"Ka...kau keterlaluan,"Arsen sampai mengretakan giginya saking menahan emosi yang sudah semakin naik sampai ubun-ubun"
"Sudahlah-sudahlah,sebaiknya aku per...,"ucap Dira terpotong.
"Waa...wa..waaaaaaahhh,"lanjut Dira lagi,matanya sampai tidak berkedip melihat pemandangan yang ada di depannya sekarang.Di hadapan nya sekarang ada seorang pria bertopeng berwajah sangat tampan,sedang menatapinya.
"Hey kamu kenapa...?"tanya Arsen heran.
"Sungguh ciptaan Tuhan sangat sempurna,"gumam Dira.
"Bagaimana apa wajah saya seperti monster hmm,"sambil mengangkat dagu Dira ke atas.
"Tidak,kamu sangat tampan,"ucap Dira tanpa sadar apa yang barusan di ucapkan nya itu.
"Benarkah...?"tanya Arsen.Seketika Dira tersadar dari lamunannya.
"Tiii....tidak"ucap Dira cepat,jujur saja saat ii ini ia tidak tau menaruh di mana lagi wajahnya itu,ia benar-benar sangat malu.
"Aku su...,"ucap Arsen terpotong.
"akhhh sa..saya lupa Vivi teman saya dimana sekarang...?"ucap Dira mencari alasan.Berhadapan dengan pria bertopeng itu membuatnya lupa akan segalanya, termasuk teman nya sendiri.
"Kamu tidak perlu khawatirkan dia."
"Kenapa bisa begitu dia teman baik saya,tentu saja saya mengkhawatirkan nya."
"Diamlah di tempat mu,kalau kamu ingin tidak terjadi sesuatu,"nada suara Arsen sekarang menjadi sangat dingin sekali.
"Tidak, saya ingin mencari teman saya,sekarang beritahukan saja dimana dia sekarang...?"
"Jangan membantah"bentak Arsen,melihat Dira yang hendak beranjak pergi.
"Kau selalu berbicara sangat nyaring,sebenarnya ibu mu dulu ngidam apa sih,ngidam memainkan trompet kali ya,sampai-sampai gendang telinga saya mau pecah,"kesal Dira,Namun Arsen tidak mengubrisnya sama sekali
"Diamlah di situ"Dira semakin kesal langsung beranjak pergi keluar dari kamar itu,ia tidak perduli lagi dengan Arsen yang sedang marah dengan nya.
"Berhentilah di situ,jika kamu tidak ingin menyesal,"Arsen memberi peringatan kepada Dira namun tetap saja Dira berjalan keluar hingga tidak terlihat lagi.
"Brakkkkkk,"Arsen melemparkan buku di atas meja dekat keranjang itu,ia sangat kesal dengan perempuan itu yang sangat keras kepala.Arsen pun dengan cepat menyusuli Dira keluar.
"Uhuk..uhuk,"terdengar suara seseorang yang sedang terbatuk,dengan cepat Arsen menghampiri suara tersebut.
"Uhuk..uhuk,"Arsen pun melihat seorang perempuan tergeletakan di tanah dan menghampirinya.
"Hey kau kenapa..?"tanya Arsen.
"Ka..kamu siapa..?"ucap Vivi panik,melihat wajah pria di hadapan nya memakai topeng.
"Tenanglah saya hanya ingin menolong kamu,"
jawab Arsen.Dan Vivi pun menganguk percaya.
"Saya mohon tolong teman saya,"ucap Vivi memohon.
"Teman kamu dimana sekarang..?"
"Dia sedang di bawa sosok itu,saat saya dan teman saya Dira keluar dari rumah kamu,uhukk...uhuk.Saya mohon untuk menolonginya,"
"Baiklah,sebaiknya saya bawa kamu masuk ke rumah saya dulu dan kamu tunggu di rumah saja,jangan sampai kamu keluar satu langkah pun dari rumah saya,kalau kamu juga tidak ingin terjadi sesuatu seperti teman kamu yang keras kepala itu."
Setelah mengangkat Vivi masuk kerumah nya .Arsen pun berusaha mencari keberadaan Dira,namun masih belum menemukan ada tanda-tanda jejak keberadaan Dira.
Di sisi lain tampak seorang perempuan dengan keadaan tangan terikat mengantung ke atas,yang tidak lain adalah Dira.Sedangkan sosok tersebut tersenyum puas melihatnya.
"Akhhh,lepaskan aku,"teriak Dira,namun sosok tersebut hanya diam saja lalu pergi dari ruang tersebut.
"Sebaiknya aku harus cari cara untuk keluar dari ruangan ini,"tampak Dira sedang berpikir mencari cara untuk lolos dari ruangan tersebut,hingga pada akhirnya Dira menemukan idenya.
"Semoga saja berhasil,"gumam Dira.
Di pun memulaikan aksinya,Dira perlahan-lahan mengayunkan dirinya hingga tubuhnya melayang dan langsung menginjak ronsokan kulkas berada di dekatnya,setelah berdiri,Dira melepaskan talinya mengunakan giginya walaupun membutuhkan waktu yang lama karena tali terikat di tangan nya sangatlah kuat.Hingga tali tersebut perlahan-lahan longar dan terlepas.
"Berhasil,"gumam Dira senang.
Ia mulai melangkahkan kaki perlahan-lahan dan Dira seperti mendengar ada orang yang sedang berbicara namun tidak jelas,Dira kemudian mendekatkan diringa di balik pintu untuk menguping,tetapi suaranya tetap saja tidak jelas,Dira hanya melihat punggung seorang laki-laki dengan memiliki tubuh sedikit berisi itu dari belakang,Dira sangat pernasaran dengan wajah itu,namun ia takut ketahuan hingga ia memutuskan untuk pergi saja.
"Sebaiknya aku pergi saja,lain kali aku akan kesini lagi mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,"batin Dira.
"Hah..hah,sungguh sangat lelah,tapi ini dimana ya..?"gumam Dira yang sedang melihat banyk pohon di sekelilingnya.
"Astaga ini kan hutan,tapi daerah mana ya,bisa mati tersesat kalau begini ceritanya,"akhirnya Dira memilih untuk duduk sebentar di bawah pohon itu.
"Ya Tuhan aku sangat haus,hari pun sudah sore,sebaiknya aku tidur disini saja.Tapi banyam nyamuk bagaimana bisa tidur kalau begini ceritanya,sebaiknya aku cepat-cepat keluar dari hutan ini sebelum malam,"Dira pun berlari menerobos semak-semak tersebut,ia tidak memperdulikan ranting-ranting yang mengores kulitnya, karena Dira saat ini tidak memakai baju lengan panjang,tapi ia beruntung memakai celana panjang.
"Akkkkkkkhh,"teriak Dira.
"Auuuuwww"Dira merasakan rambutnya tertarik ke belakang.
"Aduuuhhh sakit sekali,benar-benar menyusahkan aku saja,"kesal Dira dengan duri yang sedang tersangkut di rambutnya.
"Akhhhhh,yang benar saja,kenapa susah sekali sih ini,"
"Mau aku bantu,"Suara sosok laki-laki itu.
"Ka...kau jangan mendekat"
"Aku hanya ingin membantu mu saja,"
"Ti..tidak perlu,ini mudah saja,jangan berani kau mendekati ku,"
"Hey sudah ku bilang jangan mendekati ku"bentak Dira namun sosok tersebut tidak memperdulikan nya,kemudian perlahan-lahan mendekati Dira.
"Akhhhhh,jangan ini sakit"
"Tenang saja,sebentar lagi kamu tidak akan merasakan sakit lagi setelah ini,"sahut sosok itu
"Lepaskan,menjauh dari ku sekarang juga,"
"Diammmm,"
"Aku tidak akan bakal diam,kalau kau melepaskannya sekarang juga,"namun sosok tersebut tidak memperdulikan apa yang di katakan Dira,ia hanya fokus dengan aksinya.
"Akhhhh,sakit lepaskan b***h"Dira pun sambil memberontak.
"Kau jangan mengataiku b***h,sebenarnya kamu itu yang bodoh,"
"Ciiiihh lepaskan br***k,"
"Hahhhah,"tawa sosok tersebut.
"Uhuk...uhukk"Dira sampai terbatuk-batuk.
"Kenapa sakit hah...?"
"Sudah ku bilangkan lepaskan tangan mu sekarang juga,"bentak Dira.
"Semakin kau melawan dan bergerak,kamu akan tau akibatnya,"
"Baiklah-baiklah aku akan diam,tapi lepaskan tangan mu sekarang juga,"
"Kau sungguh sangat keras kepala,nah selesai,"
"Ahhh akhirnya,terima kasih banyak,"Dira merasa lega karena rambutnya tidak tersangku lagi di duri itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Aisy Hilyah
hhhmmm diraaaa
2020-07-09
1