“Raymond?” panggil Lorie saat merasakan embusan napas yang menerpa tengkuknya semakin panas dengan tempo cepat.
“Uh?”
Raymond mengerjap dengan linglung, lalu memaki dirinya sendiri dalam hati. Dokter macam apa yang terbengong saat melihat pasiennya membuka baju?
Setelah mengumpulkan semua kewarasannya, Raymond segera mengusap permukaan kulit Lorie dengan sangat hati-hati.
Awalnya semua baik-baik saja saat ia membasuh area leher dan bahu. Akan tetapi, saat gerakannya turun sampai ke punggung, tangannya mulai tidak stabil. Ada beberapa bekas luka di sana. Dari bentuk keloid yang muncul, setidaknya ada dua luka bekas yang disebabkan oleh peluru, juga garis memanjang dan melintang yang disebabkan oleh benda tajam. Namun, bukan itu fokus Raymond saat ini.
Dua pengait bra di depannya seakan menusuk matanya hingga terasa perih dan berair. Ia menelan ludah dengan susah payah dan mencoba untuk melepaskannya.
Tubuh Lorie menegang, tapi juga tidak mengatakan apa-apa. Wanita itu hanya diam dan menunggu. Sementara Raymond, pikirannya sudah berkelana ke mana-mana. Yang dibuka adalah kait bagian belakang, tapi ia seolah bisa melihat apa yang ada di bagian depan.
Berhenti berpikiran me*sum kamu dokter keparat,
Raymond memaki dalam hati. Wajahnya memerah dengan tidak jelas karena pemikiran itu. Beberapa kali ia berdeham dan terbatuk kecil untuk menutupi getaran tangannya yang tidak konstan, lalu diam-diam berdoa agar Lorie tidak menyadari kejanggalan tingkah lakunya itu.
Di sisi yang lain, Lorie duduk seperti sebuah papan kayu yang baru saja dikeringkan: kaku dan tegak. Ia terlalu sibuk mengatur deru napasnya agar tetap stabil sehingga tidak menyadari bahwa pria di balik tubuhnya sudah hampir mimisan.
Sialan Raymond, apa yang sedang kamu pikirkan saat menawarkan diri untuk membantunya tadi? Bukankah ini sama saja dengan menjerumuskan dirimu ke dalam lubang api?
Sambil menggosok tubuh Lorie, Raymond terus memaki dan memarahi dirinya. Di saat yang bersamaan ingatannya pun berkelana k…
Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Chapter 107
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 274 Episodes
Comments
Marhaban ya Nur17
bahasa kalbu e ngeri y kalimate wkwwkkw
2024-11-16
0
Ilah Alfiah
ceo rumah sakit masih belum propesional masa ngelap pasien ajh masih mimisan 🤭🤭🤭 maaf bercanda author
2022-02-03
1
ita r
si raymond mimisan..bhahahahaa
2022-01-09
2