"Kalau kamu setuju, resepsi akan diadakan pekan depan," ucap Alex Smith, membuyarkan semua lamunan Kinara.
"A-apa?" Kinara tergagap, menatap tuan mudanya dengan mata bulat sempurna.
"Resepsi akan diadakan pekan depan," ulang Alex.
"Pekan depan?" Kinara membeo.
Alex Smith berdecak sebal, nada suaranya penuh cibiran ketika bertanya, "Kau ini bodoh atau tuli?"
"Apa?!" Kinara hampir melompat dari atas kursi sambil memegang garpu. Untungnya wajah nyonya Beatrice yang menyedihkan itu menghalangi niat Kinara. Gadis itu mengatur deru napasnya yang memburu.
"Dasar menyebalkan," gerutunya sebelum kembali duduk di kursi.
Kinara kembali menimbang baik dan buruk tawaran tuan muda Smith. Jika ia menolak, sudah pasti tuan Jonathan akan mengganti rumahnya, tapi bagaimana dengan keamanannya sendiri? Para penjahat yang mengincar tuan muda Alex pasti kini menginginkan nyawanya juga karena sudah ikut campur. Menghindar satu atau dua kali masih mudah, tapi jika terus menerus diserang, apakah ia bisa bertahan? Kinara bergidik membayangkan kemungkinan itu.
"Anda bisa membiarkan saya tetap tinggal di sini tanpa harus menikah dengan Anda," ujar Kinara pelan setelah terdiam cukup lama.
"Sudah kubilang, anggap saja kau menolongku lagi." Alex Smith mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas meja sebelum melanjutkan, "Lagipula, aku sudah terbiasa mendengar ocehanmu yang menyebalkan itu. Terlalu merepotkan kalau harus mencari orang lain dan beradaptasi lagi."
Kinara melotot lagi. Pria ini sebenarnya ingin meminta bantuannya atau membuatnya naik darah, sih?
"Bagaimana kalau Anda sembuh, lalu berubah pikiran dan ingin menceraikan saya?" Jemari Kinara terkepal kuat. Mumpung semua orang sedang mendengarkan, sekalian saja tanyakan untuk berjaga-jaga.
Wajah Alex menjadi kaku, rahangnya mengeras sebelum berkata dengan tegas, "Tidak akan! Kita hanya akan bercerai jika kamu yang mengajukan gugatan."
Hening. Tidak ada suara yang terdengar, tatapan mata semua orang tertuju pada Kinara, menanti jawaban gadis itu. Hanya Billy yang meneguk sampanye miliknya dengan tenang dari sudut ruangan.
"Sebenarnya kami cukup terkejut mendengar ide Alex," cetus Jonathan Smith, "Meski demikian, kami menyetujui usul yang ia berikan. Jangan khawatir mengenai perbedaan latar belakang kalian, aku dan Beatrice tidak mempermasalahkannya."
Beatrice Smith mengangguk, mendukung jawaban suaminya. "Bagaimana menurutmu?" tanyanya pada Kinara.
"Baiklah, aku setuju," jawab Kinara sambil menggigit bibir. Meski menyebalkan, tawaran tuan muda terlalu sayang untuk dilewatkan.
Jawaban itu membuat semua orang bersulang satu kali lagi. Billy mengangkat gelasnya tinggi-tinggi sambil tersenyum penuh arti. Kinara diam-diam mencuri pandang ke arah tuan muda Smith, ingin memperhatikan reaksinya. Namun, wajah besi itu tetap datar dari awal sampai akhir. Kinara mencebik, lalu menenggak segelas red wine yang disodorkan oleh pelayan dalam satu tarikan napas.
"Enak," gumam Kinara, lalu meraih gelas lain yang ada di atas nampan.
Mom, semoga aku tidak salah mengambil keputusan, desahnya dalam hati.
"Well, rupanya ada jamuan besar di sini. Maaf, aku tidak menyiapkan kado."
Suara yang tercetus lantang membuat semua orang menoleh serempak ke arah pintu. Kinara mengepalkan jemarinya erat-erat. Itu Jericho Millu! Beraninya bedebah itu datang ke sini!
Sekilas, Kinara melihat sorot waspada dari mata tuan dan nyonya Smith. Sementara tuan muda Alex, seluruh tubuhnya menegang. Billy menegakkan tubuhnya, lalu memperhatikan Jericho dengan sikap waspada. Seluruh ruangan tiba-tiba terasa dingin dan kaku.
"Apa yang kau lakukan? Kau tidak diterima di sini!" Suara Kinara yang sarat kebencian bergema dalam ruangan, memecah jeda yang terasa janggal dan aneh.
"Wow ... easy, Girl. Dan, kamu adalah ...?" Jericho merapikan jas yang dipakainya, tidak menoleh sedikit pun ke arah Kinara.
"Bukan urusanmu!" sentak Kinara, "Urus saja dirimu yang tidak tahu malu itu!"
Tampaknya Jericho sedikit terpengaruh oleh ucapan Kinara. Pria itu menyeringai dan membalas tatapan Kinara dengan sorot mengintimidasi.
"Well, ternyata seekor kucing kecil yang liar," ujar Jericho seraya menghampiri kursi roda Alex.
Kinara bangun dengan sigap sebelum yang lainnya sempat bereaksi. Gadis itu berdiri di depan kursi Alex Smith, menjadi penghalang antara pria itu dan Jericho Millu yang menjulang di hadapannya.
"Menyingkir darinya," geram Kinara.
"Seseorang yang tidak jelas asal-usulnya, tidak pantas bicara seperti itu denganku!" Jericho mulai tidak sabar. Ia mengulurkan tangan, hendak mencekal leher Kinara.
"Jangan sentuh calon istriku dengan tangan kotormu!"
Suara Alex yang jernih menghentikan niat Jericho. Pria itu terpaku beberapa saat sebelum terbahak dengan kurang ajarnya.
"Sejak kapan seleramu pindah pada seorang pelayan?" cibir Jericho di sela tawanya.
"Jaga bicaramu. Aku tidak pernah menyebut kalau ia adalah seorang pelayan, dari mana kau tahu informasi itu?" Kedua tangan Alex Smith terkepal erat di atas meja.
"Terlihat jelas dari penampilannya," jawab Jericho asal.
"Setidaknya pelayan yang kunikahi ini bukan seorang jala*g seperti wanitamu," balas Alex.
Ucapan itu menohok Jericho hingga ia langsung terdiam, seluruh wajahnya memerah. Ia terdiam sesaat sebelum membalas perkataan Alex Smith.
"Maksudmu, jala*g yang hampir kau nikahi?" Jericho terkekeh pelan. "Setidaknya kami masih bisa saling memuaskan di atas ranjang."
Pria itu melirik ke arah Kinara dengan penuh arti, membuat gadis itu memutar bola matanya dengan kesal. Menjijikkan!
Siapa yang peduli urusan ranjangmu, wahai Tukang Pamer yang berengsek? umpat Kinara dalam hati.
"Jericho! Alex, sudah cukup!" Suara Jonathan Smith yang tegas menghentikan pertikaian putra dan keponakannya.
"Jericho, Kinara benar, kamu tidak diterima di sini." Beatrice Smith akhirnya tak mampu menahan diri lagi. "Pengawal, antar Jericho keluar."
Jericho Millu mengangkat kedua tangannya ke udara, lalu berjalan mundur. "Tidak usah repot-repot, aku bisa keluar sendiri," ujarnya.
"Ngomong-ngomong, selamat kembali ke rumah, Lex. Semoga lekas sembuh. Lain kali, kau harus lebih berhati-hati. Ah, satu lagi, selamat untuk rencana pernikahanmu." Jericho memamerkan senyumnya yang paling menyebalkan sebelum berjalan keluar.
"Apa dia baru saja mengancam Anda, Tuan?" tanya Kinara, menoleh pada Alex yang berada di balik tubuhnya. "Aku akan menghajar mulut busuknya itu."
Billy tersenyum lebar melihat tingkah Kinara, ia berseru setengah mengejek pada Alex, "Sepertinya kamu menemukan calon pengantin yang tepat."
"Tutup mulutmu!" seru Kinara dan Alex berbarengan
"Aku akan memberi pelajaran pada pria busuk tadi." Kinara kembali mengambil ancang-ancang untuk pergi .
"Hentikan." Lagi-lagi, Alex mencekal pergelangan tangan Kinara kuat-kuat. "Jangan buang tenagamu untuk mengurus hal yang tidak berguna. Lebih baik siapkan dirimu untuk pernikahan kita."
"Itu ...." Wajah Kinara memerah, jantungnya berdesir pelan. Ia mengambil segelas cocktail yang dibawa pelayan, menyesap minuman itu sampai tandas.
Memangnya apa yang harus kusiapkan?
"Antar aku ke ruang kerja!" perintah Alex, membuyarkan pikiran Kinara yang mulai berkelana ke mana-mana.
"Apa? T-tapi ...." Kinara menoleh ke arah tuan dan nyonya Smith, merasa tidak enak hati harus meninggalkan ruang makan lebih dulu.
"Kita harus membahas perjanjian pra-nikah," jelas Alex, "Atau, kau lebih suka membahasnya di sini?"
"Tidak, tidak, lebih baik kita ke kamar ... ah, maksud saya kita bisa membahas perjanjian itu di ruang kerja ... di ruang kerja Anda."
Kinara menggeleng pelan. Sebentar. Apa yang terjadi? Ia tidak bisa berkonsentrasi. Mengapa ada banyak sekali kunang-kunang beterbangan di atas kepalanya?
Kinara semakin malu ketika melihat nyonya Beatrice terkekeh melihatnya salah tingkah. "Pergilah, temani Alex," perintahnya.
Sebentar, mengapa wajah nyonya Beatrice terlihat aneh seperti itu?
Kinara menggelengkan kepalanya kuat-kuat, berharap penglihatannya kembali jernih. Namun, alih-alih melihat wajah-wajah normal seperti biasanya, kini wajah semua orang terlihat oval dan berputar cepat. Gadis itu mengarahkan tangan untuk menyentuh pipinya.
Panas.
Bukan hanya pipi, kening dan lehernya pun seakar terbakar.
Apa yang terjadi?
***
Haiii...
jangan lupa like yaa
makasihh
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Mimilngemil
mabok 😂😂😂😅
2023-10-06
1
Mimilngemil
😂😂😂
2023-10-06
0
Mimilngemil
reader saksinya ya...
😐
2023-10-06
0