Episode 18

Sedangkan Amira menjumpai setiap tempat maksiat, Amira tidak menemui Motor yang digunakan oleh Herman dan Pandi.

"Kita sudah sampai ke PSK Mbak!"

"Kita cari dulu motornya Herwan dan Pandi. kalau ada kita masuk kedalam untuk menjemput Araf didalam." Ucap Amira.

"Kayaknya gak mungkin deh Mbak, Herwan dan Pandi pergi ketempat PSK!" Pak Oni terheran heran.

"Saya juga gak Mengerti Pak Oni." Ucap Amira dengan hatinya yang sudah bimbang.

"Mending kita tunggu dulu disini atau kita cari tempat perkumpulan mereka?"

"Tadi Araf bilang ke Pak Oni mau kemana?" Tanya Amira.

"Den Araf tidak menyebutkan lokasinya, Den Araf hanya bilangnya sih mau dengar penceramah Ustadz Solmed yang lagi viral itu!" Jawab Pak Oni dengan nada terpaksa.

"Piks mereka sudah merayu Araf dengan cara mempergunakan kesempatan dibalik keimanan Araf."

"Kenapa kita cari ditempat PSK ini, mungkin saja Araf beneran ke tempat pengajian yang dekat dengan lapangan, kan Araf bilangnya mau ketempat pengajian!" Pak Oni menggerutu kepada Amira.

"Araf itu dijebak Pak Oni, Ia telah dikelabui oleh kakak kakak tirinya supaya ia ikut dengannya, Dan Mereka bilang mau ketempat PSK." Ucap Amira dengan nada kesal.

"Tapi kan ini buktinya mereka gak ada disini, Itu artinya mereka gak ke tempat ini!" Ucap Pak Oni kekeh.

"Mending kita balik aja yah Mbak, Biarin Araf bermain main sama saudaranya. Pak Oni yakin kalau Araf gak akan diapa apain karena Araf juga kan Adiknya mereka juga, walaupun statusnya Adik tiri pun mereka gak mungkin kejam."

"Gak bisa Pak Oni, kalau pak Oni mau balik yah balik saja, Amira mau tetap menunggu disini!" Ucap Amira keras kepala karena kekhawatiran terhadap Araf terasa kuat.

Pak Oni merasa Khawatir jika Amira ditinggalkan. Pak Oni juga menunggu kedatangan Araf yang dibawa oleh Herwan dan saudaranya.

Ditempat Pengajian dan Tasyakuran telah selesai. disana teman temannya Herwan datang 2 orang yang siap membantu Herwan, namanya Indra dan Adi.

"Kita mau berangkat sekarang." Ucap Indra Temannya Herwan.

"Boleh, Tapi kita gak boleh kelihatan curiga oleh Araf."

"Itu kan bocahnya yang pake peci?" Tanya Adi temannya Herwan sambil menunjuk ke arah Araf yang sedang duduk bersama Bayan.

"Iya itu, dia Anak kandung dari Ayah tiriku, Kamu tau gak dia itu sekarang jadi cupu."

"Kok bisa dia jadi cupu gitu?" Tanya Adi

"Dulunya sih dia Pemberani, mungkin karena sering membatin karena ditinggal ibunya mati, jadi cupu deh." Ucap Herwan pada teman temannya sambil tertawa terbahak bahak.

Sedangkan Araf bersama Pandi, Rayan, dan Bayan masih menunggu Herwan ngobrol dengan teman temannya.

"Wan Udah belum?" Teriak Pandi dari jauh.

Herwan memberi kode pada Pandi dengan mengangkat kedua tangannya. Kini mereka sudah siap untuk beraksi lagi.

Melham menghampiri Pandi.

"Maaf yah pan, saya gak bisa ikut membantu rencana kalian karena saya mau bantu beres beres dulu disini!" Ucap melham Anak dari Ustadz Adi yang sedang mengadakan Acara Tasyakuran.

"Gak papa, Tenang saja Boy!" Ucap Pandi sambil memegang pundak Melham sebagai seorang sahabat.

"Kita pamit mau berangkat dulu yah."

"Semoga berhasil." Ucap Melham kepada Pandi.

"Yah Thanks."

Araf merasa aneh dengan perilaku ke 4 saudara tirinya.

Semuanya sudah menaiki motor dan bersiap pergi ketempat yang dituju yaitu tempat maksiat PSK.

"Loh kak, ini kita mau kemana? Ini bukan jalan pulang." Ucap Araf sambil melihat jalan kekanan kiri.

"Kamu diam saja, Kita mau pesta dulu." Ucap Pandi yang sedang membonceng Araf.

Hari sudah sore menjelang magrib, Hati Araf mulai bimbang. Ia tidak tau dirinya akan dibawa kemana oleh Saudara tirinya itu.

"Kak pandi, Araf mau pulang saja sudah mau magrib." Ucapan Araf gak dianggap oleh Pandi yang pokus mengendarai motornya membonceng Araf.

"Kak, Kita mau kemana sih? Mau ke basecamp yah?" Pertanyaan Araf masih gak didengar.

"Kak pandi, kayaknya Ayah sudah pulang nanti nyariin kita gimana?" Tanya lagi Araf.

"Berisik, Gak usah bawel diam saja." Ucap ganas Pandi.

Araf terkejut,

"Bukannya Kak Pandi sudah tobat tapi sikapnya masih kasar!" Ucap batin Araf.

Araf hanya diam dengan dirinya yang sudah gelisah, Ia merasa menyesal ikut dengan Saudara tirinya.

"Ku kira mereka beneran sudah berubah, Aku rasa mereka membawaku ke tempat Basecampnya, Hingga diriku akan dicaci maki oleh Mereka semuanya dan Aku dijadikan babu." Ucap Araf dalam hatinya yang sedang gelisah.

Amira yang sedang menunggu ditempat PSK bersama Pak Oni, Hingga Amira dan Pak Oni ketiduran.

Amira terbangun dari tidurnya setelah mendengar gemuruh motor yang dibawa oleh Herwan, Pandi, dan Temannya yang ikut.

"Akhh, Ngantuk." Amira menggeliat dari bangun tidur.

"Motor siapa sih berisik." Ucap Amira yang masih lelungu ketiduran sambil menengok keluar dari kaca mobilnya.

Amira terkejut melihat motor didepan tempat PSK ada Motor Pandi dan Herwan.

Amira cepat cepat keluar.

"Tuh kan bener, mereka pasti membawa den Araf ke tempat ini! Pokoknya Aku harus bawa Araf pulang sebelum Araf dijebak oleh mereka." Ucap Amira.

Amira bergegas masuk ke dalam tempat PSK yaitu tempat orang yang melakukan maksiat yaitu Zina.

Amira masuk kedalam sambil menengok ke arah depan samping belakang. Ia harus berhati-hati agar tidak diketahui oleh saudara tiri Araf.

Araf sedang dikunci di dalam kamar pesanannya.

Herwan sedang menelpon Perempuan yang sudah dibeli untuk melayani Araf malam ini ditempat PSK.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!