Penampungan

"Ka..kau kenapa duduk di pangkuanku,"ucap Arsen gugup,sebagai pria yang normal tentu saja membuat hasratnya naik.

"Aku hanya ingin me***skan kamu saja apa salahnya ya kan,"goda Dira,Dira yang melihat wajah Arsen memerah membuatnya ingin tertawa guling-guling tetapi ia tahan karena ia ingin membuat Arsen menyetujui permintaannya itu.

"Sebaiknya kamu menyingkirlah dari sini,"suara Arsen terdengar dingin.

"Kalau kamu tidak ingin pulang,aku akan terus mengodamu bagaimana,apa kamu tidak ingin pulang hmmm atau jangan-jangan kamu ingin terus seperti ini ya,baiklah aku akan memenuhi keiginan mu,"bisik Dira di telingga Arsen,sehingga Arsen merasa sangat merinding mendengar suara Dira yang terdengar seksi itu.

"Baiklah-baiklah kita akan pulang sekarang,"ucap Arsen karena sudah tidak tahan dengan perlakuan Dira kepada nya.

"Benarkah,"tanya Dira tersenyum senang.

"Cepatlah sebelum aku berubah pikiran,"

"Siap,"ucap Dira, lalu langsung ikut keluar menuju ke arah mobil Arsen yang di parkir di depan rumah itu.

Di dalam perjalanan tampak sepi,karena tidak ada orang satupun yang lewat di jalan itu.

"S**l,"batin Arsen,lalu menghentikan mobilnya karena ban mobilnya tiba-tiba saja bocor.

"Eh kau mau kemana,?"tanya Dira heran.

"Ban mobil bocor,aku akan mengantinya sebentar,sebaiknya kamu tunggu Di sini,"ucap Arsen.

"Mau aku bantu?"tawar"tawar Dira

"Tidak usah,jangan keluar dari dalam mobil,tetap berada di dalam saja,"perintah Arsen dan Dira mengangukan kepalanya

Setelah satu jam akhirnya pekerjaan Arsen sudah selesai saat mau mengambil peralatan mobilnya di tanah,tiba-tiba saja sesuatu mengagetkan nya.

"S***l,"batin Arsen karena sosok itu mengintipnya dari bawah mobil dengan wajah seram nya itu.Ketika Arsen tidak sengaja melirik sebelah kanannya lagi,seperti sosok yang sedang memperhatikan nya dari seberang hutan.Arsen pun dengan cepat masuk kedalam mobil.

"Sudah selesai ya?"tanya Dira.

"Mmm,cepat pakai sabuk pengaman mu dan pegang erat-erat.

"Buat ap.."ucap Dira terpotong karena sudah terlebih dahulu menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh.

"Kauuu,mau membunuhku ya hah..?"kesal Dira.

"Tentu saja aku ingin mau menolongmu,kau tidak tau berterima kasih,"

"Menolong apa nya hah,menolong bokong mu gitu,"kesal Dira.

"Kau sekali lagi kamu menyebut tentang bokong ku,lihat saja nanti jika kamu tidak ingin menyesal sebaiknya kamu diam saja,"kesal Arsen,tetapi matanya tetap was-was melihat ke arah belakang lewat kaca mobilnya.

"Sepertinya sosok itu masih membututi dari belakang mobil,"gumam Arsen.

"Drret,dreeet,"suara ponsel dari belakang kursi mobil.

"Perasaan ponsel ku,ku simpan di dalam sangku celanan ku deh,"ucap Dira lalu mengambilnya.

"Astaga,"ucap Dira langsung membanting ponselnya dengan asal.

"Kau kenapa?"tanya Arsen heran.

"Itu ponsel ku tiba-tiba saja muncul waja sosok itu,"jelas Dira.

"Sosok itu sudah dari tadi mengikuti kita berdua,"

"Sejak kapan?"tanya Dira.

"Sejak ban mobil ku bocor,"

"Pantas saja,kau membawa mobil seperti orang gila,kamu takut ya?"sindir Dira.

"Aku tidak takut,hanya saja tidak ingin terluka,"

"Kau ada benarnya juga,aku juga tidak ingin terluka terus menerus,luka kemaren saja ini masih belum sembuh,"lirih Dira.

"Bilang saja kalau kamu takut,"ledek Arsen.

"Ngapain takut dengan hal yang begituan,aku hanya berjaga-jaga siapa tau dia membanting tubuh ku lagi hingga remuk,"Arsen yang mendengarnya perkatan Dira hanya diam saja namun pikirannya mengingat kejadian dimana Dira selalu terluka hingga membuatnya merasa kasihan terhadapat perempuan di sampingnya.

Dua jam kemudian akhirnya mereka berdua telah tiba di rumah Arsen,tampak lampu rumah tidak ada satupun yang hidup,hingga membuat seluruh rumah itu terlihat gelap dan mengerikan.

"Ar kenapa lampu rumah kamu ngak ada yang hidup semua?"tanya Dira.

"Aku juga tidak tau,padahal kemaren hidup semua,ayo masuk,"ajak Arsen.

"Stop,"ucap Arsen.

"Ada apa Ar?"tanya Diran heran.

"Coba lihatlah di depan pintu itu,"Dira pun melihat ke arah itu.

"Astaga itu kan Vivi,"

"Iya,sepertinya kita harus berhati-hati,"

"Baiklah,"mereka berduapun perlahan-lahan mendekati Vivi,yang sedang berdiri di depan pintu dengan wajah yang seram

"Dir kamu yakin mau masuk?"tanya Arsen memastikannya lagi.

"Iya aku sangat yakin,"jawab Dira.

"Tapi sepertinya teman mu itu masih dalam keadaan yang tidak baik,"

"Aku tau Ar,kalau kita menghindar terus sampai kapan masalahnya akan selesai,aku sangat perihatin melihat keadaan teman ku seperti ini,"

"Baiklah,semoga saja dia tidak menyakitimu,"

Kemudian Dira dan Arsen pun berjalan lagi dan sekarang mereka berdua sudah tepat berada di hadapan sosok berwajah pucat itu.

"Hai Vi apa kabar?"sapa Dira.Namun tidak ada sahutan sama sekali dari Vivi malahan Vivi pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang berdiri di depan pintu.

"Ar cepat hidupkan lampunya,"lalu Arsen berlari dengn cepat menghidupkan lampu rumahnya.

"Blummmm,"seketika lampu di dalam rumah tersebut menyala.

"Ayo masuk,"ajak Arsen.

"Stopp,"ucap Dira,langkah Arsen pun juga berhenti.

"Ar sepertinya rumah kamu tempat khusus penampungan ya?"tanya Dira tanpa berkedip mata.

"Tentu saja bukan,memangnya kenapa?"tanya Arsen.

"Ar mata kamu taruh dimana,kamu pasti taruh di bokong kamu ya?"kesal Dira.Arsen dengan sekejap mencium bibir Dira ,sesuai dengan perkataannya tadi siang ia akan melakukan sesuatu jika Dira berbicara masalah bokongnya lagi.

"Ar kau bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini mencium ku,"kesal Dira.

"Aku sudah bilangkan tadi siang dan kamu pasti ingat juga,"

"Kauuu,lihat itu,"rasanya Dira benar-benar emosi dengan Arsen.

"Ada apa sih,"Arsen pun tidak bisa berkata-kata apa lagi seperti patung dan tidak bergerak sama sekali.

"Yang benar saja ini,"ucap Arsen tidak percaya, karena melihat banyak kumpulan sosok hantu sedang duduk di sofa tamu ,sedang menatap mereka berdua.

"Kenapa mereka berada di sin?"tanya Dira.

"Aku juga tidak tau kenapa,kenapa malah menjadi begini,"Arsen tampak murka.

"Itu kan sepertinya aku mengenalnya sosok itu,"ucap Dira berusaha mengingatnya.

"Yang mana?"tanya Arsen penasaran.

"Itu sepertinya itu Riko yang pernah menolong aku waktu di hutan itu,"jelas Dira.

"Kamu kalau bicara jangan ngawur Dir,"ucap Arsen tidak percaya.

"Siapa juga yang berbicara ngawur,aku serius Ar,dia Riko yang menolong aku,"Dira yang hendak menghampiri Riko seketika tangannya di pegang.

"Kamu mau kemana?"tanya Arsen.

"Tentu saja aku mau menghampirinya,"jelas Dira.

"Kau serius Dir,"ucap Arsen tidak percaya.Sedangkan beberapa hantu yang lainnya menatap tajam ke arahnya.

"Tentu saja,lepaskan tanganmu sekarang juga,"

Terpopuler

Comments

~Greentea~

~Greentea~

Hai kaka aku hadir bawa like,komen,rate5+favorit karyamu nih.

Jangan lupa mampir dan Feedback balik ya kaka kekaryaku...ditunggu.

2020-06-07

1

asyura_

asyura_

Halo kak aku hadir 🤓 cerita kk luar biasa 😍, semangat berkarya. Salam dari Over Power. 🤗 Kalo senggang mampir ya kak. Kehadiranmu sungguh membuat ku senang.✌️

2020-06-07

1

uba mashud (ririn)

uba mashud (ririn)

sabar dira mubadir dong Ponselnya buat aku aja yaa

2020-06-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!