Mengerikan

"Bagaiman Vi,terhubung ngak..?"

"Ngak bisa Dir"

"Uhuk...uhuk..uhukkkk"Vivi pun tiba-tiba saja terbatuk.

"Kamu kenapa lagi sih Vi..?"tanya Dira melihat teman nya itu tiba-tiba batuk.

"Ngak tau dir,tengorokan aku terasa geli dan sangat gatal."

"Uhuk...uhuk..uhukkkkk"Vivi pun batuk sangat keras,karena gatal di tengorokan dan terasa geli nya tidak tahan akhirnya Vivi muntah.

"Huekkk..huekkk"Vivi mengeluarkan segumpalan cacing hidup dari mulutnya.

"Akhhhhhhhh"Vivi dan Dira seketika terperancajat dari tempat duduknya menuju ke kursi mobil yang di belakang.

"Dira,hikss...hiksss."

"Huekk...huek"Vivi pun kembali memuntahkan cairan namun bukan cacing lagi melainkan muntah karena jijik,sedangkan Dira hanya menahan dan menutup mulutnya,lama-kelamaan perutnya yang terasa di aduk-aduk,perasaan jijik melihat kejadian itu membuat Dira ikut muntah juga.

"Huekk..huekk"

"Vivi sebaiknya kita cari cara untuk keluar"

"Tolong.......tolong"teriak Vivi dan Dira dari dalam mobil ,sambil mengetuk pintu kaca mobil dengn sangat keras,namun tidak ada sahutan.

"Akhhhhhhhhh"Vivi berteriak karena kakinya di tarik ke depan dengan kasar.

"Viviiii..Viviiii,pegang tangan ku erat-erat."

"Dira...tolong.Akhhhhhhh"Vivi pun berusaha berpegangan dengan kuat memegang punggung kursi mobil dan tangan sebelah satunya memegang tangan Dira.

"Brakkkkk"kaca mobil depan terbuka lalu terbanting sangat jauh.Kaki Vivi yang semakin di tarik keluar ia pun semakin sekuat tenaga berpegangan, begitupun sebaliknya Dira semakin memegang erat tangan Vivi.

"Akhhhhh,hiksss..hiks Dir tolong jangan pernah lepasin tangan ku,aku sudah tidak tahan untuk berpegangan tangan lagi hik...hiks akhh."

"Vi kamu harus kuat"ucap Dira yang sudah kelelahan dan keringat dingin.

"Akhhhhh,le....lepaskan bre***ek"ucap Dira karena lehernya di cekik sangat keras.

Dira sangat jelas melihat wajah itu yang berada di hadapan nya sekarang,wajah yang sangat mengerikan namun sambil tersenyum jahat.

"Diraaaa"teriak Vivi karena Dira sudah tidak memegang tangan nya,akhirnya Vivi pun di seret keluar.

"Uhuk..uhuk"Dira terbatuk dan wajahya semakin memerah karena menahan sakit di lehernya.

"Awas kau bre***ek"Dira pun meraba tas nya dengan cepat-cepat hingga ia menemukan pulpen di dalam tas nya.

"Ra...rasakan iiii...inii"ucap Dira terbata-bata sambil menancapkan pulpen di mata sosok tersebut.

"Akhhhhhhhhhhhghhhhh"suara teriakan sosok tersebut dengan nyaring,hingga lenyap seketika.

"Uhukkk...uhukk"akhirnya Dira merasa lega dam kemudian keluar dari dalam mobil mencari teman nya Vivi.

"Viii...Vivi kamu dimana..??"Dira sambil berjalan terhuyung-hayang karena merasa lemas.

"Dira"lirih Vivi dengan lemah,saat ini keadaan Vivi sudah tidak berdaya lagi.Karena sosok tersebut membanting Vivi dengan keras di tembok,hingga semua anggota tubuhnya terasa mati rasa.

"Viviiii"teriak Dira karena masih belum menemukan keadaan teman nya.Dira mondar-mandir mencari Vivi hingga ia menemukan Satpam mengahampirinya.

"Ada apa neng..?"tanya satpam yang bernama Jono

"Itu pak,teman saya di bawa setan."

"Hahhh,ayo kita segera menemukan teman kamu neng"ajak satpam itu.

"Baik pak"

Mereka berdua sambil berlari-lari mencari keberadaan Vivi dan pada akhirnya menemukan Vivi terbaring di lantai dengan keadaan pingsan ,berada di depan lif.

"Vivii..."panggil Dira lalu langsung memeluk Vivi dengan erat.

"Alhamdulillah neng,ayo neng saya bantuin"

"Terima kasih banyak pak"Satpam tersebut hendak membawa Vivi,tiba-tiba saja satpam itu tarik menuju ke lif

"Pakkkkkkk"teriak Dira,yang hendak memegang pak Jono namun tidak sempat.

"Braaaakkkk"

"Akkhhhhhhh"teriak Dira,melihat kepala pak Joni terputus dari lehernya karena terjepit pintu lif.

"Buuughhh"seketika tengkuk Dira di hantam dengan benda keras hingga membuatnya seketika pingsan di tempat.

Arsen sedang duduk di pinggir ranjang sambil menatap seorang perempuan terbaring dengan keadaan lemah itu.

"Seharusnya,kamu menjauhinya"gumam Arsen.Namun entah apa maksud dari semuanya itu.

Arsen pun pergi meninggalkan perempuan tersebut dalam keadaan terikat.Ia tidak ingin terlalu lama-lama berada di dekat perempuan tersebut,karena semakin membuatnya emosi dan ingin membunuhnya tanpa ampun.

"Emmmmhh"setelah sekian lama akhirnya Dira bangun dari pingsan nya.

"Dimana aku..? sepertinya ruangan ini mengingatkan aku sesuatu tapi apa ya"ucap Dira sambil mengelus tengkuknya yang masih sakit itu.

"Tak..tak..tak"suara langkah kaki terdengar menuju ke arah nya.Dira semakin menegang melihat sosok itu, yang semakin mendekatinya.Karena ruangan tersebut sedikit gelap hingga wajah sosok itu tidak terlihat sama sekali.

"Siapa kamu...?"suara Dira terdengar dingin.

"Tek"suara lampu hidup

"Kita berjumpa lagi kali ini nona."ucap orang itu yang tak lain Arsen.

"Ka..kamu"ucap Dira kaget,ia tidak menyangka akan bertemu dengan lelaki itu lagi dan paling membuatnya jengkel adalah selalu dalam keadaan pingsan dan berakhir di kasur dengan tengkuk yang terasa sakit.

"Emmm dan kenalkan saya Arsenio."

"Saya tidak menanyai nama kamu."

"Siapa tau,kamu penasarankan dengan nama saya"

"Ciii percaya diri sekali"Dira pun kembali terdiam,sepertinya ada sesuatu hal yang menganjal dalam pikirannya.

"Tunggu-tunggu,ka..kamu CEO pemilik perusahaan terbesar itu kan..?"

"Iya tentu saja"

"Ka..kamu CEO yang memiliki wajah seperti monster itukan,iya kan"tanya Dira tidak menyangka.

"BUKAN"

"Katanya iya,tapi sekarang bukan.Dasar wajah monster"Arsen yang mendengarnya seketika mengepalkan kedua tangan nya karena menahan emosinya,ia tidak terima perempuan di hadapan nya itu mengatainya dengan wajah monster,entah apa penyebabnya.

"Saya memang CEO pemilik perusahaan terbesar di kota s,tapi bukan wajah saya seperti monster"suara dingin Arlan yang sedang menahan emosinya

"Jujur saja,saya ngak bakal takut kok"ucap Dira santai,ia tidak tau pria di hadapan nya itu sedang menahan emosinya dan siap untuk memakan nya hidup-hidup.

"Berhentiiiii,sekali lagi wajah saya bukan seperti monster"

"Baiklah-baiklah,saya paham sekarang.Saya tidak akan memaksa kamu untuk jujur"jawab Dira,jujur saja ia sangat tidak percaya dengan omongan Arlan saat ini,karena hampir setiap orang membicarakan wajah nya yang seperti monster itu.

"Prankkkkkk"arland pun melemparkan lampu yang ada di dekat meja tidur itu.Karena Dira tidak mau percaya dengan omongan nya.

"Astaga,heyy wajah monster kenapa kamu malah melemparkan barang yang mahal itu sih kan sayang"ucap Dira yang kesal.

"Karena kamu tidak mempercayai saya"

"Tentu saja,kenyataan nya kan memang begitu dan terutama wajah kamu selalu memakai topeng,kamu malu kan memiliki wajah seperti monster"

Seperti nya Arsen sekarang sedang melewati cobaan yang sangat berat,karena dari tadi menahan emosinya, supaya tidak memakan perempuan di hadapan nya itu hidup-hidup.Saking menahan emosinya membuatnya kepala Arsen hampir meledak seperti bom saja.

Terpopuler

Comments

Aisy Hilyah

Aisy Hilyah

uuuhhhhh seremmmm

2020-07-09

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!