Episode 3

"Pagi ini cerah banget yah kak." Ucap Mita sambil melihat keatas langit.

"Iya, Kira kira nanti sore Hujan gak yah?" Ucap Amira melihat perkiraan cuaca saat ini.

"Kayaknya sore juga cerah deh kak, Kemarin juga gak hujan. Emangnya kakak sore mau kemana?"

"Yah gak kemana mana! Kakak mau bantu Abah ke sawah karena padi udah panen"

"Ooh iya."

Amira berharap hari cerah terus karena padi di sawah Abah Sudah panen. padi yang dipanen membutuhkan cahaya matahari buat dijemur, Setelah pulang dari sekolah Amira punya niat untuk ikut bantu Abah menanen padi.

"Kasihan Abah Kesawah setiap hari panas panasan, Sedangkan Aku tidak merasakan kepedihan yang telah dirasakan Abah mencari Uang buat kita." Ucap Amira dalam hatinya dengan muka sedih.

Amira di umur menginjak dewasa sudah waktunya membalas jasa, karena rentang waktu wanita menuju kepernikahan itu gak lama lagi. Niat Amira sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan Amira ingin bisa membahagiakan dulu kedua orang tuanya.

Setelah pulang mengajar Amira dan Mita bersiap-siap menggantikan pakaiannya dengan pakaian yang dikenakan seorang petani. Ketika Amira mengenakan pakaian seorang petani Amira Kelihatan kecantikan Alami yang tersimpan dalam wajah Amira. Amira dan Mita bergegas menuju Ke sawah untuk membantu Abahnya memanen padinya.

"Kak, emang harus yah pakai pakaian tani seperti itu?" Tanya Mita.

"Ya haruslah, kalau pake baju bagus kan sayang nanti ujung ujungnya kena lumpur dan becek lagi." Jawab Amira dengan detail diiringi gerakan tangannya.

"Ya udah Kakak tunggu dulu, Aku mau ganti dulu!" ucap Mita sambil masuk ke kamarnya.

"Gak Usah lama, Gak usah dandan juga kita hanya pergi Kesawah bukan shopping."

"Iya kakak, bawel banget." Sahut Mita dari bilik kamarnya.

Amira dan Mita sudah sampai ke sawah Abahnya. Ditepi sawah Abah Amar sedang berbicara dengan seseorang yang berpakaian rapi, Entah apa yang Abah Amar perbincangan dengan Seorang pemuda yang berpakaian rapi itu ditepi disawah.

Amira melihat Abahnya dari kejauhan dan Amira penasaran dengan perbincangan antara Abah dan Pemuda itu. Amira mengajak Mita untuk berjalan mendekati Abahnya yang sedang berbincang itu secara pelan pelan supaya tidak ketahuan.

"Mit..Mita.. lihat deh Abah lagi berbicara sama siapa?" Ucap Amira pelan pelan pada Mita sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Abah dan Pemuda tersebut.

"Siapa yah itu, Kelihatannya Pemuda itu ganteng deh, Aku merasa lagi mimpi lihat pemuda ganteng ada disawah Abah." Ucap Mita tergila gila hatinya saat melihat pemuda itu.

"Loh gak salah lihat Mita, Itu Pemuda Udah punya Umur kali, itu hanya penampilannya saja kayak pemuda belum tentu umurnya sepertinya udah tua."

"Masa sih kak, tapi dilihat dari jauh ganteng loh kak." Ucap Mita sambil menatap pemuda itu. "Udah ikuk kakak, Sekarang kita pelan pelan deketin Abah kita cari tau Apa yang sedang Abah bicarakan dengan Pemuda itu." Amira menarik tangan Mita dengan jalan pelan sambil memasang telinga kelewarnya yang panjeg.

"Ngapain sih kak harus bersembunyi sembunyi segala, paling Abah lagi membicarakan bisnis."

"Perasaan kakak gak enak tau." balas Amira.

Dahan kecil diatas pohon jatuh dan mendarat dikepala Mita.

"Aduuhh... ini apaan sih?" Ucap keras dari Mita.

Amira cepat cepat membungkam mulut Mita karena telah bersuara.

"Gak usah berisik juga." Ucap Amira Sambil tangannya membungkam mulut Mita.

"Amira..Mita.. Kalian disana lagi pada ngapain." Abah Amar memanggil kedua putrinya sambil menoleh kearah persembunyian Amira dan Mita.

Amira dan Mita dengan malu malu keluar dari persembunyiannya.

"Abah..." Ucap Amira malu malu.

"Abah itu siapa sih, Abah lagi bisnis yah?" Ucap Mita terus terang. Amira memberikan kode badannya menyentuh badan Amira.

"Apa sih kak." Amira hanya tersipu malu didepan Abah dan Pemuda itu.

"Ini putrinya Bapak yah?"

"Iya, dia berdua putri putri saya?"

"Cantik juga putri bapak, Bapak beruntung dikaruniai putri cantik dan rajin bekerja membantu Ayahnya." Ucap Pemuda sambil tersenyum melihat wajah Amira dan Mita.

"Iya terima kasih Pak Anwar." Pemuda itu bernama Anwar dia seorang pengusaha PT. Karya Baru yang menyediakan bahan pangan seperti beras.

"Amira, Mita Ayo kenalan dong dia namanya Pak Anwar seorang pengusaha sukses." Ucap Abah Amar kepada kedua putrinya.

"Saya Mita dan ini Kakak saya Amira!" Amira hanya diam dan tersipu malu malu.

"Saya pengusaha PT Karya Baru yang menyediakan bahan pangan seperti beras." Ucap Pak Anwar sambil membukakan kedua tangannya. lanjut Pak Anwar

"Saya kesini mau beli sawah Pak Amar, Karena saya membutuh kan padinya untuk dipanen setiap tahunnya."

Amira berasa Aneh setelah mendengar perkataan pemuda itu. Amira mulai bertanya tanya kepada Abahnya.

"Abah, Amira mau ngobrol sama Abah sebentar boleh gak?" Tanya Amira ekspresi wajahnya berubah drastis.

"Ada Apa Amira?" Jawab Abah.

Amira mengajak Abahnya ketempat yang sepi. sedangkan Mita ditinggal berdua dengan pemuda tadi.

"Abah mau jual sawah pada pemuda itu?" Tanya Amira dengan serius.

"Iyya, Emangnya kenapa Amira?"

"Abah, sawah ini kalau dijual gimana kita bisa makan, kan selama ini kita bisa makan karena padi hasil panen Abah setiap tahun."

"Abah terpaksa Amira, Abah ingin melunasi hutang hutang Abah ke dep kolektor, Abah setiap hari dihantui oleh tagihan dep kolektor yang kejam." Ucapan Abahnya tersedu sedu. Keputusan Abahnya membuat Amira kecewa, tapi disisi lain Amira merasa kasihan kepada Abahnya karena telah terbelit hutang.

"Emangnya gak ada jalan lain gitu bah selain menjual Sawah?" Tanya Amira dengan memohon kepada Ayahnya.

"Sebenarnya hutang Abah itu bisa dicicil perbulannya 2 juta. Tapi Abah gak sanggup membayarnya, karena Abah hanya kerja disawah dan penghasilan padinya hanya cukup buat makan kita saja." Ucap Abah Amar dengan matanya sedikit keluar Air kesedihan.

"Ya Allah Ayah, biarkan hutang Abah Amira bayar dengan dicicil setiap bulannya, Asalkan Abah batalkan jual beli Sawah Abah."

"Tapi kamu mau bayar uang dari mana sedangkan penghasilanmu menjadi Guru TK itu hanya dapat gaji 500 ribu per bulan itu juga hanya buat bayar SPP kuliah kamu."

"Amira akan resign dari pekerjaan Amira sebagai Guru TK. Amira akan mencari pekerjaan yang gajinya diatas 3 juta biar bisa bayar hutang Abah." Ucap Amira sambil tersedu sedu menangis.

"Terimakasih yah Amira sudah ngertiin keadaan Abah, Maafin Abah jika Abah telah membebanimu untuk membayar hutang Abah."

"Gak papa Bah, Amira gak sendirian kok kan ada Mita. Amira dan Mita yang akan mencari uang yang banyak untuk melunasi Hutang Abah." Ucap Amira sambil memeluk Abahnya.

"Baiklah kalau begitu Abah akan batalkan jual-beli Sawah Abah." Abah Amar dan Amira menemui Pak Anwar yang sedang berbincang dengan Mita berduaan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!