Bukan Pembunuh

Walaupun perjalanan yang lumayan jauh dan melelahkan, Arsen beserta yang lainnya tetap menyusuri hutan belantara,pohon-pohon yang sangat tinggi,banyak lubang yang harus mereka lewati dan pada akhirnya mereka telah tiba sebuah rumah tua yang sangat mengerikan itu.

"Ok kuntilanak kamu masih ingatkan rencana kita?"tanya Arsen pada hantu itu dan hantu kuntilanak tersebut mengangukkan kepalanya.

"Tuyul kamu kerjakan bagianmu,"tuyul tersebut mengangukan kepalanya patuh.

"Vivi kamu tetap bersama Rika disini,saya akan masuk bersama kuntilanak ini,"perintah Arsen.

"Dan sisanya kalian menjaga dia di sini,"ucap Arsen.

#hantunya seperti mau ikut perang😅ceritaku yang paling aneh,biasanya anggota mafia tapi punya ku anggotanya hantu🤭

Arsen pun menjalankan aksinya walaupun temannya bukan manusia,tetapi ia berharap temannya ini bisa bekerja sama dengan baik hingga aksi mereka selesai.

"Krieeeeet,"perlahan-lahan pintu rumah tersebut terbuka.

"Ayo masuk,"bisik Arsen.

"Ahhhhaaaa,"belum selangkah mereka masuk ke dalam rumah tersebut,sudah terlebih dahulu dihadang sosok tersebut.Tetapi untung saja tuyul tersebut sudah menyelinap masuk duluan dari mereka berdua.

"S***l,"batin Arsen,belum melakukan aksinya sudah ketahuan siang-siang bolong.

"Berani juga kalian datang di wilayah ku ini,"ucap sosok tersebut.

"Tentu saja,"Arsen tersenyum devilnya.

"Aku tidak memerlukan kalian semua,aku hanya memerlukan gadis manis di sampingmu,"ucap sosok tersebut,sedangkan yang ada di samping Arsen wajahnya terlihat sangat kaku.

"Tersenyumlah supaya tidak ketahuan,"bisik Arsen dan kuntilanak itu segera menuruti perintah Arsen.

"Ihiiiihiii,"suara kuntilanak tersebut dengan tiba-tiba.

"S***l,"batin Arsen.Bisa gagal rencananya kali ini,jika kuntilanak itu ketahuan menyamar menjadi Vivi.

"Aku bukan menyuruhmu tertawa tetapi tersenyum,"bisik Arsen sambil kesal,ingin rasanya ia langsung banting kuntilanak berada di sampingnya itu.

"Jangan bermimpi kamu?"ucap Arsen tersenyum devil.

"Kamu serahkan saja dia,lalu kalian bisa pergi dari sini kalau tidak kamu akan tau akibatnya."

"Tidak akan semudah itu,"lalu Arsen menyodorkan pistolnya dengan secepat kilat di depan sosok tersebut.

"Ahahah,tembaklah kalau kamu berani,"ucap sosok tersebut dengan santai.

"Dor,dor,"suara peluru itu terdengar sangat nyaring.Namun peluru tersebut tidak menuju ke arah pria tua itu melainkan arah yang lain.

"Kenapa apa kamu tidak berani? dasar pengecut,kau tau siapa orang yang sedang berada di depan pistolmu ini?"tanyanya,lalu ia membuka topeng tersebut,seketika mata Arsen melotot melihat orang yang benar-benar sangat ia kenal.

"Pa..paman?"Arsen tidak menyangka pamannya menjabat sebagai direktur di perusahaannya itu melakukan hal yang paling keji menurutnya,siapa lagi kalau bukan pamannya Dianto.Paman yang ia kenal dulu orang yang sangat ramah kepada orang lain dan kepadanya juga namun ternyata pamannya itu selama ini berhati iblis.Apa lagi bersekongkol dengan Iblis yang jahat.

"Kenapa ekspresi mu seperti itu keponakan ku?"tanya nya tersenyum devil.

"Aku tidak menyangka kau pria tua berhati iblis,"ucap Arsen karena amarahnya seketika memuncak.

"Sebelum kamu mengatai paman mu ini seperti itu,lalu panggilan yang cocok untuk dia apa?"tunjuknya ke arah pintu luar, tampak seorang lelaki tua seumuran dengan paman Arsen itu melangkah menuju ke arahnya.

"Ayah,kau kenapa ada disini? dimana ibu?"tanya Arsen heran dengan ayahnya kenapa bisa dia ada di rumah ini.

"Kau tidak perlu mencarinya lagi anak ku tersayang,dia sudah tenang di dunianya,"jawab ayah Arsen.

"Ma..maksud ayah?"tanya Arsen heran.

"Karena dia sudah bosan hidup,jadi ayah hanya membuatnya tenang dengan cara membunuhnya dengan sangat hati-hati ,supaya tidak menyakitinya sedikitpun,"ucap ayah Arsen dengan santai ,sambil duduk di kursi kayu itu.

Arsen sangat syok mendengar perkataan ayah tirinya itu,ia kira ibunya akan bahagia seperti saat bersama almarhum ayahnya dulu,namun dugaannya salah ternyata ibunya juga sudah menyusul ayahnya.Dengan cara di bunuh oleh ayah tirinya sendiri.

"Kau..apa tujuan kamu berbuat seperti itu?"suara Arsen terdengar dingin,tangan nya ia kepal dengan sangat kuat hingga kuku-kuku nya memutih.

"Aku hanya ingin semua hartamu dan harta orang tua mu itu saja,"ucap ayah tirinya.

"Kenapa kau tega membunuh ibu ku kalau kamu hanya ingin harta hah?"bentak Arsen.

"Kau tidak perlu semarah itu anak ku,"

"Aku BUKAN anak mu lagi mulai sekarang,"bentak Arsen.

"Oh baiklah,lagian memiliki anak seperti kamu juga tidak ada gunanya,"jawab ayah tiri Arsen.

"B***k,"maki Arsen.

"Kau tau ibumu itu awalnya sangat penurut,namun entah karena apa lama-lama dia semakin melawan perkataanku,hingga aku sudah mulai bosan dengannya dan pada akhirnya dia sudah tenang dan sangat bahagia bersama ayahmu di sana."

"Bughhh,bughh,"Arsen memukul ayahnya berkali-kali,hingga ayah Arsen tidak berkesempatan untuk membalasnya.

"Uhuk,uhuk,"ayahnya pun terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Kenapa? kenapa berhenti,ayo pukul lagi?"

"Bugh,bughhh,"Arsen kembali memukul ayahnya, namun saat ia hendak memukul ayahnya lagi ia terbanting ke dinding.

"Brakkkk,"tubuh Arsen terbanting sangat kuat di dinding oleh sosok yang baru muncul.

"Ahhh,"Arsen merasakan tubuhnya sangat sakit.Lalu sosok tersebut mencekiknya hingga Arsen perlahan-lahan naik ke atas.

"Kau,berani sekali kau keluar dari kamar itu,apa kamu tidak takut?"ucap Arsen terbata-bata,wajah Arsen sudah memerah karena cekikikan itu.

"Lepaskan tanganmu atau kau akan tau akibatnya,"namun sosok tersebut malah tidak mau melepaskannya,kesabaran Arsen sudah hilang lalu ia mengambil lading kecil berada di saku celanannya.

"Srtttttttt,srtttt"tancapan lading di tengorokannya sampai kedua kali,seketika sosok tersebut melepaskan tangannya dari leher Arsen,tengorokan sosok itu mengeluarkan darah hingga memuncrat terkena di wajah Arsen.

"Aku sudah membiarkan mu hidup dan mengurungmu di kamarku supaya kamu tidak berbuat ulah,tetapi kesabaran ku sudah habis,"ucap Arsen.

"Srttttttt,"Arsen kembali menancapkan lading tersebut ke mata sosok itu.

Sosok tersebut namanya Tiara sahabatnya Arsen, saat Tiara masih hidup,Tiara mengangap Arsen lebih dari sahabatnya.Ia mengangap Arsen adalah cinta pertamanya,namun Arsen tidak mengetahui sebenarnya perasaan Tiara kepadanya.Arsen hanya mengangap Tiara sahabat baiknya sekaligus sebagai adiknya sendiri, karena Arsen memang tidak memiliki saudara lagi,dia hanya anak satu-satunya yang kesepian tanpa seoarang teman.

Karena Arsen memang tidak terlalu suka untuk bergaul dengan orang lain,Arsen lebih suka hanya berada di rumah menghabiskan waktunya di depan layar tv memainkan game dan berolahraga di rumahnya,kecuali ia sekolah baru ia keluar dari rumah.

Hingga pada suatu hari Tiara menyatakan perasaannya kepada Arsen di depan banyak orang,Arsen yang melihat Tiara sangat malu dan kecewa lalu ia pergi begitu saja meninggalkan Tiara yang telah memanggil dan mengejarnya namun ia tidak peduli lagi.Perasaan Arsen tidak dapat ia paksa untuk mencintai Tiara karena hatinya benar-benar tidak ada cinta untuk Tiara.

Tiara yang di tolak Arsen sangat terpukul dan stres,kini cinta pertamanya tidak membalas cintanya yang sudah bertahun-tahun ia pendam.

Rasa sakit hati tu membuatnya tidak karuan tidur siang dan malam,ia mencoba menghilangkan perasaan itu namun semakin membuatnya terpuku,l apa lagi mengingat penolkan Arsen terhadapnya.Dan pada akhirnya Tiara memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis,ia melompat dari atap gedung kantor ayahnya hingga meninggal dunia.

Sosok tersebut dulunya pernah menganggu Dira saat di berada diruangan kantornya dulu,Arsen yang tidak ingin sosok hantu itu menganggu Dira jadi ia menangkap dan mengurungnya di dalam kamarnya.

flashback On

Seorang pria berdiri di depan balkon kamarnya,ia tampak sangat marah sekarang dengan orang yang berada di belakangnya.

"Tiara aku mohon kembalilah ke duniamu yang sebenarnya,disini bukan tempatmu,kau tau apa yang kau lakukan di kantor ku itu sangatlah salah, kau membuat karyawan ku ketakutan dengan cara membunuh orang lain dan membawanya ke kantor ku hingga membuat karyawan-karyawan ku di sana bergosip,"jelas Arsen, sedangkan Tiara tersenyum manis saja melihat Arsen sedang memarahinya.Arsen tau betul kalau Tiara selama ini yang selalu mengawasinya dari luar rumahnya itu.

"Aku sudah berulang kali memafkan kamu, tapi kamu sepertinya tidak mau mendengarkan aku,mau mu yang sebenarnya apa Tiara?",Tiara kemudian mendekati Arsen perlahan-lahan dan hendak mencium Arsen,tetapi Arsen sudah terlebih dahulu menempelkan kain yang sudah ada mantranya di tubuh Tiara,hingga Tiara tidak dapat bergerak sekalipun.Hingga pada akhirnya Tiara terkurung di dalam kamar Arsen.

Flashback off

"Prok,prok,"suara tepukan tangan terdengar di telinga Arsen.

"Kau memang pembunuh yang sangat handal anak ku,"ucap ayah tiri Arsen.

"Aku bukan pembunuh seperti mu,asal kamu tau itu dan kamu harus ingat aku bukan anak mu lagi jadi jangan pernah kau memanggil bahwa aku anakmu aku sangat jijik dengan pembunuh seperti kamu,"suara Arsen sangat dingin dan kejam.

"Oh ya lalu yang tadi apa?"sedangkan Dianto pamannya Arsen, hanya duduk menonton kedua orang itu berada di hadapannya.

"Rupanya otakmu sangat b***h,kau tau dia bukan manusia dan dia pantas mendapatkannya,"sahut Arsen.

"Kau sudah membunuh peliharaan ku anak kurang a***r"ucap ayah tiri Arsen.

"Jadi dia peliharaan mu?"tanya Arsen.

"Tentu saja,yang melepaskan dia dari mantra tidak berguna mu itu adalah aku,"

"Kauuuu,"geram Arsen.

"Kenapa? marah?,hahahha kau sangat lucu sekali saat marah aku sangat suka itu,"ucap ayah tiri Arsen.

"Kau keterlaluan,kau tidak pantas untuk hidup di dunia ini,"lalu Arsen hendak menarik pelatuk pistolnya lagi-lagi selalu terhalang,karena ada dua sosok yang langsung memegang kedua tanggannya.

"Kaliannnnn,"Arsen syok banyak sekali malam ini kejutan untuknya.

"Kenapa apa kau mengenal mereka berdua?"tanya Ayah tiri Arsen.

"Tentu saja aku mengenal mereka,mereka pembantu ku di rumah,ciiihh ternyata selama ini aku terus di awasi oleh pria tus b****n seperti kamu,bahkan pembantu ku saja kau menjadikannya sebagai budakmu,ciiiuuh,"Arsen meludah,lalu ia membrontak dengan sekuat tenaga,hingga kedua orang perempuan tersebut terbanting jauh.

Dira,Riko,Vivi,Rika berserta hantu yang lainnya nanti ya di ceritakan, masih ada di episode selanjutnya ceritanya masih panjang😊 Ayo dukung ceritaku kalau kalian suka dengan cara like,vote,rate 5 serta jadikan favorite kalian😉jangan lupa kasih sarannya ya di kolom komentar😉

Terpopuler

Comments

Ve❤️

Ve❤️

tegang loh aku Thor 😨

2020-11-03

1

Aisy Hilyah

Aisy Hilyah

hantu ko dipiara... hihi

2020-07-11

1

asyura_

asyura_

Halo kak apa kabar? saya hadir dengan like, rating 5 🌟 meluncur. Semangat berkarya, salam dari Over Power.🤓

2020-06-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!