Saat di malam hari,
"Tek..tek..tek,"suara ketikan keyboard komputer.
"Dir tugas kamu sudah belum..??"
"Belum Vi,kenapa..??"
"Cepetan,ini sudah jam 8 malam."
"Sabar sedikit kenapa.?"
"Aiiissh teman yang satu ini,ngk ada peka-peka nya,ngk tau apa orang lagi takut dari tadi."
"Selain matre,kamu tuh yah penakut amat jadi orang."
"Hey aku takut begini mah wajar,apa lagi kemaren ada prestiwa yang mengerikan itu hiiiiiii,"Vivi menjadi bergedik ngeri mengingat cerita tentang kematian gadis tersebut.
"Kata nya ngak boleh bergosip tentang prestiwa itu,kenapa malah kamu yang gosip,"ucap Dira sambil mengetik tugasnya.
"Ini mah bukan gosip Dir,aku cuman menceritakan nya sedikit doang kok."
"Sama aja *****,hedeeeh,"Dira pun memutar bola mata nya jengah,mendengar teman nya berbicara yang kurang waras menurutnya.
"Ayo dong Dir,kita pulang aja yuk,besok lagi ya,ya,ya,"Vivi yang berusaha membujuk Dira untuk pulang,karena ia sudah tidak tahan lagi merasakan ketakutan di dalam dirinya saat ini.
"Baiklah-baiklah,asalkan kamu yang traktir aku makan ok."
"Haaa yang benar saja Dir."
"Ya sudah pulang saja sendiri saja,hus...hus,"Dira berpura-pura mengusir Vivi,ia tau teman nya itu tidak akan berani melangkahkan kaki nya, walupun hanya selangkah dari tempat duduknya nya.
"Ok..ok,aku akan traktir,cepetan beresin barang-barang nya."
"Baik ndoro."
"Ciiihh dasar punya teman sangat licik."
"Tentu saja dong,kalau ngk begitu kapan lagi bisa menikmati hidup enak,apa lagi makan gratisan dari teman matre,hitung-hitung irit uang lah,"ucap Dira bercanda.
"Diraaa,isshh cepatan.Malam ini aku tidur di tempat kamu saja ya."
"Terserah kamu saja,asal jangan tidur ngorok,kalau ngak aku tarik kamu lalu aku pindahin ke kamar mandi."
"Teman jahat amat sih."
"Terserah dong,aku kan nyonya nya."
"Ya...ya.Ayo kita pulan,"di saat mereka menuju ke arah parkiran perasaan Dira tiba-tiba saja tidak enak,seperti ada yang mengintip dari lorong kanan.Mata yang berwarna putih dan wajah yang pucat.
"Sepertinya ada tidak beres,sebaiknya aku tenang saja ,aku tidak mau membuat Vivi ketakutan,bisa-bisa merepotkan kalau dia pingsan nanti,"gumam Dira dalam hati.
"Vi kamu saja ya yang bawa mobil,aku lagi malas nyetir nih ."
"Siap bos."
"Astaga kenapa orang itu,masih membututi dari belakang sih,"gumam Dira dalam hati,ia takut Vivi melihatnya dari kaca mobil itu dan membuatnya tidak fokus untuk menyetir.
"Kenapa si Dir..?"
"Ngk apa-apa kok."
"Benaran ngak apa-apa ya."
"Aisshhh,sebaik nya fokus nyetir aja Vi jangan banyak tanya."
"Itu aja ngambek."
Setelah sekian menit di perjalanan menuju ke arah apartemen nya Dira ,akhirnya nya mereka berdua telah sampai di tempat parkiran.
"S***l kenapa mengintip terus dari tadi,"gumam Dira dalam hati,karena sebelah mata orang tersebut bergantungan di pipi nya,yang sedikit lagi akan copot.
Sesampai nya di dalam apartemen,Dira heran melihat wajah Vivi yang begitu pucat pasi,apa lagi dari tadi terdiam.
"Vi kamu kenapa sih...?"namun Vivi tetap diam dan duduk di sofa.
"Aneh,"gumam Dira,tidak biasanya teman nya itu tidak banyak berbicara.
"Vi kamu kenapa,kok diam dari tadi,"Vivi masih terdiam tatapan nya kosong kedepan.
"Astaga jangan-jangan,"Dira pun mulai berpikir dan mulai curiga apa penyebab teman nya begitu.Dira pun berlari mengambil air di dalam wc tersebut.
"Byuuurrr,"badan Vivi masih tetap saja menegang.Walaupun tampilan nya menyedihkan karena basah.
"Vi sadar,,Vi sadar,"Dira mengoyang-goyangkan tubuh Vivi,namun tetap saja Vivi terdiam dan semakin pucat pasi.
"Akhhhhh,"Ucap Vivi,merasa tangan nya sakit.
"Nah baru bersuara."
"Kenapa kamu mencubitnya keras sekali sih Dir."
"Kamu sih diam dari tadi,apa lagi wajah kamu pucat begitu."
"Aisshhh,kamu tuh ngk tau apa-apa, aku dari tadi lihat sesuatu dan aku syok dong,aku diam karena aku sedang berpikir itu yang aku lihat nyata atau ngk sih,"ucap Vivi karena sepanjang perjalanan Vivian merasakan apa yang di rasakan oleh Dira.
"Kirain kamu tadi kerasukan roh atau gimana tadi."
"Dan ini kenapa aku basah begini Diraaaaaa,"teriak Vivi yang baru saja menyadari dirinya yang basah kuyub,pantesan hawanya terasa dingin seperti di salju ditambah lagi ac nya yang full.
"Uppss sorry tuman."
"Ciihh kamu tuh yang tuman Dir."
"Sebaiknya aku ganti pakain saja,"Vivi pun hendak bergegas dari tempat duduknya namun tidak jadi.
"Emang nya kamu di sini punya baju ya."
"Ada dong,tuh di dalam lemari banyak pakain,"tunjuk Vivi ke arah lemari Dira dengan tersenyum.
"Ciiihkk,dasar Tuman."
Saat sedang asik memasak di dapur Dira kembali merasakan perasaan yang tidak enak,namun tiba-tiba saja suara bel apartemen nya berbunyi.
"Ting tong."
"Viiiii,"panggil Dira dari dapur.
"Ya ada apa Dir...?"jawab Vivi dari tempat tidur,karena setelah mengantikan pakain nya Vivi langsung merebahkan dirinya di kasur.
"Tolong buka kan pintu dong."
"Iya-iya,"Vivi pun bergegas membuka kan pintu tersebut.
"Ceklek,"Vivi pun mendongakan kepalanya kekiri dan kekanan namun tidak ada orang nya.
"Kok tidak ada orang nya sih,ini apaan coba..?"Vivi pun membuka kotak tersebut.
"Akkkkkhhhhhhh,Diraaaaa,"panggil Vivi histeris.
"Astga,aduuuh,"Dira pun terkejut, hingga tangan nya teriris karena lading saat ia menghiris bawang.
"Hikkksss...Diiirr,aku takut hikss,"ucap Vivi memeluk Dira,Dira yang melihat Vivi menangis merasa heran.
"Kenapa Vi,ada apa..?"
"Iiii..itu buang kotak itu Dir,aku takut hiks..hiks,"Dira pun melihat kotak tersebut dan membukanya tanpa ada rasa takut apa pun.
"Astaga ya Tuhan,"ucap Dira kaget,melihat tumpukan cacing hidup di dalam kotak itu, lalu membuangnya ke tempat sampah di luar.Setelah selesai Dira pun mengahampiri Vivi yang sedang menangis dan menenangkan nya.
"Dir,aku takut hikss,"Vivi masih menangis ketakutan hingga tubuhnya bergetar.
"Stttt,tidak apa-apa,aku di sini Vi.Jangan takut."
"Siapa yang sudah berani melakukan itu Dir."
"Aku juga tidak tau Vi,sebaik kita berdua tidur saja."
"Apa jangan-jangan orang tadi Dir.Hikss,"Vivi masih ingat betul dengan wajah orang tersebut.Apa lagi mata sebelah nya bergantungan yang sudah hampir lepas
itu.
"Stttt,sebaik nya kamu buang rasa takut kamu itu Vi,semakin kamu takut dan menghayal yang tidak-tidak,perasaan itu tidak akan hilang dan semakin akan membuat mu ketakutan,"ucap Dira.Berusaha menenangkan Teman nya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
KangSelfi🦢
🌼💜
2023-06-18
0
Putri Minwa
serem thor
2023-03-03
0
Ccyaa
💓
2021-02-17
0