16

Jarum jam sudah menunjuk di angka satu. Langit sudah berada dikamar, berbaring diatas tempat tidur. Matanya tak ingin diajak terlelap, walaupun tubuhnya sangat menginginkannya. Ia memainkan ponselnya menunggu matanya terkantuk.

"Mas Farhan!!!"

Langit terkejut mendengar suara Senja, seperti teriakan namun sangat pelan. Langit membalikkan badannya, melihat Senja sudah duduk meringkuk.

Nafas Senja tak beraturan, tangannya yang gemetar ia kepalkan agar tak bergetar.

"mimpi buruk?" tanya Langit, tak ada jawaban dari Senja.

tok tok,

suara ketukan pintu kamar. "kak, ini Bimo." suara dari luar, Langit membukakan pintu kamar.

Bimo segera menghampiri Senja dan memeluknya "Kak, Bimo disini"

Senja melepaskan pelukan Bimo perlahan "maaf ya, kamu kebangun karena kakak" Senja meminta maaf.

"enggak, Kak. Bimo tadi belum tidur. Mau Bimo ambilin minum??" tanya Bimo

Senja menggeleng, "Gak usah, dek. kakak udah gak apa-apa. Kakak udah lumayan bisa mengatasi ini sendiri. Kamu gak usah khawatir, balik istirahat sana."

Bimo masih menatap kakaknya ragu..

"Sudah sana, lagian kan ada kak Langit yang nemenin kakak." Senja meyakinkan Bimo, ia melirik Langit yang sedari tadi berdiri di pinggir pintu kamar, mencoba memahami keadaan.

"Iya Bim, kamu balik tidur aja. Biar kakakmu aku yang jaga" kata Langit.

Bimo berdiri, "Tidur lagi ya, kak" kata Bimo kemudian keluar kamar.

Langit kembali ke atas tempat tidur, menarik selimut dan membelakangi Senja.

"Maaf sudah membuat waktu tidur anda terganggu" ucap Senja, tak ada jawaban dari Langit. Ia mematikan lampu kamar, mencoba menenangkan diri melanjutkan tidurnya.

**********

Siang hari, cuaca di Malang sangat cerah. Hari ini Senja, Langit dan Bimo akan kembali ke Jakarta. sedangkan Ibu masih akan tinggal beberapa waktu di Malang.

Setelah berpamitan dengan saudara-saudara, Itok mengantarkan keponakannya ke bandara. Mereka semua sampai lebih awal di bandara, melakukan check in lebih awal dan langsung menunggu di boarding room.

"Dek, bawa minyak kayu putih gak??" tanya Senja ke Bimo, ia merasa mual-mual.

Bimo menggeleng, "Kakak kenapa?"

"Mual-mual dek"

"Jangan-jangan kakak hamil??"

tebakan bimo langsung mendapat respon tatapan tajam dari Senja dan Langit.

"Becanda kook, jangan sakiti aku dengan tatapan kalian." Canda Bimo "Nih pasti habis kebangun kemaren kakak gak bisa tidur lagi?"

Senja menggeleng, "enggak kog. Udah ah, kakak ke toilet dulu" kata Senja berlalu pergi.

"Emang bener kak, semalem dia tidur lagi?" tanya Bimo ke Langit.

Langit diam berfikir, lalu mengangguk "ngorok-ngorok malah" jawab Langit asal.

"Tahun lalu kak Senja pernah disuruh lihat salah satu jenazah korban kapal tenggelam yang dinaiki mas Farhan. Sejak saat itu kak Senja susah tidur, dan kalo tidur sering banget teriak-teriak nama mas Farhan." Bimo tiba-tiba menceritakan hal yang mungkin membuat Langit penasaran, "kak Langit pasti keganggu terus tidur malamnya?"

Langit menggeleng, ia menyandarkan badannya ke kursi. "emang tiap hari dia kaya gitu?" Langit balik tanya.

"lho, berarti ini pertama kalinya kak Langit lihat??"

Langit mengangguk

"Berarti beneran nih, udah sembuh dia. Kasurnya orang kaya memang beda ya??" Bimo cengar cengir

"ya jelas lah." Langit menanggapi

"betewe nih, kak Langit dah pernah pegang kak Senja belom??" Tanya Bimo menggoda.

"weh, eit eit eit.." Langit menatap Bimo "Gak bagus ini, obrolan ini terlalu jauh buat anak SMA.."

"Kan penasaran bang" goda Bimo lagi

"pa-an sih lo, ngobrolin gituan. Lagian kita ini gak terlalu dekat buat ngobrolin gituan"

"Yaudah" Bimo meraih ponsel Langit, mengusapnya. "lho, gak dikunci??" Bimo terkejut

"Buat apaaa???" Langit ingin merebut ponselnya tapi ditangkis Bimo

Bimo menekan beberapa tombol angka di layar ponsel, dan melakukan panggilan ke ponselnya. "Nah, aku dah punya nomer kamu kak. nih, nomerku" ia mengembalikan ponsel langit, "Dan mulai sekarang, mari kita semakin mendekat"

"Kalimat lo bikin gue merinding, Bim" bahu Langit bergidik. "mending gue deketin cewek daripada deket sama lo"

"gila kali kak aku mau jadi pasangan homo kamu"

"hahahahaha" Langit tertawa

"hush!!" Langit menempelkan jari tulunjuknya dibibirnya. "selama aku kenal kak Lagit. aku belum pernah lihat kakak ketawa. Ternyata jelek, makanya kamu selalu pasang tampang cool biar kelihatan ganteng ya kak"

"gue emang ganteng"

"tapi tua, hahahahaha"

"ngejek, Lo. Cewek mana yang gak bisa gue dapetin? gue kaya, ganteng, mandiri. tipe idaman banyak cewek lah" Langit membanggakan diri

"ada tuh, kak Senja."

"Emang kenapa dia?" tanya Langit

"Ya gak suka sama kamu, kak"

Langit mencibir

"ttiap pulang kerumah, curhatnya yang jelek-jelek aja tentang kak Langit. Belum pernah denger aku kak Senja cerita tentang kebaikan kak Langit" kata Bimo

"Sial, cerita apa aja dia?" tanya Langit penasaran

"Banyak lah, ku kira kak Langit manusia dingin yang sedikit bicara. Tapi setelah kemarin kita ngobrol, kakak orangnya asyik juga"

"Lo kemakan omongan kakak lo tuh." protes Langit.

Bimo cekikikan.

Dari kejauhan Senja memperhatikan dua pria itu sedang asyik ngobrol. dia tidak menyangka bossnya yang selama ini selalu diam dan hanya bicara seperlunya saja ternyata bisa seakrab itu dengan adeknya.

Senja bersyukur, ternyata Langit bisa memperlakukan keluarganya dengan baik. tidak memandang siapapun itu.

**********

Di bagian tempat yang lain, rumah Hengky.

Hengky dan Marko alias Anggela sedang asyik maen game, menikmati waktu libur mereka atau lebih tepatnya waktu libur Hengky yang jarang sekali ia temui.

"Sudah Ky, Marko... Ayo cepat makan siang!!" teriak Nensi, Ibu Hengky

"Anggela, tante. Anggela." teriak Marko yang protes nama Aslinya disebut.

cetak!!

Nensi memukul kepala Marko dengan sendok kayu. "Mana ada anak gadis main pe-es gini" Goda Nensi kemudian duduk di Sofa.

"Ada, nih aku" jawab Marko tanpa mengalihkan pandangannya dari layar TV.

"Hallo hallo, Selamat sore"

tiba-tiba masuk seorang wanita cantik berambut panjang masuk dan menyapa penghuni rumah yang kebetulan sedang berkumpul di ruang tengah. langsung menuju sofa memberikan cipika cipiki pada Nensi.

"hallo Alea, apa kabar?" Tanya Nensi

Alea duduk di samping Nensi, "Baik tante.. tante apa kabar?"

"Baik.. Makan siang yuk, tante baru selesai masak. tapi belum ada yang mau makan."

Alea menggeleng, "enggak Tante, aku harus diet" tolak Alea sambil mencubit lemak tipis di perutnya.

"Badan udah setipis pembalut gitu masih mau diet" Marko memberikan tanggapan, matanya masih fokus di layar dan kedua tangannya masih sibuk pencet-pencet stick.

"Mulai deh nyinyir" Alea menendang pelan punggung Marko dari tempatnya duduk

"Pa-an sih.. kalo kalah lo gue makan!!"

Alea dan Nensi hanya cekikikan.

"Tumben hari ini lo santai, Ky?" tanya Alea

"Ya iyalah, Bos nya lagi nemenin istrinya ke luar kota." jawab Marko, langsung mendapat tatapan sinis dari Hengky.

"kkemana? ngapaen?" tanya Alea, kini ia sudah duduk di karpet sebelah Marko.

"Ayahnya Sen.... "

Hengky langsung menutup mulut Marko dengan telapak tangannya "Diterusin mampus Lo, Ko!!"

"Sen, siapa?? Lo juga tau siapa istrinya Langit?" Alea semakin penasaran.

"Ya Iyalah.. gue yang make up dia pas nikahan." jawab Marko

"Udah ah, gak mood maen. Ayo makan Ko." Hengky meletakkan stick pe-es nya dan berdiri menuju dapur, diikuti Marko.

"Ayo, Al. ikut makan." Nensi berdiri, mengikuti putra semata wayangnya

Alea masih sebal. Diantara 4 sahabat ini, yang tidak tahu istri Langit hanya dia seorang.

Langit, Alea, Marko dan Hengky sejak kecil sudah bersahabat.. Alea sendiri sudah kehilangan kedua Orangtuany sejak ia kecil. Kemudian ia dibesarkan oleh orangtua Marko. karena kebetulan Orangtua mereka berempat juga bersahabat, jadi sedari kecil mereka sudah bersama.

Alea melihat ponsel Marko yang tertinggal di atas karpet. Alea langsung mengambilnya, mencoba beberapa pola yang ada di layar untuk membuka kunci ponsel.

"dih, tetap aja pola ginian dipake." kata Alea ketika berhasil membuka kunci ponsel Marko.

Ia langsung membuka galery foto, men-scroll hari dimana Langit menikah. Ya, dia menemukan sebuah foto Marko dengan seorang wanita yang memakai dress pink.

Alea menggeser, menemukan foto close up wanita yang sebelumnya foto dengan Marko. "gue kaya pernah lihat ni anak. tapi dimana ya?"

Alea buru-buru mengirim file foto itu ke hp nya, kemudian meletakkan ponsel Marko kembli ke tempat semula.

Alea duduk di sofa, mencoba mengingat-ingat siapa perempuan difoto itu.

-Bersambung-

Terpopuler

Comments

nova vaw

nova vaw

markonaaahhh lo nya bikin kesel

2024-02-20

0

Asep Suratman

Asep Suratman

ketauan deh

2023-11-10

0

Wayan Raningsih

Wayan Raningsih

Mandiri apaan...apa² masih ngandelin Hengky

2023-09-19

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 PROMOSI
158 NOVEL KE 3
159 PENGUMUMAN MASUK GRUB
160 PENGUMUMAN
161 Novel Baruku
Episodes

Updated 161 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
PROMOSI
158
NOVEL KE 3
159
PENGUMUMAN MASUK GRUB
160
PENGUMUMAN
161
Novel Baruku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!