Rika dan Riko

Malam ini tampak sangat ramai karena segerombolan hantu itu mengikuti ritual melepaskan sosok kekasihnya Riko yang yang berada di tubuh Vivi saat ini.,mereka tampak penuh kewaspadaan.

"Baiklah kalau sudah selesai gantung itu di atas pohon,"Arsen pun kemudian mengikat penyajian tersebut di atas pohon hingga bergantungan.Maaf ya author kurang tau caranya🙏

Merekapun melaksanakan tugas-tugas mereka dengan baik,sedangkan para hantu la,innya tetap menjaga sosok yang berada di tubuh Vivi sekarang,malampun semakin larut,tepat jam duabelas malam suasana tiba-tiba saja menjadi aneh.Karena hembusan angin saat ini terlalu kencang tidak seperti biasanya.

"Ar aku merasa suasana sekarang mulai berubah,"bisik Dira.

"Aku pun merasa begitu,tetaplah waspada,"perintah Arsen.

"Kamu juga,"ucap Dira.

"Akhhhhhh,"teriak hantu yang lainnya dengan serentak.

"Rik ada apa?"tanya Dira heran.

"Waspada karena sosok yang paling mengerikan itu sedang ada di sekitar kita,"ucap Riko.

"Lalu kenapa mereka berteriak?"tanya Arsen kebingungan.

"Karena mereka juga takut,dengan sosok yang kejam itu,"jelas Riko.

"Kenapa mereka ikut kesini,kalau mereka juga takut dan parahnya lagi mereka berteriak ketakutan sedangkan aku sendiri malah kaget mendengar mereka berteriak dasar hantu-hantuan"batin Arsen.

"Berhentilah melamun,"ucap Dira.

Sekarang sosok tersebut,sedang mengintip mereka dari kejauhan.

"Wuuuuuuuusss,"angin kencang berada di sekitar mereka hingga dedaunan berhamburan,ranting-ranting banyak yang berjatuhan bahkan ada yang tertimpa termasuk hantu yang lainnya juga,hingga saling berpegangan takut angin menerjang mereka.

"Peganglah tangan ku dengan erat jangan sampai kamu melepaskannya,"ucap Arsen sambil memgang tangan Dira dengan erat.

"Baiklah,"ucap Dira.

"Akhhhhh...akkkkkhhh,"tiba-tiba saja Vivi berteriak kencang sambik berusaha melepaskan diri dari ikatan kain yang sudah di baca mantra itu,sepertinya usaha mereka tidak sia-sia malam ini.

"Ar,Vivi tidak apa-apa kan nanti?"tanya Dira khawatir.

"Tentu saja,kamu tidak perlu khawatir,"ucap Arsen menenangkannya Dira,walaupun anginnya masih belum berhenti.

Setelah sekian lama angin kencang tersebut sudah berhenti,termasuk sosok yang berada di tubuh Vivi itu tidak membrontak lagi.Wajah Vivi sudah kembali normal lagi tidak seperti biasanya berwajah pucat,tapi luka-luka di tubuhnya cukup mengerikan karena ada beberapa sayatan luka di tangan dan di kakinya

"Arseeeeeenn,"teriak Dira.

"Diraaaaaa,"teriak Arsen juga lalu berlari menghampiri Dira,namun tidak sempat karena sosok tersebut sudah terlebih dahulu membawa Dira hingga tidak terlihat lagi oleh Arsen,Arsen berusaha mengejar Dira lagi namun hanya sia-sia saja karena sosok tersebut sudah membawanya dengan cepat kilat.

"Riko apa kamu tau Dira dibawa kemana?"tanya Arsen dan Riko hanya mengelengkan kepalanya,karena tidak tau juga

"Lepaaaaaaskan,"teriak Dira sambil membrontak,namun sosok tersebut memegang kedua kaki Dira dan menyeretnya.

"Akhh,sebaiknya aku harus memang sesuatu untuk melepaskan diri,"gumam dalam hati.

"Akhh,dapat,"gumam Dira,karena ada pohon untuk ia berpegang dengan erat.Sosok tersebut lalu berbalik menghampiri Dira karena merasa susah menyeret Dira.

"Lee...lepaskan tangan mu,"ucap Dira terbata-bata karena lehernya di cekik.Lalu Dira sambil membrontak supaya sosok tersebut melepaskan tangan dari lehernya.

"Apa mau mu?"Berontak Dira dengan lemah,karena ia sudah tidak tahan lagi untuk bertahan.Matanya sudah perlahan-lahan tertutup hingga akhirnya Dira tergeletak tidak sadarkan Diri lagi.

Di sisi lain Vivi masih terbaring lemah di atas ranjang,karena lukanya baru saja di obatin oleh Arsen sedangkan Rika kekasihnya Riko entah kemana perginya,Riko merasa sangat sedih karena kehilangan kekasihnya lagi,akhirnya Riko menyendiri di pinggir kolam renang.

"Rik sekarang kamu ada dimana lagi?aku sudah lelah mencari dan mengejar mu seperti ini,apa sebenarnya terjadi dengan kamu,hingga kamu tega membuat orang-orang baik terluka di sini,"gumam Riko sambil bersedih.ia kembali teringat dengan masa lalunya lima tahun yang lalu, saat masih hidup hingga mereka berdua mati dan bertemu lagi di dunia yang lain.

Flashback On.

Di pagi hari sepasang kekasih memakai seragam SMA dan berangkat bersama-sama memakai mobil sport berwarna hitam milik Riko,mereka bertemu karena di jodohkan kedua orang tuanya Riko dan Rika.Dan sepertinya mereka merasa saling sangat nyaman dan cocok akhirnya mereka perlahan-lahan menanamkan benih cinta itu.hingga sekarang hubungan mereka berdua sudah terjalin satu tahun lebih.

"Sayang,"panggil Rika duduk di kursi mobil depan samping Riko.

"Emm aku butuh duit buat belanja di mall,"ucap Rika.

"Itu ambil saja kartu yang ada di dalam dompetku yank,kamu ambil saja yang mana yang kamu mau,asal nanti belanjanya jangan terlalu lama-lama ya ingat waktu juga,"ucap Riko sambil mencium punggung tangan Rika sekilas, karena saat ini Riko sedang menyetir jadi tidak bisa berlama-lama.

"Makasih syang,"Rika memeluk Riko dengan penuh sayang.

"emmm,"sambil mengelus-ngelus pungung tangan Rika.

"Aku ambil yang ini aja ya,"Rika sambil menunjukan kartu ATM warna gold.

"Iya sayang,oh iya nanti ke kantin bersama ya seperti biasa.Nanti aku tunggu di depan pintu kelas kamu,"ucap Riko.Karena Riko dan Rika berbeda ruangan tetapi mereka berdua sama-sama kelas tiga SMA.

"Ok sayang,"

Setelah beberapa menit di dalam perjalan akhirnya Rika dan Riko pun sampai berada di sekolah dengan tepat waktu.

"Yank salim dulu,"ucap Rika,lalu Riko menyodorkan pungung tangannya,kemudian Rika menciumnya.Sedangkan Riko mencium pipi kanan,kiri dan kening Rika untuk berpamitan.No cium bibir masih anak sekolah ceritanya😅

"Belajar yang rajin ya,"perintah Riko.

"Siap bos ku,"Riko pun meningalkan Rika perlahan-lahan kemudian melambaikan tangan nya

"Bye..bye,"balas Dira.Kegiatan mereka memang begitu setiap mau berpisah dan memang harus wajib di lakukan oleh sepasang kekasih itu.

"Rikaaa,"panggil salah satu teman Rika bernama Meila.

"Ada apa?"tanya Rika kepada temannya.

"Kita jadikan belanja ke mall hari ini,"tanya Meila.

"Tentu saja jadi dong dan ini aku sudah minta kartu ke pacar aku,"sambil menunjukan kartu ATM berwarna gold itu ke Meila.

"Waah enak juga punya pacar banyak duit ya,"ucap meila.

"Ya begitu lah,ayo duduk sampai kapan berdiri terus begini,"ajak Rika.

"Hhee,habisnya aku terlalu semangat hari ini,karena di temanin belanja sama kamu,"

"Dasar kamu,Mei nanti aku ikut mobil kamu aja ya,soalnya aku malas bawa mobil,"

"Ok siap nyonya,"ucap Meila dengan semangatnya.

"Ehh..eh itu guru sudah datang,"ucap Rika dan kemudian mereka berdua langsung duduk di tempat mereka masing-masing.

Terpopuler

Comments

Aisy Hilyah

Aisy Hilyah

ooooooohhhhh

2020-07-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!