Lemah

Arsen beserta yang lainnya tampak menyiapkan sesuatu,entah apa yang mereka siapkan sekarang.

"Kamu yakin dengan rencana ini?"tanya Riko kepada Arsen.

"Aku sangat yakin,"balas Arsen.

"Baiklah,malam ini kita berangkat kesana,"

"Tunggu,"ucap Arsen.

"Ada apa?"tanya Riko

"Apa mereka semuanya ikut?"tanya Arsen kembali.

"Tentu saja,memangnya kenapa?"

"Sudah ku duga mereka segeng ini tidak akan pernah terpisahkan,sangat setia sekali,"batin Arsen melihat ke arah geng hantu itu.

Di malam hari ada sebuah mobil hitam melaju dengan kencang, siapa lagi kalau bukan Arsen beserta hantu yang lainnya.Arsen sengaja menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh, karena ia sangat kesal dengan para hantu yang tidak pernah ketinggalan saat ia keluar,ia berharap segerombolan hantu yang duduk di atap mobilnya akan jatuh dan kapok untuk mengikutinya kemana-mana,namun dugaan Arsen salah.Malahan segerombolan hantu itu sangat senang bahkan ada yang merentangkan tangannya untuk menikmati angin yang bersepoi-sepoi.

"Aaaaaaaaa,"ucap kuntilanak membuka mulutnya lebar-lebar, karena menurutnya sangat asik saat mobil melaju dengan kencang, apa lagi merasakan angin yang terasa sejuk itu.

"Srtttttt,"suara gesekan mobil karena tiba-tiba di rem oleh Arsen.

"Brughhh,"tiba-tiba saja mobil menabrak pohon yang ada di depan.Semua para hantu di atap mobil seketika tertejang jauh.Arsen yang melihat para hantu itu berjatuhan dari atap mobil tersenyum senang ingin rasanya ia tertawa ngakak,namun ia tahan karena ia sangat gensi.

"Rasakan itu,"batin Arsen.

"Ada apa ?"tanya Riko dari kursi belakang mobil.

"Ada pohon di tengah jalan,sebaiknya aku akan menyingkirkan nya terlebih dahulu,"ucap Arsen lalu langsung keluar dari mobil.

"Satu,dua,tiga,hufffff,"Arsen mencoba mengangkat batang pohong tersebut sendirian.

"S***l kenapa pohon ini berat sekali,"batin Arsen,berkali-kali ia mengangkat pohon tersebut namun tetap saja tidak bisa.

"Hey kalian kenapa malah menatapku dan bengong begitu,cepat bantu aku sini,"perinta Arsen.Kemudian mereka menghampiri Arsen.

"Baiklah angkat sama-sama nanti aku yang hitung,"ucap Arsen memimpin,hantu tersebut hanya mengangukkan kepala dan bersiap-siap mengangkat batang pohon itu.

"Ok siap,satu,dua,tiga angkat,"ucap Arsen sedangkan Arsen hanya melihatnya saja.

"Akhhhhhh,"teriak nyaring segerombolan hantu tersebut.Dan Arsen hanya menutup telingganya karena tidak tahan.Dan pada akhirnya pohon tersebut tersingkirkan.

"Hah..hah.hah,"suara mereka tampak ngos-ngosan,jujur saja mereka baru kali ini merasakan neraka yang sebenarnya dan sekaligus menjadi budak manusia dan itu hanya pada Arsen.

#authornya ngehalu keterlaluan😂

Setelah sekian jam akhirnya mereka telah sampai di dekat hutan,mereka pun turun dari mobil dan menyusuri hutan yang sangat rimbun dan menyeramkan, apa lagi mereka datang di tengah malam.

"Ihiihiihiii,"kuntilanak tiba-tiba saja bersuara hingga mengejutkan Arsen dan Vivi.

"Pak dia kenapa?"bisik Vivi.

"Saya juga tidak tau,"balas Arsen.

"Hei kau,kenapa bersuara seperti itu?"tanya Arsen namun kuntilanak itu hanya diam saja.

"Ar sepertinya ada yang tidak beres,lihat ke arah kirimu.Di situ ada sosok yang sedang mengawasi kita,"bisik Riko.

"Baiklah,Vi kamu berpeganglah dengan Rika jangan sampai lepas."

"Bapak serius?"tanya Vivi.

"Saya tidak sedang bercanda,situasi sekarang lagi tidak aman."

"Baik pak,tapi dia tidak akan memasuki tubuh saya lagi kan?"tanya Vivi.

"Kamu tenang saja dia tidak akan seperti itu lagi,cepatlah,"Vivi pun dengan gemetar memegang tangan Rika.

"Astaga ini tangan dingin sekali,"batin Rika dalam hati,rasanya membuang nafas membuatnya kesusahan.

"Kau kenapa?"tanya Rika.

"Ah tidak apa-apa kok,"jawab Vivi.

Setelah cukup lama menyusuri hutan tersebut,mereka akhirnya beristirahat di bawah pohon yang sangat rindang namun mengerikan ditambah lagi di malam hari,suara burung dan binatang lainnya bersuara sangat nyaring,kelelawar berterbangan di mana-mana.

"Krek,krek,"suara ranting dan dedaunan seperti ada seseorangan yang menginjaknya.

"Sttt,kamu dengar itu?"tanya Arsen.

"Iya saya mendengarnya,"jawab Vivi mulai gemetaran karena takut.

"Krekk,krek,"suara itu lagi namun sangat cepat dan terasa mulai berada di dekat mereka.

"Pak saya takut pak,"ucap Vivi.

"Riko cepat kamu periksa ada apa?"perintah Arsen,lalu Riko kemudian langsung mencarinya.Sudah cukup lama mereka menunggu kedatangan Riko namun tidak kunjung datang juga.

"Rika,sepertinya Riko dalam bahaya ayo kita mencarinya,"

"Jangan,dia bisa mengatasinya sendiri,sebaiknya kita melanjutkan perjalanan kita,"ucap Rika.

"Kamu yakin dia tidak akan apa-apa?"tanya Arsen.

"Iya aku sangat yakin,sepertinya Riko mengalihkan sosok tersebut dari kita,supaya dia tidak menganggu perjalanan kita menuju kesana,sebaiknya kita mengunakan waktu ini dengan baik sebelum sosok jahat tersebut mencelakai kita,"jelas Rika dengan sangat yakin.

"Baiklah ayo kita berangkat sekarang juga,"ajak Arsen

Di lain sisi...

Seorang perempuan sedang berbaring tidak berdaya,karena beberapa hari ini tidak di beri makan dan minum,wajah yang sudah pucat,bibir mengering dan terkelupas karena dehidrasi.

"Akhh,sebaiknya aku keluar dari sini,tapi tubuhku sangat lemah dan tidak punya kekuatan untuk bangkit berdiri,"lirih Dira.

"Bagaimana? apa kamu sangat menikmatinya?"pria tua itu dengan tersenyum mengejek.

"Aku turut kasihan dengan tubuh mungilmu ini,baiklah makan makanan ini dan jangan lupa habiskan,"ucap pria tua itu menyodorkan roti yang sudah berjamur dan segelas air.

"Bagaimana aku bisa makan dan minum,tangan ku saja diikat seperti ini,"batin Dira.

"Kenapa? apa kamu tidak ingin makan atau minum?"tanya pria tua itu dengan sengaja.

"Dasar pria tua br****k,"maki Dira dalam hati.

"Kenapa raut wajahmu seperti itu,apa kamu sedang memaki pria tua ini hemm?"sepertinya pria tua itu mengetahui isi pikiran Dira sekarang.

"Hahahha,"pria tua tersebut mendekati Dira ,lalu menyodorkan roti itu kedalam mulut Dira,Dira hampir muntah karena pria tersebut memaksa makanan itu masuk kedalam mulutnya yang sudah penuh.

"Kenapa masih kurang?"tanya pria tersebut lalu ia memasukan roti itu lagi kedalam mulut Dira hingga memuntahkan semuanya,namun pria tersebut memasukakan kembali roti yang sudah di muntahkan oleh Dira,Dira sudah tidak tahan dengan perlakuan pria tua itu kepadanya,wajahnya semakin pucat pasi.

"Dasar pria tua b*****k,"maki Dira dalam hati.

"Kamu mau minum lagi?"lalu pria tua itu menyodorkan air minum masuk kedalam mulut Dira dengan kasar, hingga sampai masuk dari dalam hidungnya.

"Uhukk,uhuuk,heueekk,"Dira mengeluarkan makanan dari mulutnya karena rasa roti tersebut benar-benar tidak enak.

"Apa kamu sudah kenyang,kamu mau lagi?"tawar pria tua itu dan dengan cepat Dira mengelengkan kepalanya karena tidak ingin lagi.

Terpopuler

Comments

Ve❤️

Ve❤️

lain daripada yang lain yah thorr 😂Ngakak aku Thor baca cerita kamu🤣

2020-11-03

2

Aisy Hilyah

Aisy Hilyah

sadis bener

2020-07-11

1

Yora

Yora

semakin bagus say...

2020-06-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!