Pertemuan dengan Will

Selamat membaca!

Mobil mewah milik Raymond sudah memasuki pelataran butik.

Raymond dan Alice turun setelah Albert membukakan pintu mobil untuk mereka.

"Elliot sebaiknya kamu tunggu saja di mobil dengan Albert."

"Baik Tuan."

Elliot kembali masuk ke dalam mobil dan menunggu perintah selanjutnya.

Raymond mulai melangkah masuk, berjalan sejajar dengan Alice.

Wanita ini hanya diam saja di dalam mobil.

Raymond menoleh menatap Alice yang pandangannya tetap lurus menatap ke depan.

Aku paling benci jika diacuhkan.

Raymond mendesah kasar. Kedua alisnya saling bertaut, menatap tajam Alice yang seakan tak menghiraukannya.

Raymond menghentikan langkahnya.

"Mau sampai kapan kau mengacuhkanku?" tanya Raymond dengan suara arogannya.

"Seberapa sakit diacuhkan tak sebanding dengan dibohongi," tegas Alice berucap.

Alice memalingkan wajahnya sambil melanjutkan langkahnya.

Raymond terdiam mendengarnya, ia sejenak mematung dan hatinya merasa seperti sedang dipermainkan oleh Alice.

Raymond kembali meneruskan langkahnya untuk menyusul Alice.

"Selamat malam Tuan Raymond dan Nona Alice," sapa seorang Manager butik.

Alice tersenyum membalas sapaan Manager butik dengan manis.

Raymond terlihat angkuh, tak bergeming tanpa menjawab apapun. Namun akhirnya ia mulai membuka suaranya untuk sekedar memberi perintah.

"Segera selesaikan tugas kalian, 3 hari lagi, semua harus siap dan hasilnya harus terlihat elegan."

Wajah Raymond tetap memandang tinggi. Keangkuhan yang membuat setengah hati Alice, terasa semakin membencinya.

Pria ini sangat angkuh.

Alice terus menatap sinis cara dan gaya berbicara Raymond, yang sangat arogan dan angkuh.

Di sisi lain hati Alice seolah tertantang untuk merobohkan semua keangkuhan yang Raymond miliki.

Alice menarik napasnya dalam dan menghembuskannya perlahan, membuang semua pikiran yang tak ingin dipikirkannya, karena memang tujuannya adalah membuat Raymond berubah pikiran, untuk tidak jadi menikahinya, bukan untuk merubah sikap Raymond.

Tapi apa bisa aku merubah sikap arogannya agar lebih menghargai orang lain.

Alice menyibakkan pandangan matanya.

Tidak, tidak, tujuanku adalah aku tidak mau meneruskan hubungan ini, apalagi sampai ke pernikahan.

Beberapa pelayan langsung mengukur tubuh Alice dan Raymond dengan sangat detail. Mereka tidak mau terjadi sebuah kesalahan, yang sangat tidak disukai oleh Raymond.

Setelah selesai, Raymond langsung bergegas pergi, melanjutkan acaranya untuk menemui Will sahabatnya.

Tanpa sepatah kata pun, Raymond berlalu.

Dasar pria angkuh dan arogan.

"Terima kasih sudah melayani kami dengan baik," ucap Alice tersenyum manis.

Semua Manager dan Pelayan butik yang mendengarnya terperanjat kaget.

Mereka tak menyangka, bahwa wanita yang kali ini bersama oleh Tuannya, tidak seperti wanita lain yang terlebih dulu dibawanya, yaitu Patricia.

Alice membungkukkan setengah badannya, untuk sekali lagi mengucapkan terima kasih, sambil berlalu menyusul Raymond yang langkahnya jauh meninggalkannya.

"Nona Alice sungguh baik, semoga ia bisa merubah Tuan Raymond."

Seorang Manager butik memandang kepergian Alice dengan penuh harap.

Alice memasuki mobil dengan dibukakan pintunya oleh Albert, seperti biasa yang sudah sigap menunggunya.

"Silahkan, Nona," ucap Albert sambil tersenyum.

Alice menjawab dengan senyum di wajahnya.

"Terima kasih, Albert."

Alice duduk di samping Raymond. Namun baru saja ia duduk, suara kesal Raymond sudah langsung menghardiknya.

"Ada apa denganmu, kenapa begitu lama?"

Raymond menghentakkan tangannya ke arah pintu mobil, karena Alice sudah membuatnya menunggu.

Alice tersentak begitu kaget. Ia tak menyangka selain angkuh dan arogan, ternyata Raymond adalah sosok pria yang kasar terhadap wanita.

"Aku harus mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah melayani kita tadi di dalam butik, aku tidak sepertimu yang angkuh tidak menghargai bawahanmu."

Mendengar perkataan Alice, membuat wajah Raymond semakin mengeras.

"Tuan Raymond, bisa kita berangkat sekarang karena Tuan Will sudah menunggu kita," potong Elliot yang berniat, menyelamatkan Alice dari kemarahan Raymond.

Raymond mengacuhkan Alice, amarahnya mulai surut sejenak.

"Cepat! Aku tidak mau kita terlambat."

Albert melajukan mobilnya dengan cepat menuju restoran tempat mereka akan bertemu dengan Will.

"Untung saja aku mengalihkan emosi Tuan Raymond, Nona Alice harus tahu sikap Tuan Raymond yang tidak suka menunggu walau hanya beberapa menit saja," gumam Elliot sambil menghela napasnya.

Alice masih memasang wajah terkejutnya.

"Sumpah demi Tuhanku, jangan panggil aku Alice jika aku tidak bisa merubah sikap arogannya."

Namun sejenak ia kembali berpikir dan merutuki kebodohannya.

Aduh, Alice kenapa kamu berkata demikian Alice.

Alice menghela napasnya dalam.

"Aku begitu membencinya, bagaimana mungkin aku bisa bertahan hidup bersamanya apalagi sampai seumur hidupku."

Alice diam dan kembali berpikir sejenak.

Restoran Mewah.

Raymond dan Alice sudah berjalan sejajar memasuki lobi restoran.

"Bersikaplah elegan, jangan membuatku malu."

Alice menghentikan sejenak langkahnya, membiarkan Raymond mendahuluinya.

Ya Tuhan, kenapa aku harus berada di situasi seperti ini.

Alice menghela napasnya kasar. Ia melanjutkan langkahnya mensejajarkan kembali dengan Raymond.

Terlihat Will sudah duduk di kursinya dengan ditemani oleh Greta asistennya.

Pandangannya sudah tertuju kepada sosok wanita cantik dengan memakai dress merah yang terlihat anggun di matanya.

Will langsung berdiri menyambut Raymond dan Alice.

"Apa kabar brother?" sapa Will.

Raymond memeluk Will lalu menepuk punggung Will, tanda mereka sudah begitu lamanya tidak bertemu.

Raymond duduk di kursinya, sementara Alice sudah duduk terlebih dahulu, menatap penuh canggung suasana yang kini ada dihadapannya.

Raymond mengalihkan pandangannya dan tatapannya terhenti pada sosok wanita cantik yang kini berada tepat di belakang samping Will.

"Siapa wanita ini Will?"

"Perkenalkan dia adalah asisten pribadiku, Scarlett Greta Weins berdarah Swedia-Inggris, dia sudah bekerja denganku selama 3 tahun."

Greta maju untuk menjabat tangan Raymond.

Jabatan yang erat dari Raymond sebagai kode bahwa ia begitu terkesan dengan penampilan Greta.

Greta tersenyum manis, membalas senyuman Raymond.

Alice hanya mematung melihat sikap Raymond layaknya seorang playboy.

"Dasar pria arogan ini begitu menghormati wanita seksi di matanya, tapi denganku atau dengan manager butik dia bersikap angkuh dan semaunya."

Alice melirik Raymond dengan sinis dan sesekali melihat Greta dengan pakaian yang memperlihatkan bagian atas dadanya yang terlihat sintal.

Apa aku harus berpenampilan seksi seperti itu agar dia menghormatiku.

Alice terus menatap ke arah Greta, dengan pandangan tidak suka.

Namun tanpa Alice sadari sepasang mata, sudah sejak tadi terpikat dengan wajah lucunya.

"Ray, apa ini calon istrimu yang kau bicarakan akan berbagi denganku?"

Will menembak langsung ucapan yang sempat Raymond lontarkan padanya ditelepon.

Raymond menelan salivanya sendiri, ia tersedak saat akan meminum lemon yang sudah berada dalam genggamannya.

"Saat itu aku hanya bergurau brother, tapi jika kamu tertarik aku akan berikan, tapi itu bila Alice mau menghabiskan waktu denganmu."

"Bagaimana Nona Alice?" tanya Will dengan menaikan sebelah alisnya.

Alice terlihat geram mendengar percakapan dua orang pria yang ada dihadapannya, saat ini. Keduanya di mata Alice, sama-sama tidak menghargai kehormatan seorang wanita.

Wajah Alice tampak tidak suka dengan perkataan Will, namun itu dapat terbaca oleh Will, yang memang ahli dalam membaca raut wajah seseorang. Will lalu memotong ucapan Alice ketika hendak menjawab pertanyaannya.

"Ray dan Nona Alice, jangan kalian masukan ke dalam hati, aku tadi hanya bercanda."

Raymond menjadi lega mendengar ucapan Will.

"Sial kau Will jantungku hampir copot dibuat olehmu, aku hanya takut jika wanita ini nanti berkata yang bukan-bukan kepada Daddy," gumam Raymond yang mulai tenang.

"Maafkan aku Nona Alice, itu hanya gurauan orang Swedia, memberikan candaan di awal untuk mengejutkan kawan lama,"

Will terkekeh sambil menatap Alice, yang saat ini sudah begitu memerah wajahnya, karena menahan malu sekaligus amarahnya.

"Mari bersulang!"

Raymond mengangkat gelasnya, diikuti oleh Alice dan Will.

"Cheers."

Sesekali Raymond mencuri pandangan ke arah Greta, ternyata tatapan Raymond berbalas senyum manis dari Greta yang juga memandang Raymond dengan mata indahnya.

Alice menangkap pandangan itu dengan wajah jijiknya.

Dasar pria mesum, gak bisa ngelihat wanita seksi sedikit langsung terpikat.

Malam itu berlangsung begitu panjang untuk Alice. Malam yang ia sendiri tidak pernah terpikirkan akan dialaminya, walau hanya dalam mimpinya sekalipun.

Namun berbeda dengan Will, malam ini menjadi malam yang penuh dengan pesona Alice, karena begitu seringnya Alice beradu pandang dengan Will.

Makan malam pun berakhir.

Raymond dan Alice beranjak pergi meninggalkan Will dan Greta yang masih berada di mejanya.

"Terima kasih Greta, kamu sudah menjalankan semua perintahku."

"Baik Tuan, sudah tugas saya, Tuan Raymond sepertinya sudah masuk dalam perangkap kita, Tuan."

"Aku tahu Greta, aku dapat menangkap sorot matanya yang sering menatapmu."

"Selanjutnya sesuai rencana Greta."

"Baik, Tuan."

Will memicingkan senyumnya.

Ia kemudian beranjak dari kursinya untuk meninggalkan restoran, diikuti oleh Greta di belakangnya.

🍁🍁🍁

Bersambung✍️

Terima kasih ya. Ikuti terus kisahnya.

Terpopuler

Comments

Rossida Sity

Rossida Sity

Rey mata keranjang

2024-06-13

0

Siti Aminah

Siti Aminah

waaah ternyata will musuh dlm selimut. kapok km rey...

2023-08-24

0

Gauri Utama

Gauri Utama

Ada udang di balik batu.. Ada muslihat yg di sembunyikan... Semoga Ray aja yg terjebak yah. Alice jangan, jauhin aja dia dr musibah

2022-12-13

1

lihat semua
Episodes
1 CEO Tampan dan Arogan
2 Patricia Datang
3 Menyebalkan
4 Pertemuan Pertama
5 Terbang ke Massachusetts
6 Kesepakatan Raymond
7 Will Stefan Persson
8 Perasaan Alice
9 Watak Raymond
10 Alice Memukau
11 Pertemuan Pertama
12 Pertemuan dengan Will
13 Cinta Satu Malam
14 Rencana Will
15 Ide Alice
16 Alice Luar Biasa
17 Bodoh
18 Keputusan Alice
19 Menjelang Pernikahan
20 Trauma Raymond
21 Pernikahan Alice
22 Resepsi Pernikahan part 1
23 Resepsi Pernikahan part 2
24 Resepsi Pernikahan part 3
25 Rahasia Terbongkar
26 Ego Seorang Raymond
27 Kekaguman Nicholas
28 Rasa Sakit Alice
29 Kesedihan dan Pertemuan
30 Amarah Elliot
31 Keputusan Elliot
32 Tersadar
33 Rasa Rindu
34 Rencana Greta
35 Pesan Terakhir
36 Terlambat
37 Apa Ini Mimpi?
38 Kemesraan
39 Bukti Rekaman
40 Honeymoon part 1
41 Honeymoon part 2
42 Honeymoon part 3
43 Malam Pertama
44 Kehancuran Keluarga Weil
45 Kemenangan Alice
46 Desa Bibury
47 Selamat Tinggal Alice
48 Kemurkaan Raymond
49 Alice Hilang
50 Rindu Alice
51 Elliot dan Kelly
52 Rahasia Terungkap
53 Kedatangan Greta
54 Tuan Arogan Luluh
55 Keputusan Raymond
56 Terlambat
57 Kecurigaan Alice
58 Alice Terpukau
59 Rahasia Terkuak
60 Kecelakaan di Pagi Hari
61 Greta Hilang
62 Kejutan Sebuah Testpack
63 Zack Weins
64 Apakah Keguguran?
65 Pipi Chubby
66 Drama Korea
67 Makan Malam Indah
68 Mencekam
69 Keberanian Alice
70 Alice Pasrah
71 Matilah Kau Alice
72 Sebuah Harapan
73 Tertembakkah?
74 Harapan Yang Hilang
75 Pencarian
76 Tertembak
77 Pesan Terakhir
78 Pahlawan
79 Greta Mati
80 Firasat
81 Perasaan Yang Salah
82 Cemburu
83 Berubah
84 Dua Ego
85 Pisah?
86 Demi Baby Twins
87 Sandiwara
88 Rahasia Richard
89 Maaf
90 Romantis Kembali
91 Women On Top
92 Melarikan Diri
93 Dor
94 Rencana Di Majukan
95 Menunggu Bantuan
96 Tipu Daya
97 Mati Kau
98 Strategi Raymond
99 Ketahuan
100 Bantuan Datang
101 Perlawanan Thomas Selesai
102 New Life
103 Tantangan Baru
104 Kedatangan Bibi Mey
105 Salah Paham
106 James Datang
107 Pesan Amita
108 Rencana Amita
109 Selamat Tinggal London
110 Di mana Alice?
111 Kejujuran Terkuak
112 Penyesalan Alice
113 Rindu
114 Albert Izin
115 Salah Paham
116 Terungkap
117 Kebahagiaan Alice
118 Pernikahan Alex
119 Gelisah
120 Ulang Tahun Alice Part 1
121 Ulang Tahun Alice Part 2
122 Nick Carter
123 Menarik
124 Kesan Manis
125 Salah Sentuh
126 Anterograde
127 Stadium 4
128 Pertemuan Kedua
129 Kehilangan
130 Lembaran Baru
131 Kebebasan Nicholas
132 Alexa Gugup
133 Jennifer
134 Hadiah
135 Pernikahan Albert dan Risfa
136 Resepsi Pernikahan
137 Persalinan
138 Golden blood atau Rhnull Blood
139 Rencana Berhasil
140 Alice Sadar
141 Richard Datang
142 Akhir Bahagia
143 Terbang ke Australia
144 Info Promo : One Night Destiny
145 5 Tahun Kemudian
146 Kedatangan Greta
147 Ingatan Greta
148 PHSC 2 : Tenggelam
149 PHSC 2 : Ciuman Pertama
150 PHSC 2 : Menginap
151 PHSC 2 : Bibit Cinta
152 PHSC 2 : Melompat
153 PHSC 2 : Rencana Berhasil
154 PHSC 2 : Tertembak
155 PHSC 2 : Kelly Datang
156 PHSC 2 : Meloloskan Diri
157 PHSC 2 : Cemburu
158 PHSC 2 : Pikiran Elliot
159 PHSC 2 : Tipuan Garry
160 PHSC 2 : Melarikan Diri
161 PHSC 2 : Rencana Elliot
162 PHSC 2 : Kemenangan Garry
163 PHSC 2 : Elliot Selamat
164 PHSC 2 : Kebingungan Kelly
165 PHSC 2 : Keputusan Alissa
166 PHSC 2 : Berkorban
167 PHSC 2 : Penyelamat Datang
168 PHSC 2 : Perkenalan Dengan Richard
169 PHSC 2 : Tugas Ke London
170 PHSC 2 : Bertemu Kelly
171 PHSC 2 : Sean Datang
172 PHSC 2 : Hampir Saja
173 PHSC 2 : Cemas
174 PHSC 2 : Pilihan Sulit
175 PHSC 2 : Selamat
176 PHSC 2 : Kekaguman Alice
177 PHSC 2 : Terbaca
178 Info Promo : Wanita Pengganti Di Malam Pertama
179 PHSC 2 : Ingatan Elliot
180 PHSC 2 : Lolos
181 PHSC 2 : Sikap Tara
182 PHSC 2 : Ledakan
183 PHSC 2 : Rencana Collins
184 PHSC 2 : Penculikan
185 PHSC 2 : Perlawanan Sengit
186 PHSC 2 : Semakin Terdesak
187 PHSC 2 : Tertabrak
188 PHSC 2 : Bantuan Datang
189 PHSC 2 : Dendam
190 PHSC 2 : Misi Balas Dendam
191 PHSC 2 : Serangan Mendadak
192 PHSC 2 : Tidak Terduga
193 PHSC 2 : Belum Usai
194 PHSC 2 : Pengejaran Usai
195 PHSC 2 : Pertarungan Di Mulai
196 PHSC 2 : Lolos Dari Maut
197 PHSC 2 : Garry vs Richard
198 PHSC 2 : Terdesak
199 PHSC 2 : Provokasi
200 PHSC 2 : Akhir Pertarungan
Episodes

Updated 200 Episodes

1
CEO Tampan dan Arogan
2
Patricia Datang
3
Menyebalkan
4
Pertemuan Pertama
5
Terbang ke Massachusetts
6
Kesepakatan Raymond
7
Will Stefan Persson
8
Perasaan Alice
9
Watak Raymond
10
Alice Memukau
11
Pertemuan Pertama
12
Pertemuan dengan Will
13
Cinta Satu Malam
14
Rencana Will
15
Ide Alice
16
Alice Luar Biasa
17
Bodoh
18
Keputusan Alice
19
Menjelang Pernikahan
20
Trauma Raymond
21
Pernikahan Alice
22
Resepsi Pernikahan part 1
23
Resepsi Pernikahan part 2
24
Resepsi Pernikahan part 3
25
Rahasia Terbongkar
26
Ego Seorang Raymond
27
Kekaguman Nicholas
28
Rasa Sakit Alice
29
Kesedihan dan Pertemuan
30
Amarah Elliot
31
Keputusan Elliot
32
Tersadar
33
Rasa Rindu
34
Rencana Greta
35
Pesan Terakhir
36
Terlambat
37
Apa Ini Mimpi?
38
Kemesraan
39
Bukti Rekaman
40
Honeymoon part 1
41
Honeymoon part 2
42
Honeymoon part 3
43
Malam Pertama
44
Kehancuran Keluarga Weil
45
Kemenangan Alice
46
Desa Bibury
47
Selamat Tinggal Alice
48
Kemurkaan Raymond
49
Alice Hilang
50
Rindu Alice
51
Elliot dan Kelly
52
Rahasia Terungkap
53
Kedatangan Greta
54
Tuan Arogan Luluh
55
Keputusan Raymond
56
Terlambat
57
Kecurigaan Alice
58
Alice Terpukau
59
Rahasia Terkuak
60
Kecelakaan di Pagi Hari
61
Greta Hilang
62
Kejutan Sebuah Testpack
63
Zack Weins
64
Apakah Keguguran?
65
Pipi Chubby
66
Drama Korea
67
Makan Malam Indah
68
Mencekam
69
Keberanian Alice
70
Alice Pasrah
71
Matilah Kau Alice
72
Sebuah Harapan
73
Tertembakkah?
74
Harapan Yang Hilang
75
Pencarian
76
Tertembak
77
Pesan Terakhir
78
Pahlawan
79
Greta Mati
80
Firasat
81
Perasaan Yang Salah
82
Cemburu
83
Berubah
84
Dua Ego
85
Pisah?
86
Demi Baby Twins
87
Sandiwara
88
Rahasia Richard
89
Maaf
90
Romantis Kembali
91
Women On Top
92
Melarikan Diri
93
Dor
94
Rencana Di Majukan
95
Menunggu Bantuan
96
Tipu Daya
97
Mati Kau
98
Strategi Raymond
99
Ketahuan
100
Bantuan Datang
101
Perlawanan Thomas Selesai
102
New Life
103
Tantangan Baru
104
Kedatangan Bibi Mey
105
Salah Paham
106
James Datang
107
Pesan Amita
108
Rencana Amita
109
Selamat Tinggal London
110
Di mana Alice?
111
Kejujuran Terkuak
112
Penyesalan Alice
113
Rindu
114
Albert Izin
115
Salah Paham
116
Terungkap
117
Kebahagiaan Alice
118
Pernikahan Alex
119
Gelisah
120
Ulang Tahun Alice Part 1
121
Ulang Tahun Alice Part 2
122
Nick Carter
123
Menarik
124
Kesan Manis
125
Salah Sentuh
126
Anterograde
127
Stadium 4
128
Pertemuan Kedua
129
Kehilangan
130
Lembaran Baru
131
Kebebasan Nicholas
132
Alexa Gugup
133
Jennifer
134
Hadiah
135
Pernikahan Albert dan Risfa
136
Resepsi Pernikahan
137
Persalinan
138
Golden blood atau Rhnull Blood
139
Rencana Berhasil
140
Alice Sadar
141
Richard Datang
142
Akhir Bahagia
143
Terbang ke Australia
144
Info Promo : One Night Destiny
145
5 Tahun Kemudian
146
Kedatangan Greta
147
Ingatan Greta
148
PHSC 2 : Tenggelam
149
PHSC 2 : Ciuman Pertama
150
PHSC 2 : Menginap
151
PHSC 2 : Bibit Cinta
152
PHSC 2 : Melompat
153
PHSC 2 : Rencana Berhasil
154
PHSC 2 : Tertembak
155
PHSC 2 : Kelly Datang
156
PHSC 2 : Meloloskan Diri
157
PHSC 2 : Cemburu
158
PHSC 2 : Pikiran Elliot
159
PHSC 2 : Tipuan Garry
160
PHSC 2 : Melarikan Diri
161
PHSC 2 : Rencana Elliot
162
PHSC 2 : Kemenangan Garry
163
PHSC 2 : Elliot Selamat
164
PHSC 2 : Kebingungan Kelly
165
PHSC 2 : Keputusan Alissa
166
PHSC 2 : Berkorban
167
PHSC 2 : Penyelamat Datang
168
PHSC 2 : Perkenalan Dengan Richard
169
PHSC 2 : Tugas Ke London
170
PHSC 2 : Bertemu Kelly
171
PHSC 2 : Sean Datang
172
PHSC 2 : Hampir Saja
173
PHSC 2 : Cemas
174
PHSC 2 : Pilihan Sulit
175
PHSC 2 : Selamat
176
PHSC 2 : Kekaguman Alice
177
PHSC 2 : Terbaca
178
Info Promo : Wanita Pengganti Di Malam Pertama
179
PHSC 2 : Ingatan Elliot
180
PHSC 2 : Lolos
181
PHSC 2 : Sikap Tara
182
PHSC 2 : Ledakan
183
PHSC 2 : Rencana Collins
184
PHSC 2 : Penculikan
185
PHSC 2 : Perlawanan Sengit
186
PHSC 2 : Semakin Terdesak
187
PHSC 2 : Tertabrak
188
PHSC 2 : Bantuan Datang
189
PHSC 2 : Dendam
190
PHSC 2 : Misi Balas Dendam
191
PHSC 2 : Serangan Mendadak
192
PHSC 2 : Tidak Terduga
193
PHSC 2 : Belum Usai
194
PHSC 2 : Pengejaran Usai
195
PHSC 2 : Pertarungan Di Mulai
196
PHSC 2 : Lolos Dari Maut
197
PHSC 2 : Garry vs Richard
198
PHSC 2 : Terdesak
199
PHSC 2 : Provokasi
200
PHSC 2 : Akhir Pertarungan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!