Magis Pet pt 1

"Darah adalah simbol ikatan terkuat, dengan saling meneteskan darah maka hubungan ini akan terjaga selamanya."

*****************######****************

Hembusan angin berhasil lolos masuk ke dalam tenda dimana Senja sedang istirahat. Setelah perjalanan panjang yang memakan waktu satu hari untuk bisa sampai di hutan black forest. Hutan ini begitu tenang dengan ditumbuhi pohon - pohon besar dengan rentan usia ratusan tahun bahkan ada yang ribuan tahun.

Meski pun terlihat seperti hutan biasa tapi hutan ini cukup berbahaya dan bagi mereka yang memiliki kekuatan tingkat tiga, hutan ini seperti pemakan umum. Mereka yang dapat masuk dan keluar dari hutan ini hanyalah mereka yang berada di tingkat 5 keatas dan bagi mereka yang masih berada di tingkat 1 hingga 4 harus dikawal oleh dua orang tingkat 5 dan satu orang tingkat 6.

Setibanya di hutan, Muna dan keluarganya langsung pergi ke arah gunung untuk berburu monster sekaligus mencari tumbuhan obat-obatan sedangkan Luna tetap berada di tenda untuk melindungi Senja jika ada monster yang datang menyerang.

Sudah lima hari Senja berada di hutan black forest tersebut dan seperti biasanya setiap pagi setelah sarapan Muna pergi mencari obat sedangkan Luna selalu menjaga Senja di sampingnya.

Senja juga memberikan perintah kepada Eza untuk membantu keluarga Marques Winter dalam berburu monster sedangkan Dian di tugaskan untuk membantu Muna dalam mencari tumbuhan obat.

"Bagaimana kondisinya dok?"

"Dia sudah membaik, hanya butuh dua atau tiga hari lagi sampai ia bisa sembuh total,"

"Dok, kau harus merahasiakan ini semua dari orang luar termasuk raja." dokter Jojo hanya menganggukkan kepala tanda ia mengerti.

Pada dasarnya dokter Jojo sudah merasakan ada hal yang aneh dari situasi ini namun karna ia adalah seorang dokter dan tugasnya adalah menyembuhkan pasien jadi dokter Jojo diam saja, lagi pula dia tidak bisa membocorkan privasi pasiennya kepada orang lain tanpa persetujuan dari pasien tersebut karna itu memang sudah menjadi kode etik seorang dokter.

Senja yang merasa tubuhnya sudah mulai membaik, memutuskan untuk berjalan-jalan santai di sekitar tenda tanpa sepengetahuan dari Luna dan prajurit yang berjaga. Puas berjalan-jalan ia pun berhenti di sebuah pohon dan beristirahat sejenak di bawahnya.

Ketika sedang beristirahat Senja melihat sebuah tanaman berwarna putih dengan bentuk bulat seperti apel. Dengan rasa penasaran yang tinggi Senja pun menarik tumbuhan tersebut dan betapa kagetnya ketika ia melihat bahwa tumbuhan itu memiliki mata dan kaki yang melambai-lambai di udara.

Senja yang panik dengan reflek membuang tumbuhan itu. Ia merasa geli karena baru saja memegang daun yang ternyata adalah rambut tumbuhan aneh itu.

"Cicici..."

Tumbuhan itu berteriak kesal, ia mengembangkan pipinya dan mulai memukul - mukul ruangan kaki Senja.

"Anehnya itu lucu."

Tawa Senja pecah saat ia melihat tumbuhan itu terus saja memukulnya. Tumbuhan yang kesal pun membuka mulutnya dan mulai menggigit Senja dengan giginya ya tajam.

"arg...!" teriak Senja kesakitan. Ia tidak menyangka jika tumbuhan kecil itu memiliki gigi yang tajam.

"Dasar manusia bodoh!" teriak sebuah suara yang mengagetkan Senja.

"Siapa itu?" Senja bingung, pasalnya di daerah itu hanya ada Senja seorang, dan suara teriakan tadi berhasil membuatnya bergidik takut.

"Aku perintahkan kau untuk melepaskan aku, manusia rendahan." teriak suara itu sekali lagi.

Senja yang bingung sekaligus takut mulai memperhatikan sekeliling arena itu dengan seksama. Ia takut bahwa ada orang lain yang sedang mengawasinya.

Namun seperti yang diduga, hasilnya nihil. Tidak ada seorang pun disana kecuali dirinya seorang.

"Siapa itu?" gumam Senja kesal.

"Manusia bodoh, rasakan ini."

"Arg..., sial ini sakit sekali." gerutu Senja sambil melihat ke arah tumbuhan di kakinya.

"Hahaha, rasakan itu."

"Kau..., kau bisa berbicara?"

"Tentu saja, apa kau kira aku ini bisu?"

Senja baru saja sadar bahwa suara yang ia dengar tadi berasal dari tumbuhan yang baru saja menggigitnya.

"Tunggu..., bagaimana kau bisa mengerti?"

Tumbuhan itu kaget, wajahnya pucat dan ia baru sadar bahwa ada bekas darah yang tersangkut di bibirnya.

"Astaga, aku sudah gila." teriak tumbuhan itu sambil mengacak- acak daun diatas kepalanya.

"Hei seharusnya aku yang bilang begitu. Bagaimana bisa manusia berbicara dengan tumbuhan." gerutu Senja kesal sambil memukul ringan kepala tumbuhan itu.

"Aduh..., kasar sekali. Ini semua salah mu. Apa kau tau siapa aku?"

Tumbuhan itu mengakar kepalanya sombong, ia menatap rendah kearah Senja sambil berkata, " Aku ini makhluk suci tingkat tiga, aku memiliki kekuatan manipulasi dan ilusi."

"Terus?" Senja terlihat tidak peduli, dan itu membuat si tumbuhan lebih kesal.

"Terus? Kau bertanya terus? Aku ini makhluk suci ..."

"Apa urusannya dengan ku?" Senja bertanya malas dan makhluk suci itu pun semakin kesal. Ia lalu menjelaskan tentang keunikan makhluk suci.

Tentang betapa hebatnya mereka dan apa yang akan terjadi bila mereka melakukan kontrak dengan manusia seperti Senja.

"Artinya, saat ini hidup mu tergantung pada ku sebagai kontraktor."

Secara garis besar Senja tahu hubungan antara makhluk suci dan kontraktor nya. Dengan kata lain, jika kontraktor nya mati maka makhluk suci miliknya akan kehilangan tuannya dan mati.

"Jika memang seperti itu, maka seharusnya kau mulai patuh pada ku."

"Hah, patuh. Aku ini maklum suci yan..."

"Tapi kini hidup mu ada ditangan ku kan?"

Makhluk suci itu terdiam kesal. Ia ingin membantah Senja namun apa yang ia katakan benar adanya.

"Sial, apa mau mu manusia?"

"Sangat mudah dijahili."

"Entahlah, aku juga tidak tahu."

"Hah? Terus aku harus bagaimana?" tanya di tumbuhan bingung.

"Entahlah." balas Senja acuh tak acuh.

Tumbuhan kecil itu terlihat frustasi, tidak lama ia pun menghela napasnya dan menatap tajam kearah Senja.

"Aku Lily, karena suatu hal rumit kau pun menjadi kontraktor ku. Mulai sekarang dan seterusnya..."

Mulut Lily sedikit kaku, ia seperti menahan sesuatu yang mengganjal di hatinya.

"Mulai sekarang dan seterusnya aku akan mengabdikan hidup ku untuk mu." lanjutnya dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di deskripsikan.

****

Dari kejauhan Luna melihat Senja sedang duduk santai di bawah pohon. Ia lalu mendatangi Senja sambil membawa segelas air lemon.

"Sedang apa kau disini?" tanya Luna sambil memberikan air lemon.

"Tempat ini indah, dan aku merasa bosan." Jawab Senja sambil menutupi rasa kagetnya saat melihat Luna yang tiba - tiba saja muncul.

"Tidak lama lagi kau akan sembuh, bersabarlah sedikit."

"Baiklah dan terima kasih,"

****

Sore harinya Muna dan Dian kembali dari mencari tumbuhan obat - obatan, mereka datang dengan wajah yang tersenyum puas sambil menatap senang ke arah dokter Jojo.

"Dok, aku sudah menemukan Jasmine biru."

"Itu bagus, aku akan segera meramunya."

Muna lalu pergi menemui Senja dan Luna yang ada di tenda mereka. Disana sudah ada Dian yang menjelaskan tentang kondisinya.

"Benarkah itu Muna?" tanya Luna yang dijawab anggukan kepala.

"Butuh waktu lama untuk mencarinya namun karna bantuan dari Dian hal itu tidak terlalu sulit,"

Malam harinya Eza dan rombongan keluarga Marques pun tiba. Mereka baru saja selesai membersihkan area timur hutan black forest setelah tiga hari yang lalu membersihkan bagian selatan.

"Jika kita bisa segera membersihkan bagian Utara maka kita bisa kembali tiga hari lagi,"

"Ide yang bagus." Muna sangat bersemangat dalam membersihan monster kali ini. Jadi tidak butuh lama bagi mereka untuk membasmi semuanya.

"Salam Nona Senja," seru Eza sambil membungkukkan tubuhnya.

"Pemburuan ini akan berakhir dalam tiga hari lagi, apa Nona sudah baik - baik saja?"

"Aku baik - baik saja. Jika memang seperti itu maka kau harus menggunakan sisa waktu ini sebaik mungkin,"

Meski Senja terlihat lemah namun sebenarnya dia begitu kuat dan berani. Ia sengaja menyuruh Eza membantu keluarga Marques dalam berburu untuk mendapatkan ilmu dari mereka.

"Melelahkan," seru Senja sembari menggoyang-goyangkan tangkai bunga mawar yang ia pegang.

Cavil yang sedang menuju tendanya tidak sengaja melihat Senja seperti itu lantas mendekatinya dan menggenggam tangannya.

"Kau bisa saja membuatnya patah," seru Cavil sembari mengambil tangkai bunga mawar tersebut.

"Bukan urusanmu," gerutu Senja berusaha untuk melepaskan tangannya.

"Kau, ternyata tidak selemah yang aku kira" ejek Cavil sambil menatap tajam ke arah Senja.

"Kau..." erang Senja dengan tatapan benci.

"Kau mirip sekali dengan kelinci putih yang sedang ketakutan." hi Cavil dengan tawa ringannya. Tawa itu begitu cantik dan polos dan siapa pun yang melihatnya pasti akan jatuh cinta tapi sayangnya hal itu tidak berlaku untuk Senja.

"Dasar monster," lirih Senja sambil mendorong tubuh Cavil menjauh. Senja hanya menatap samar wajah Cavil lalu mulai pergi meninggalkan pria itu sendirian.

"Ada apa Nona?" tanya Dian penasaran dengan ekspresi wajah Senja yang terlihat kesal.

"Apa nona baik - baik saja? Apa ada yang mengganggumu?" tanya Dian kembali.

Senja hanya diam lalu mengambil cemilan coklat yang ada di hadapannya. "Sepertinya kita harus waspada terhadap Cavil Winter,"

"Selain kuat, ia juga pintar. Sulit untuk mengelabui orang ini."

"Selain dia, Mina juga tidak kalah liciknya."

"Baik nona, akan saya sampaikan juga hal ini pada Eza." Dian lalu keluar dari tenda ketika Muna dan Luna datang untuk menemui Senja.

"Kudengar pemburuan akan berakhir tiga hari lagi. Bagaimana jika kita memanfaatkan hari yang tersisa itu untuk bersenang - senang sebelum kembali ke akademik." Usul Senja dengan senyum polosnya.

"Tapi kau masih sakit,"

"Bukankah aku akan sembuh sebentar lagi, lagi pula jika kita pergi tanpa melakukan apapun bukankah itu akan sia - sia saja," seru Senja menjelaskan.

Sebenarnya Senja sengaja beralasan seperti itu untuk mencari sesuatu di hutan black forest dan semua ini berkat informasi yang di berikan Lily padanya.

"Sepertinya boleh juga," seru Luna setelah menimbang keadaan.

"Aku akan memberitahukan hal ini pada ayah ku," seru Muna lalu keluar dari tenda. Beberapa saat kemudian Dian datang kembali bersaman dengan dokter Jojo disampingnya.

"Sudah selesai," seru dokter Jojo sembari memberikan ramuan botol obat kepada Senja.

"Benarkah?"

"Begitulah. Nona bisa meminumnya sekarang juga dan besok pagi Nona akan benar - benar pulih." Lanjut dokter Jojo, lantas Senja pun segera meminum ramuan obat tersebut.

Senja merasakan sesuatu yang aneh mengalir di tubuhnya, rasanya begitu ringan dan nyaman. Tubuh yang tadinya terasa sakit kini mulai terasa nyaman dan mudah untuk digerakkan.

"Ini benar-benar ajaib," seru Senja bahagia.

"Nona bisa istirahat terlebih dahulu untuk pencernaan obatnya,"

"Tidurlah Senja, besok kita akan melanjutkan pembicaraan ini."

"Ambil ini dan suruh Eza untuk menaburkannya di area selatan hutan. Jelaskan padanya untuk berhati - hati dan Dian awasi terus Cavil dan kabarkan padaku apa saja yang ia lakukan."

Terpopuler

Comments

Umy Zaleha

Umy Zaleha

hadeeeh bnyk sekali pemain dlm novel ini,,pusing.....by..by

2020-11-22

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Pertukaran Takdir
3 Buku Diary Senja
4 Perubahan
5 Pertemuan
6 Kesetiaan
7 Hari Pemilihan
8 Sahabat
9 Sadar
10 Black Forest
11 Magis Pet pt 1
12 Magis Pet [ 2 ]
13 Akademik Sihir
14 Siapa Kamu?
15 Perjalanan Ekspedisi
16 Hutan Teratai
17 Hutan Teratai [ Pt 2 ]
18 Kegelisahan
19 Terselubung
20 Pencarian
21 Pulih
22 Pulih pt 2
23 Pulih pt 3
24 RENCANA
25 Jebakan
26 Rahasia Permaisuri Mawar
27 Rahasia Permaisuri Mawar pt 2
28 Investasi
29 Investasi pt2
30 Investasi Pt3
31 Kesepakatan
32 Siasat
33 Persiapan
34 Ujian Akademik
35 Let's Start the Games
36 LSTG Pt 2
37 LSTG Pt 3
38 LSTG Pt 4
39 LSTG Pt 5
40 Finish Games
41 Permulaan Rencana
42 Akhir dari Pengkhianatan
43 Rumah baru
44 Rahasia Gelap
45 Eksekusi
46 Umpan
47 Tertarik
48 Tertarik Pt 2
49 Kerajaan Aruna
50 Party
51 Party Pt 2
52 Party Pt 3
53 Sumpah
54 Sumpah Pt 2
55 Kerajaan Guira
56 Kerajaan Guira Pt 2
57 Kerajaan Guira Pt 3
58 Kerajaan Guira Pt 4
59 Kerajaan Guira Pt 5
60 Perangkap
61 Wilayah Timur
62 Wilayah Timur Pt 2
63 Wilayah Timur Pt 3
64 Wilayah Timur Pt 4
65 Lucas de Green
66 Lucas de Green pt 2
67 Kerajaan El-Aufi
68 Kerajaan El-Aufi Pt 2
69 Penyamaran
70 Persimpangan Jalan
71 Teman Jalan
72 Teman Jalan pt 2
73 Teman Jalan pt 3
74 Teman Jalan pt 4
75 Pertemuan
76 Pertemuan pt 2
77 Pertemuan pt 3
78 Pertemuan pt 4
79 Pertemuan pt 5
80 Pertemuan pt 6
81 Kunjungan Sahabat
82 Kunjungan Sahabat pt 2
83 Perubahan Rencana
84 Takut
85 Panik
86 Panik pt 2
87 Kelinci Percobaan
88 Gelisah
89 Kesalahpahaman
90 Pesta Teh
91 Pesta Teh pt 2
92 Festival Rakyat
93 Festival Rakyat pt 2
94 Festival Rakyat pt 3
95 Festival Rakyat pt 4
96 Festival Rakyat pt 5
97 Festival Rakyat pt 6
98 Danau Sinju
99 Danau Sinju pt 2
100 Danau Sinju pt 3
101 Danau Sinju pt 4
102 Danau Sinju pt 5
103 Memantau
104 Wajah Baru
105 Pukulan Kecil
106 Keputusan
107 Fakta
108 Fakta pt 2
109 Pesta Kedewasaan [End Season 1]
110 End Season
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Prolog
2
Pertukaran Takdir
3
Buku Diary Senja
4
Perubahan
5
Pertemuan
6
Kesetiaan
7
Hari Pemilihan
8
Sahabat
9
Sadar
10
Black Forest
11
Magis Pet pt 1
12
Magis Pet [ 2 ]
13
Akademik Sihir
14
Siapa Kamu?
15
Perjalanan Ekspedisi
16
Hutan Teratai
17
Hutan Teratai [ Pt 2 ]
18
Kegelisahan
19
Terselubung
20
Pencarian
21
Pulih
22
Pulih pt 2
23
Pulih pt 3
24
RENCANA
25
Jebakan
26
Rahasia Permaisuri Mawar
27
Rahasia Permaisuri Mawar pt 2
28
Investasi
29
Investasi pt2
30
Investasi Pt3
31
Kesepakatan
32
Siasat
33
Persiapan
34
Ujian Akademik
35
Let's Start the Games
36
LSTG Pt 2
37
LSTG Pt 3
38
LSTG Pt 4
39
LSTG Pt 5
40
Finish Games
41
Permulaan Rencana
42
Akhir dari Pengkhianatan
43
Rumah baru
44
Rahasia Gelap
45
Eksekusi
46
Umpan
47
Tertarik
48
Tertarik Pt 2
49
Kerajaan Aruna
50
Party
51
Party Pt 2
52
Party Pt 3
53
Sumpah
54
Sumpah Pt 2
55
Kerajaan Guira
56
Kerajaan Guira Pt 2
57
Kerajaan Guira Pt 3
58
Kerajaan Guira Pt 4
59
Kerajaan Guira Pt 5
60
Perangkap
61
Wilayah Timur
62
Wilayah Timur Pt 2
63
Wilayah Timur Pt 3
64
Wilayah Timur Pt 4
65
Lucas de Green
66
Lucas de Green pt 2
67
Kerajaan El-Aufi
68
Kerajaan El-Aufi Pt 2
69
Penyamaran
70
Persimpangan Jalan
71
Teman Jalan
72
Teman Jalan pt 2
73
Teman Jalan pt 3
74
Teman Jalan pt 4
75
Pertemuan
76
Pertemuan pt 2
77
Pertemuan pt 3
78
Pertemuan pt 4
79
Pertemuan pt 5
80
Pertemuan pt 6
81
Kunjungan Sahabat
82
Kunjungan Sahabat pt 2
83
Perubahan Rencana
84
Takut
85
Panik
86
Panik pt 2
87
Kelinci Percobaan
88
Gelisah
89
Kesalahpahaman
90
Pesta Teh
91
Pesta Teh pt 2
92
Festival Rakyat
93
Festival Rakyat pt 2
94
Festival Rakyat pt 3
95
Festival Rakyat pt 4
96
Festival Rakyat pt 5
97
Festival Rakyat pt 6
98
Danau Sinju
99
Danau Sinju pt 2
100
Danau Sinju pt 3
101
Danau Sinju pt 4
102
Danau Sinju pt 5
103
Memantau
104
Wajah Baru
105
Pukulan Kecil
106
Keputusan
107
Fakta
108
Fakta pt 2
109
Pesta Kedewasaan [End Season 1]
110
End Season

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!