Episode 2

"Abah Kami pulang!" Mita berteriak teriak didepan rumahnya.

Amira dan Mita sudah sampai Rumah. Ayahnya datang dari pintu belakang.

"Kalian udah!" Ucap Pak Amar Ayah dari Amira dan Mita yang datang dari belakang rumah.

"Udah bah..."

"Menurut Abah sebaiknya kalian berdua bekerja di perusahaan perusahaan, atau Toko toko apa kek, Karena kalau terus menggeluti profesi Guru TK itu gajinya gak seberapa." Ayah Amira dan Mita sebenarnya menginginkan kedua Putri bekerja menjadi profesi yang dimana penghasilannya tinggi.

"Tapi kami berdua sudah senang menjadi Guru, Ayah tau gak Jadi Guru itu pekerjaan ringan dan tidak terlalu berat, Emang Ayah mau kami berdua bekerja di perusahaan terus kita berdua tertekan oleh perkejaan tersebut." Ucap Mita menjelaskan kepada Ayahnya.

"Bukan Abah melarang kalian jadi untuk memegang profesi sebagai Guru, Abah sih terserah kalian mau memegang profesi apapun yang penting halal, Tapi keuangan keluarga kita kan lagi minim. Abah sama Emak sekarang hanya mengharapkan uang dari gaji kalian saja." Ucap Abah mengeluh.

Lanjut Abah

"Sedangkan gaji kalian kan gak seberapa hanya cukup buat bayar kuliah saja. Abah hanya ingin kalian berdua bekerja ditempat yang gajinya lumayan sampai kalian berdua lulus kuliahnya dan sampai perekonomian keluarga kita membaik." Ucap Pak Amar Abah dari Amira dan Mita.

"Amira minta maaf yah Bah, Amira memang egois tidak memikirkan Abah sama Emak. Amira terlalu pokus terhadap karier Amira menjadi Guru." Amira memegang tangan Abah.

Amira tau jadi Guru TK itu gajinya minim tapi Amira malah mempertahankannya karena ke egoisan Amira ingin jadi Guru. Padahal setelah lulus kuliah juga Amira bisa jadi Guru PNS yang gajinya lumayan.

"Kalau masalah pekerjaan nanti Amira coba melamar diperusahaan perusahaan atau Ditoko toko yah Bah, Tapi Amira butuh waktu untuk mencari pekerjaan yang cocok buat Amira."

"Kak, gak salah dengar kakak mau melamar kerja, terus gimana dengan karir Kakak." Ucap Mita pelan.

Amira menarik tangan Mita dan Amira membawa Mita masuk ke kamarnya.

"Kak, mau ngapain tarik tarik tangan Aku." tangan Mita ditarik Amira, Mita merasa kesal dengan keputusan kakaknya.

"Kak, Kakak mau cari pekerjaan lagi, terus gimana karier kakak sebagai guru?"

"Kakak bekerja ingin membalas Budi Abah sama Ema. kalau kita terus menggeluti profesi sebagai guru TK, bagaimana kita bisa balas jasa Abah sama Emak karena pendapatan kita hanya cukup untuk biaya kuliah saja, Emangnya kamu gak malu tinggal dirumah Abah sama Emak tanpa memberikan uang sepeser pun." Amira menjelaskan alasan ingin berpindah profesi dulu.

"Iya sih Mita juga malu tinggal dirumah Abah sama Emak tanpa memberikan uang sepeser pun kepada Abah Emak kerena cuman pas buat biaya kuliah saja." Ucap Mita sedikit mengeluh tapi ia hanya pasrah.

"Untuk sekarang Kakak hanya tanya tanya dulu pada teman kakak jika sudah ada pekerjaan yang gajinya lumayan, baru kakak pindah dulu."

"Berarti kita masih bisa mengajar dulu dong sambil menunggu kepastiannya." ucap Mita sedikit reda. Lanjut Mita

"Jika sudah ada kepastian untuk bekerja disuatu perusahaan nanti, Kakak yakin mau ninggalin profesi yang kakak impikan sebagai Guru."

"Mau gimana lagi, Demi membantu Keekonomian Abah dan Emak kan, Sekarang keadaannya kurang memadai untuk menggapai profesi kakak sebagai Guru, Tapi kakak yakin suatu saat nanti ada waktu buat kita untuk menggapai semua Impian kita terutama profesi kakak ingin jadi Guru PNS, dan kamu Mita ingin menjadi dokter Perawat." Tidak terlihat sedikit pun kesedihan didalam diri Amira, karena Amira anak yang berbakti kepada orang tuanya sehingga ia rela meninggalkan satu profesi yang sedang digelutinya menjadi Guru TK.

"Iya mudah mudahan Kak." Balas Mita dengan tersedu.

"Kak, Aku juga ikut yah jika ada lowongan pekerjaan nanti, Aku tidak ingin jauh dari kakak karena Aku ingin belajar banyak dari kakak. Aku juga ingin ikut mencari Uang buat bisa mengasihi Abah, Emak yah kak?"

"Iya nanti sama sama melamar pekerjaan."

Besoknya Amira dan Mita bersiap siap pergi kesekolah untuk mengajar Anak-anak TK. Jadwal jam masuk Anak TK tepat jam 8 pagi.

"Sudah siap Mita Ayo kita berangkat, kita pamit dulu Ke Abah sama Ema."

Ibunya Amira dan Mita yang bernama Bu Asih yang dipanggil Ema oleh kedua putrinya sedang memasak didapur.

"Pagi Emaku tersayang." Ucap Mita agak teriak dari jauh sambil menghampiri Emangnya yang sedang masak didapur.

"Oh Amira, Mita, Udah rapi mau berangkat mengajar yah." Ucap Bu Asih dengan senyuman pagi, Emaknya dari Amira dan Mita.

"Iya Mak, Amira mau pamit berangkat ngajar dulu yah Mak!" Ucap Amira sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman kepada Ema.

"Mita juga Mak mau berangkat dulu." Menyondor dari belakang kakaknya untuk bersalaman dengan Emak.

"Kalian kan belum sarapan, Kita sarapan dulu, nih Emak sedang masak spesial Sayur bacem."

"Gimana Kak, Mau sarapan dulu?"

"Waktunya bentar lagikan gak keburu kalau sarapan dulu."

"Kayaknya Mita sama Kak Amira Sarapan diluar aja deh Mak, Gak keburu waktunya kan itu sayurnya belum matang juga."

"Oh iya, Hati hati yah. Emak akan selalu dukung impian kalian berdua. Semoga Allah memberkahi kalian berdua, Anak anak Emak yang soleha!" Ucap Emak sambil meletakkan tangan kanan di dadanya, Ucapan Emak menyayat hati.

"Oh iya Ema, Abah kok gak keliatan dimana Abah?" Tanya Amira.

"Abahmu telah berangkat ke sawah." Jawab singkat Ibu Asih.

"Loh pagi pagi banget." Ucap Amira keheranan.

"Biasa kan kalau lagi mau panen Abah kan paling semangat."

"Oh gitu, Ya udah deh kami berdua pamit dulu yah Mak." Ucap Amira Pergi berangkat bersama Mita.

Terpopuler

Comments

Tetik Saputri

Tetik Saputri

mampir

2023-06-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!