Jenny melangkahkan kakinya untuk melihat seorang Pria yang sedang berdiri membelakanginya.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?"
Pria itu berbalik, mata Jenny membulat, pandangannya termangu menatap seorang Pria yang kini sedang berdiri dihadapannya adalah cinta pertamanya semasa kuliah dulu.
"Mike?" tanya Jenny meyakinkan apa yang dilihatnya.
"Iya Jenn, ini aku Mike," jawab Mike dengan sungging senyum di wajahnya.
Jenny mencubit sebelah pipinya untuk memastikan apa yang dilihatnya ini nyata.
"Au, sakit," ucap Jenny mengaduh pelan.
Mata Mike masih mencari-cari seseorang yang menjadi tujuannya kembali ke London. Pandangannya melewati tatapan Jenny yang terus menatapnya tanpa berkedip.
"Jenn, yang aku tahu, ini restoran Alice ya, apa Alice adanya?"
Pertanyaan yang sedikit membuat Jenny kecewa, ia tak melihatnya sama sekali bahkan ketika saat ini ia sudah berdiri dihadapan Mike.
"Alice, sebentar aku panggilkan ya?"
Jenny membalikkan tubuhnya untuk melangkah memberitahu Alice bahwa Mike kini datang ke restoran untuk menemuinya.
🍁🍁🍁
MANGO Corporate.
Raymond sudah bersiap pulang menuju rumahnya. Matanya mulai lelah terlihat dari guratan pada keningnya.
Raymond masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Elliot dan Albert yang selesai menutup pintu mobil untuknya.
Mobil melaju dengan cepat sesuai permintaan Raymond yang ingin segera sampai di kediamannya yang super megah.
Hanya 20 menit, mobil mewah Raymond mulai memasuki halaman rumahnya. Ia segera turun dan langsung masuk ke dalam rumahnya.
"Halo, Dad," sapa Raymond sambil melewati Ayahnya yang sedang asyik menonton pertandingan sepakbola.
"Oh ya, bagaimana Ray, apakah kamu sudah menemukan calon istri yang tepat untukmu?" tanya Nicholas sambil pandangannya mengarah, mengikuti langkah Raymond yang tak berhenti, walau sudah mendengar pertanyaannya.
"Nanti setelah aku mandi dan menyegarkan diriku, kita akan bahas ini Dad, oke!"
Raymond berlalu menuju kamarnya sambil mengangkat tangan kanannya sebagai kode untuk Ayahnya.
Nicholas kembali mengarahkan pandangan ke arah layar LED, yang berukuran besar, untuk kembali menyaksikan pertandingan sepakbola yang ditontonnya.
30 menit kemudian.
Raymond sudah terlihat memakai piyama tidurnya, ia menghampiri Ayahnya yang masih asyik menonton pertandingan sepakbola.
"Dad," ucap Raymond sambil duduk di sofa bersebrangan dengan Ayahnya yang masih asyik menatap layar LED.
"Ya Ray, bagaimana? tanya Nicholas sambil mematikan LED TV nya dan langsung menatap Raymond dengan pandangan penuh selidik.
"Aku sudah menemukan wanita yang aku rasa pantas Dad."
"Aku tidak mau jika seperti Patricia," keluh Nicholas protes.
"Tidak Dad, wanita ini lebih baik 1000x lipat dari Patricia," ucap Raymond yang sudah menyelidiki keseharian Alice lewat Elliot.
"Memang Patricia punya kebaikan dalam dirinya, kalau ada tidak mungkin dia tega mendorong Ibuku sampa akhirnya ia tertabrak mobil sampai meninggal," ketus Nicholas yang geram bila mendengar nama Patricia.
Kening Nicholas mulai terasa berdenyut, saat mengingat wanita iblis yang telah membuat Ibunya meninggal.
"Akan ku bawa wanita ini menemui besok,"
Raymond berucap dengan santai sambil menyeruput kopi yang telah dibawakan oleh pelayan untuknya.
"Baik aku tunggu besok, jika aku melihat wanita itu baik, aku akan mengizinkanmu menikah dengannya dan sesuai janjiku, aku akan berikan 50% dari sahamku kepadamu," tutur Nicholas sambil tersenyum, ia sudah tak sabar menunggu hari esok, ketika Raymond memperkenalkan calon istrinya.
Yang terpenting Daddy menepati janjinya.
Raymond memicingkan senyumnya, ia memang tak bersungguh-sungguh ingin menikahi Alice, ia hanya mengincar apa yang telah di janjikan oleh Nicholas, jika ia menikah dengan wanita lain, mungkin ia tidak bisa bertindak sesukanya, namun dengan Alice ia begitu yakin, setelah menikah nanti apapun masih dapat dilakukannya tanpa menghiraukan bahwa ia sudah berstatus menikah.
🍁🍁🍁
Alice sudah terlihat duduk berdua dengan Mike, tanpa Jenny yang memilih untuk menghindar karena pada kenyataannya memang Mike tidak mencarinya, melainkan hanya Alice.
"Maafkan aku yang pergi meninggalkanmu tanpa pamit," sesal Mike dengan menatap wajah Alice yang terlihat sendu.
"Dulu memang aku sedih akan hal itu Mike, tapi sekarang aku sudah punya kehidupan lain, malah sebentar lagi aku akan menikah," tegar Alice walau sebenarnya di hatinya masih ada perasaan untuk Mike, namun Alice membaca raut kecewa dari wajah Jenny, ketika Mike ternyata hanya mencari dirinya.
Mike terhenyak mendengar ucapan Alice.
"Jadi aku terlambat ya," ucap Mike kecewa, wajahnya terlihat muram.
"Untukku iya, tapi untuk Jenny tidak, cobalah buka hatimu untuk Jenny, karena kamu adalah cinta pertama untuknya, bahkan sampai sekarang Jenny masih sendiri," ungkap Alice berharap Mike mau mendengarkannya.
Mike hanya diam tak menjawab perkataan Alice, ia lalu pamit kepada Alice dengan membawa rasa kecewanya. Alice sebenarnya begitu bahagia dapat kembali bertemu dengan Mike, namun ia tidak bisa jujur akan hal itu, Alice memilih untuk menyimpan perasaannya demi Jenny sahabatnya. Ia tak mau persahabatannya dengan Jenny rusak karena seorang Pria yang sama-sama menjadi cinta pertama mereka.
Alice masih duduk menatap punggung Mike yang semakin lama semakin jauh melangkah, hingga tak terlihat lagi keluar dari restoran. Air mata tak terasa menetes dari kedua mata indahnya, membasahi alas meja yang menjadi tempatnya menyandarkan kepalanya di tangannya yang sudah berlipat di atas meja.
Maafkan aku Mike, tapi aku tidak bisa mengorbankan persahabatanku.
Jenny ternyata mengetahui apa yang dilakukan Alice, ia sudah sejak lama mengintip Alice dan Mike dari balik pintu office yang mengarah langsung ke tempat mereka berada, hingga Jenny dapat melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh Alice.
Lagi-lagi kamu berkorban untuk ku Alice, tapi cinta itu tak dapat dipaksakan, walau kamu berkorban tapi apakah Mike bisa mencintaiku.
Jenny memutuskan untuk mengejar Mike ke arah depan restoran, melewati rute yang tidak diketahui Alice, Jenny melangkah dengan cepat, sampai akhirnya ia dapat melihat Mike yang sudah berada di samping mobilnya.
"Mike," panggil Jenny.
Mike menoleh ke arah Jenny yang telah memanggilnya, pandangannya menatap Jenny penuh tanda tanya, ia mengingat apa yang dikatakan Alice membuatnya canggung untuk memulai percakapan, walau kini mereka sudah berdiri saling berhadapan di selimuti oleh butiran salju yang turun.
Jenny berusaha kuat menatap mata Mike yang kini terlihat sendu.
"Alice masih mencintaimu Mike, ia mengalah untukku, maka itu ia mengatakan hal demikian padamu," ungkap Jenny melapangkan hatinya untuk Alice sahabatnya.
Mike mendengar ucapan Jenny mulai menampakkan sungging senyum di wajahnya.
"Apa benar seperti itu Jenny? tanya Mike lebih lanjut.
"Tentang perasaannya benar dia masih mencintaimu, namun tentang dia ingin menikah itupun benar."
Mike terhenyak, wajahnya kembali muram mendengar kenyataan bahwa Alice akan segera menikah.
Namun Jenny langsung menceritakan semua yang ia ketahui tentang kesepakatan antara Ayahnya Alice dengan seorang CEO yang bernama Raymond.
"Jika kamu mencintainya, kejarlah dan raihlah kebahagiaan bukan hanya untukmu tapi demi Alice," tutur Jenny dengan senyum di wajahnya sambil melangkah membalikkan tubuhnya dan pergi berlalu meninggalkan Mike yang masih termangu dengan perkataan terakhir yang Jenny katakan.
Air mata Jenny membasahi pipinya, namun ia menyeka air matanya sambil terus melangkah, menyibak salju di kakinya. Jenny tersenyum bahagia atas apa yang telah ia lakukan, atas nama persahabatan ia korbankan perasaannya, baginya yang utama adalah kebahagiaan Alice.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
"Halo menurut versi kalian persahabatan itu apa sih?"
Beri dukungan kalian dengan tekan like dan isi kolom komentar ya.
Semangat semua dan sehat selalu ya. 😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Emak Kam
Mike ganteng kebangetan. huhu persahabatan yg manis melebihi manisnya madu 😍
2023-05-02
0
Wirda Wati
suka dg ceritanya
2022-12-26
1
kimiatie
inilah persahabatan yang iklas tanpa perasaan dengki
2022-12-16
0