Dor!
Suara pistol yang menyalak keras membuat jantung Alex Smith seakan ikut meledak. Sepersekian detik kemudian, terdengar suara debuman yang cukup keras, sepertinya ada yang roboh ke atas lantai. Alex sangat ingin bangunan dari atas kursi roda sialan yang memakunya di tempat, ingin berlari keluar dan melihat apa yang terjadi di sana. Namun, berjalan dan melihat adalah sebuah kemustahilan baginya.
"Kinara!" teriak Alex.
Hanya suara-suara tidak jelas yang terdengar dari balik pintu, gumaman dan bisikan. Benda digeser, umpatan kasar, langkah kaki yang cukup banyak, sepertinya lebih dari dua orang.
"Kinara! Jawab aku!"
Alex Smith mengulurkan tangan untuk membuka pintu kamar mandi. Persetan dengan duduk diam dan jangan bersuara!
Bum!
Alex belum sempat memutar anak kunci, gedoran keras lebih dulu menghantam lembaran kayu itu, membuat kursi rodanya mundur beberapa senti.
"Tuan Muda!" Suara Billy yang panik langsung menyerbu gendang telinga.
Alex menarik napas lega, "Aku di sini!" jawabnya seraya bergerak cepat membuka kunci pintu.
"Alex! Kau baik-baik saja?" Billy menghambur ke dalam, memeriksa sekujur tubuh Alex Smith dengan teliti.
"Aku tidak apa-apa," jawab Alex, "Di mana gadis itu?"
"Kinara dibawa ke UGD untuk--"
"Apa yang terjadi padanya?" sergah Alex, seluruh syarafnya kembali menegang.
"Tangannya terluka cukup dalam, perlu dijahit. Pelipis dan lehernya memar."
"Antar aku ke sana!"
"Lebih baik kamu tunggu di sini saja, kita tidak tahu berapa pembunuh bayaran yang menyamar dan--"
"Tutup mulutmu dan antar aku!"
Billy menarik napas panjang, mau tak mau mendorong kursi roda keluar dari kamar. Lampu emergency telah dinyalakan, memaparkan kondisi dalam ruangan yang kacau balau. Darah berceceran di mana-mana, beberapa anak buahnya sedang membereskan dua jazad yang tergeletak di atas lantai.
"Gadis itu cukup mengerikan," gumam Billy saat melewati pintu.
"Kenapa? Apa yang terjadi?"
"Dia membunuh dua orang yang ingin meracunimu."
"Membunuh?"
"Ya, dengan cukup sadis. Tak kusangka, dengan penampilannya itu ...."
Billy menekan tombol lift, berjalan masuk sambil mendorong kursi roda. Dua orang bodyguard mengikuti di samping kanan dan kiri. Penjaga bayaran yang bertugas di depan kamar Alex Smith malam ini meninggal dua orang, empat lainnya terluka cukup parah dan sedang dirawat bersama Kinara.
"Kenapa kamu lama sekali?" Aura dingin kembali memancar dari tubuh Alex. Kali ini, jika bukan karena ada Kinara yang memasang badan untuknya, mungkin ia benar-benar sudah mati. Gadis itu menyelamatkan nyawanya lagi.
"Alarm di ponselku langsung menyala begitu mendapat pesan dari Kinara tapi tetap saja perlu waktu untuk bersiap dan memanggil pasukan. Maafkan aku," jawab Billy, merasa cukup bersalah. Untung ia datang tepat waktu, terlambat sedikit saja, tubuh Kinara pasti sudah diterjang timah panas.
"Apa ada kebocoran dalam kelompok kita?" tanya Alex. Pembunuhan berencana yang mengincarnya berulang kali ini mustahil dilakukan jika tidak ada anak buahnya yang membocorkan informasi.
"Sedang kuselidiki, akan kulaporkan begitu menemukan siapa pelakunya."
"Bawa ke hadapanku hidup-hidup."
"Aku mengerti."
***
"Aah ...." Kinara meringis ketika perawat mengoleskan cairan pembunuh kuman pada luka-lukanya, perih.
Tangan kanan gadis itu sudah diperban, ada enam jahitan di telapak tangannya. Sekarang tidak terasa sakit, entah nanti kalau pengaruh obat bius sudah hilang. Ia berbaring dengan mata terpejam, kepalanya berdenyut hebat, sementara lehernya terasa panas dan perih. Belum lagi lecet-lecet di sekujur tubuhnya, benar-benar menyiksa.
Kinara menarik napas dalam-dalam. Ia merasa sangat beruntung. Kalau tadi tuan Billy terlambat satu detik saja, mungkin saat ini tubuhnya sedang dimandikan untuk dimakamkan. Dadanya kembali berdesir, pengalaman tadi sungguh mendebarkan. Apalagi ketika lampu dinyalakan dan ia melihat dua mayat yang tergeletak mengenaskan di atas lantai, tangannya kembali terasa lemas hingga ke tulang.
"Saya sudah meresepkan obat anti infeksi dan nyeri. Jika Nona merasa demam, minum obat pereda panasnya. Ingat, tangan yang dijahit belum boleh terkena air."
Suara dokter perempuan yang menjahit tangannya tadi mengusik tidur Kinara. Gadis itu menggumam pelan sebagai jawaban, matanya terasa sangat berat, mungkin pengaruh obat yang tadi disuntikkan di lengannya.
"Aku mau tidur sebentar," gumamnya dengan suara serak. Lehernya terasa nyeri ketika ia berbicara. Kinara menghela napas pelan sebelum benar-benar tertidur, rasanya terlalu melelahkan. Ia ingin istirahat sebentar.
Dua orang perawat mengganti pakaian Kinara dengan cekatan. Setelah memeriksa sekali lagi untuk memastikan tidak ada luka yang terlewat, mereka menyelimuti Kinara dan bersiap untuk keluar. Mereka baru saja membalikkan tubuh ketika pintu lebih dulu terbuka lebar.
"Tuan Muda Smith, Tuan Billy," sapa dokter jaga yang bertugas ketika melihat dua orang pria masuk.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Alex.
"Lukanya tidak serius, hanya luka sobek akibat pecahan kaca di telapak tangan, sudah dijahit. Lehernya sedikit memar dan bengkak akibat dicekik, akan sembuh dalam beberapa hari."
Alex mengangguk dan memberi tanda pada petugas medis itu untuk keluar. Billy mendorong kursi rodanya mendekati ranjang. Tangan Alex terkepal erat di atas paha, merasa sangat bersalah dan tidak berguna.
"Bagaimana luka-lukanya?" tanya Alex pelan.
Billy berdeham sebelum menjawab, sebenarnya kondisi Kinara terlihat lebih parah dari pada yang dijelaskan oleh dokter. Sejujurnya, ia sendiri tidak terlalu memperhatikan karena fokus pada Alex saat di kamar tadi. Namun kini semuanya terlihat cukup menakutkan. Leher gadis itu lebam dan bengkak, ada bekas jari yang tercetak jelas di sana. Pasti ia akan kesulitan untuk makan selama beberapa hari ke depan.
"Lehernya ...." Billy terdiam sejenak, mencari padanan kata yang cocok untuk diberitahukan pada sahabatnya itu.
"Sepertinya lebih parah dibanding ucapan dokter tadi," ujar Billy setelah menimbang-nimbang sesaat, "Ada banyak luka gores di pelipis dan lengan. Bekas tamparan di pipi kiri, sudut bibirnya sobek. Telapak kanannya bengkak. Itu belum termasuk kemungkinan adanya memar di bagian tubuh yang lain."
"Pecat dokter tadi, ganti dengan yang terbaik."
"Baik. Akan kuurus."
Dua orang pria itu terdiam cukup lama. Masing-masing larut dalam pemikiran mereka sendiri. Ada begitu banyak praduga dan orang yang patut dicurigai. Namun sampai saat ini, belum benar-benar menunjuk pada satu orang. Alex Smith berada di posisi yang begitu tinggi, sangat mudah menjadi incaran siapa saja, mulai dari orang-orang yang dikalahkannya hingga rekan bisnisnya sendiri.
Billy mengambil ponselnya yang bergetar dari saku celana. Keningnya berkerut ketika melihat nama yang tertera di layar.
"Halo?"
Kerutan di kening Billy semakin banyak setelah mendengar suara dari seberang sana. Ia menyimak dengan saksama setiap detail informasi yang disampaikan. Pria itu bahkan tidak menyadari bahwa ia telah meremas ponselnya dengan sedikit bertenaga.
"Aku mengerti. Kirimkan barang yang berhasil diselamatkan ke sini!" perintah Billy, "Bawa Elisa ke markas untuk diobati."
Setelah memberikan beberapa perintah tambahan, Billy memutuskan sambungan telepon. "Sialan!" umpatnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Alex.
"Aku mengirim seseorang untuk pulang ke rumah Kinara, mengambil beberapa barang dan pakaian ganti. Rumah Kinara meledak ... tidak, lebih tepatnya diledakkan." Billy mendengkus, frustasi. "Mungkin mereka mengira Elisa adalah Kinara, lalu memicu detonatornya. Untungnya gadis itu sudah sampai di depan pintu ketika bom meledak, lukanya tidak terlalu parah."
Alex Smith mencengkeram pegangan kursi roda hingga buku-buku jarinya memutih. Apa yang menimpa Kinara Lee, itu semua adalah salahnya. Gadis itu terluka dan kehilangan rumah karena menyelamatkannya. Kini, para musuhnya tidak hanya mengincar nyawanya, tapi juga nyawa Kinara.
***
Haii, Kesayangan ....
Makasih udah mampir,jangan lupa like, rate dan vote yaa biar makin semangat nulisnya 😁
Tengkiuu ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Emn Sc
bagus banget ni novel beda dr novel yg ku bc g ttg perselingkuhan Mulu.
2023-06-26
4
~ к!ℵ✺ʏʏᾰԻᾰ ~
lngkp,,kek liat film 😍
2022-12-17
1
~ к!ℵ✺ʏʏᾰԻᾰ ~
sian amt nara,,tp km hbt,,kuat yy
2022-12-17
1