Kriieeeet,suara pintu ruangan di buka perlahan-lahan,di dalam ruangan yang gelap itu,mereka terus mencari-cari keberadaan Rika,hingga pada akhirnya mereka menemukan ruangan seperti di gunakan untuk menyimpan sesuatu entah apa.
"Ini ruangan terakhir yang kita kunjungi,mari kita berpencar,"perintah Arsen.Arsen kemudian melanjutkan langkahnya pelan-pelan dengan wajah yang celingak-celinguk mencari kebearadaan Rika.
"Bungghh,"Arsen tidak sengaja menabrak sesuatu.Ia melihat wajah yang tampak sangat seram,wajah yang sangat pucat dan tersenyum memperlihatkan giginya.
"Akhhhhhhhhh,"teriak Arsen dan Riko bersamaan.
"Kenapa kau mengkagetkan aku saja,"kesal Arsen.Karena saat ia berbalik ia tidak sengaja menabrak Riko yang terus mengikutinya dari belakang.
"Aku tidak mengagetkan mu,aku hanya mengikutimu,"jelas Riko.
"Aku sudah bilang kita berpencar saja,kenapa malah mengikutiku dari belakang,"kesal Arsen.
"Sudah ku bilang,aku takut,"cicit Riko.
"Ya Tuhan aku mohon pulangkan saja sosok ini dari dunia ini,"batin Arsen.
"Baiklah,cepat kita mencari kekasihmu itu."
"Bluuuumm,"tiba-tiba saja lampu kembali hidup.
"Syukurlah lampu sudah hidup,"gumam Riko.
"Heyyyyy lihat ini,"tunjuk Vivi,mereka berduapun segera melangkah ke arah Vivi.
"Ada apa?"tanya Riko.
"Coba lihat itu,"tunjuk Vivi lagi,di sana terdapat sebuah ruangan rahasia dan suhu ruangan tersebut terasa sangat dingin seperi berada di dalam pendingin es.
"Bapak membuat ruangan yang dingin ini buat apa ya?"tanya Vivi heran.
"Bukan aku yang membuatnya dan baru ini aku mengetahui ada ruangan seperti ini di kantor ku,"jelas Arsen.
"Aneh padahal bapak sendiri CEO disini kenapa malah tidak tau ada ruangan yang seperti ini,"ucap Vivi.
"Aku benar-benar tidak tau."balas Arsen
"Ya sudah kita berpencar saja bagaimana?kamu sama Vivi nanti aku sendirian saja,"jelas Arsen.
"Kami bagaimana?"tanya pocong itu lalu Arsen melihat ke arah geng hantu itu.
"Terserah kalian mau ngapain,"ucap Arsen tidak perduli,kemudian ia langsung melanjutkan mencari keberadaan Rika.
"Hikss,,hikks,"terdengar suara tangisan dari sebuah peti terbuat dari besi berwarna kehitaman.Arsen pun menghampiri suara tersebut.Kemudian Arsen membuka perlahan-lahan peti tersebut.
"Kreeeeeet,"suara gesekan pintu peti tersebut.
"Astaga,"ucap Arsen langsung termundur ke belakang.Sosok yang berada di dalam peti tersebut tiba-tiba saja berdiri di hadapannya dengan tatapan mata yang tajam.Lalu mencekiknya hingga Arsen perlahan-lahan terangkat ke atas.
"Rikaaaa,tolong lepaskan dia kau sudah menyakitinya,"Rika kemudian menoleh ke arah Riko.
"Hikks,,hikss,"Rika menangis tetapi tangannya masih mencekik leher Arsen.
"Rika tolong lepaskan tanganmu dari lehernya,aku mohon,"ucap Riko,kemudian Rika pun menurutinya.
"Uhukkk,,uhuk,"Arsen terbatuk-batuk dan wajahnya memerah karena menahan rasa sakit itu di lehernya.
"Bapak tidak apa-apa?"tanya Vivi dan Arsen mengangukkan kepalanya saja.
"Rika,saya hanya ingin minta bantuan mu saja.Cuman kamu yang bisa menolong Dira,"jelas Arsen.
"Aku tidak bisa menolongnya,aku tidak ingin kembali di paksa masuk di tempat peti itu,peti yang sangat dingin,sesak,gelap dan sekarang aku sudah bebas,selanjutkan aku akan mencari tubuhku dan tubuhnya Riko yang sedang di sembunyikan oleh orang itu,aku ingin hidup tenang di alam sana bersamanya.Jika aku tidak melakukan apa yang diinginkannya,tubuh Riko akan di sembunyikan selamanya atau di manfaatkan sebagai bahan prakteknya,bahkan dia mengancamku dengan mencelakai orang-orang terdekatku."
"Jadi itu alasan kamu selama ini menghilang?"tanya Riko tiba-tiba.Dan Rika hanya menganguk iya.
"Sebenarnya aku terpaksa melakukan hal yang tidak ingin aku lakukan,seperti melakukan hal yang pernah ku lakukan terhadap dia dan temannya,aku tidak tau kenapa dia ingin aku mencelakai kalian berdua,"jelas Rika.Sedangkan Vivi mendengarkan penjelasan Rika hanya diam saja,ia sangat kasihan dengan nasib Rika ,seharusnya ia sudah tenang di alam sana tetapi malah menyiksanya di dunia ini dengan kejam.
"Rika tolong pikirkan terlebih dahulu,mungkin Arsen bisa membantu kita,"ucap Riko.
"Aku tidak yakin akan berhasil Riko,"lirih Rika.
"Setidaknya kita mencobanya terlebih dahulu,"sahut Vivi menyemangati.
"Baiklah aku akan mencobanya,"ucap Rika.
"Sebaiknya kita cepat pergi dari sini,"perintah Riko,karena ia merasa di sekitar mereka ada yang tidak beres.
"Ayo cepat,"perintah Riko lagi dan mereka pun menurutinya.
Sedangkan di sisi lain seorang perempuan berpenampilan acak-acakan,bibir terlihat bengkak dan berdarah,lengan,kaki dan tubuhnya yang lain terdapat luka-luka dan memar,sudah tiga hari ini Dira tidak di berikan makan dan minum bahkan sedikitpun tidak ada,tubuh Dira semakin melemah ia sudah tidak berdaya lagi untuk bergerak,bahkan berpikir mencari ide untuk keluar sudah tidak bisa lagi.
"Bagaimana? apa kamu menikmatinya?"tanya orang itu.
"Kau sangat kejam,tidak membiarkan aku untuk makan bahkan minum sekali pun,"lirih Dira.
"Hahhahaha,tentu saja aku tidak akan pernah memberikan makan atau minum sedikitpun untuk kamu,"ucap orang itu.
"B*****k,"umpat Dira dalam hati.
"Apa kau tidak penasaran ingin melihat wujud asliku?"tanya orang itu.
"Aku tidak peduli dan tidak ingin mau tau,"lirih Dira.
"Kamu harus peduli dan harus tau,gadis manis,"sambil mendongakan dagu Dira dengan kasar.Perlahan-lahan orang itu membuka topengnya dari wajah aslinya itu.
"Ka...kauuu,"ucap Dira tidak percaya melihatnya.
"Apa kamu mengenalku?"tanya orang tersebut.
"Tentu saja tua bangka,"umpat Dira.
"Hahhaha,tua bangka begini akan menjadi suami teman mu itu gadis manis dan sebentar lagi dia akan kesini dan menemuiku ,lalu aku akan menikahinya dan kemudian nyawanya akan berada di tanganku,hahahahh,"ucap orang itu tertawa puas karena rencana nya akan berhasil nantinya.
"Bagaimana bisa kamu tau mereka akan kesini?"tanya Dira.
"Tentu saja aku tau,karena semuanya sudah aku rencanakan sudah lama dan apa kamu mau melihat koleksiku yang lebih berharga?"tanya sosok itu.
"prok...prokk,"suara tepukan tangan dari orang itu dan keluarlah beberapa orang dengan mengunakan topeng.Tapi Dira lebih fokus dengan kaca berbentuk kotak besar yang dibawa para pria bertopeng itu.
"Iiiii...inikan,"ucap Dira terbata-bata ia tidak menyangka orang yang di hadapan nya ini ternyata berhati iblis.
"Hahahah,kenapa kau kaget?,apa kau tertarik ingin seperti ini dan menjadi koleksi ku?"tanya orang itu.
"Ka...kauu psikopat gila,"maki Dira.Ia benar-benar emosi bahkan lapar dan rasa haus nya tiba-tiba saja menghilang, karena saking emosinya dengan orang yang berada di hadapan nya sekarang.
"Aku bukan psikopat gila,asal kau tau itu,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Aisy Hilyah
siapa yaaaa
2020-07-10
1
Nur Afiyah
pak dirto wakil direktur mungkin ini
2020-07-05
1
Amalia Lee
hai kak...semangat ya up nya aku udah mampir dan udah kasih boom like
2020-06-10
1