Selamat membaca!
Di dalam Mobil.
Raymond sudah duduk nyaman di kursinya seperti biasa Raymond duduk sendiri di belakang, sementara Elliot duduk di samping Albert yang mengendarai mobilnya dengan cepat untuk mengejar waktu menuju bandara.
Raymond akan menggunakan jet pribadinya untuk menuju Cambridge, Massachusetts. Pertemuan yang akan jadi ajang memamerkan hasil jerih payahnya dalam 1 dekade ini memimpin MANGO Corporate, semua tak lepas dari dukungan para investor yang percaya kepada Perusahaan yang dipimpinnya, salah satunya adalah Alexander Kemal Malik.
Wajah Raymond mengeras mengingat perkataan Alice.
"Elliot apa menurutmu tentang yang dikatakan Alice?" tanya Raymond dengan suara arogannya.
"Wanita itu sepertinya tidak akan berbohong Tuan," ujar Elliot memberikan penilaiannya tentang Alice.
Raymond berpikir sejenak, namun semua pemikiran Elliot selalu menjadi bahan pertimbangan bagi Raymond dalam mengambil setiap keputusan, entah dalam hal Perusahaan ataupun masalah lainnya.
Raymond sekilas tersenyum kecil, ketika ia nyatanya juga mempercayai apa yang dikatakan Alice.
"Elliot, segera hubungi Kepala Kepolisian, suruh dia kirim kepadaku, semua rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian!" titah Raymond dengan suara arogannya.
"Baik Tuan, dalam 20 menit akan terkirim langsung ke email Anda, Tuan," jawab Elliot seraya mengambil handphone dari saku jasnya lalu mengirim pesan kepada James kepala Kepolisian yang menangani kasus tersebut.
Luar biasa Elliot, selalu bisa ku andalkan.
Albert masih terus fokus mengendarai mobilnya.
"Albert, hukuman kamu! Saya tangguhkan sampai saya kembali dari Massachusetts." ujar Raymond.
Albert mendadak tersedak salivanya sendiri.
Ya ampun aku pikir aku bebas dari kemarahan Tuan Raymond, tapi ternyata.
"Baik Tuan," ucap Albert pasrah tanpa berani bertanya apa hukumannya.
🍁🍁🍁
Alice terlihat begitu murung, beberapa kali ia menghela napasnya tanda begitu banyak beban yang ia pikul di pundaknya.
"Aku hanya bisa menunggu sekarang, semoga Tuan Raymond mendengarkan apa yang kukatakan," ucap Alice menghela napas kasar.
Mobil Alice sudah tiba di halaman rumahnya. Ia segera memarkirkan mobilnya lalu turun dan masuk ke dalam rumah.
Setibanya Alice di ruang tamu, ternyata Norin sudah menunggu kepulangannya.
"Anak Mommy, kenapa mukanya murung begitu?" tanya Norin yang sebenarnya sudah tahu kesedihan Alice soalnya restorannya dari Jenny.
"Gak apa-apa Mom," ucap Alice sambil melempar tubuhnya untuk bersandar di sofanya yang penuh dengan bantal-bantal.
"Kamu yang sabar ya, tadi Jenny sudah cerita ke Mommy," ujar Norin sambil menghampiri Alice yang duduknya bersebrangan dengannya.
Norin kini sudah berada tepat di samping Alice, dengan segera Alice mendekap tubuh Norin, sambil menangis ia melepaskan segala beban yang dirasakan dalam hatinya.
"Menangislah jika nantinya setelah menangis kamu bisa lebih kuat dari sebelumnya," tutur Norin sambil mengusap rambut Alice, mencoba menenangkan Anaknya yang saat ini sedang rapuh.
"Kamu yang kuat ya Alice, walaupun sebenarnya kamu bukanlah anak kandungku, namun kamu sudah ku anggap seperti anakku sendiri," gumam Norin yang ikut merasakan air mata Alice.
🍁🍁🍁
Bandara Heathrow London.
Terlihat Raymond dan Elliot sedang melangkah menuju pesawat jet pribadi milik keluarga Weil. Namun tiba-tiba tubuh Raymond terbentur seseorang yang tidak memperhatikan pandangannya saat berjalan.
Raymond menatap tegas ke arah laki-laki itu yang terlihat tak merasa bersalah karena telah menabrak Raymond. Kejadian itu membuat Elliot bergerak mendekati laki-laki itu.
Elliot langsung menegur laki-laki itu untuk tidak main-main dengannya, ternyata perkataan Elliot malah menyulut kemarahan laki-laki itu.
Saat Elliot ingin bergerak untuk memberinya beberapa pukulan, Raymond menghentikan Elliot dengan menahan pundaknya untuk menghindari masalah.
"Sudah biarkan saja, lebih penting dengan acara yang akan saya hadiri daripada meladeni orang yang tidak penting ini," titah Raymond seraya meneruskan langkahnya berlalu dari laki-laki pembuat masalah itu.
Langkah Raymond diikuti oleh Elliot yang tepat mengawal di belakangnya. Namun pandangan Elliot tidak pernah lepas dari laki-laki itu, ia terus menatapnya tajam sampai laki-laki itu sudah berlalu dan tidak terlihat lagi.
🍁🍁🍁
Di dalam jet pribadi.
Raymond duduk nyaman sambil membuka laptopnya. Ia membuka email yang terdapat beberapa video CCTV yang sudah dikirimkan oleh James, Kepala Kepolisian London.
Raymond memanggil Elliot dengan suara arogannya, untuk masuk dan melihat video yang sedang diputarnya dari layar besar LED.
Elliot duduk dan mengamati dengan seksama beberapa CCTV yang diputar dari tempat kejadian. Namun setelah beberapa CCTV diputar Elliot belum menemukan adanya kejanggalan apapun karena sudut pandangan CCTV terlalu jauh dari tempat kejadian.
"Tidak ada apapun Tuan, mungkin Alice salah," ujar Elliot yang menyayangkan ternyata tidak terdapat apapun di semua video yang dikirim oleh James.
Raymond terlihat berpikir sambil mengernyitkan dahinya.
Namun tiba-tiba James mengirimkan satu video lagi. Ketika Raymond membuka dan memutar file tersebut, Raymond dan Elliot sama-sama terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Patricia," ucap Elliot.
Wajah Raymond mengeras dengan menautkan kedua alisnya, matanya tajam menatap apa yang dilakukan Patricia yang terekam pada CCTV terakhir yang dikirimkan oleh James.
"Kurang ajar, wanita ****** itu," geram Raymond sambil menghentakkan tangannya ke meja yang berada di depannya untuk melampiaskan segala kemarahannya.
Elliot ikut kesal dengan kenyataan yang saat ini terbuka di depan matanya, bahwa sebenarnya yang terjadi adalah Nenek sudah di dorong oleh Patricia hingga tertabrak mobil Adrian. Posisi bus tingkat berwarna merah membuat pandangan Adrian, jadi tidak melihat keberadaan Nenek yang tiba-tiba muncul dari belakang bus.
"Elliot segera perintahkan James untuk membebaskan Adrian dan menangkap Patricia," ucap Raymond dengan kesal.
Elliot langsung menghubungi James sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Raymond.
"Karena semua ini aku jadi merasa malu telah mengganggu hidup wanita itu," gumam Raymond.
"Elliot tentang restoran itu, kembalikan keadaannya seperti semula, besok kita akan menemui wanita itu di restorannya!" titah Raymond dengan suara arogannya.
"Baik Tuan," jawab Elliot yang kembali terlihat menghubungi orang suruhannya yang ia tugaskan di sekitar restoran untuk menyudahi segala rencana yang diperintahkannya.
Raymond melepaskan tubuhnya untuk bersandar nyaman di sofa empuknya, melihat itu Elliot langsung bergegas pamit kepada Raymond untuk keluar dari ruangannya, karena ia tahu jika Raymond sudah menghela napasnya dengan kasar ia tak mau diganggu oleh siapapun.
Raymond terlihat mengambil handphonenya dan menghubungi Albert.
"Sekarang juga pergi ke kantor polisi temui James kepala kepolisian London, setelah ia membebaskan Adrian, segera antar dia ke rumahnya!" titah Raymond yang masih merasa tak enak akan kesalahan yang telah ia lakukan sambil menutup teleponnya dan melempar handphonenya dengan keras ke atas meja.
"Seumur hidup belum pernah aku merasa bodoh seperti ini," keluh Raymond kesal dengan apa yang terjadi sambil memegangi keningnya.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Terus beri dukungan kalian ya, jika sudah membaca tekan like dan berikan komentarnya juga ya. Terima kasih. 😘😊😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Lizajoseph Hilda Joseph
👍👍
2024-05-10
0
Enung Samsiah
naahh asyiiik, biasanya di cerita-cerita suka ketauan nya nnti stlh f pnhara lmaaaa bnyk korban d kluarga
2023-03-16
0
Kasmiwati P Yusuf
aku kayak baca noveld mn gitu ya..crtany bab segini g mudah d tebak..sukaaaa..
2023-02-18
0