Pertolongan

Kalau suka sama ceritanya ayo dukung author dengan cara like,vote,rate juga🤗

Sudah tiga hari ini Arsen tidak menemukan keberadaan Dira,ia sangat frustasi saat ini.

"Kau benar-benar tidak tau keberadaan Dira?"tanya Arsen sekali lagi.tampak Riko sedang terdiam sebentar.

"Setelah kami mencarinya beberapa hari ini,kami sudah menemukan keberadaan Dira sekarang,"ucap Riko.

"Lalu dimana dia?"tanya Arsen.

"Dia berada di hutan yang sangat jauh dari sini dan aku juga pernah sekali kesana.Saat itu dia juga sedang kabur lalu aku menolongnya untuk keluar dari hutan tersebut,"jelas Riko.

"Ayo antarkan aku kesana,"ajak Arsen.

"Tidak jangan sekarang,"

"Kenapa? Dira saat ini sedang membutuhkan bantuanku,"

"Lebih baik kita menemukan Rika terlebih dahulu,hanya dia yang tau kelemahan dia,"jelas Riko.

"Lalu kemana kekasih mu itu?"

"Aku juga tidak tau,saat ini aku masih sedang mencarinya,"

"Mungkin aku tau dimana tempatnya,"sahut Vivi dari belakang.Seketika Arsen dan Riko menengok kebelakang.

"Kamu jangan bercanda?"suara dingin dari Arsen.

"Aku serius,"ucap Vivi.

"Bagaimana bisa kau tau,sedangkan kamu hanya di rumah ini terus."

"Tadi malam aku bermimpi,Kekasih mu itu sedang mendatangi ku dan dia mengatakan sesuatu kepadaku dan sepertinya dia membutuhkan pertolongan."

"Itu hanya kembang tidur mu saja,"sahut Arsen.

"Setidaknya kita mencobanya,"sahut Riko.

"Iya betul,mimpi itu seperti nyata saja,"

"Dan berada dimana dia sekarang?"tanya Riko.

"Di mimpi itu aku mengikutinya,lalu tiba-tiba saja kami berdua berada di kantor bapak Arsen,namun setelah itu dia mengatakan tolong aku sambil mengulurkan tangannya,lalu langsung lenyap begitu saja,"jelas Vivi.

"Kamu yakin tidak melihatnya pergi kemana lagi setelah itu?"Vivi hanya mengelengkan kepalanya tidak tau.

"Baiklah kita kesana sekarang,"ajak Arsen lalu mengambil kunci mobilnya.

"Kau serius?"tanya Arsen kepada Riko dengan tiba-tiba.

"Apa aku terlihat bercanda?"tanya Riko.

"Kau keterlaluan,"kesal Arsen.

"Mau bagaimana lagi,mereka sudah duluan untuk masuk ke dalam mobilmu,"ucap Riko.Lalu melihat pocong,tuyul,kuntilanak dan hantu yang lainnya sudah duduk di belakang mobil dan sebagian duduk di atas mobil karena tempatnya tidak cukup.

"Ya Tuhan yang benar saja ini,mereka benar-benar merepotkan ku,"batin Arsen kesal.

"Lalu bagaimana orang lain nanti melihat mereka?"tanya Arsen.

"Tenang saja mereka bisa mengatasinya sendiri,"Jelas Riko.

"Kita kapan berangkat?"tanya kuntilanak dari dalam mobil itu."

"Akhhhh,"Arsen mencak-ngacak rambutnya frustasi lalu memasuki mobil.

"Let's go,"ucap para hantu itu dengan serempak.

"Arsen hanya memutar bola matanya malas,"Arsen hanya pasrah dia tidak mungkin mengusir para hantu dari mobilnya.Melihat tatapan mata mereka saja membuat Arsen bergidik ngeri apa lagi kalau mereka ngamuk.Ia sudah membayangkan bagaimana para hantu itu mengamuk padanya,sedangkan satu saja tubuhnya terasa remuk apa lagi segeng itu.

Setelah cukup lama akhirnya mereka pun sampai di kantor Arsen,Mereka melewati ruang rahasia Arsen dari belakang kantor.

"Lalu kita kemana?"tanya Arsen kepada Vivi.

"Aku tidak tau,di dalam mimpi itu kami berdua ada di tengah-tengah berada di antara ruang ini,"jelas Vivi.

"Ruangan ini terlalu banyak,bagaimana bisa kita menemukan nya?"tanya Riko.

"Aku tau caranya,"ucap Arsen.

"Caranya bagaimana?"tanya Riko dan Vivi serentak.

"Itu,kali ini mereka cukup berguna jadi tidak sia-sia membawa mereka kesini,"ucap Arsen melihat para geng hantu itu.

"Baiklah aku akan menyuruh mereka membantu kita,"ucap Riko lalu Riko menghampiri para geng hantu itu dan membisikan mereka.

"Sudah selesai?"tanya Arsen.

"Tentu saja ayo,kita bertiga jangan sampai terpisah,"ajak Arsen,lalu mereka kemudian memasuki ruangan satu persatu persatu namun kosong,sudah cukup lama mereka mencari keberadaan Rika tetap saja nihil.

"Tak...tak..tak,"suara langkah seseorang.

"Sttttttt,"ucap Arsen.

"Ada apa?"tanya Riko dan Vivi bersama.

"Kamu tidak mendengar suara langkah kaki seseorang?"tanya Arsen, Riko dan Vivi mengelengkan kepala mereka.

"Tak..tak..tak,"suara langkah kaki itu lagi.

"Itu apa kamu tidak mendengarnya?"tanya Arsen lagi,namun Vivi dan Riko lagi-lagi mengelengkan kepala mereka.

"Akhh,kalian berdua keterlaluan,taruh dimana kuping kalian berdua itu,"kesal Arsen.

"Kami benar-benar tidak mendengarnya sahut Vivi.

Arsen hanya mengeluarkan nafasnya karena menahan rasa kesalnya itu.

"Tak...tak..tak,"suara langkah kaki itu semakin dekat.

"Sebaiknya kalian berdua mengikutiku dari belakang,"ucap Arsen memberi perintah.

"Hikk...hikks,"tiba-tiba saja terdengar suara tangisan seseorang dari ruangan sebelah.

Arsen kemudian mengambil sebuah balok kayu untuk memukul musuhnya,kemudian perlahan-lahan kakinya melangkah, tanpa mengeluarkan suara hentakan kakinya,tetapi dua orang yang berada di belakangnya hanya terlihat santai saja.

"Hikk..hikss,"suara tersebut perlahan-lahan sangat jelas,sedangkan lampu tiba-tiba saja meredup hendak mati.Namun setika seperti lampu dj,

"Kenapa lampunya tiba-tiba begini,"batin Arsen.

"Krieeeeet,"suara pintu ruangan tersebut terbuka karena Arsen.

Ruangan tersebut tampak sepi dan suasananya sangat mencengkamkan,tengkuk Arsen tiba-tiba saja terasa dingin dan merinding.

"Sepertinya ada yang tidak beres,"batin Arsen dengan sangat waspada.

"Keluar kamu jangan bersembunyi,"teriak Arsen,perlahan-lahan sosok tersebut keluar memakai baju putih dan wajah yang pucat.

"Kamu?" kata Riko dari belang Arsen lalu menghampirinya.

"Apa kamu mendengar suara tangisan seseorang dari ruangan ini?"tanya Riko kepada temanya kuntilanak itu.Lalu ia menunjuk ke arah seorang bocah gundul itu berada di balik kardus.

"Dia kenapa?"tanya Arsen.

"Dia tersandung lalu jatuh,"jelas kuntilanak itu.

"Berati suara tangisan itu,suaranya dia?"tunjuk Arsen ke arah tuyul.Kuntilanak tersebut mengagukan kepalanya.

"Lama-lama aku bisa gila berada di antara geng ini,hantu jaman sekarang ada-ada saja "batin Arsen frustasi,rasanya ingin sekali dia mengocangkan tubuh kuntilanak itu untuk melepaskan rasa kesalnya itu,namun itu tidak mungkin,karena mungkin ia sendiri yang akan digoncangkan bahkan di banting oleh kuntilanak itu jika membuatnya marah.

"Baiklah,ayo kita cari lagi keruangan yang lainnya,"ajak Arsen.Kemudian mereka keluar dari ruangan tersebut,tiba-tiba saja semua lampu di kantor mati hingga menjadi gelap gulita.

"Vi kamu bawa ponselkan?"tanya Arsen.

"Iya ini,"tunjuk Vivi.

"Tolong nyalakan lampu ponsel kamu,"perintah Arsen.

"Ar kita keluar yuk,"ajak Riko.

"Kenapa kita keluar?"tanya Arsen heran.

"Aku takut dengan gelap,"cicit Riko.

"Hah???"seketika Arsen melongo tidak percaya.

"Iya serius aku takut dengan gelap,"ucap Riko lagi.

"Kaliaaaan sungguh membuatku gila,"ucap Arsen frustasi.

Terpopuler

Comments

Lita Pujiastuti

Lita Pujiastuti

hantu kok takut...😀

2025-03-29

0

Lesta Rohazi

Lesta Rohazi

serunya..ngakak sampai keringat dingin juga..bagus tor ceritanya..👍👍

2021-08-19

0

Elin Elin jenong

Elin Elin jenong

hororr komedii ini mah nama nyh🤣🤣🤣

2020-11-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!