Setelah beberapa jam kemudian,pelajaran sekolah akhirnya sudah selesai,kini sekarang Rika dan Meila pulang ke rumah mereka berdua masing-masing,untuk menganti pakain seragam sekolahnya.
"Tinn..tinn,"suara klakson mobil dari luar rumah,siapa lagi kalau bukan Meila temannya Rika.
"Let's go berangkat,"ucap Rika,karena sebelumnya Rika sedang bertelponan dengan Riko kekasihnya walaupun sering bertemu di sekolah tetapi mereka tetap berkomunikasi lewat telpon atau pesan.
Dari rumah ke mall membutuhkan waktu yang cukup lama,karena rumah Rika cukup jauh dari mall terbesar di kota s,di tengah perjalanan mereka berdua sedang asik bercanda dan sambil mendengar suara musik.Hingga mereka berdua tidak menyadari ada seseorang yang mengikuti dan mengawasi mereka dari belakang mobil.
"Rik kamu saja ya yang traktir aku hari ini,mau kan ya,ya,ya,"rayu Meila.
"Baiklah,aku akan yang mentraktir kamu hari ini,ayo kita keluar sudah sampai,"
"Yeee,terima kasih Rik.Ok,"
"Auhhh,"tiba-tiba saja kaki Rika keseleo karena memakai high heels.
"Kamu kenapa Rik?"tanya Meila khawatir.
"Kaki ku keseleo,"jawab Rika.
"Ya sudah kita cari tempat duduk dulu,"ucap Meila,lalu langsung membopong tubuh Rika menuju ke arah kursi dan mendudukan nya perlahan-lahan.
"Kamu di sini dulu ya Rik,aku cari salep dulu,"ucap Meila lalu beranjak pergi meninggalkan Rika sendirian.
"Dooooorrr,dorrr,"tiba-tiba saja suara tembakan nyaring.
"Akhhhhh,"suara orang-orang di sekitar mall itu mendengar suara tembakan dan berlari-lari,sedangkan Rika saat ini sudah tidak berdaya lagi karena dada dan perutnya sudah mengeluarkan banyak darah karena peluru menancap di tubuhnya.
"Berhasil,"ucap orang itu,lalu pergi meningalkan tempat kejadian,karena misinya sudah selesai dan tepat sasaran.
"Uhuk,,uhuk,"Rika terbatuk-batuk hingga mengeluarkan banyak darah."
"Rikaaaaa,"panggil Meila yang baru datang langsung melihat temannya sudah tidak berdaya lagi.
"Hikk,hiks Rika,aku mohon bangunlah,Rikaaaaaa,"teriak Meila lalu dengan tangan bergetar ia mengambil ponselnya untuk menelpon ambulance dan kemudian menelpon Riko kekasih temannya.
"Ri..riko,Riii...rika,tolong kamu cepat ke rumah sakit nanti aku krim alamatnya.,"
"tuu,,tut,"panggilan pun terputus tanpa menunggu lama lagi Riko langsung menuju ke tempat Kekasihnya berada saat ini.
Mobil yang melaju sangat cepat,tanpa memperdulikan lagi akan keselamatannya,sekarang ini Riko sudah benar-benar hampir mati rasa karena mengkhawatirkan kekasih tercintanya.
Setelah sampai ia segera berlari menghampiri kekasihnya dan ia melihat semuanya hingga langkahnya terhenti,dadanya benar-benar terasa sangat sesak hingga susah untuk bernafas,Riko memukul-mukul dadanya karena menahan rasa sakit itu.
"Syang,bangun yank.Aku mohon jangan tinggalkan aku,cepaaaat bangun,"perintah Riko,namun yang di panggil tidak bisa menyahutnya lagi.
"Rika,aku mohon bangunlah,jangan menutup mata mu seperti ini,aku tidak ingin melihatnya,hikk..hikss,sayang cepat bangun,"lirih Riko ia tidak mampu lagi melihat kekasihnya dengan wajah yang sudah pucat itu.Ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
"Nak yang sabar ya,"ucap Ayah Rika.
"Aku tidak akan pernah membiarkan orang itu hidup karena sudah menghilangkan nyawa orang yang ku cintai,"ucap Riko menatap ayah Rika.
"Sudah iklaskan saja ya nak,mungkin ini sudah jalan yang terbaik untuknya,"ucap ayah Rika.Sedangkan ibunya Rika memeluknya nya sambil menangis.
Seminggu kemudian setelah kematian Rika kekasihya Riko terus menerus mencari pembunuh kekasihnya itu,siang malam selalu bergadang karena tidak bisa tidur,ia selalu teringat kebersamaannya dengan Rika.Dan hari ini Riko berencana menuju ke tempat kuburan Rika,setelah sampai di sana ia melihat kuburan itu sudah dibongkar.
"Kenapa kuburan Rika sudah tidak ada disini,kenapa orang tua Rika tidak memberitahukan aku kalau kuburannya di pindah,"gumam Riko dalam hati sambil menatapi kuburan itu.
"Dooo,dorr"suara tembakan menebus perut Riko dua kali hingga Riko tergelatak di tanah dengan bercucuran darah.
"Rasakan itu,siapa menyuruhmu untuk ikut campur urusan ku,"ucap seorang dari kejauhan dengan senyuman devilnya.
Flashback Off.
Riko kemudian tersadar dari lamunannya,karena sudah cukup lama ia berada di kolam renang itu.
"Akkkkk,"suara jeritan Dira dari dalam rumah tua yang angker itu.
"Siapa kamu,tolong lepaskan aku?"lirih Dira tidak berdaya karena dirinya sering di banting,oleh sosok tersebut.
"Kau tidak perlu tau siapa diriku,"ucap seseorang tersebut dengan suara yang mengerikan.
"Kenapa kamu menyeret dan membawa ku kesini,kesalahan saya apa?"tanya Dira.
"Hhhhhaa,"orang itu tertawa dengan nyaring.
"Apa kamu benar-benar tidak tau apa kesalahan kamu?"tanya sosok tersebut terdengar suara yang sangat dingin.
"Sepertinya ini bukan sosok yang membawa ku kesini tad,"ucap Dira dalam hati.
"Aku benar-benar tidak tau,"
"Hahahhah,sungguh kamu lupa hemm?"sambil memegang dagu Dira.
"Saya sudah bilang,saya benar-benar tidak tau,"
"Baiklah kesalahan kamu adalah,kamu sudah ikut campur dengan urusan ku,"
"Aku tidak paham,aku tidak pernah ikut campur dengan urusan kamu dan asal kau tau melihat mu saja aku baru hari ini,"jelas Dira.
"Hahahah,tentu saja kamu ikut campur urusan ku karena kamu selalu dekat dengannya,"
"Dengan nya siapa yang kamu maksud?"tanya Dira.
"Tentu saja kamu tau dia itu siapa yang selalu menemani kamu hampir tiap hari,"jelas sosok tersebut.
"Vivi?"
"Ingatan mu cukup bagus juga,"
"Apa yang kau inginkan darinya?"
"Aku hanya ingin dia menikah denganku dan nyawanya saja itu sudah cukup,"
"Kamu g***a,dia tidak mungkin menikah dengan wajah dan penampilan kamu seperti monster itu,"protes Dira keberatan.
"Plaaaak,"tamparan di pipi Dira dengan Keras,ingin rasanya ia menerjang laki-laki di hadapannya itu namun ia tidak berdaya karena diikat tali dengan sangat kencang.
"Tidak ada yang tidak mungkin bagiku,"
"Kau sangat br***k,lelaki b*****n,"maki Dira.
"Maki saja sepuasmu aku tidak akan keberatan gadis manis."lelaki tersebut hendak keluar namun langkahnya terhenti.
"Tunggu,"
"Ada apa?"tanya laki-laki itu.
"Tujuan kamu apa sebenarnya? apa kamu semua di balik semuanya ini? dan sosok yang mengerikan yang sering menghampiri ku dan dengan teman ku,apa itu kamu?"tanya Dira bertubi-tubi.
"Perlahan-lahan kau juga akan tau semuanya dan kamu hanya menikmati apa yang sedang kamu alami nanti nya,"ucap sosok tersebut lalu pergi meninggalkan Dira.
"S***l,apa yang sebenarnya terjadi.Aku harus mencari tahu semuanya,aku tidak ingin mati penasaran"gumam Dira.
Di sisi lain...
"Riko apa kamu benar-benar tidak tau dimana Dira berada sekarang?"tanya Arsen memastikan nya lagi dan Riko hanya mengelengkan kepalanya tidak tau.
"Apa kalian tau kebaradaan nya?"tanya Arsen kepada segerombolan hantu itu dan mereka juga hanya mengelengkan kepala mereka denga serempak.
"Lalu apa gunanya mereka di sini berkumpul,kalau tidak bisa membantu sama sekali,"batin Arsen kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Aisy Hilyah
ada dendam mungkin
2020-07-10
1
Iche
lanjut thor
2020-06-08
1
uba mashud (ririn)
lanjut kak
2020-06-08
2