Episode 19

Pandi, Rayan, dan Bayan keluar mencari makanan. Sedangkan Herwan dan 2 temannya yaitu Indra dan Adi masih menunggu didepan kamar tempat Araf dikurung.

Ketika Amira masuk kedalamnya ia ketemu dengan Pandi, Rayan, dan Bayan. Amira dengan cepat bersembunyi dibalik pintu kamar kosong.

"Untung mereka gak lihat Aku!" Ucap Amira sambil mengusap dadanya karena masih was was.

Amira terus maju lagi ke depan mencari tempat dimana Araf dibawa oleh Saudaranya.

"Araf kamu dimana sih? Masa kamu mau aja dibohongi Kakak kakak tirimu." Ucap Amira dengan kekhawatirannya.

Amira sudah sampai ketempat dimana Ada Herwan dan 2 temannya Adi dan Indra yang sedang menunggu didepan Kamar.

"Oh ternyata disini! Araf berarti ada dikamar itu." Amira sedang berpikir bagaimana bisa mengajak Araf keluar.

"Oh aku tahu!" Amira cepat cepat keluar dan mencari Obat tidur.

Lalu Ia menyamar sebagai Office boy. dan berusaha masuk kedalam kamar yang ditempati Araf.

Baju dan penampilan Amira sudah menyamar jadi Office boy sekarang saatnya Amira masuk ke dalam kamar Araf. Amira membawa minuman yang telah dicampuri obat tidur, Lalu Amira melayani Herwan dan 2 temannya.

"Mas ini minumannya, Diminum yah!" Ucap Amira dengan ramah.

"Maaf mbak, saya gak pesan Minuman!" Ucap Herwan.

badan Amira mulai gemetar karena takut mereka mengenalinya. Amira nunduk dan menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya untuk menenangkan dirinya, Amira berusaha untuk kelihatan biasa biasa saja.

"Minuman ini sudah disiapkan ditempat ini dan saya hanya ditugaskan untuk melayani tamu disetiap kamar." Ucap Amira dengan tenang agar tidak dicurigai.

Mereka mulai meminumnya sambil mengobrol dan ketawa ketawa.

5 menit kemudian mereka mulai mengantuk dan ketiduran.

Amira mulai beraksi mengambil kunci dari kantong jaketnya Herwan lalu membuka kunci pintu kamar yang ditempati Araf.

Araf didalam sedang tidur, karena mereka sudah membuat Araf mabuk.

"Den..Den Araf..Bangun den." Amira berusaha membangunkan Araf dari tempat tidurnya.

Araf mulai mengigo dan berkata;

"Jangan apa apain Aku kak, Aku takut." Ucap Araf dalam ngigonya.

"Astaghfirullah, Araf kayaknya dikasih obat, sampai sampai kondisi Araf lemah begini" Ucap Amira dengan sedih.

Amira terus membangunkan Araf hingga Araf bangun walaupun ucapannya masih melantur.

"Aku masih remaja, Aku gak bisa melakukan apa yang kau suruh." Araf berbicara melantur.

Amira terus berusaha membawa Araf keluar walaupun pikiran Araf masih belum stabil karena obat yang diminum oleh Araf masih bereaksi.

Dijalan Amira kepergok oleh Pandi, Rayan, dan Bayan. hingga Amira berusaha menarik Araf untuk sembunyi sebelum Pandi dan adik adiknya melihatnya.

Setelah mereka ber 3 sudah lewat, Amira dengan cepat cepat keluar.

Pandi Ketika melihat Herwan dan ke 2 temannya ketiduran dan Kamar yang ditempati Araf kebuka. Pandi dengan terkejut menghampiri Herwan dan membangunkannya.

Herwan baru sadar dan melihat isi kamar yang terbuka, ternyata Araf sudah lolos kabur dari kamarnya.

"Loh Araf kemana Kak?" Tanya Rayan.

"Araf, loh Araf gak ada?" Ucap Pandi terkejut.

"Araf, kemana dia, kan kita sudah menguncinya kok bisa kabur sih?" Herwan Ke Anehan sambil melihat disekeliling kamar gak ada siapa siapa.

"Ini gimana ceritanya Kalian bertiga bisa ketiduran! Terus Araf hilang lagi!" Ucap Pandi dengan kesal.

"Kita juga Aneh, Kok bisa mengantuk sampai tidur beneran."

"Oh iya, sebelum tidur kan kita tadi minum jus yang dikasih mbak Office boy itu kan?" Ucap Adi.

"Iya betul betul, habis tuh kita ketiduran." Ucap Indra mendukung ucapan Adi.

"Kalau begitu, Mbak yang pakai Baju Office Boy tuh siapa? Apa jangan jangan dia juga yang membawa Araf dari kamarnya." Herwan merasa Aneh dengan wanita yang bertugas jadi Office boy.

"Gak tau juga sih!" Ucap Adi.

"Ini gimana sih, kalian bertiga malah kecolongan." Ucap Pandi dengan kesal pada Herwan dan 2 temannya itu yang gak bisa di andalin.

"Ayo kita cari kak! Araf pasti belum jauh dari sini, jangan debat mulu!" Ucap Bayan dengan cerdik.

Mereka semua keluar dan mencari Araf.

"Kunci kamar yang ditempati Araf terbuka, Fiks ada orang yang bantu Araf tuk keluar dari kamar itu." ucap Rayan yang masih curiga dengan sosok orang yang telah membantu Araf.

Amira membawa Araf ketempat ramai, yaitu ke pasar malam yang jaraknya tidak jauh dari Pasar.

Amira gak bisa bawa Araf ke mobil Pak Oni. Karena letak mobil Pak Oni dekat dengan motor motor Pandi dan Herwan.

Amira Mengistirahatkan dulu Araf ditempat ditenda yang lagi jualan baju.

"Den, sadar den, Kita pulang yuk?" Ucap Amira sambil mengelus elus badannya yang sedang menyandar dipahanya Amira.

"Amira tolong Aku?" Ucap Araf ngigo dengan matanya masih tertutup.

"Den, Den Araf?" Amira masih gelisah ia takut saudaranya menemui Araf dengannya disini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!