Episode 5

Matahari telah muncul diupuk timur menandakan waktu pagi hari yang cerah.

Amira dan Mita memutuskan untuk hari ini tidak mengajar dulu, Amira dan Mita hari ini akan mencari pekerjaan lain. Mereka berdua sedang mempersiapkan Lamaran kerja untuk melamar ke perusahaan perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan.

"Alhamdulillah lamaran pekerjaan sudah siap." Ucap Amira sambil memegang Map lamarannya.

"Kak, Aku kepikiran sama anak anak TK gimana nasibnya bila kita beneran resign dan bekerja ditempat lain." Ucap Mita berdiri dijendela kamarnya sambil melihat pemandangan keluar.

"Kan Ada Bu Irma dan Bu Kiran yang masih mengajar anak-anak." Amira keluar kamarnya.

Ketika membuka pintu depan rumah Amira terkejut melihat ada pemuda yang semalam diceritakan Abahnya akan meminta kepastian dari Amira langsung.

"Hai mbak Amira..."

"Pak, Pak Anwar.." Amira canggung berbicara didepan Pak Anwar langsung.

"Gimana Apa kamu sudah mendengar cerita dari Abahmu."

"Sudah, Tapi Amira sama Abah sudah sepakat untuk menolak tawaran pak Anwar." Ucap Amira dengan tegas.

"Apakah Mbak sudah mempertimbangkan lagi, Padahal niat saya juga hanya ingin membantu Abah kamu saja."

"Lebih baik Pak Anwar pulang saja, Gak baik berduaan disini takutnya ada fitnah nanti. jika Abah saya benar benar membutuhkan Bantuan pak Anwar nanti saya menghubungi pak Anwar lagi untuk mempertimbangkan lagi." Amira menolak tawaran pak Anwar sekaligus lamarannya.

"Baiklah.. Saya pergi dulu! Saya berharap Kamu bisa mengambil kesempatan ini. Assalamualaikum." Pak Anwar pergi meninggalkan Amira.

"Waalaikum salam." setelah pak Anwar pergi Amira mengeluh lagi.

"Aduh Aku harus cari pekerjaan kemana yah, kalau Aku tidak dapat pekerjaan dalam waktu sehari 2 hari, Apa yang akan ku katakan kepada Abah." Ucap Amira sambil mengelus ngelus keningnya kebingungan.

Mita keluar rumah dan melihat Amira sedang duduk dikursi depan rumah sedang gelisah.

"Kak lagi ngapain? Pagi pagi udah melamun aja."

"Mita kamu tau gak barusan yang datang siapa!"

"Barusan emang siapa yang hingga sampai sampai kakak galau gitu?" Mita langsung duduk dikursi dekat kakaknya.

"Pemuda kemarin yang kita ketemu disawah itu."

"Pak Anwar? Mau ngapain dia kesini? kakak kemarin dengar kan kata pak Anwar kita tuh cantik cantik katanya. Aku senang deh dipuji oleh pemuda ganteng dan sukses kayak pak Anwar." Mita senyum senyum sendiri.

"Dengerin dulu cerita kakak, Pak Anwar itu datang kesini menawarkan bantuan kepada Abah."

"Pak Anwar nawarin bantuan Apa kak?" Amira terpaksa bercerita kepada Adiknya Mita.

"Jadi gini, Pak Anwar menawarkan bahwa ia siap melunasi hutang hutang Abah asalkan Aku siap menerima lamaran Pak Anwar."

"Lamaran nikah?"

"Iyaa.."

"Terus, terus kakak terima?" ucap Mita dengan gairah.

"Kakak tolak." Balas Amira dengan ringan.

"Ya kenapa? Harusnya Kakak terima, Itu artinya kakak beruntung dilamar oleh pemuda ganteng dan kayak raya."

"Kakak merasa gak cocok dengan pemuda itu, hati kakak juga tidak terbuka sedikit pun untuk pemuda itu." Amira berasa insecure dengan keadaan dirinya sekarang.

"Ya Allah, kalau Aku jadi kakak udah Aku sikat tuh pemuda ku ajak kepelaminan. sayang loh kak."

"Kan kita gak tau seluk-beluk pemuda itu, Kakak mencintai laki laki yang sudah kakak kenali seluk beluknya."

"Ya tinggal jalani saja dulu, sebelum menikah kakak pacaran dulu untuk saling mengenal, huh kalau sampai Kakak menikah sama Pak Anwar, Martabat Abah sama Emak juga terbawa naik dan Aku juga terbawa oleh kakak."

"Kakak tidak ingin melunasi hutang hutang Abah dengan jalan pintas, kakak punya keyakinan bahwa suatu saat nanti Kakak dan kamu Mita akan sukses juga." Ucap Amira dengan keyakinan yang dimilikinya.

"Kita mau cari pekerjaan kemana kak?"

Amira membuka Hpnya.

"Nih, nih Kakak dapat info lowongan pekerjaan diteman kakak, disini ada 2 loker buat kita melamar."

"Dimana kak?"

"Ini ada Alamatnya, mudah mudahan keterima disalah satu perusahaan antara 2 ini." Amira memiliki harapan untuk dapat pekerjaan di suatu perusahaan.

"Iya kak mudah mudahan keterima, Setelah hutang Abah lunas kita bisa jadi Guru TK lagi kak?"

"Itu tergantung nanti saja, sekarang kita pokus dulu sama Abah dan Emak."

Amira siap siap untuk membawa pemberkasan untuk lamaran.

PT Surya Citra PT yang membuka lowongan pekerjaan, Amira dan Mita sudah sampai dilokasi PT Surya Citra. Amira dan Mita langsung masuk ke ruangan interview, disana ada HRD yang melayani Amira dan Mita untuk di interview. Sayangnya Amira dan Mita ditolak lamarannya tanpa ada alasan, Lalu Amira dan Mita pergi lagi ke satu perusahaan yang masih membuka lowongan pekerjaan yaitu PT Anugerah Kharisma. Lagi lagi Amira dan Mita tidak diterima kerja di PT tersebut. Kemungkinan besar Lowongan pekerjaan yang dibuka untuk seseorang yang melamar pekerjaan menggunakan Orang dalam yang membuat HRD mempercayai orang itu hingga menerimanya.

"Kak Gimana, kita sudah ditolak 2 kali, cari pekerjaan itu sulit kak bagi kita yang tidak punya Orang dalam yang membantu kita diterima kerja di perusahaan itu." Mita mengeluh karena usahanya sia sia saja.

"Kita gak boleh menyerah, Kakak akan terus mencari pekerjaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan." Amira masih percaya diri dengan keputusan yang dibuat akan membuahi hasil.

"Tapi kan kak, jika ada lagi pun akan sama saja kita dilempar keluar oleh HRD karena kita gak punya kenalan orang dalam." Amira menggerutu kecapean.

Tiba tiba ada mobil yang melaju dengan cepat ke arah Amira hingga Amira hampir terserempet oleh mobil itu.

"Awaass kak, ada mobil." Mita dengan sigap menarik tangan Kakaknya.

Mobil itu berhenti dan orang yang ada didalamnya keluar.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!