"Selain keras kepala,kamu juga suka bertanya ya,kalau kamu tidak ingin ikut ya sudah sebaiknya kamu kembali saja dan lihatlah dia sedang menunggu kamu untuk kembali,"kesal Arsen,lalu Arsen menunjuk ke arah jendela paling atas,terlihat sosok tersebut menatap mereka berdua dengan tajam.Sedangkan Dira hanya diam saja karena pikirannya sekarang sedang membayangkan tubuhnya akan bakal remuk kalau di hajar terus menerus oleh sosok itu.
"Kenapa kamu diam hemmm,"tanya Arsen.
"Ahh tidak ada,baiklah aku akan diam dan mengikuti kemana kamu akan pergi,"ucap Dira.
"Ya sudah sekarang kamu sudah bisa diamkan..?"tanya Arsen dan Dira hanya mengangukkan kepalanya.
Setelah sekian jam ahirnya Dira dan Arsen telah sampai di tempat pulau kecil namun sangat indah dan terdapat sebuah rumah di sana yang sangat mewah.
"Waaahhh ini sangat indah,kita dimana sekarang?"tanya Dira.
"Sudah ku bilang tidak usah banyak bertanya,kalau keberatan kembali sana,"usir Arsen berpura-pura.
"Kau selain suka membuat ku pingsan tapi ternyata suka sekali mengusirku,"ucap Dira kesal lalu berjalan duluan.
"Hey kenapa kamu duluan,disini ada tuan rumahnya,"tunjuk Arsen ke arahnya.
"Aku tidak peduli,"ucap Dira lalu melanjutkan langkahnya menuju ke rumah mewah itu.
"Ckkk,dasar,"kemudian Arsen terkekeh sendiri melihat Dira kesal dengannya.Kemudian ia menyusul Dira dari belakang.
"Kau kenapa tidak masuk,hemmm,"tanya Arsen melihat Dira berdiri di depan pintu rumahnya.
"Bagaimana aku bisa masuk,pintu ini di kunci,"kesal Dira.
"Makannya sudah ku bilang tunggu tuan rumah nya dulu,tapi kamu sangat keras kepala,"Arsen kemudian mengambil sebuah kartu untuk membuka pintu tersebut.
"Terima kasih,"ucap Dira langsung memasuki rumah Arsen tanpa di persilahkan.
"Dasar tidak punya sopan santun,"sindir Arsen.
"Memangnya kamu sopan santu gitu,"jawab Dira langsung duduk di sofa tamu.
"Tentu saja,"jawab Arsen.
"Ciiih,sopan santun bokongmu.Menyelamatkan orang dengan cara memukul lehernya hingga pingsan, itu ya di namakan sopan santun hah..?"kesal Dira.
"Heyy kenapa kamu menyebutkan bokongku segala dan kau tidak tau berterima kasih.Dan sekarang aku sangat menyesal menolong mu waktu itu,"ucap Arsen yang tidak mau mengalah.
"Kaaaa..kau,kenapa senang sekali membuat ku kesal,"sambil menunjuk ke arah Arsen sedangkan Arsen hanya terkekeh melihat Dira.
"Aku tidak pernah membuatmu kesal,kamu saja yang tidak mau di atur dan tidak mau menuruti ku,dasar keras kepala,"lalu Arsen beranjak pergi,sedangkan Dira sudah emosi sampai naik di ubun-ubunnya dan sebentar lagi akan meledak.
"Arsennnnnnnn,"teriak Dira,namun Arsen sudah tidak ada lagi berada di depan Dira.
"Huh lelaki itu sangat menyebalkan,pantas saja dia memakai topeng karena menutup wajahnya yang menjengkelkan itu,"
Tidak lama Arsen pun membawa beberapa makanan yang ada di tangannya kemudian meletakan di atas meja tamu.
"Terima kasih banyak,"ucap Dira lalu langsung menyendok makanan tersebut,tanpa di persilahkan oleh tuan rumah.
"Kebiasaan,aku membawa makanan kesini belum tentu untuk kamu,"
"Ciiih,aku juga lapar belum serapan pagi,apa kamu tega membuatku mati kelaparan hah,?"kesal Dira.
"Tidak ada rasa sungkan sama sekali jadi perempuan,"
"Buat apa sungkan sama kamu,"
"Terserah kamu saja,seharian ini berdebat terus dengan kamu tidak akan pernah habis-habisnya dengan perempuan keras kepala seperti kamu itu,"
"Siapa suruh kamu tidak ingin mengalah,"
"Baiklah sebaiknya kita berdua makan saja,"
"Kamu saja yang dari tadi sibuk memprotesku,lihat piringku,"ucap Dira sambil menunjukan piring makannya yang sudah sisa setengah itu,Arsen hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat perempuan di depannya itu sangat cepat saat makan.
"Setelah ini kamu mandi kamar kamu yang warna biru itu dekat pot bungga,"sambil menunjukan ke arah kamar untuk Dira.
"Terima kasih,hmmm sudah berapa hari ini aku tidak masuk kerja.Aku jadi merindukan tempatku bekerja,"gumam Dira.
"Tenang saja aku sudah mengajukan cuti untuk kalian berdua,"
"Hah,kok bisa."
"Tentu saja aku bosnya,"
"Bos bertopeng yang memiliki wajah seperti monster itu,"sindir Dira.
"Kenyataan nya wajah ku tampan,"ucap Arsen sambil memegang wajahnya.
"Kenapa kamu tidak melepaskan topeng kamu,kan di sini tidak ada orang juga,"
"Itu bukan urusan kamu,sebaiknya kamu diam saja,"suara Arsen terdengar dingin.
"Aku hanya berkata seperti itu tapi kenapa kamu terlihat seperti marah,"
"Sudah aku sudah kenyang,"ucap Arsen lalu beranjak pergi dari duduknya.Ia tidak ingin Dira mengetahui tentang dirinya lebih dalam lagi.
Sudah tiga hari Dira dan Arsen berada di pulau kecil itu,di saat mereka berada disana memang benar adanya perkataan Arsen bahwa di tempat pulau itu keberadaan mereka berdua aman-aman saja,namun Dira tidak ingin berlama-lama di pulau itu karena yang di pikirkan nya adalah temannya Vivi yang sedang berada di rumah Arsen,ia takut Vivi akan melakukan hal yang tidak diinginkan nya dan pada akhirnya Dira memutuskan untuk mengajak Arsen pulang hari ini ke rumahnya.walaupun sebenarnya Arsen sangat sulit untuk dibawa pulang tetapi bukan Dira namanya kalau mengalah begitu saja,dengan berbagai cara ia melakukan aksinya supaya Arsen mau mendengarkan perkataannya contohnya pagi ini.
"Ar ini aku sudah memasak makanan sepesial untuk kamu,"ucap Dira.
"Hemm,terima kasih,"kemudian Dira berdiri di belakang Arsen kemudian memijit bahu Arsen.
"Katakan saja,"
"Maksud kamu apa Ar...?"Dira berpura-pura tidak tau apa maksud Arsen.
"Katakan apa maumu..?"
"Ahhh kamu jangan salah paham aku hanya ingin berterima kasih saja karena kamu sudah menolong beberapa kali,"bohong Dira padahal rasanya dia mau muntah mengatakan itu.
"Benarkah..?"ucap Arsen yang tidak mempercayai Dira.
"Tentu saja,"sambil memijit pundak Arsen.
"Arsen,"panggil Dira.
"Hemm,"balas Arsen jutek sambil tersenyum-senyum.
"Kita pulang yuk ke rumah,"ajak Dira.
"Tidak bisa lain kali saja,"tolak Arsen.
"Oh begitu ya,kenapa tidak mau pulang..?"
"Disana masih berbahaya,"Dira hanya diam saja,tapi ia berpikir sejenak kemudian mendapatkan ide yang cemerlang.
"Arsen,"panggil Dira dengan suara yang mengoda.
"Ada apa Dira..?"kesal Arsen.
"Emmm,kamu yakin tidak mau pulang..?"Dira kemudian perlahan-lahan mendekatkan dirinya di depan wajah Arsen.
"Tentu saja tidak,"
"Oh ya,jadi kamu tidak ingin pulang karena ingin berlama-lama berdua dengan ku ya..?"goda Dira lagi.
"Siapa bilang..?"
"Tidak ada yang bilang,cuman kamu terlihat tidak ingin pulang sepertinya,"Dira pun merangkak naik ke atas pangkuan Arsen,jujur saja Dira saat ini sudah kehilangan mukanya menahan malu,tapi demi seorang teman dia membuang semua rasa malunya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Putri Minwa
jangan lupa mampir juga di AraDea ya thor
2023-03-09
0
Aisy Hilyah
di tunggu Zena Thor
2020-07-10
1
Siska
mampir thor 😀
2020-06-06
3