Selamat membaca!
Waktu semakin sore menjelang malam. Namun Alice masih tidak beranjak dari kursinya yang sudah berjam-jam ia duduki. Mata Alice mulai memerah, dari sudut matanya nampak bergelayut buliran air mata yang hampir jatuh membasahi pipinya.
"Apa yang harus aku katakan kepada Mommy, hari ini tidak ada satu pengunjung pun yang datang," lirih Alice sambil memegang keningnya yang berdenyut.
Apa ini akhir dari restoran ini?
Tiba-tiba Jenny menghampirinya, lalu ia menarik kursi untuk duduk di meja yang sama dengan Alice. Melihat raut wajah Alice yang begitu muram, Jenny berusaha untuk menemani, setidaknya memberikan semangat untuk Alice, walau itu tidak akan bisa menyelesaikan masalahnya.
🍁🍁🍁
Jenny Naomi Aurora, gadis cantik yang usianya sama dengan Alice.
Imperial College London adalah Universitas yang mempertemukan mereka. Hubungan persahabatan mereka berlanjut saat Alice mengajaknya untuk bekerja pada restoran Ayahnya yang ia kelola, tanpa pikir panjang Jenny mengiyakan tawaran Alice. Hingga kini berkat kerja keras Alice dengan di bantu oleh Jenny, restoran Frankie dan Benny's bisa berkembang menjadi restoran yang populer di kawasan London.
Awal perkenalan mereka pun menarik, sama-sama menyukai satu pria, yang bernama Mike Verdy Wiliam, membuat mereka yang tadinya tidak saling mengenal, menjadi sangat dekat ketika mereka berdua merasa kehilangan Mike, yang tiba-tiba saja memutuskan untuk pindah ke Universitas lain.
🍁🍁🍁
"Al, aku mengerti kesedihan kamu, tapi kamu tidak boleh larut dari keterpurukan ini, kita harus cari solusi ini bersama-bersama," tutur Jenny menatap Alice dengan mata yang berbinar, mencoba menyemangati Alice.
"Hanya saja aku tidak mengerti, dari awal restoran ini berdiri, tidak pernah hal seperti ini terjadi, Jen," keluh Alice sambil meremas rambutnya lalu menyibakkannya dengan begitu kesal.
"Aku merasakan hal yang sama seperti kamu," ucap Jenny sambil memutar kedua bola matanya untuk berpikir.
"Bagaimana kalau kamu ceritakan semua ini ke Ayah kamu, mungkin dia lebih tahu apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi masalah ini," imbuh Jenny memberikan saran yang kemudian Alice mengikutinya.
Alice bergegas meninggalkan restorannya menuju parkiran. Ia masuk ke dalam mobil lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sedang.
🍁🍁🍁
Di perkantoran kawasan London, menjulang beberapa gedung tinggi yang menawan dengan desain yang elegan bak pencakar langit. Terlihat M Tower menjulang bagai peluru, itulah tempat Raymond menggerakkan MANGO Corporate.
Perusahan yang berkembang pesat 1 dekade terakhir ini semua itu berkat kepintaran Raymond dalam menciptakan berbagai terobosan dan inovasi baru dengan teknologi yang ia temukan. Salah satunya yang paling mencengangkan publik adalah handphone
MANGO Galaxy N Flip edisi Thom Browne dijual dengan harga 2.480 dolar AS atau setara dengan Rp 34,2 jutaan.
Dari segi spesifikasi, MANGO Galaxy N Flip edisi Thom Brown memiliki layar AMOLED Infinity Flex Display berukuran 6,7 inci saat dibuka dengan bezel tipis dan tanpa poni, kamera utama 20 MP, kamera depan 15 MP, RAM 8 GB, ruang penyimpanan hingga 256GB, serta baterai 3.300mAh.
🍁🍁🍁
Di ruang kantor yang mewah terlihat Raymond duduk gagah di kursinya bak seorang raja yang sedang melihat beberapa proposal kerja sama dari Perusahan lainnya.
Suara pintu berbunyi.
"Masuk," ucap Raymond terdengar suara arogannya memanggil.
Seorang wanita cantik memakai rok pendek dengan kemeja yang terbuka di bagian dadanya, membuat mata Raymond tersingkap memandangnya.
Brisca Alfio adalah sekertaris Raymond yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun di Perusahan MANGO, namun selama itu segala usahanya untuk menaklukkan hati Raymond selalu berakhir dengan kegagalan.
"Tuan, ini ada beberapa proposal yang harus di tanda tanganinya, saya mau memberikan ini kepada Tuan Elliot, namun beliau tidak ada di ruangannya, jadi saya putuskan untuk langsung memintanya kepada Tuan Raymond," tutur Brisca bercerita seraya menyodorkan beberapa berkas ke tangan Raymond.
Raymond mengambilnya lalu membuang proposal itu, Brisca tercengang melihatnya. Jantungnya berpacu semakin cepat ketika Raymond menatap dengan sorot matanya yang tajam, wajahnya ikut mengeras dengan alis yang saling bertautan.
Mati aku, sekarang apa lagi salahku?
"Kamu itu lagi bekerja, ini bukan diskotik jangan seenaknya berpakaian seperti itu," geram Raymond sangat tidak suka dengan sesuatu yang salah terlihat di matanya.
Brisca menunduk mengedarkan pandangannya untuk melihat pakaian yang dikenakannya. Ternyata tanpa ia sadari kancing bajunya terlepas 2 buah hingga membuat belahan dadanya terlihat.
Ya ampun bodoh banget aku ini, kenapa kancing bajuku bisa terlepas ya.
"Kenapa kamu masih berdiri dihadapan saya? Segera ganti pakaian kamu atau saya yang keluar, biar kamu yang duduk di sini menggantikan saya," bentak Raymond memenuhi langit-langit ruangannya.
Brisca gemetar mendengar bentakan Raymond, wajahnya pucat pasi, hingga ia langsung melangkah untuk keluar sambil membungkukkan tubuhnya untuk meminta maaf.
"Mengapa semua orang di sekelilingku begitu menyebalkan? Apa tidak ada satu orang pun yang dapat membuat hidupku jadi menarik!" geram Raymond mendesah kasar dalam keluhnya.
Raymond melempar tubuhnya pada sandaran kursi tingginya yang empuk, ia memejamkan matanya sejenak, lalu teringat sesuatu.
Raymond kembali membuka laptopnya, kali ini yang terpikirkan bukan tentang pekerjaannya, melainkan tentang Adrian, laki-laki yang saat ini sangat dibencinya. Ia terlihat mencari silsilah dari keluarga Adrian melalui website yang hanya dipunyai oleh segelintir orang elite di London, website yang langsung terkoneksi hanya dengan mencari nama dari yang ia kehendaki.
"Oh, ternyata si brengsek itu mempunyai 2 orang Anak," ucap Raymond sambil memikirkan ide yang lain.
Raymond mengambil handphonenya yang sudah sejak tadi tergeletak di atas meja, ia mulai menggeser layar handphonenya untuk menghubungi Elliot.
"Halo, iya Tuan," ucap Elliot mengawali pembicaraan dengan hati-hati.
"10 detik, jika terlambat kau akan tahu akibatnya," kata Raymond terkekeh seraya menutup teleponnya dan mulai menghitung dengan jemarinya.
Elliot mendengus kesal.
Mati aku, 10 detik dia pikir aku hantu yang bisa menembus dinding.
Elliot tak habis pikir setiap harinya ada saja keinginan yang dikehendaki oleh Raymond, makin hari Elliot mulai merasa tak nyaman dengan segala perlakuan yang semaunya dari Tuannya itu. Namun di saat Elliot ingin mengundurkan diri, keadaannya tidak cukup mampu untuk mendukung keputusannya, karena bayaran yang ia terima sebagai tangan kanan Raymond sangat besar dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Selain itu alasannya yang paling kuat untuk tetap bertahan adalah ia ingin membalas kebaikan Nicholas yang sudah membantu kehidupan Elliot juga keluarganya. Sejak Elliot berusia 10 tahun.
Elliot berasal dari keluarga yang tidak mampu, yang setiap harinya selalu hidup di jalanan dengan mengemis. Nicholas yang melihat semua itu jadi merasa iba, karena ia melihat Elliot seperti anak pertamanya yang hilang karena sebuah kejadian yang aneh, saat berusia 5 tahun.
🍁🍁🍁
Mobil yang dikendarai Alice tiba di parkiran kantor polisi London. Alice segera turun dan masuk untuk menemui Adrian.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Berikan like dan komentar kalian ya.
🤗😊😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Siti Aminah
hrs ny yg jd alice.. yg jd sekretarisny raymond...lbh cantik dan lbh muda. wlw pun alice jg cantik
2023-08-24
0
Navisa
eliot harus kuat
2022-01-27
0
Demti 79
eliot ganteng 😍
2021-12-30
1