Senja pulang lebih larut hari ini, motornya sedikit kesulitan untuk masuk ke dalam halaman rumahnya karena ada 2 mobil sedan mewah di depan halaman rumahnya.
"Assalamu'alaikum" Senja mengucap salam
Empat orang pria memakai setelan jas hitam berdiri tegap di samping kanan dan kiri pintu ruang tamu rumahnya.
Senja terlihat kebingungan, langkahnya masuk ke dalam rumah. Dua orang pria yg tak asing baginya. Irawan, Pengacara Subagio dan Hengky, Asisten Pribadi Direktur Utama.
Ibu memberikan kode agar Senja segera duduk. Mata Senja menatap Ibunya penuh tanda tanya.
"Mohon maaf jika kedatangan kami membuat terkejut Nona Senja dan Keluarga." Irawan membuka percakapan
"ada apa ya pak?" Senja bertanya tanpa basa basi.
Irawan menatap Senja dan Ibunya.
"Bu Laila, saya tidak akan bertele-tele, kedatangan kami kesini diutus sekaligus mewakili bapak Hendrawan Subagio meminang putri ibu yang bernama Aisyah Senja Priyono untuk dipersunting putra satu satunya belaiu, Langit Haidar Subagio. "
"Apa!!??"
Senja dan Ibunya terkejut.
"Mohon maaf pak, saya tidak bisa menerima lamaran ini." Senja menolak tegas, "Saya masih istri sah dari suami saya pak. Saya bukan seseorang yang dengan mudah Anda lamar." Senja berdiri meninggalkan ruang tamu.
Irawan menyadari bahwa hal ini akan terjadi, namun ia mempunyai tanggung jawab untuk kelancaran rencana tuannya.
"Maafkan ketidaksopanan putri saya pak. Karena jujur kami sangat terkejut dengan semua ini." ucap Ibu Senja. "Putri saya masih sangat mencintai suaminya pak, sulit bagi dia untuk membuka lembaran baru."
Irawan mengangguk, ia sudah mencari informasi sedetail mungkin tantang Senja dan keluarganya. maka dari itu, ia berani merekomendasikan Senja untuk menjadi istri Langit.
"Kami tidak mempunyai maksut jahat kepada Nona Senja. Kami hanya meminta tolong bantuannya untuk membantu pak Subagio dan perusahaan." Irawan menjelaskan.
Ibu senja kebingungan "maksud anda?"
"Pernikahan ini untuk menyelamatkan keluarga Subagio dan Perusahaan, Bu. Kami hanya meminjam nama nona Senja untuk kepentingan perusahaan. Memang terlihat kejam, tapi hanya Nona Senja yg kami rasa bisa melakukannya." jelas pak Irawan lagi.
"Apa bapak pikir anak saya mainan? atau alat yg bisa kalian gunakan seenaknya tanpa memikirkan perasaannya?" Ibu Senja kini meninggikan suaranya.
"Tidak, bu Laila. Sama sekali kami tidak ada maksud untuk melukai perasaan keluarg Anda. Hanya saja, nona Senja saja yang bisa menolong kami, karena Nona Senja memiliki ketulusan hati yg dibutuhkan pak Subagio."
Ibu Senja menggelengkan kepalanya, "Pernikahan tidak untuk main-main pak." ia berdiri "Saya persilahkan anda untuk keluar dari rumah saya. Saya mohon maaf sekali tidak bisa menerima keinginan anda"
Ibu Senja menggiring Irawan dan Hengky keluar rumahnya dan menutup pintu dengan keras.
"Apa kita gunakan kekerasan, Yah?" tanya Hengky pada Irawan
Irawan mengetuk pelan kepala Hengky "Lama-lama kau makin mirip dengan Pak Langit. Seharusnya Ayah tidak memberikanmu ketika dia minta kau jadi Asisten Pribadinya"
Hengky tersenyum
"Kita akan dekati Nona Senja dengan cara yang halus."
***********
Siang yang panas, Senja dan Enna mempunyai niat membeli es kelapa muda di pedagang kaki lima yg tak jauh dari gedung kantornya.
Namun, langkahnya terhadang dua orang yg memakai jas hitam. "Nona, ada yg ingin bertemu dengan anda." ucap salah satu pria didepannya.
Senja menatap mobil yg terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dari balik kaca mobil, terlihat Irawan tersenyum menyapanya namun Senja mengacuhkannya.
"bilang saja saya buru-buru, tidak bisa menemuinya."
Senja menarik tangan Enna yang masih bertanya-tanya tentang apa yang terjadi.
Hal seperti ini terus berulang hampir setiap hari selama tiga minggu.
Senja sangat risih, sampai beredar rumor jika Senja sedang dikejar-kejar deptcolector karena memiliki hutang banyak.
Hingga disuatu sore, ponsel miliknya berdering, panggilan masuk dari nomor yg tidak ia kenal.
"Hallo?" sapa Senja
"selamat sore nak, saya Hendrawan Subagio"
Senja memekik kaget, membuat teman-temannya menatapnya penuh tanda tanya.
Ia buru-buru keluar ruangannya
"Selamat sore pak, mohon maaf saya tidak mengenali bapak" Ucapnya. "Ada yang bisa saya bantu pak?"
"Saya mengharapkan kehadiranmu disini, Nak. cukup lama setelah saya sadar belum bisa mengucapkan terimakasih padamu."
"Ah, bapak tidak perlu mengucapkan terimakasih." Senja bingung ingin mengatakan apa
"saya harap kamu bisa menjenguk saya, Senja."
"Baik pak" Senja menjawab tanpa pikir panjang.
Panggilan telpon diakhiri, dan jantung Senja berdetak tak karuan. 'kenapa harus kesana sih???' senja menggerutu.
**********
Senja mengajak Bimo menjenguk Bos Besarnya di Rumah Sakit yg beberapa minggu lalu ia kunjungi.
Depan pintu VVIP dijaga dua orang pria ber jas hitam.
Belum Senja memperkenalkan diri, salah satu pria itu membuka pintu mempersilahkan Senja dan Bimo masuk.
"Selamat malam" sapa Senja.
Ia melihat Subagio duduk bersandar diatas tempat tidur. Tak banyak alat lagi yg menempel ditubuh pria itu.
Irawan yang berdiri disamping kanan bosnya pindah ke sebelah kiri. membiarkan Senja untuk berdiri di sebelah kanan Bosnya.
"Maaf ya harus merepotkanmu jauh-jauh kesini." ucap pak Subagio "Terimakasih, kalian sudah menyelamatkan saya. Jika saat itu kalian tidak ada, mungkin saya hanya tinggal nama." pak Subagio menatap Senja dan Bimo. Suaranya masih lemah dan terbata-bata.
"Saya harap kamu sudah tahu, apa maksud saya memanggil kamu kesini."
Senja mengangguk, ia tak ingin basa basi dan ingin cepat menolaknya.
"Maafkan pria yang sudah tua ini meminta keinginan yg tidak masuk akal padamu. Saya sangat mengharapkan kamu bisa menjadi menantu saya, Nak."
"Mohon maaf jika saya lancang pak, sekali lagi saya minta maaf. Saya tidak bisa mengabulkan permintaan anda." tolak Senja "Saya masih mempunyai suami, pak."
Subagio mengangguk, "Saya sudah tahu tentang suamimu"
Senja tak begitu terkejut, ia tahu kalau mata-mata mereka bertebaran dimana-mana.
"Hanya kamu yg bisa menolong saya dan perusahaan saya, Nak Senja. Saya harus menyelamatkan Langit dari orang-orang jahat yg akan merebut perusahaan ini dan hanya kamu yg bisa karena kamu orang yang tulus dan baik."
Senja hanya diam.
"saya pastikan tidak akan mengusik kehidupan pribadi kamu. Jika suatu saat suamimu kembali, saat itu juga kamu bisa pergi Nak. Saya tidak akan menghalangi langkahmu."
Senja mulai goyah, ia menatap pria lemah didepannya yang memohon bantuannya.
""jinkan saya berfikir pak, saya minta waktu tiga hari untuk memberikan jawaban."
Subagio tersenyum, memangang tangan Senja "Saya berharap kamu bisa membantu kami"
-bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Dede Esih
siap maraton sampai subuh
2024-12-14
0
nova vaw
yu marathon
2024-02-19
0
Devi Pramita
diterima GK ya sama senja 🤔🤔
2023-06-23
0