Kesepakatan Raymond

Happy reading 🤗😍😘

Mobil yang dikendarai Albert sudah tiba di rumah Alice.

"Terima kasih ya Albert, kamu sudah mengantarkan saya," tutur Adrian yang hendak turun dari mobil.

"Sama-sama Pak, saya hanya menjalankan perintah dari Tuan Raymond, jika ingin berterima kasih, ucapkanlah padanya," jawab Albert sambil membuka central lock mobilnya agar Adrian bisa keluar.

Adrian keluar dari mobil dan memasuki halaman rumahnya, langkahnya begitu bahagia terlihat dari senyuman yang merekah pada wajahnya.

"Akhirnya aku sudah bebas, semua pasti berkat Alice, dia pasti sudah menemui Tuan Raymond, hingga ia membebaskan aku," gumam Adrian yang begitu tak menyangka akan bisa bebas secepat ini.

Adrian sudah berdiri di depan pintu. Tangannya mulai mengetuk pintu rumahnya. Ia sudah tak sabar untuk melepas rindu dengan Norin yang begitu sangat ia rindukan.

Tak berapa lama, saat pintu terbuka. Norin terperangah, ia tak mempercayai apa yang saat ini ditangkap oleh kedua bola matanya, Norin tersingkap bahagia, terlihat dari senyum yang merekah di wajahnya, air mata mulai bergelayut di kedua sudut matanya. Norin langsung mendekap tubuh suaminya dengan begitu erat, ia tak kuasa lagi menahan air matanya dan menangis sesenggukan.

"Sudah, sudah, jangan menangis lagi, sekarang aku sudah pulang, kita tidak akan pernah jauh lagi," tutur Adrian sambil mengusap punggung Norin untuk menenangkannya.

Suara tangisan Norin, membuat Alice yang sedang berada di ruang keluarga bergeming, ia mengikuti arah suara yang terdengar dari arah pintu depan rumahnya.

Alice bergegas menghampiri untuk melihat, namun di saat rasa cemasnya melanda, sekejap semua sirna seketika ia melihat Ayahnya sudah berada di rumah sedang memeluk Norin dengan penuh haru. Alice terkejut tak menyangka, bahwa apa yang disampaikan kepada Tuan Raymond ternyata benar adanya, kini Ayahnya sudah bebas dari penjara.

Penjara yang membuat Alice tidak bisa menyentuh atau bahkan memeluk Ayahnya, walau ia sangat ingin melepas rindunya.

"Ayah, aku bahagia, Ayah sudah pulang," ucap Alice sambil berlari memeluk Ayahnya yang sudah melepas pelukan Norin.

Mereka bertiga akhirnya melangkah bahagia menuju ruang keluarga.

🍁🍁🍁

Keesokan harinya.

Tepat jam 10 pagi, mobil mewah Raymond sudah keluar dari halaman rumah.

"Elliot untuk meeting hari ini aku ingin semua di tiadakan!" titah Raymond yang sudah duduk nyaman di kursi belakang mobilnya seperti biasa.

"Baik Tuan," jawab Elliot.

Mobil terus melaju membelah lalu lintas London yang hari itu masih terlihat renggang.

"Albert, setelah sampai di restoran Alice, segera ambilkan saya proposal kerjasama ke kantor Charles yang tidak jauh dari tempat restoran itu!" titah Raymond memicingkan senyumnya.

"Baik, Tuan," jawab Albert, namun ia merasa heran karena tugas seperti ini baru pertama kali ia diperintahkan.

"Jalan kaki, jangan gunakan mobil, mobil tetap tinggal di restoran, itu hukuman yang kemarin tertunda, kamu mengerti!" titah Raymond dengan suara arogannya.

Wajah Albert berubah pucat.

"Baik, Tuan," jawab Albert dengan terbata.

Lagi-lagi terjadi lagi, nasib, nasib.

Elliot memasang wajah datar mendengarnya.

"Lakukanlah dengan riang jangan menggerutu saja Albert," sindir Elliot yang melihat mulut Albert terlihat komat komit.

"Baik Tuan, apapun perintah Tuan Raymond saya akan lakukan," sanggah Albert walau berbeda dengan apa yang dirasakannya.

"Bagus kalau begitu," sahut Elliot mengakhiri ucapannya.

Mobil berhenti tepat di parkiran restoran. Elliot turun dari mobil, diikuti oleh Raymond yang sudah dibukakan pintu oleh Albert. Albert lalu memberikan kunci mobilnya kepada Elliot dan ia segera menuju Kantor Charles untuk melaksanakan perintah Raymond.

Raymond memasuki restoran, semua pelayan terlihat menghormati kedatangan Raymond, mereka sedikit membungkuk lalu memberikan salam kepada para tamu yang datang.

Raymond mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran. Memang tempat ini kelihatan sangat rapi, bersih dan tertata dengan baik, berbeda ketika melihatnya dari luar yang kelihatan biasa saja.

"Restoran ini sangat baik pelayanannya," ujar Raymond kepada Elliot.

"Iya Tuan, memang menurut data yang saya kumpulkan, restoran ini sudah mendapatkan beberapa penghargaan untuk segi pelayanannya dan kualitas masakannya," tutur Elliot memberitahu.

Elliot menanyakan tempat yang sudah ia booking sebelum datang ke restoran kepada pelayan, pelayan pun mengantarkannya menuju tempat VIP yang Elliot maksudkan.

Raymond menjadi perhatian pengunjung restoran yang lainnya, karena stelan jasnya yang sangat rapi berbeda dengan pengunjung lain, ia terlihat sangat memukau membuat banyak pengunjung wanita menjadi terkesima melihatnya.

Raymond dan Elliot sudah duduk di kursinya.

"Selamat pagi Tuan, ini menu yang tersedia di restoran ini," ujar Gladys menyodorkan daftar menu kepada Raymond dan Elliot.

"Saya hanya ingin memesan langsung kepada Manager restoran ini," pinta Raymond dengan suara arogannya.

"Iya tolong panggilkan Manager restoran ini bilang Tuan Raymond ingin menemuinya," timpal Elliot menambahkan.

Gladys langsung berlalu dengan membungkukkan sedikit tubuhnya untuk permisi kepada Raymond.

Gladys menghampiri Jenny dengan tergopoh-gopoh.

"Nona Jenn, ada yang mencari Bu Alice, katanya ingin bertemu, kedua Pria itu hanya ingin Bu Alice yang melayani pesanannya, namanya Pak Raymond," tutur Gladys dengan napas terengah.

Jenny menoleh heran melihat Gladys yang kelihatan lelah karena sedikit berlari.

"Baik, aku akan panggilkan Alice, kamu silahkan lanjutkan pekerjaan kamu yang lain, biar kedua Pria ini aku dan Alice yang layani," jawab Jenny sambil berlalu menuju ruangan Alice.

Raymond, bukannya Pria itu yang menjebloskan Ayah Alice ke dalam penjara.

Jenny terus melangkah dan mengacuhkan segala pertanyaan di kepalanya. Jenny langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Al, segera temui Pak Raymond di ruangan VIP, katanya dia hanya ingin kamu yang melayaninya," tutur Jenny.

Mendengar perkataan Jenny, Alice sampai tersedak salivanya sendiri, ia langsung bangkit dan melangkah dengan cepat untuk menghampiri Raymond meninggalkan Jenny di belakang, ia tak mau Pria yang sudah membebaskan Ayahnya itu menunggu terlalu lama.

Sesampainya di depan Raymond dan Elliot, Alice langsung memasang senyum merekah di wajahnya.

"Sebelumnya terima kasih Tuan, sudah membebaskan Ayah saya," tutur Alice mengingat kebaikan yang telah dilakukan Raymond.

Elliot menatap Raymond memberikan kode. Namun saat Elliot ingin memberitahu bahwa dia bukanlah Raymond, tiba-tiba rasa sakit terasa di bagian kakinya. Elliot akhirnya berbicara dengan mengaku menjadi Raymond sesuai dengan perintahnya.

"Aku tidak melakukan apapun, aku hanya menyelidiki informasi yang telah kamu sampaikan," ujar Elliot yang menahan sakit di kakinya karena saat ini Raymond sedang menginjaknya.

"Tapi tetap saja Tuan, semua berkat Tuan," sahut Alice dengan mata berbinarnya.

"Baik kalau begitu segera bawakan hidangan terenak di restoran ini beserta minumannya," titah Elliot sementara Raymond hanya diam terus menatap Alice.

"Baik Tuan, hidangan akan segera diantar, apa ada lagi yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Alice dengan sopan.

Raymond terlihat berbisik di telinga Elliot.

"Kamu duduk di sini, temani saya," pinta Elliot sambil menunjukan kursi yang terletak berhadapan dengan Raymond.

Tuan Raymond ada-ada saja, kenapa aku harus menjadi dirinya.

Alice akhirnya duduk sesuai dengan tempat yang ditunjuk Elliot, ia merasa berhutang budi kepada Raymond tentang apa yang telah dilakukannya karena telah membebaskan Adrian, maka itu ia pun menuruti permintaan Elliot.

Raymond terus menatap Alice tanpa berkedip.

Gadis ini kenapa membuatku terus menatapnya.

"Jadi untuk membalas budi Tuan Raymond, apakah Anda, Nyonya Alice, mau menikah dengan Tuan Raymond?" tanya Raymond selorohnya yang membuat Elliot tersedak salivanya sendiri hingga ia batuk-batuk.

Elliot terlihat mengambil segelas air putih yang sudah tersedia di atas meja untuk diminumnya, menghilangkan tersedaknya akibat perkataan Raymond.

Alice terhenyak mendengarnya, ia terdiam, hingga membuat wajahnya memerah merona karena tersipu malu dengan tawaran yang diucapkan Raymond.

Namun setelah Alice berpikir dengan cukup lama, ia pun menjawabnya dengan yakin.

"Maaf saat ini saya me.."

"Saya terima tawaran Anda, Tuan," timpal Adrian memotong ucapan Alice sambil menoleh ke arah Alice dan memberi kode padanya lewat kedipan matanya.

Adrian menarik kursinya untuk menemani Alice duduk di sampingnya. Alice langsung berbisik kepada Adrian.

"Ayah, aku kan belum mengenal Pria ini dengan baik," bisik Alice protes atas keputusan Ayahnya.

"Alice percayalah kepada Ayah, ini jalan yang terbaik untuk hidup kita yang saat ini sedang defisit karena Ayah sudah melihat restoran ini tidak ada pengunjung pasti karena ulah Pria ini, kalau sampai kamu menolaknya, kita bisa hancur Alice, Pria ini bisa melakukan apa saja dengan kekuasaan dan uangnya, apa kamu mau?" bisik Adrian menjawab penolakan Alice.

Alice pun pergi meninggalkan kursi yang di dudukinya. Namun walau begitu ia masih sempat mengucapkan permisi, kepada Raymond sebelum ia pergi sambil membungkukkan sedikit tubuhnya, tanda ia menghormati Raymond.

Raymond hanya menatap datar kepergian Alice, namun tidak Elliot yang tampak iba dengan Alice, jika harus menjadi istri dari seorang Raymond Weil yang arogan.

🌸🌸🌸

Bersambung✍️

Berikan dukungan kalian terus ya, berikan like dan komentar ya, jika kalian berkenan boleh lengkapi dengan vote juga ya. Terima kasih.

😘😍🤗😊

Terpopuler

Comments

Enung Samsiah

Enung Samsiah

waaah cireymon lngsung ngjk nikah ni auto bucin nggk ya????

2023-03-16

0

Desi Deti

Desi Deti

wahhhh semoga raymond baik ya ke alice

2022-07-13

0

Ria Yahya Ria

Ria Yahya Ria

udah mulai tegang Thor😁

2022-07-02

0

lihat semua
Episodes
1 CEO Tampan dan Arogan
2 Patricia Datang
3 Menyebalkan
4 Pertemuan Pertama
5 Terbang ke Massachusetts
6 Kesepakatan Raymond
7 Will Stefan Persson
8 Perasaan Alice
9 Watak Raymond
10 Alice Memukau
11 Pertemuan Pertama
12 Pertemuan dengan Will
13 Cinta Satu Malam
14 Rencana Will
15 Ide Alice
16 Alice Luar Biasa
17 Bodoh
18 Keputusan Alice
19 Menjelang Pernikahan
20 Trauma Raymond
21 Pernikahan Alice
22 Resepsi Pernikahan part 1
23 Resepsi Pernikahan part 2
24 Resepsi Pernikahan part 3
25 Rahasia Terbongkar
26 Ego Seorang Raymond
27 Kekaguman Nicholas
28 Rasa Sakit Alice
29 Kesedihan dan Pertemuan
30 Amarah Elliot
31 Keputusan Elliot
32 Tersadar
33 Rasa Rindu
34 Rencana Greta
35 Pesan Terakhir
36 Terlambat
37 Apa Ini Mimpi?
38 Kemesraan
39 Bukti Rekaman
40 Honeymoon part 1
41 Honeymoon part 2
42 Honeymoon part 3
43 Malam Pertama
44 Kehancuran Keluarga Weil
45 Kemenangan Alice
46 Desa Bibury
47 Selamat Tinggal Alice
48 Kemurkaan Raymond
49 Alice Hilang
50 Rindu Alice
51 Elliot dan Kelly
52 Rahasia Terungkap
53 Kedatangan Greta
54 Tuan Arogan Luluh
55 Keputusan Raymond
56 Terlambat
57 Kecurigaan Alice
58 Alice Terpukau
59 Rahasia Terkuak
60 Kecelakaan di Pagi Hari
61 Greta Hilang
62 Kejutan Sebuah Testpack
63 Zack Weins
64 Apakah Keguguran?
65 Pipi Chubby
66 Drama Korea
67 Makan Malam Indah
68 Mencekam
69 Keberanian Alice
70 Alice Pasrah
71 Matilah Kau Alice
72 Sebuah Harapan
73 Tertembakkah?
74 Harapan Yang Hilang
75 Pencarian
76 Tertembak
77 Pesan Terakhir
78 Pahlawan
79 Greta Mati
80 Firasat
81 Perasaan Yang Salah
82 Cemburu
83 Berubah
84 Dua Ego
85 Pisah?
86 Demi Baby Twins
87 Sandiwara
88 Rahasia Richard
89 Maaf
90 Romantis Kembali
91 Women On Top
92 Melarikan Diri
93 Dor
94 Rencana Di Majukan
95 Menunggu Bantuan
96 Tipu Daya
97 Mati Kau
98 Strategi Raymond
99 Ketahuan
100 Bantuan Datang
101 Perlawanan Thomas Selesai
102 New Life
103 Tantangan Baru
104 Kedatangan Bibi Mey
105 Salah Paham
106 James Datang
107 Pesan Amita
108 Rencana Amita
109 Selamat Tinggal London
110 Di mana Alice?
111 Kejujuran Terkuak
112 Penyesalan Alice
113 Rindu
114 Albert Izin
115 Salah Paham
116 Terungkap
117 Kebahagiaan Alice
118 Pernikahan Alex
119 Gelisah
120 Ulang Tahun Alice Part 1
121 Ulang Tahun Alice Part 2
122 Nick Carter
123 Menarik
124 Kesan Manis
125 Salah Sentuh
126 Anterograde
127 Stadium 4
128 Pertemuan Kedua
129 Kehilangan
130 Lembaran Baru
131 Kebebasan Nicholas
132 Alexa Gugup
133 Jennifer
134 Hadiah
135 Pernikahan Albert dan Risfa
136 Resepsi Pernikahan
137 Persalinan
138 Golden blood atau Rhnull Blood
139 Rencana Berhasil
140 Alice Sadar
141 Richard Datang
142 Akhir Bahagia
143 Terbang ke Australia
144 Info Promo : One Night Destiny
145 5 Tahun Kemudian
146 Kedatangan Greta
147 Ingatan Greta
148 PHSC 2 : Tenggelam
149 PHSC 2 : Ciuman Pertama
150 PHSC 2 : Menginap
151 PHSC 2 : Bibit Cinta
152 PHSC 2 : Melompat
153 PHSC 2 : Rencana Berhasil
154 PHSC 2 : Tertembak
155 PHSC 2 : Kelly Datang
156 PHSC 2 : Meloloskan Diri
157 PHSC 2 : Cemburu
158 PHSC 2 : Pikiran Elliot
159 PHSC 2 : Tipuan Garry
160 PHSC 2 : Melarikan Diri
161 PHSC 2 : Rencana Elliot
162 PHSC 2 : Kemenangan Garry
163 PHSC 2 : Elliot Selamat
164 PHSC 2 : Kebingungan Kelly
165 PHSC 2 : Keputusan Alissa
166 PHSC 2 : Berkorban
167 PHSC 2 : Penyelamat Datang
168 PHSC 2 : Perkenalan Dengan Richard
169 PHSC 2 : Tugas Ke London
170 PHSC 2 : Bertemu Kelly
171 PHSC 2 : Sean Datang
172 PHSC 2 : Hampir Saja
173 PHSC 2 : Cemas
174 PHSC 2 : Pilihan Sulit
175 PHSC 2 : Selamat
176 PHSC 2 : Kekaguman Alice
177 PHSC 2 : Terbaca
178 Info Promo : Wanita Pengganti Di Malam Pertama
179 PHSC 2 : Ingatan Elliot
180 PHSC 2 : Lolos
181 PHSC 2 : Sikap Tara
182 PHSC 2 : Ledakan
183 PHSC 2 : Rencana Collins
184 PHSC 2 : Penculikan
185 PHSC 2 : Perlawanan Sengit
186 PHSC 2 : Semakin Terdesak
187 PHSC 2 : Tertabrak
188 PHSC 2 : Bantuan Datang
189 PHSC 2 : Dendam
190 PHSC 2 : Misi Balas Dendam
191 PHSC 2 : Serangan Mendadak
192 PHSC 2 : Tidak Terduga
193 PHSC 2 : Belum Usai
194 PHSC 2 : Pengejaran Usai
195 PHSC 2 : Pertarungan Di Mulai
196 PHSC 2 : Lolos Dari Maut
197 PHSC 2 : Garry vs Richard
198 PHSC 2 : Terdesak
199 PHSC 2 : Provokasi
200 PHSC 2 : Akhir Pertarungan
Episodes

Updated 200 Episodes

1
CEO Tampan dan Arogan
2
Patricia Datang
3
Menyebalkan
4
Pertemuan Pertama
5
Terbang ke Massachusetts
6
Kesepakatan Raymond
7
Will Stefan Persson
8
Perasaan Alice
9
Watak Raymond
10
Alice Memukau
11
Pertemuan Pertama
12
Pertemuan dengan Will
13
Cinta Satu Malam
14
Rencana Will
15
Ide Alice
16
Alice Luar Biasa
17
Bodoh
18
Keputusan Alice
19
Menjelang Pernikahan
20
Trauma Raymond
21
Pernikahan Alice
22
Resepsi Pernikahan part 1
23
Resepsi Pernikahan part 2
24
Resepsi Pernikahan part 3
25
Rahasia Terbongkar
26
Ego Seorang Raymond
27
Kekaguman Nicholas
28
Rasa Sakit Alice
29
Kesedihan dan Pertemuan
30
Amarah Elliot
31
Keputusan Elliot
32
Tersadar
33
Rasa Rindu
34
Rencana Greta
35
Pesan Terakhir
36
Terlambat
37
Apa Ini Mimpi?
38
Kemesraan
39
Bukti Rekaman
40
Honeymoon part 1
41
Honeymoon part 2
42
Honeymoon part 3
43
Malam Pertama
44
Kehancuran Keluarga Weil
45
Kemenangan Alice
46
Desa Bibury
47
Selamat Tinggal Alice
48
Kemurkaan Raymond
49
Alice Hilang
50
Rindu Alice
51
Elliot dan Kelly
52
Rahasia Terungkap
53
Kedatangan Greta
54
Tuan Arogan Luluh
55
Keputusan Raymond
56
Terlambat
57
Kecurigaan Alice
58
Alice Terpukau
59
Rahasia Terkuak
60
Kecelakaan di Pagi Hari
61
Greta Hilang
62
Kejutan Sebuah Testpack
63
Zack Weins
64
Apakah Keguguran?
65
Pipi Chubby
66
Drama Korea
67
Makan Malam Indah
68
Mencekam
69
Keberanian Alice
70
Alice Pasrah
71
Matilah Kau Alice
72
Sebuah Harapan
73
Tertembakkah?
74
Harapan Yang Hilang
75
Pencarian
76
Tertembak
77
Pesan Terakhir
78
Pahlawan
79
Greta Mati
80
Firasat
81
Perasaan Yang Salah
82
Cemburu
83
Berubah
84
Dua Ego
85
Pisah?
86
Demi Baby Twins
87
Sandiwara
88
Rahasia Richard
89
Maaf
90
Romantis Kembali
91
Women On Top
92
Melarikan Diri
93
Dor
94
Rencana Di Majukan
95
Menunggu Bantuan
96
Tipu Daya
97
Mati Kau
98
Strategi Raymond
99
Ketahuan
100
Bantuan Datang
101
Perlawanan Thomas Selesai
102
New Life
103
Tantangan Baru
104
Kedatangan Bibi Mey
105
Salah Paham
106
James Datang
107
Pesan Amita
108
Rencana Amita
109
Selamat Tinggal London
110
Di mana Alice?
111
Kejujuran Terkuak
112
Penyesalan Alice
113
Rindu
114
Albert Izin
115
Salah Paham
116
Terungkap
117
Kebahagiaan Alice
118
Pernikahan Alex
119
Gelisah
120
Ulang Tahun Alice Part 1
121
Ulang Tahun Alice Part 2
122
Nick Carter
123
Menarik
124
Kesan Manis
125
Salah Sentuh
126
Anterograde
127
Stadium 4
128
Pertemuan Kedua
129
Kehilangan
130
Lembaran Baru
131
Kebebasan Nicholas
132
Alexa Gugup
133
Jennifer
134
Hadiah
135
Pernikahan Albert dan Risfa
136
Resepsi Pernikahan
137
Persalinan
138
Golden blood atau Rhnull Blood
139
Rencana Berhasil
140
Alice Sadar
141
Richard Datang
142
Akhir Bahagia
143
Terbang ke Australia
144
Info Promo : One Night Destiny
145
5 Tahun Kemudian
146
Kedatangan Greta
147
Ingatan Greta
148
PHSC 2 : Tenggelam
149
PHSC 2 : Ciuman Pertama
150
PHSC 2 : Menginap
151
PHSC 2 : Bibit Cinta
152
PHSC 2 : Melompat
153
PHSC 2 : Rencana Berhasil
154
PHSC 2 : Tertembak
155
PHSC 2 : Kelly Datang
156
PHSC 2 : Meloloskan Diri
157
PHSC 2 : Cemburu
158
PHSC 2 : Pikiran Elliot
159
PHSC 2 : Tipuan Garry
160
PHSC 2 : Melarikan Diri
161
PHSC 2 : Rencana Elliot
162
PHSC 2 : Kemenangan Garry
163
PHSC 2 : Elliot Selamat
164
PHSC 2 : Kebingungan Kelly
165
PHSC 2 : Keputusan Alissa
166
PHSC 2 : Berkorban
167
PHSC 2 : Penyelamat Datang
168
PHSC 2 : Perkenalan Dengan Richard
169
PHSC 2 : Tugas Ke London
170
PHSC 2 : Bertemu Kelly
171
PHSC 2 : Sean Datang
172
PHSC 2 : Hampir Saja
173
PHSC 2 : Cemas
174
PHSC 2 : Pilihan Sulit
175
PHSC 2 : Selamat
176
PHSC 2 : Kekaguman Alice
177
PHSC 2 : Terbaca
178
Info Promo : Wanita Pengganti Di Malam Pertama
179
PHSC 2 : Ingatan Elliot
180
PHSC 2 : Lolos
181
PHSC 2 : Sikap Tara
182
PHSC 2 : Ledakan
183
PHSC 2 : Rencana Collins
184
PHSC 2 : Penculikan
185
PHSC 2 : Perlawanan Sengit
186
PHSC 2 : Semakin Terdesak
187
PHSC 2 : Tertabrak
188
PHSC 2 : Bantuan Datang
189
PHSC 2 : Dendam
190
PHSC 2 : Misi Balas Dendam
191
PHSC 2 : Serangan Mendadak
192
PHSC 2 : Tidak Terduga
193
PHSC 2 : Belum Usai
194
PHSC 2 : Pengejaran Usai
195
PHSC 2 : Pertarungan Di Mulai
196
PHSC 2 : Lolos Dari Maut
197
PHSC 2 : Garry vs Richard
198
PHSC 2 : Terdesak
199
PHSC 2 : Provokasi
200
PHSC 2 : Akhir Pertarungan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!