"Tuan, salah seorang pelayan berusaha menyelinap keluar ketika Anda dan nyonya pergi tadi pagi. Kami sudah menahannya," lapor seorang bodyguard begitu Alex tiba di rumah.
Alex mengurungkan niatnya untuk masuk. "Bawa aku ke sana," perintahnya.
"Alex ...." Kinara menyentuh lengan suaminya. "Kamu--"
"Pergilah istirahat," sela Alex.
Pria itu tidak ingin istrinya ikut terlibat dalam hal-hal yang berbahaya. Lebih sedikit yang gadis itu ketahui, lebih baik pula untuk keselamatannya.
"Hati-hati," pesan Kinara.
Ia menarik kembali tangannya dan berjalan masuk. Melihat kekejaman pria itu ketika memberi hukuman pada Lorie sudah cukup membuatnya ngeri. Ia tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada pelayan yang mungkin telah menukar kotak kadonya itu. Gadis itu hanya dapat menghela napas panjang ketika deru mobil suaminya terdengar meninggalkan halaman.
Insiden tadi membuat Kinara mempertanyakan segalanya. Apakah Benji sengaja menjebaknya? Untuk apa? Mengapa pemuda itu sangat ingin memisahkannya dengan Alex? Siapa yang menyuruhnya?
Rasa simpati dan terima kasih karena pemuda itu pernah menyelamatkannya pun perlahan memudar. Bisa jadi, Benji sendiri yang menyusun penyerangan terhadap dirinya waktu itu, bukan?
Semakin dipikir, kepala Kinara terasa semakin pening. Semua ini terlampau rumit.
"Semoga semua masalah ini cepat selesai," harapnya.
***
Suara lolongan yang menyayat hati menyambut Alex ketika ia memasuki pintu "Red Room", begitu ia menyebutnya. Ruangan khusus untuk menginterogasi tawanan-tawanannya. Di sini, ada lebih dari tiga lusin pasukannya bertugas membuat siapa pun yang berhasil mereka tangkap untuk memberi informasi. Orang-orang ini memang dilatih khusus untuk itu. Mereka tersebar di dalam ruangan-ruangan yang berbeda. Namun, ruangan utama adalah pintu bercat merah ini. Di sini, segala cara diperbolehkan untuk membuat tawanan yang diinterogasi membuka mulut.
Di sudut ruangan, Alex melihat pria botak yang belakangan baru diketahui bernama Neil bersimpuh dengan t…
Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Bab 77: Petunjuk (mengandung adegan kekerasan)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 274 Episodes
Comments
Yusni Ali
Sampai tegang bacanya....ngeriiii
2022-05-25
1
Lusia Umi Susiati
ngeri n bikin merinding....tp makin penasan kelanjutan nya
2022-03-10
0
ArlettaByanca
masih blm ketemu siapa dalangnya....klo ketemu kayaknya nobel menjelang tamat
2022-03-01
1