trrt trrt
Langit masih sibuk menikmati pijatan terapis spa langganannya ketika ponsel di dalam jasnya bergetar.
Alea yang sedang menunggunya di sofa langsung mengambil ponsel Langit. Ia membuka pesan masuk dari Hengky.
'Nona muda sudah sampai rumah, dokter Prast sudah memeriksanya. Demam nona muda tinggi, tapi semua sudah teratasi'
"rupanya istrimu sedang sakit?" kata Alea, ia memberikan ponsel Langit.
Langit membuka matanya, mengambil ponsel dari tangan Alea. "berhenti membuka ponselku tanpa ijin ku" kata Langit.
Langit memberi kode kepada Terapis untuk menyudahi pijatannya. Dia bangun dan memakai Handuk kimononya.
"Sudah waktunya makan malam, ayo kita cari makan malam dulu sebelum kamu pulang" ajak Alea "Atau kau mau langsung pulang menemui istrimu?" ia menatap Langit curiga
"Pilih saja mau makan dimana" kata Langit, matanya masih sibuk dengan layar ponselnya
Alea tersenyum mendengar jawaban Langit.
Setelah Langit berganti pakaian, mereka menuju ke sebuah restoran untuk makan malam. Alea memilih steak daging untuk makan malam mereka.
"kamu gak suka makanan pilihanku atau pikiran kamu lagi ditempat lain?" Alea melihat Langit tak begitu berselera makan.
"apa-an sih.. cuma lagi gak laper aja"
"kirain lagi mikirin istrimu itu" tebak Alea.
trrt trrrt
Langit menatap Layar ponselnya, ada nama Bimo disana.
"kenapa, Bim?" tanya Langit
"kakak lagi di deket kak Senja, gak? aku WA dia dari tadi sore gak dibales. Telpon ku juga gak diangkat kak..'
"Gue masih diluar.. Ntar gue kabarin ya kalo ketemu dia" Langit menjawab kekhawatiran adek iparnya.
"Thanks ya, Kak. aku tutup telponnya"
Alea memandangi Langit, ada yang berbeda dengan pria yang sudah dikenalinya sejak kecil itu.
"Kenapa?" tanya Langit risih dengan tatapan Alea
"Cara bicaramu aneh, ngobrol sama siapa?" Alea balik tanya.
"Gak perlu tahu kamu, udahlah berhenti ngurusin hal sepele ginian."
Alea diam melanjutkan makan, ia tidak mau berdebat dengan Langit.
*********
Ella dan Hengky menyambut kedatangan Langit di depan pintu utama rumah. Hengky sedari sore tadi sudah menemani Senja.
Langit membuka pintu kamarnya, melihat Senja tidur diatas tempat tidurnya.
"Ngapain dia disitu?" tanya Langit
Hengky melihat Ella yang sudah meletakkan tas Langit di meja kerja, kemudian keluar kamar.
"Masa iya ada dokter Prast kesini gue taroh dia di sofa, Lang?" jawab Hengky
"Emang disitu tempatnya kan?" kata Langit, ia melepas kemejanya. "Taroh lagi dia ditempatnya"
Hengky terkejut, "dia lagi sakiiit, Lang..." kata Hengky
"Trus, Lo mau gue yang tidur di sofa?"
Langit meninggalkan Hengky masuk ke kamar mandi. Mau tidak mau Hengky mengangkat Senja dan menidurkannya di Sofa.
"Maafkan saya Nona Senja, sebenarnya saya tidak tega melihat anda disini. Tapi si pohon pisang itu yang menginginkan anda disini."
"Siapa pohon pisang??" tiba-tiba Langit keluar sari ruang ganti
"Ya el lah. Punya jantung doang gak punya hati"
"Sial lo!!" Langit melempar botol air mineralnya ke Hengky. "Gue juga harus jaga diri. Lo pikir enak tidur disebelah cewek. "alo tangan gue bergerak diluar kendali gimana? lo mau tanggungjawab?"
"ooooh. Ternyata otak lo masih normal ya. Lihat cewek juga masih napsu, kirain dah mati rasa." ejek Hengky.
"Pergi lo!! capek gue ngeladenin bedebah macam lo!!" Langit kembali masuk lagi ke ruang ganti dan segera mandi.
Usai mandi, Langit merasa nyaman dengan badannya. Ia tak menuju tempat tidur tetapi pergi ke meja kerjanya. meninjau ulang berkas-berkas yang belum sempat ia selesaikan di kantor.
Hingga ia tersadar manjanjikan kabar tentang Senja ke Bimo. ia mengirim pesan Whatsapp ke Bimo, mengatakan kalau Senja sedang sakit.
'kak, apa aku boleh kesana sekarang melihat keadaan kak Senja. Dia jarang sakit kak, tapi sekalinya sakit gini dia bakal ngrepotin.'
'apa gue kirim saja dia kerumah lo??'
'gitu juga boleh. kak'
hahahahaha.
Langit tertawa dalam hati. Ia tak menyangka niatnya bercanda akan dianggap serius.
'besok pagi aja lo kesini.'
'oke kak, titip kak Senja.'
Langit cekikikan melihat layar ponselnya. 'asyik juga punya adek cowok' batinnya.
Langit mematikan lampu kerjanya dan beranjak untuk tidur. Ia melewati sofa tempat Senja tidur. Perempuan yang biasanya aktif kesana kemari tiba-tiba jadi lemah tak berdaya. Bulir-bulir keringat membasahi dahi Senja. Langit mengambil Tisue yang ada di meja dan menyeka keringat Senja.
Setelah mematikan lampu kamar. Langit pergi ke tempat tidurnya. Ia menarik selimutnya, memejamkan matanya, tapi ia buka kembali. penjamkan lagi, buka kembali.
Ia punya sedikit rasa bersalah membiarkan Senja tidur di Sofa dan akhirnya dia memutuskan membawa Senja tidur di kasurnya.
Langit menggendong Senja dengan hati-hati, menidurkannya dan menyelimuti Senja.
'uugh'
Senja sedikit merintih.
"hei hei, gue gak ngapa-ngapain." Langit bingung. ia memukul kepalanya pelan, menyadarkan pikirannya yang sempat kemana-mana.
Langit memegang dahi Senja, kemudian melihat jam dinding. "arum jam sudah menunjuk ke angka sebelas malam.
Ia mengambil ponselnya dan beberapa saat dia sibuk dengan ponselnya. Nengamati dengan serius layar ponselnya. Wajahnya terlihat frustasi, ia akhirnya melakukan panggilan telpon.
"Ky, nih cewek Badannya panas banget. Merintih-rintih pula, bikin gue merinding aja" kata Langit ketika telponnya sudah tersambung ke Hengky.
"orang demam juga gitu, Lang. Dah kompres aja" Hengky memberi saran.
"eh, gila lu. Jam berapa nih? asisten gue dah tidur semua. Gak tegalah gue bangunin mereka" kata Langit lagi.
"trus, kalo ke gue tega lo ya? dah, kompres sana. gue mau tidur, besok pagi gue harus ngurusin anak bayi gue"
tut tut tut
tak ada suara
Akhirnya Langit memutuskan mengompres Senja sendiri. Karena ia malas harus jalan jauh ke dapur, jadi ia menggunakan air hangat dari kamar mandi.
"Mas... Minta tolong air minum dong." kata Senja pelan, matanya masih tertutup.
"Berani amat nih cewek nyuruh gue." protes Langit, tapi dia berjalan mengambilkan gelas air miliknya yang masih belum sempat dia minum "nih"
Senja berusaha bangun, membuka matanya sedikit untuk melihat gelas. lalu meminumnya. "makasih ya mas" lalu ia tidur lagi
"mas mas mas.. gue bos lu!!" Langit ngomel pelan, mengembalikan gelas ke meja.
Langit mematikan lampu kamar lagi, hanya menyisakan lampu tidur yang ada disebelah Senja. ia mulai memejamkan matanya.
Langit masih belum tidur terlalu lelap, ia sadar seperti ada yang bergerak-gerak lalu menarik tanggannya. Matanya langsung terbuka, Senja sudah memeluk tangan kirinya dengan erat.
Langit merasa risih Ia ingin menarik tangannya, tapi pelukan Senja terlalu erat, jika dipaksa takut ngebangunin dia. "plis lah, kalo meluk-meluk gini jangan diatas kasur. gue juga laki-laki normal" gumam Langit pelan.
"Mas... Pijitin kakiku yaa" bisik Senja, lagi-lagi tidak membuka matanya. Senja melepaskan pelukannya, badannya kini terlentang.
"gila nih cewek, gila sumpah!! gue disuruh mijat dia" Langit terlihat kesal, sambil mengutuk Senja yang masih tertidur. Tapi lagi lagi Langit melakukan kemauan Senja.
Langit memijat asal kali Senja karena ia tidak tahu cara memijat, yang penting tangannya menekan-nekan kaki Senja.
Agak lama Langit memijat, akhirnya ia sudahi karena merasa capek. Langit kembali merebahkan diri mencoba untuk tidur lagi.
Tetapi kali ini tangan Senja datang lagi, menarik tangan kiri langit ke kening Senja. "elus-elus mas, aku mau tidur" bisik Senja.
Lagi-lagi Langit geram, "mau tidur aja susah amat!!" Langit menghadap Senja. menopang kepalanya dengan tangan kirinya dan mulai membelai kening dan rambut Senja dengan lembut.
Langit menatapi wajah Senja, ia perhatikan detail wajah Senja yang selama beberapa bulan ini tinggal dengannya tapi tak pernah lebih dari 10 detik ia menatap Senja.
Senja memiliki wajah imut, cantik. Kulitnya bersih, tidak ada satu jerawat pun singgah disana. Matanya terpejam rapat, membuat bulu matanya terlihat begitu lentik.
**********
Langit mendengar samar-samar alarmnya berbunyi, ia membuka matanya. Betapa terkejutnya dia melihat lengan kirinya dibuat bantal kepala Senja dan tangan kanannya memeluk Senja yang badannya juga menghadap Langit.
Langit menarik pelan Lengannya, mematikan alarmnya. Jantungnya berdebar tak karuan, dan ia menatap Hengky yang sudah berdiri ditempat biasa.
"bisa aja lo manfaatin keadaan" kata Hengky
-bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Abie Mas
lama2 ga tahan jg si langit
2024-05-31
0
nova vaw
buahahahaha
aku suka part ini
2024-02-20
0
Hearty 💕
Wiih segitu bebasnya masuk kamar bos
2024-02-01
0