Pagi hari.
Alice terlihat duduk di meja makan bersama kedua orangtuanya. Rasa kesal masih tersirat di wajahnya, ketika menatap Adrian. Namun Alice hanya diam, menyimpannya dalam hati karena ia sadar atas jasa kedua orangtuanya, yang tak bisa ternilai oleh apapun.
Mereka sudah membawa Alice dari kerasnya kehidupan jalanan, hingga Alice mempunyai tempat tinggal untuk berteduh, merasakan kasih sayang layaknya Anak kandung, sampai ia dapat lulus di Universitas dengan nilai terbaik.
Alice menyudahi sarapannya lebih cepat dari biasanya, seberapa pun kesal ia masih menyempatkan diri untuk mencium tangan kedua orangtuanya sebelum ia pergi.
"Bye Mom, aku pulang agak terlambat ya, jadi tidak usah menungguku."
Naori dapat membaca apa yang terjadi dengan Putrinya, selepas Alice pergi ia pun menanyakan kepada Adrian segala sesuatu mengenai Putrinya.
Adrian menceritakan semua kepada Naori, hingga Naori geram bukan kepalang, tangannya seakan ingin menampar wajah suaminya, matanya memerah menahan perih di hati, sekali saja Naori mengedipkan mata, maka air mata yang sudah menggenang di kelopak matanya dapat tumpah membasahi kedua pipinya.
"Aku tidak mau tahu, jika Raymond tidak bisa membuat Alice bahagia, aku tidak akan pernah memaafkanmu," kecam Naori dengan bentakannya, hingga membuat Adrian hanya dapat mematung.
Adrian diam merasa bersalah, namun ia tahu jika ia tak mempunyai pilihan atau restoran dan kehidupannya akan dibuat hancur oleh Raymond, ia tak ingin menambah perdebatan yang nantinya tidak akan ada ujungnya.
Adrian memilih untuk pergi dan menghindar dari Naori.
🍁🍁🍁
MANGO Corporate Tower.
Ruangan Raymond.
"Tuan, hari ini ada kunjungan dengan Tuan Bryan, ia akan segera tiba sebentar lagi," tutur Elliot mengingatkan schedule Raymond hari ini.
"Baik, kau sambut dan tunggu beliau tiba!" titah Raymond dengan wajah datarnya.
30 menit kemudian.
Tak lama tamu yang di tunggu tiba di depan lobby MANGO Corporate, di sana Elliot sudah menyambut kedatangan mereka.
"Salam tuan, saya Elliot asisten Tuan Raymond," ujar Elliot menyapa untuk menyambut kedatangan Bryan.
Untuk pertama kalinya CEO BMT datang ke perusahaan MANGO Corporate, seorang Pria tampan dengan stelan jas yang terlihat sangat rapi, rambut yang ikal dengan sorot mata yang mempesona, Bryan datang bersama tunangannya seorang wanita cantik nan seksi yang bernama Elvia.
"Salam Elliot, Saya Bryan dan ini Elvia, tunangan saya. Boleh antarkan saya bertemu dengan Tuan Raymond?" tanya Bryan dengan ramah.
"Mari tuan dan nona, dengan senang hati saya akan mengantarkan menuju ruangan Tuan Raymond."
Bryan dan Elvia berjalan sejajar dengan Elliot, beberapa kali Elliot menjelaskan tentang apa yang menjadi pertanyaan Bryan. Hingga akhirnya mereka tiba di depan pintu ruangan Raymond.
Elliot mengetuk pintu sampai diperbolehkan masuk oleh Raymond.
"Masuk."
Raymond menjabat tangan Bryan dan Elvia, ia sedikit terpukau melihat wanita yang berdiri di samping Bryan, membuatnya jadi terdiam kagum.
Wanita ini terlihat sangat cantik.
"Silahkan duduk Tuan Bryan dan Nona Elvia," ujar Elliot mempersilahkan tamunya untuk duduk.
Elliot memandang sinis ke arah Raymond yang terus menatap Elvia, dengan menaikkan kedua alisnya dan melirik ke arah Bryan, Elliot memberikan kode kepada Raymond untuk menjaga sikap terutama pandangannya.
Jadi wanita ini kekasih Bryan.
Beruntung sekali Bryan mempunyai wanita seseksi dan secantik ini.
Suara Elliot memecahkan kegamangan Raymond.
"Tuan."
Raymond bergeming, ia lalu tersadar dan segera bersikap seperti biasanya, wajahnya kembali datar menunjukkan wibawanya sebagai seorang CEO MANGO Corporate.
"Jadi bagaimana Tuan Bryan Anderson?" tanya Raymond menuju poin penting dalam pertemuan hari ini.
Pertanyaan Raymond membuat Bryan dan Elvia yang sedang berbisik, menoleh kepadanya.
"Saya tertarik mendengar cerita dari tunangan saya tentang produk-produk MANGO ini, boleh jelaskan produk mana saja yang diperlukan untuk perusahaan saya?"
"Dengan senang hati, tadi pagi saya sudah membaca artikel perusahaan BMT yang asisten Anda kirimkan pada Elliot, saya akan mengajak anda ke suatu ruangan. Mari ikut dengan saya."
Raymond berdiri dan mengajak tamunya untuk ikut dengannya ke ruangan, yang hanya bisa dimasuki oleh CEO-CEO perusahaan, yang membutuhkan barang elektronik canggih sekelas MANGO untuk kemajuan teknologi di perusahaan mereka.
Pintu ruangan tersebut terbuka saat Raymond men-scan wajahnya, di bagian layar kecil yang terletak di samping pintu kaca tersebut.
Mata Bryan terbelalak kagum melihat surga elektronik yang terlihat sangat elegan, semuanya tersusun rapih dibalik rak-rak kaca yang sepertinya khusus untuk meletakkan barang-barang berharga tersebut.
Bryan mulai melirik ke arah ponsel yang terlihat begitu elegan.
"Saya tertarik ingin membeli ponsel ini," ucap Bryan.
"Baik tuan sebentar saya jelaskan dulu sebelumnya tentang ponsel ini," ujar Elliot memajukan posisinya mendekat ke arah ponselnya.
"Bicara masalah software, tentunya sama persis dengan MANGO 4 32GB, namun Diamond Rose MANGO 4 32GB ini di desain ulang dengan lapisan luar emas dan berlian. MANGO 4 Diamond Rose Edition dibuat oleh desainer, Stuart Hughes yang memang spesialis untuk membuat barang biasa menjadi luar biasa mahalnya," tutur Elliot menjelaskan ponsel yang ingin dibeli oleh Bryan.
Bryan dan Elvia masih terpana memandang ponsel sambil mendengar perkataan Elliot.
"MANGO 4 (32 GB) ini menjadi mahal karena banyak berlian dan batu permata lain yang bertaburan. MANGO 4 juga terbuat dari emas berwarna pink (rose gold) dan ditambah 500 buah berlian dengan total 100 CT pada bagian depannya. Untuk tombol utama (tengah), dipasang sebuah berlian pink dengan berat 7,4 CT dan di bagian belakang (logo MANGO) ditambah 53 buah berlian," lanjut Elliot menjelaskan tentang ponselnya.
"Alhasil, keseluruhannya itu membuat harga MANGO 4 ini menjadi US$ 8 juta (sekitar Rp.114,8 milyar) dan hanya dibuat 2 buah saja. Predikat handphone termahal di dunia dimiliki oleh Diamond Rose MANGO 4 32 GB buatan Stuart Hughes. Handphone dengan memori 32 GB ini dibanderol dengan harga hingga US$ 8 juta atau sekitar Rp.114,8 milyar."
"Bagaimana Tuan penjelasan saya apa sudah cukup jelas?" tanya Elliot kepada Bryan.
Bryan menoleh ke arah Elliot.
"Saya beli dua-duanya," ucap Bryan.
Elliot terperanjat kaget, ia tidak menyangka bahwa CEO BMT begitu mudahnya mengiyakan tawaran Elliot dengan harga yang terbilang begitu tinggi.
"Tuan lebih baik dipikirkan dulu baik-baik," tutur Elliot berusaha menyadarkan Bryan.
"Saya sudah pikirkan matang-matang, semua barang mahal pasti memiliki kualitas tinggi bukan? Pasti ponsel ini selalu bisa terlacak keberadaannya di manapun dan kapanpun bukan?" tanya Bryan.
"Anda betul sekali tuan, apa yang Anda inginkan ada dalam ponsel ini," ucap Raymond dengan suara arogannya.
"Baiklah saya mau dua, tolong disiapkan sekarang."
Raymond memanggil sekretarisnya yang berada tidak jauh dari ruangan tersebut.
"Brisca."
Brisca masuk ke dalam sesuai perintah Raymond yang menyuruhnya mengemas ponsel yang akan Bryan beli dan mengurus sertifikat asli kepemilikan.
Saat Brisca tengah berkemas, Bryan kembali menggandeng Elvia mengelilingi ruangan tersebut untuk melihat-lihat barang lainnya yang akan ia beli.
"Saya rasa sudah cukup untuk belanja kali ini Tuan Raymond, kalau punya waktu senggang mainlah ke kantorku siapa tahu kita bisa menjalin kerjasama." ucap Bryan seraya memberikan satu buah kartu pada Raymond untuk melunasi tagihan.
"Suatu kehormatan anda mengundang saya untuk datang ke perusahaan British Madrid Tobacco, suatu hari nanti saya akan datang ke sana membawakan sesuatu untuk Anda."
"Baiklah, saya tunggu kedatangannya," ucap Bryan menimpali.
Brisca mengurus pembayaran barang-barang yang Bryan beli, Brisca menggesekkan kartu ATM ke mesin, lalu Bryan mengetik password dan struk pun keluar.
"Tuan Raymond saya pamit ya, saya harus segera kembali ke Spanyol."
"Terima kasih banyak Tuan Bryan sudah menyempatkan untuk mengunjungi kantor saya, semoga anda tidak kapok dan lain waktu mau berkunjung kembali ke sini, semoga perusahaan BMT tetap berada diposisi teratas dari perusahaan rokok lainnya."
Bryan juga mengatakan hal yang sama seperti yang Raymond katakan. Sampailah mereka di lobi kantor, Bryan dan Elvia berpamitan dengan Raymond juga Elliot, namun tatapan mata Raymond tak bisa dipungkiri begitu kagum terus memandang paras cantik Elvia, ia merasa Elvia begitu seksi terlebih dipikiran nakalnya, jika tanpa sehelai pakaian.
"Alice, apa yang membuatku tertarik dengannya, hanya wajahnya yang cantik tapi bagiku dia tidak seksi, tapi wanita itu bisa jadi boneka untukku, aku bisa mencari kesenangan yang lain di luar, tanpa memikirkan status pernikahanku," gumam Raymond sambil terus memandang Elvia yang telah jauh meninggalkan lobi bersama Bryan.
Tiba-tiba Raymond teringat perkataan Nicholas, ia melupakan sesuatu yang penting yang sudah menunggunya di rumah, karena kedatangan Bryan.
"Aku melupakan sesuatu Elliot," ucapnya sambil menepuk keningnya.
"Apa Tuan?" tanya Elliot dengan wajah datar.
"Segera jemput Alice, untuk ke rumah, buat ia tampil cantik dan seelegan mungkin, jika ia tak mempunyai pakaian yang mewah ajak dia berbelanja, jangan katakan kau bukan Raymond, ikuti permainanku, aku ingin melihat wajahnya begitu kaget saat tahu akulah Pria yang akan menjadi suaminya nanti," tutur Raymond terkekeh sambil memicingkan senyum di wajahnya.
Kasihan wanita itu, andai aku punya kuasa untuk menyelamatkannya.
Elliot begitu iba membayangkan nasib wanita itu, namun ia tak bisa berbuat apa-apa.
"Baik Tuan, kalau begitu saya pergi dulu," ucap Elliot mengiyakan perintah Raymond.
"Aku tunggu di rumah, 3 jam lagi kau harus sampai di rumah dengan membawa Alice, jika tidak," tutur Raymond yang tidak meneruskan kata-katanya, ia tahu Elliot sudah mengerti.
Elliot menelan salivanya sendiri, ia mempercepat langkahnya menuju parkiran mobil.
Raymond pun kembali ke ruangannya.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Terus ikuti kisah Alice dalam mengarungi kehidupannya, apakah Alice akan mengikuti permainan dan sikap Raymond yang arogan dan semaunya, jangan lupa berikan like dan komentar kalian ya.
Sehat selalu ya. Terima kasih.
Tokoh Bryan dan Elvia diambil dari Novel My Baby CEO karya MeChan ya, jika kalian penasaran bisa langsung dikepoin ya. 🤗😊😘😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Muslimah Haja
dasar Raymind ini mata keranjang
2022-07-14
0
Onchu Merry Lein
Raymond otak penuh setan 😀😀
2022-06-20
0
Navisa
dasar laki2 buaya
2022-01-27
0