelihatannya mulai sepi juga! Coba Aku tanya Pak Oni." Ucap Amira dalam hatinya sambil menghampiri Pak Oni yang sedang makan.
"Pak Oni..." Panggil Amira sambil menghampiri Pak Oni yang sedang makan.
"Mbak kemana Aja, Pak Oni dari tadi nungguin Mbak gak datang datang."
"Tadi keluar sebentar Pak Oni cari makanan." Ucap Amira.
"Sudah ketemu kan dengan Araf?"
"Sudah, tapi..."
"Udah dikasih kan tugasnya sama Araf?"
"Sudah, tapi sekarang Arafnya gak tau kemana? lagi Aku cariin?"
"Emangnya Mbak gak tau kalau Araf itu pergi sama Herwan, Pandi, dan saudaranya itu."
Amira yang sedang meminum air langsung terkejut. hingga keselek.
"Uhuk, uhuk.." Amira Batuk.
"Hati hati Mbak minumnya, Kalau minum itu baca doa biar gak keselek." Ucap Pak Oni memberi tahu Amira.
"Kemana Pak Oni, Araf dibawa kemana?" Tanya Amira dengan tergesa-gesa.
"Kalau gak salah mau ke tempat pengajian, kayak Acara Tasyakuran gitu mbak, tadi tuh buru buru jadi gak tau lokasinya!" Balas Pak Oni.
"Aduh Pak Oni, Araf itu lagi mau dijebak oleh kakak kakak tirinya itu." Ucap Amira dengan emosi karena kegelisahan.
"Masa sih, Pak Oni juga merasa Aneh mbak, kok Araf mau yah ikut ikutan sama saudaranya yang berandalan itu."
Pak Oni merasa bersalah jika memang Araf sedang dalam bahaya.
"Kok Mbak tau kalau Aden Araf itu dijebak?" Tanya Pak Oni.
"Saya juga dikasih tau sama teman! Ayo Pak Oni kita Cari Araf, Aku telpon dulu Mita!" Amira cepat cepat mencari Araf sambil mencari info terlebih dahulu dari Mita.
"Hallo Mit, Mita, Araf sudah pergi kira kira kemana yah Herwan dan Pandi membawa Araf?."
"Tuh kan, Mita juga bilang Araf sudah berhasil dirayu rayu sama kakak kakak tirinya itu, untung Mita dengar pembicaraan Nyonya kejam itu."
"Iya, setahu Aku Araf itu tidak Akrab sama Mereka ber 4. kok sekarang Araf gampang percaya sih sama saudara tirinya itu, Araf malah pergi bersama mereka lagi." Ucap Amira dengan kesal.
"Lebih baik kakak cari Araf bersama Pak Oni, kalau gak salah dengar sih Nyonya bilang Araf akan dibawa ke tempat maksiat, tempat PSK gitu!"
"Oh iya Mit, Aku cari tempat PSK disekitar daerah ini. Udah dulu yah Mit! Assalamualaikum." Amira mematikan telponnya.
"Waalaikum salam."
"Semoga saja Kakak bisa menemui Den Araf." Ucap Mita dalam harapannya.
Mobil yang dibawa oleh Pak Oni mulai melaju cepat, Amira ada didalamnya.
Araf dibawa ketempat majlis taklim untuk mendengarkan Acara tasyakuran sedang dimulai.
Araf merasa bahagia ternyata Herwan Pandi dan saudara lainnya sudah mulai bartobat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments