Selamat membaca!
Restoran
Mobil Alice sudah terparkir di tempat pribadinya biasa ia memarkirkan kendaraannya.
Ia melihat mobil Jenny juga sudah berada di sana.
Alice bergegas turun bersama Tara.
Mereka melangkah memasuki Restoran.
Di dalam restoran terlihat beberapa pelayan sedang merapikan posisi kursi dan meja juga membersihkan alas meja agar terlihat rapi.
"Selamat pagi Nona Alice."
Sapa semua pelayan restoran menatap Alice yang datang, namun mereka banyak yang belum mengetahui Tara, hingga mereka hanya menyapanya lewat senyuman.
Alice menghampiri Jenny yang sudah duduk di tempat kerjanya.
"Jenn, perkenalkan ini Tara, dia adikku, apa kamu masih ingat?"
Jenny menatap lekat wajah Tara, berusaha memutar waktu jauh ke belakang untuk sekedar mengingat.
"Ya aku ingat, halo Tara," sapa Jenny dengan tersenyum.
"Halo juga Kak Jenny," balas Tara memasang senyum di wajahnya.
Mereka melanjutkan aktivitasnya kembali. Alice mulai membimbing Tara, mengajarinya semua hal yang biasa dilakukannya di restoran. Tara terlihat begitu antusias, semangatnya dapat terlihat dari binar matanya yang bersinar.
"Aku takut rencanaku gagal, maka itu jika aku jadi menikah dengan Tuan Raymond, kamu yang akan menggantikan tugas Kakak di restoran ini. Jenny akan membantu, jadi kamu tidak perlu cemas,"
Tara menatap Alice begitu dalam berusaha mencari kesedihan dalam matanya.
"Kak, terima kasih karena sudah berkorban sejauh ini untuk kami."
Alice memeluk Tara, mengusap punggungnya untuk menenangkan kesedihannya yang sudah terlihat menangis.
"Kakak tidak apa-apa kamu tenang aja, sudah tidak perlu menangis."
Tara menyeka air matanya, mencoba menguatkan hatinya dengan mencerna setiap ucapan Alice.
Tak lama Gladys menghampiri Alice, memecahkan keharuan yang sedang terjadi.
"Nona Alice, ada seorang pria mencarimu?"
Alice berpikir keras, sepagi ini siapa gerangan yang datang ke restoran yang belum dibukanya.
Alice mengikuti Gladys menuntunnya untuk menemui seorang pria itu.
Sementara Tara masih bertahan di dalam ruangan Alice, sambil membaca beberapa berkas-berkas restoran sesuai arahan Alice.
Alice menghampiri seorang pria yang sudah duduk di salah satu kursi restoran.
"Tuan Elliot."
Alice terhenyak, mengetahui kedatangan Elliot. Ia pun langsung memerintahkan Gladys untuk kembali bekerja.
Tinggallah Alice dan Elliot berdua.
"Maaf mengganggu waktumu Nona Alice."
"Tidak apa Tuan Elliot, silahkan ada hal apa yang ingin kamu sampaikan?"
"Saat diperjalanan pulang aku melihat majalah ini," tutur Elliot sambil meletakkan majalah di atas meja.
Alice mengambilnya, sebuah majalah dengan sampul depan bertuliskan, skandal seorang CEO MANGO.
Mata Alice membulat besar menatap majalah yang kini ada dihadapannya.
"Apa yang terjadi ini Elliot?"
Elliot menceritakan semua kejadian semalam pada Alice, hingga Alice mengerti alasan mengapa berita ini dapat termuat di majalah ini.
Elliot menautkan kedua alisnya, wajahnya mengeras terlihat serius.
"Perusahaan MANGO diambang kehancuran."
Alice terkejut mendengar kalimat Elliot. Di satu sisi ia mencela perbuatan yang telah dilakukan oleh Raymond, namun di sisi lain ia merasa iba karena Raymond masuk jebakan permainan Will.
"Saat ini mungkin Tuan Raymond belum mengetahui berita ini."
"Lalu apa yang dapat aku lakukan Tuan Elliot."
"Tidak ada yang dapat kita perbuat, selain Tuan Raymond sendirilah yang harus merubah sikapnya."
Alice tercekat, wajahnya tak mampu lagi menyembunyikan rasa ibanya.
Namun Alice masih terus berpikir keras untuk setidaknya dapat membantu Raymond lepas dari berita yang akan mencoreng nama baiknya.
"Aku punya ide Elliot."
Alice mengatakan apa yang dipikirkannya.
"Nona Alice memang cerdik, harusnya Tuan Raymond bersyukur mempunyai calon istri seperti Nona Alice," gumam Elliot kagum.
"Tapi aku perlu bantuanmu Elliot," ucap Alice menautkan kedua alisnya.
"Dengan senang hati, saya akan membantu Nona," jawab Elliot tersenyum penuh kekaguman.
Alice beranjak dari duduknya, diikuti oleh Elliot yang menyusul di belakangnya.
Mereka menuju mobil untuk berangkat ke kantor media yang menerbitkan majalah yang memuat berita tentang Raymond.
"Semoga rencanaku berhasil ya Elliot," ucap Alice penuh harap.
"Rencana Anda sungguh brillian, Nona Alice, saya yakin ini akan berhasil."
Elliot memuji apa yang direncanakan oleh Alice, bahkan ia sendiripun tidak terpikir akan rencana yang akan mereka jalani saat ini.
🍁🍁🍁
Kantor media sebuah majalah.
Alice memasuki lobi sebuah kantor media. Elliot terlihat berbicara dengan bagian resepsionis untuk dapat menemui pimpinan perusahaan media ini.
Tak butuh waktu lama, seorang pegawai mengantar Alice dan Elliot menuju ruangan pimpinan mereka.
Seorang pria paruh baya yang agak tambun bernama Danielo Douglas.
"Selamat pagi Tuan Elliot," sapa Danielo.
"Tidak usah banyak bicara," ketus Elliot menjawab dengan memicingkan matanya.
Elliot membanting majalah ke atas meja kerja Douglas dengan keras.
"Lihat ini dan jelaskan pada saya."
"Maaf Tuan, kami hanya melakukan sesuai perintah orang yang membayar kami."
Elliot tampak geram menatap tajam wajah pria yang saat ini ada dihadapannya.
"Sudah Elliot biar aku yang bicara."
Douglas menatap tajam ke arah Alice seakan menantangnya.
"Apa begitu caramu menatap calon istri seorang pengusaha terkenal dan sukses di London."
Douglas mengernyitkan dahinya. Sorot tajam matanya langsung pudar mendengar kalimat yang diucapkan Alice.
"Cabut berita ini dengan cepat dari pemasaran, aku akan buatkan Anda berita baru yang pastinya lebih menarik daripada berita yang tidak jelas kepastiannya."
Douglas menelan salivanya sendiri dengan kasar, berusaha mencerna perkataan Alice.
Penawaran Alice membuatnya mempertimbangkan segalanya dengan detail.
"Tidak usah kamu memikirkan segala untung ruginya, aku bayar 2x lipat dari yang Tuan Will bayar kepadamu bahkan kau akan mendapatkan berita langsung dari narasumbernya, yaitu aku, buatlah artikel pertunangan CEO MANGO dengan diriku, karena memang pertunangan itu akan terlaksana dalam 2 hari ke depan, selain itu aku akan menutup semua akses media lain untuk meliput pertunanganku, hanya akan ada satu media yaitu media Anda."
Suara Alice terdengar begitu tegas, kalimat yang diucapkan Alice membuat Elliot terperangah tak percaya.
Nona Alice sangat cocok memimpin Perusahaan MANGO.
Tuan Raymond berhutang budi padanya, kali ini karirmu terselamatkan Tuan.
Elliot menatap tajam ke arah Douglas yang dilihatnya masih berpikir.
"Apa yang kau pikirkan lagi? Kau sudah dapat penawaran yang menguntungkanmu, jika kau tidak ambil penawaran ini, masalah ini akan panjang, berita yang kau muat di majalahmu, akan saya laporkan ke pihak berwajib sebagai kasus pencemaran nama baik."
Douglas mendesah kasar, berulang kali salivanya begitu sulit tertelan, karena tercekat mendengar ancaman Elliot.
Tanpa berpikir panjang ia langsung bangkit dari duduknya, menjabat tangan Elliot dan Alice tanda mereka sepakat atas segala penawaran yang telah Alice ajukan.
Alice menoleh ke arah Elliot, ia tersenyum atas kemenangan yang baru mereka dapatkan.
Permainan Will untuk menjatuhkan nama MANGO Corporate harus kalah lewat ide seorang wanita cantik yang bernama Alice.
Alice dan Elliot berjalan sejajar menyusuri koridor kantor media.
"Kita berhasil Nona Alice," ucap Elliot sambil menatap Alice dengan tersenyum.
"Terima kasih Tuan Elliot atas bantuannya," jawab Alice yang juga tersenyum tak menyangka, karena idenya berhasil menyelamatkan nama baik Raymond.
Alice mengarahkan langkahnya mengikuti seorang pegawai media yang menuntunnya, menuju tempat khusus untuk menjadi narasumber dari berita yang akan mereka terbitkan dengan kilat hari ini, mengganti berita tentang skandal CEO MANGO yang dengan cepat ditarik dari peredaran.
Elliot selalu sedia menjaga Alice dengan menunggunya di depan ruangan yang dimasuki oleh Alice.
Elliot menghembuskan napasnya kasar.
Uhf, hampir saja semua kerja keras Tuan Raymond hancur karena kebiasaan buruknya.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Terima kasih atas dukungan kalian ya. Berikan like dan komentar kalian ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Ani Mak NitaAdelia
padahal suruh bangkrut saja dulu gak usah di tolong 😤😤😤biar sadar tuh jangan asal celap celup sana sini,,biar dia merasakan akibat dari kebiasaan buruk nya 😡
2023-09-08
0
Enung Samsiah
padahl ceuna hancur we lah tuman tuh si reymon
2023-03-16
0
Wirda Wati
lanjut
2022-12-26
0