Di part ini ada fhoto hantunya ya😊
Dira yang mwndengar perkataan Arsen seketika lemas di tempatnya,ia tidak mampu berkata-kata lagi,karena perkataan Arsen sangat jelas sekarang,apa lagi ia melihat kejadian itu dengan mata kepala nya sendir.
"Sttttt sepertinya dia sudah keluar,sebaiknya kamu tetaplah disini,karena dia diluar sana seperti berbahaya,"ucap Arsen.
"Emmm,"Dira hanya mengangukan kepalanya.
"Baiklah sekarang kita keluar dari sini,"
"Brakkkk,"pintu kamar tiba-tiba saja terbuka,sepertinya Vivi kembali lagi ke kamar Arsen,sedangkan Dira dan Arsen yang hendak keluar dari dalam lemari seketika berhenti untuk membuka pintu lemari itu.
"Sttt,sepertinya dia kembali lagi,"ucap Arsen.
"Tapi kita berdua tidak bisa tetap berada di sini Ar,"bisik Dara.
"Tunggu lah sebentar,"
"Tunggu sampai kapan sih,"kesal Dira.
"Kenapa keras kepala sih,tunggu saja belum waktu nya Dir,"
"Tapi kapan,aku ingin keluar saja dan menghampirinya,"
"Tidak,jangan sekarang,"
"Krieeeeet,"pintu lemari terbuka.
"Hay Dir,kenapa kalian berdua ada di sini,"tanya Vivi.
"Ah tidak apa-apa kok,"
"Ayo keluar,"ajak Vivi,namun yang keluar terlebih dahulu adalah Arsen,mata Vivi pun seketika melotot tajam menatap Arsen.
"Kenapa kamu yang keluarrrrr,"tampaknya Vivi sedang marah besar.
"Vi,kamu sadar Vi,"ucap Dira mengoyang tubuh Vivi supaya sadar,namun usahanya sia-sia.
"Akhhhh,"Dira merasakan lehernya tercekik erat oleh Vivi.
"Vi..vi sadar Vi,"lirih Dira.
"Lepaskan tangan mu dari lehernya,"Arsen dengan nada dingin,namun tidak di hiraukan kini wajah Dira memerah seketika karena leher semakin tercekik erat.
"Maafkan aku Vi,"Dira kemudian membalas mencekik leher Vivi dengan sangat kuat.Sedangkan Arsen berusaha melepaskan tangan Vivi dari leher Dira.
"Brakkkk,"Arsen malah terbanting jauh oleh Vivi.
"Bughh,"Dira memukul keras leher Vivi hingga pingsan di tempatnya.
"Uhuk..uhuk,Ar kamu tidak apa-apa kan,"tanya Dira.
"Saya tidak apa-apa sebaiknya kita ikat dia terlebih dahulu,"sambil melihat ke arah Vivi.
"Tapi saya tidak tega melihatnya terluka Ar."
"Saya tidak tau harus bagaimana lagi,saya tidak ingin kejadian tadi terulang lagi."
"Baiklah,asal hanya mengingkatnya saja dan jangan sampai dia terluka."
"Saya tidak bisa menjajikan itu,"ucap Arsen sambil menghampiri Vivi.Dira yang mendengarkan nya hanya pasrah.
Hebusan angin terasa melewati wajah Arsen,Arsen seketika mundur dan menghampiri Dira,ia tau pasti ada hal yang tidak beres lagi.
"Berhati-hatilah,"ucap Arsen sambil memegang bahu Dira.
"Kenapa,ada apa..?"tanya Dira heran.
"Sttt,sepertinya ada sosok lain di sini,"
"Kenapa kamu takut..?"tanya Dira,melihat Arsen sangat was-was.
"Saya tidak takut,hanya saja mempersiapkan diri saja,"jawab Arsen.
"Ciiihh,sudahlah sebaiknya kita urusin Vivi dulu,sebelum dia sadar."
"Blum,"lampu seketika mati.
"Wuuuuussss,"angin kencang seketika muncul dan menghamburi barang-barang di kamar.
"Heyy di mana ponsel mu,"tanya Arsen.
"Oh iya saya lupa,ini,"Dira memberikan ponselnya kepada Arsen,Arsen kemudian menghidupkan senter dari ponsel Dira.
"Akhhhh,"teriak Vivi yang tiba-tiba saja muncul tepat berada di cahaya berasal ponsel yang Arsen hidupkan.
"S***l,"umpat Arsen yang terkejut.
"Sepertinya Vivi sedang kerasukan"ucap Dira melihat nya.
"Apa kamu yakin,dia memang manusi...?"tanya Arsen.
"Iya saya sangat yakin,karena sebelum-sebelumnya Vivi tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh,dan ini pertama kali nya saya melihat nya,wajah itu iya saya ingat kemaren sosok yang sempat hampir membunuh saya,sedangkan Vivi juga ikut terluka dan lebih parah dari saya,"saat ini Vivi tampak diam duduk di kursi sambil memainkan rambutnya dengan wajah yang tersenyum.
"Baiklah kita cari cara untuk mengikat teman mu itu,tapi bagaimana..?"
"Saya akan mengahadapinya sendiri,disaat dia lengah kamu pegang tubuh dengan kuat,"jelas Dira.
"Tapi itu akan berbahaya,"
"Tidak apa-apa saya bisa melindungi diri saya sendiri,saya khawatir suatu saat dia akan mengakibatkan hal yang tidak kita ingin kan,"
"Baiklah,sebaiknya kamu berhati-hati dan tetap waspada.aku akan mencari sesuatu untuk mengikatnya terlebih dahulu,"Arsen pun perlahan-lahan melangkah mencari sesuatu dan ia menemukan kabel panjang di dalam kamarnya.
"Semoga saja ini bisa,"lalu Arsen menghampiri Dira.
"Bagaiman,apa kita bisa mulai..,?"Arsen pun mengangukan kepalanya tanda menyetujui.
"Viiii,"panggil Dira sambil menghampiri Vivi yang sedang duduk.Namun Vivi tidak menoleh ke arah Dira melainkan asik memainkan rambutnya.
"Viii,"panggil Dira lagi,sambil menepuk bahu Vivi dengan pelan.Vivi pun memutarkan lehernya hingga kepala Vivi berhadapan dengan Dira, sedangkan tubuhnya tetap berada di posisi yang normal.
"Astaga,"ucap Dira melihat mata tajam itu.
"Viii sadar Vi,"Dira memegang tangan Vivi dan tiba-tiba saja sebelah tangan Vivi langsung meraba tangan Dira hingga ke atas bahunya,dan kemudian mengelus-ngelus leher Dira,Dira yang merasakan nya sangat geli hingga membuatnya merinding.
"Dan kau keluarlah dari tubuh teman ku,"tiba-tiba saja suara Dira tanpak sangat dingin sambil menatap mata itu.
"Berhentilah menganggu kami,cepat keluar dari tubuh teman ku,"sambil mengoyang-goyangkan tubuh Vivi,sosok yang berada di dalam tubuh Vivi tersenyum dan melotot tajam ke arah Dira.
"Bruuuuuukk,"Dira terbanting,kemudian Dira bangkit berdiri menghampiri sosok itu lagi.
"Brukkk,"Dira terbanting lagi namun sedikit keras.
"Dira berhentilah kamu akan menyakiti dirimu sendiri,"suara Arsen dan sosok itu langsung mendekati Arsen dengan sekejab mata.
"Blumm,"kemudian lampu itu hidup kembali.
"Dira cepatlah berlari dan keluar dari sini,"perintah Arsen,namun Dira tidak menuruti perkataan Arsen ia malah menghampiri sosok yang sudah berada di hadapan Arsen.
"Kauuuuu,"geram Dira,lalu menangkap tubuh Vivi dengan sangat erat.Lalu sosok tersebut langsung memutarkan lehernya lagi dan wajah sosok itu langsung berhadapan dengan wajah Dira.
"Arsen cepat,"ucap Dira.
"Baik,pegang dia dengan kuat,"Arsen pun mengikat tubuh Vivi mengunakan kabel tersebut dengan sangat erat.
"Sudah,"ucap Arsen.
"Ambilkan selimut lagi,bungkus tubuhnya dengan itu"desak Dira,sedangkan sosok itu semakin membrontak dengan kuat.
"Cepat Ar,"Akhirnya setelah selesai mengikat sosok itu Dira dan Arsen mernafas lega,namun mereka berdua tidak tau bahwa masih ada yang sedang mengawasi mereka berdua.
"Hah lega,"ucap Dira merebahkan dirinya di kasur.
"Tapi sepertinya,sosok tersebut bukan cuman satu berada di sini,tadi Arsen bilang ada sosok yang lain datang juga,tapi kemana dia ..?"batin Dira bertanya-tanya,kemudian Dira celingak-celinguk melihat ke arah yang lain dan dugaan Dira benar bahwa sosok tersebut bukan cuman satu berada di kamar itu sekarang,tampak sosok tersebut berjalan perlahan-lahan keluar dari halaman itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Ulfayanty Syamsu Rajalia
gk pp klw dira mati dia terlalu keras kepala susah di bilangin orangx
2025-02-16
0
Desriani (Ani)
terkejut aku,, jantungku hampir copot
2021-03-24
0
Elin Elin jenong
huuuuuaaaaaaaaaa thorrr akoh agett,,,, untung baca nyh siang..
2020-11-04
1