15

Suara kicauan burung sudah terdengar, membuat mata Senja mulai terbuka. Bau embun di rerumputan sudah tercium, dari lubang ventilasi udara ia dapat melihat jika matahari sudah muncul.

Senja melihat pria disebelahnya, masih tertidur pulas. Tak tega ia mau membangunkannya.

Senja keluar kamar. Sudah banyak aktivitas disana. Ia menghampiri neneknya dan para saudaranya yang mulai sibuk menyiapkan makanan untuk acara nanti malam.

Diantara kesibukan itu, semuanya juga sibuk bertanya dan penasaran tentang suami Senja.

"ajak kesini lah, budhe budhe mu ini kan mau tau suamimu"

"nanti aja.. kan masih tidur. kasian"

"iya, nanti kalo kurang tidur gantengnya ilang gimana?"

"Sayang,."

Deg!!

Senja kenal jelas suara itu, tapi dia merasa sangat asing dengan kalimatnya.

Senja melihat pria berbaju putih dengan celana hitam selutut, rambutnya sedikit berantakan namun tak sedikitpun mengurangi kegantengannya.

Pria itu berjalan mendekati Senja, tiap langkahnya seakan menghipnotis perkumpulan ibu-ibu yang duduk di sekitar Senja.

"Sayang, antar aku ke kamar mandi ya?"

Senja mendengar kalimat itu lagi membuat bulu kuduknya langsung berdiri, rasanya seperti ada setan berbisik ditelinganya

Senja bangun dari duduknya. "emm, kenalin dulu ini nenekku" Senja mengenalkan seorang wanita tua yang duduk di kursi.

Langit mencium tangan nenek Senja. "senang bisa ketemu nenek, saya Langit nek"

"iya nak, maaf kalo rumahnya nenek jeleeek, kotoor." kata Nenek

"Tidak nek, rumah nenek unik dan nyaman."

"Syukurlah kalo kamu suka" kata nenek lega, "Udah Nja, antar suamimu ke kamar mandi." Nenek menyuruh Senja

Senja menunjukkan jalan ke kamar mandi. melewati ruangan demi ruangan yang pasti banyak saudara-saudara Senja. Membuat langkah mereka sedikit-sedikit terhenti dan mengobrol sebentar.

Hingga akhirnya mereka sampai di bagian belakang rumah. Langit disuguhkan pemandangan indah dari sejuknya suasana persawahan yang dibuat terasiring. sangat luas, dengan beberapa pohon kelapa di bagian pinggir-pinggirnya.

"kamar mandinya disini" kata Senja.

Langit melihat sebuah bilik dengan dinding bebatuan yang tingginya sedadanya. Tidak ada atap, yang jadi peneduhnya hanya pohon kelapa. Lantainya juga bukan keramik, tapi batu-batu yang disusun rapi. bak penampung Airnya dari ember besar, dengan air yang terus mengucur tidak berhenti.

"Pintunya mana?" tanya Langit

"Gak ada pintunya pak" jawab Senja

Langit terbelalak, "Trus kalo gue mandi, ada orang masuk gimana?"

"Taroh sandal bapak disini." Senja menunjuk tepat di depan pintu masuk. "mandinya sambil duduk" kini ia menunjuk kursi kecil yang terbuat dari kayu.

Langit memaki dirinya sendiri, ia berfikir tak seharusnya datang kesini membuat dia beradaptasi dengan hal-hal tak masuk akal ini.

"Kalo mau buang air besar ada disana" Senja menunjuk bilik kecil tertutup, dengan dinding anyaman bambu yang berada sedikit jauh dari kamar mandi. Berada di antara rimbunnya pohon kopi.

Senja tertawa terbahak-bahak melihat Langit bersandar pasrah. Tentunya tertawanya hanya di dalam hati. hihihi

"Saya akan membawakan peralatan mandi anda" Senja kembali beranjak kembali masuk ke dalam rumah. membongkar koper langit yang tidak terlalu besar.

Hengky sudah menyiapkan keperluan Langit sehingga Senja tinggal mengambilnya saja. Handuk, baju, celana dan dalaman Langit segera diantar ke kamar mandi.

"silahkan, pak" Senja memberikan semua yang ia bawa, tapi Langit hanya mengambil perkakas mandinya. "lho, yang ini pak?"

"Lo bawa lah. masa' iya gue mandi sambil bawa itu" protes Langit.

Senja geram, "Maaf ya pak" Senja masuk ke dalam kamar mandi "jadi gini pak.. kalo manusia normal mandi, baju gantinya dibawa masuk juga ke kamar mandi, trus di cantolin disini... disinii... disiiiini" Senja meletakkan Baju ganti Langit satu persatu di gantungan baju yang menempel di dinding.

"Jadi, gue bukan manusia normal??"

""enapa bapak bertanya seperti itu?" tanya Senja

"Lo kan yang ngatain gue" Langit jadi bingung.

"Saya??? kapan??" Senja pura-pura lupa.

Langit tak mau berdebat lagi, "Tunggu disitu. jangan coba-coba ngintip" ancam Langit, menyuruh Senja berdiri di luar jalan masuk ke kamar mandi.

Senja pasrah menuruti perintah langit. Jiwa-jiwa budaknya memang gak bisa lepas dimanapun itu. Oerintah langit sudah seperti perintah raja, siapapun menolak siap-siap kehilangan nyawa.

Tak lama Senja menunggu, Langit sudah selesai mandi. Ia keluar dengan memakai kaos oblong hitam dan celana pendek selutut. rambutnya masih basah acak-acakan.

Langit melempar handuk dan baju kotornya ke Senja.

"Apa anda sudah mau makan pagi?" tanya Senja. "sepertinya makan pagi sudah siap"

"Ya." jawab Langit Singkat. Meninggalkan Senja dan kembali ke kamar.

Senja melihat di dapur, ibu dan budhenya sedang menyiapkan makanan diatas meja makan.

"Nja, ajak suamimu sarapan" kata Ibu

"Apa sudah siap semua buk?? Senja bantu apa??" tanya Senja, tak enak ke Ibunya karena dari tadi tidak membantu.

"Sudaaah. sudah selesai semua. cepat ajak Langit makan. makan rame-rame di nanti didepan sana"

Senja mengangguk, meninggalkan dapur dan memanggil Langit di kamar.

Rambut Langit sudah rapi, bau kamar juga harum karena parfum langit. bau harumnya sangat lembut, membuat yang mencium pengen lama-lama disitu.

"Sarapannya sudah siap pak" kata Senja "tapi, sarapan disini berbeda dengan dirumah Anda"

Langit melihat Senja.

"Disini sarapannya pake Nasi, pecel, tempe, sama telor ceplok. Apa anda mau?"

Langit terlihat berfikir, karena memang dia tidak terbiasa sarapan nasi. Akhirnya dia menganggukkan kepala saja.

Senja Mengajaknya ke dapur, disana terlihat orang-orang bergantian mengambil sarapan. Senja mengambilkan sepiring nasi untuk Langit juga. dan mereka duduk lesehan dengan keluarga yang lain.

Setelah sarapan para ibu-ibu sibuk mempersiapkan makanan untuk acara kirim do'a nanti malam. Langit dan Bimo menyibukkan diri untuk jalan-jalan keliling desa.

**********

Acara kirim do'a dimulai sehabis sholat isya'. Karpet sudah digelar diruang tamu hingga ke teras rumah. paklek Ito, Bimo dan Langit menyambut tamu di depan halaman.

Bukan hanya dikalangan ibu-ibu, di kalangan bapak-bapak pun Langit masih menjadi pusat perhatian.

Ada yang terang-terangan memuji, ada yang bisik-bisik ada juga yang su'udzon kalo kegantengan Langit hasil dari Operasi.

Acara kirim do'a berlangsung lancar, diakhiri dengan jamuan makan, pembagian bingkisan nasi dan kue untuk dibawa pulang.

Malam ini Senja sangat lelah. lebih lelah dari saat dia lembur bekerja.

Langit tak kunjung masuk ke dalam kamar. jadi ia memutuskan untuk tidur lebih dulu, karena besok dia harus kembali pulang ke Jakarta.

-bersambung-

Terpopuler

Comments

Hearty 💕

Hearty 💕

Waduh Langit = setan 😆😅

2024-02-01

0

Se_rHa🍁

Se_rHa🍁

Iyaa..Hon /Chuckle/🤣🤣🤣

2024-01-29

0

Lia Bagus

Lia Bagus

😅😅😅

2023-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 PROMOSI
158 NOVEL KE 3
159 PENGUMUMAN MASUK GRUB
160 PENGUMUMAN
161 Novel Baruku
Episodes

Updated 161 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
PROMOSI
158
NOVEL KE 3
159
PENGUMUMAN MASUK GRUB
160
PENGUMUMAN
161
Novel Baruku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!