3

"Saya Senja pak" Senja mambalas uluran tangan Irawan

"Bagaimana keadaan pak Subagio?" tanya Irawan

Senja menggeleng "masih sedikit informasi yg saya dapat pak, yang saya tau beliau sedang kritis"

Senja celingukan melihat sekeliling. "Keluarga pak PresDir mana pak?"

Irawan tersenyum tipis "Tuan muda sedang di Singapore, jadi kemungkinan akan telat datangnya."

Senja hanya mengangguk.

Seorang Dokter keluar dari ruang tindakan. Irawan langsung menghampiri dokter menanyakan keadaan Subagio. Tanpa banyak obrolan Dokter mengajak Irawan masuk ke dalam.

Cukup lama Senja menunggu, ia ingin meninggalkan tempat ini namun ia merasa tidak enak jika harus pergi begitu saja.

Setelah menunggu cukup lama, Irawan kembali menemui Senja.

"Nona."

"Panggil Senja saja pak." Ralat Senja

Pria itu tersenyum "Bisakah anda menunggu pak Subagio di dalam? karena saya harus menyelesaikan administrasi."

Senja sedikit ragu, namun ia menganggukkan kepala setuju.

Senja mengikuti langkah Irawan masuk ke dalam rumah sakit dan menyusuri beberapa koridor-koridor rumah sakit, hingga akhirnua masuk ke dalam ruangan yg cukup mewah untuk ukuran ruang rawat inap.

ia melihat Pria tua yg berbadan gemuk itu terbaring, matanya masih tertutup. Ruangan itu begitu dingin dan sunyi. Hanya bunyi alat-alat kedokteran yang menjadi pengisi suara di ruangan itu.

"Silahkan Nona" Irawan mempersilahkan Senja duduk di sofa yang tak jauh dari tempat tidur pasien. "Jika ada apa-apa tolong segera kabari perawat."

Senja mengangguk, melihat Irawan berjalan manjauh darinya dan menghilang dibalik pintu.

**********

Senja membuka mata dan masih di ruangan yang sama dimana Subagio dirawat. 'aku ketiduran' batinnya. ia menatap layar ponselnya. Jam digital disana menunjukkan pukul 20.45

"Anda sudah bangun Nona?"

Suara itu mengagetkan Senja, ia melihat sumber suara itu. Irawan duduk di kursi samping tempat tidur Subagio.

"Maaf pak saya ketiduran."

Irawan menghampiri Senja, "Saya sudah siapkan sopir untuk mengantar anda pulang."

Senja langsung berdiri "Tidak perlu pak, saya bisa pulang sendiri." Tolak Senja sambil mengambil tas dan jaketnya di sofa.

"Maaf Nona, ijinkan saya melakukan tugas saya." Irawan memohon.

Dengan berat akhirnya Senja mengangguk.

"Mohon maaf tidak bisa mengantar Nona ke depan. di lobby utama nanti akan ada Pria yg menghampiri Nona Senja."

"Tidak apa pak, saya pamit pulang dulu" ijin Senja sembari meninggalkan ruangan.

Ia menyusuri kembali koridor rumah sakit hingga sampai depan pintu lobby utama. Seorang pria paruh baya menghampirinya. "Nona Senja?" Pria itu menebak

Senja mengangguk

Pria itu mengajak Senja untuk mengikutinya. hingga ia masuk ke dalam mobil mewah.

"Bisa minta alamatnya Nona?"

"Perumahan Citra Mas blok B.7, Pak." Jawab Senja.

Pria itu mengotak atik layar ponselnya. Tidak ada pembicaraan lagi setelah itu. Mobil langsung melaju menuju rumah Senja.

Perjalanan hening sekitar 20 menit akhirnya terhenti, di sebuah rumah sederhana dengan halaman yg luas.

"Terimakasih sudah mengantar saya, Pak." Ucap Senja sebelum menutup pintu mobil.

Setelah mendapatkan balasan dari sopir, Senja menutup pintu dan melihat kepergian mobil sedan mewah itu dari depan rumahnya.

Ia membuka pintu pagar rumahnya, Ibunya barusan keluar rumah.

"Assalamu'alaikum Ibuk" sapa Senja, ia mengecup punggung tangan Ibunya.

"Wa'alaikumsalam Nak. ayo masuk."

Senja dan Ibunya masuk, duduk di ruang tengah.

Bimo menghampiri. "gimana kak?"

"Gimana apanya?" Senja balik nanya.

"Bos kakak itu? selamat?"

Senja mengangguk "Alhamdulillah, selamat kok. Cuma kakak gak berani tanya-tanya." senja menatap Ibunya "buk, kasihan lhoo pak Subagio. Dalam keadaan kritis seperti itu cuma ditemani pengacaranya aja."

"Mungkin keluarganya masih sibuk, Nak. Kan orang kaya, banyak kepentingan." kata Ibu.

"Semoga kita bertiga selalu ada ya buk saat susah ataupun senang." Senja memeluk ibunya.

Ibu dan Bimo mengangguk "Sudah, istirahat dulu sana. Besok kan kamu harus kerja. masa iya mau ijin lagi?"

Senja mengecup kedua pipi Ibunya, dan pergi ke kamarnya.

**********

Keesokan harinya, di Kantor Direktur Utama

Irawan sudah duduk di sofa yang ada di tengah ruangan, kepalanya tertunduk. Sedangkan Langit, masih duduk di kursi kerjanya, jari jarinya sibuk memainkan pena, menatap Irawan tajam.

"Anda pikir ini masuk akal?" ucap Langit memecah keheningan.

"Saya hanya menyampaikan apa yg pak Subagio sampaikan Tuan Muda." jawab pak Irawan.

Langit berdiri dan duduk di sofa.

"Anda bisa mengunjungi Ayah anda dan melihat keadaannya. Anda bisa menanyakan semua keinginan beliau" pak Irawan menunjukkan selembar foto.

Langit mengambil foto tersebut, matanya memicing

"Menikah?" ucap Langit sinis. Ia melempar foto itu ke depan Irawan. "aku akan menemui Ayah ketika jam makan siang."

"Baik Tuan Muda, saya akan sampaikan ke beliau."

Irawan berdiri menganggukkan kepalanya meminta ijin untuk pergi.

Langit berdecak kesal, hal gila apalagi yang sedang direncanakan Ayahnya kali ini.

Sesuai janjinya, ketika jam makan siang ia akan pergi mengunjungi ayahnya.

Langit menyusuri koridor Lantai satu gedung perusahaannya. Setiap karyawan yg berpapasan dengannya menganggukkan kepala dan memberi senyum sopan padanya. tapi tak pernah mendapatkan balasan dari Langit. Ia hanya terus berjalan tanpa memperhatikan orang-orang disekitarnya.

Langkahnya terhenti, membuat Sekretaris dan seorang Asisten pribadinya mendadak terhenti.

"Ada apa pak?" tanya Alea.

Mata Langit mengikuti seorang wanita yg memakai blush cream dan rok pensil hitam selutut, rambut nya yang di kuncir ekor kuda tergoyang kekanan dan kekiri mengikuti langkah kaki.

Alea menepuk bahu Langit. "Kenapa dengan wanita itu?"

Langit tak menjawab, ia hanya menatap Alea dan melanjutkan kembali langkahnya.

***********

Ruang VVIP RSU Putra Medika

Pak Subagio membuka matanya sedikit, ada putranya berdiri disampingnya. duduk menggenggam tangannya.

"Nak." ucapnya lirih

Langit sedikit terkejut, melihat Ayahnya sudah sadar. "Ayah, bagaimana keadaan Ayah?"

Pak Subagio hanyak tersenyum tipis dan mengangguk pelan.

"Maafkan Langit tidak bisa menjaga Ayah dengan baik." Langit merasa menyesal, tangannya menyentuh lembut pipi Ayahnya. "Langit sudah mulai menyelidiki siapa orang yg sudah melakukan semua ini, Yah."

Pak Subagio menggeleng, menarik tangan langit agar lebih dekat dengannya. "Berhati-hatilah dengan orang yg disekitar kita, Nak" bisik Ayahnya.

Langit mengernyitkan dahinya. mencoba mencerna Ayahnya.

"Menikahlah dengan wanita yang telah Ayah pilih." lanjut Ayahnya.

Langit melepaskan tangan Ayahnya, "itu tidak masuk akal, Yah." bantah Langit "Bagaimana mungkin Langit menikah dengan orang yang jelas-jelas tidak Langit kenal. Sedangkan Alea yg sudah bersama Langit 6 tahun ini masih ragu untuk Langit nikahi." Langit menurunkan intonasi suaranya agar Alea yg berada diluar tidak mendengarnya.

"Aku mohon, Yah. semua akan Langit lakukan, kecuali menikah." pinta Langit, "Langit tidak siap jika harus mengalami hal seperti.... "

Ucapan Langit terhenti ketika tangan Subagio menyentuh tangannya. "Tidak semua hal berakhir buruk, Nak. Ayah mohon, ini demi kebaikan kamu dan perusahaan."

"Apa yang belum Ayah ceritakan padaku?" Langit semakin bertanya-tanya.

Pak Subagio hanya mengangguk-angguk "do'akan Ayah lekas sembuh, Ayah akan membongkar dan menyingkirkan manusia jahat yg bersembunyi di perusahaan kita."

Langit terdiam, berfikir sejenak. "aku akan menikahinya, tapi aku tidak mau orang lain mengetahui siapa istriku. tidak ada pernikahan mewah"

"Ya, Ayah setuju. karena keselamatannya juga penting."

-bersambung-

Terpopuler

Comments

nova vaw

nova vaw

alea musuh d balik selimut kamu langit,,mybe

2024-02-12

0

Wayan Raningsih

Wayan Raningsih

Yg enam tahun bersama mu belum tentu jodoh mu

2023-09-17

0

Devi Pramita

Devi Pramita

loh kok mau nikah aja senja sama langit... emang senja setuju

2023-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 PROMOSI
158 NOVEL KE 3
159 PENGUMUMAN MASUK GRUB
160 PENGUMUMAN
161 Novel Baruku
Episodes

Updated 161 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
PROMOSI
158
NOVEL KE 3
159
PENGUMUMAN MASUK GRUB
160
PENGUMUMAN
161
Novel Baruku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!