Kali ini Senja bangun lebih awal. Ia membuka ponselnya untuk melihat jam dan beberapa pesan masuk.
Salah satunya dari Hengky, yang memeberitahukan suhu airnya kemaren masih kurang panas. dan sepatu Langit harus berada di depan Sofa.
"Emangnya dia bayi apa?? udah tua kaya gitu masih mandi pake air anget. Sekalian aja abis mandi pake minyak telon" Ia menggerutu sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Senja tak pernah berlama-lama ketika mandi, ia segera keluar dan berganti pakaian. Mencoba baju barunya. Memadukan blouse lengan pendek warna coklat susu dengan rok pensil selutut warna navy.
Ia memberikan bedak tipis dan lipstik warna peach agar wajahnya terlihat segar. Memberikan sedikit parfum di belakang kedua telinganya.
setelah persiapannya selesai, barulah ia berganti menyiapkan keperluan langit. Kini ia pastikan semuanya sesuai yang diinginkan bos nya itu.
Tepat sebelum Langit bangun, Senja sudah meninggalkan kamar. Berganti Hengky yang ada disana.
Langit mengamati semuanya. mulai mandi, pakaiannya hingga letak sepatunya. sesuai dengan yang biasa dikerjakan Hengky.
Sambil berjalan menuju meja makan, seperti biasa Hengky membacakan jadwal Langit.
"Tunggu" Langit berhenti
"Ya, pak?" tanya Hengky
"Siapa yang menyiapkan tadi?" tanya Langit
"Nona Senja, pak?"
Langit diam sejenak, lalu melanjutkan jalannya.
"ada bagian khusus yang masih saya lakukan" ucap Hengky, mengerti apa yang ada dalam pikiran bosnya. Tetapi bosnya pura-pura tidak menggubrisnya.
Senja masih di meja makan ketika Langit tiba. Langit menyapa Ayahnya. membicarakan proyek baru mereka.
"Ternyata kamu bisa juga ambil hatinya si Ronald, Lang" kata Subagio, "Dia mau nyerahin desain product dia ke kita"
"iya Yah, aku juga lagi usahain biar mereka mau nyerahin iklannya ke kita juga." Langit menimpali
"Kamu yang ngurus bagian Desain Product Aoxtek ya, Nja?" tanya Subagio ke Senja
Senja mengangguk "iya, Yah."
"Ayah harap Tim kalian bisa lancar mengerjakan pesanan Aoxtek"
Senja mengangguk ragu. "maaf, Yah. Apa boleh saya bertanya?"
Subagio mengangguk, "Ya, kenapa?"
"Bagaimana jika pak Ronald tahu bahwa menantu Ayah hanya karyawan biasa?"
"Hahahahahahaha," Subagio tertawa "Memangnya kenapaaa? apa yang salah dengan pekerjaanmu? tak ada yang harus kamu tutup-tutupi dari teman-teman Ayah."
Senja terdiam sejenak, mencoba menata kata. "maksud saya, Saya takut jika pak Ronald menyapa saya di depan teman-teman saya."
"hahahahahahaha" Subagio tertawa lagi "Tak ada masalah, biarkan saja semua tahu kalo kamu menantuku"
"Yah!!"
Langit yang sedari tadi diam langsung angkat bicara, ia memandang Ayahnya mengingatkan perjanjian awal mereka.
Subagio mengangguk-angguk, "ya ya, Ayah tahu. lakukan semau kalian. Tapi jangan sampai membuat pekerjaan kalian berantakan" Subagio mengingatkan Langit dan Senja.
"Lagian mana mungkin Ronald akan bertemu dengan kamu Nja. Pastilah yang ketemu tim kalian ya stafnya." lanjut Subagio
Senja mengangguk-angguk, membenarkan logika Ayah mertuanya.
"Hari ini kamu berangkat dengan mobil ya, Nja. Ayah gak mau kamu kenapa-kenapa di jalan. Ayah takut pesaing bisnis Ayah mengincar kamu" pinta Subagio
Senja lanhsung menggelengkan kepalanya, "Maaf, Yah. Senja tidak bisa pergi ke kantor dengan mobil. Bagaimana jika teman-teman Senja tau?" bantah Senja
"Tapi keselamatan kamu penting, Nak"
"Senja tidak masalah jika ada yang mengawal Senja, tapi kalau bisa dari jauh Yah. kalau untuk sopir, Senja benar-benar harus menolak" Senja mencoba menego Ayah mertuanya
Subagio mengangguk pasrah. Ia tak bisa memaksa Senja jika menyangkut urusan pribadinya.
**********
Hari hari Senja sangat sibuk untuk menyiapkan segala yang berhubungan dengan PT. Aoxtek. hingga hari penandatanganan Kontrak pun semua berjalan lancar.
Senja memastikan segala yang berhubungan dengam Aoxtek berjalan mulus. bahkan dia akan datang ke gedung Aoxtek untuk memastikan segala halnya.
Seluruh keperluan peluncuran produk baru Aoxtek telah di perusahaan Langit.
Hari ini Langit tak sengaja bertemu dengan Ronald si sebuah restoran.
"Hallo, Pak. tidak disangka kita bisa bertemu di tempat ini." sapa Langit, mengulurkan tangannya.
"Hallo pak Langit" Ronald manyambut tangan Langit, "Sedang makan siang berdua ya?" Ronald melirik Alea
"Kami sedang ada janji dengan client" jawab Langit
Ronald tersenyum, "Saya kira anda masih bersenang-senang diluar??" Ronald menggoda Langit
Langit tersenyum, melihat Ronald yang menyinggung hubungannya dengan Alea "kini kami hanya sebatas rekan kerja"
Alea terkejut dengan kata-kata pria tinggi disampingnya itu. ingin marah, namun dia harus profesional.
Langit menyudahi percakapan kecilnya dengan Ronald, dan segera masuk ke ruang makan vvip yang sebelumnya telah di pesan Alea untuk seorang client.
"Lang, kamu apa-apaan sih bilang ke pak Ronald kalo kita udah gak ada hubungan?" protes Alea
"Demi perusahaan dan demi kamu juga aku ngelakuin itu." jawab Langit "apa kamu mau dicap sebagai perusak hubungan orang?"
"Semua orang juga tau siapa yang perusak hubungan orang. Ya istrimu itu!!" teriak Alea
"Diam dan jangan membuatku kesal." bisiknya dengan ancaman. ia melihat jam ditangannya. "Berapa lama lagi mereka akan membuatku menunggu?"
Alea yang kesal juga harus tetap profesional. ia segera mengambil ponselnya.
***********
di gedung Aoxtek
Senja dan Timnya keluar dari ruang pertemuan berasama dengan beberapa staff Aoxtek.
"Terimakasih sudah memberikan hasil sesuai dengan kemauan kami" Yanuar, Manager Aoxtek yang bertanggung jawab mengenai proyek dengan Actmedia.
"Sama-sama pak Yanuar, semoga kedepannya kita diberi kelancaran" Monic menjabat tangan Yanuar. "Kami pamit dulu"
"Baik, hati-hati di jalan"
Tim Senja membalikkan badan. dan betapa terkejutnya Senja ketika melihat Ronald sudah berjalan ke arahnya.
Monic memimpin jalan di depan, sedikit kepinggir untuk memberikan jalan orang yang terlihat penting itu.
Senja benar-benar menundukkan kepalanya agara Ronald tak mengenalinya. dan benar, Ronald Melewatinye begitu saja.
"syukurlah" batin Senja, ia mempercepat jalannya.
"Nona Senja!!"
Senja mendengar seseorang memanggil namanya, membuat beberapa temannya menoleh ke belakang namun segera dicegah Senja.
"Ada yang manggil nama kamu deh, Nja" kata Monic
"Gak ada tuh buk??" Senja menghindar
"Itu tadi manggil Nona Senja" Enna menambahi
"hahahahaha" Senja tertawa kikuk "Nona???"
"Iya juga sih ya? emang kamu bangsawan apa? sampe dipanggil Nona?" Enna malah mengejeknya.
Senja cuma berjalan cepat berharap segera meninggalkan gedung Aoxtek. Sementara Ronald masih penasaran dengan wanita yang wajahnya mirip dengan istri Langit.
"Ada apa ya pak?" tanya Yanuar yang melihat bosnya kebingungan
"Itu tadi, ada perempuan yang mirip dengan istrinya pak Langit"
"Oak Langit Dirut Actmedia yang menikah bulan lalu itu pak?"
Ronald hanya mengangguk saja
"Ah, sepertinya tidak mungkin pak. Karena mereka hanya karyawan biasa. Kepala divisinya pria, dan managernya juga wanita yang sudah berumur."
"Benar juga.." Ronald melanjutkan langkahnya.
-bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Wayan Raningsih
Langit suka mandi air anget kalau Hiko suka mandi air dingin meskipun malam
2023-09-18
0
Aysana Shanim
Ternyata sora kayak senja 🤣🤣🤣
Tapi entah petakilannya kayak siapa wkwk
2023-09-12
0
Titis Istikomah
🤣🤣🤣🤣
2023-08-21
0