Riko

"Ciiihh,tau terima kasih juga ternyata kamu,"

"Tentu saja,heii bola mata kamu sebelah kemana..?"tanya Dira.

"Astaga gawat-gawat,"panik sosok itu baru sadar.

"Gawat apanya sih...?"tanya Dira heran melihat sosok tersebut sedang panik.

"Bola mata ku sebelah pasti terjatuh,cepat bantu aku mencarinya,"

"Hahhh yang benar saja kamu,"

"Plisss bantu aku mencarinya,"ucap sosok itu memohon kepada Dira,Dira yang melihatnya menjadi kasian.

"Baiklah aku akan membantu mu mencarinya,itu karena kamu juga membantu ku,angap saja itu balas budi,"

Sosok tersebut menganguk antusias,ia senang karena ada yang mau membantunya,mereka berduapun mulai berjongkok mencari keberadaan bola mata tersebut di tanah.

"Ahhh ini dia,"ucap Dira senang,karena sudah menemukannya.

"Terima kasih"jawab sosok tersebut.

"Emm sama-sama,"balas Dira dengan tersenyum

"Nama ku Riko,senang bertemu dengan mu.Sebaiknya kamu cepat keluar dari sini dan kamu hanya belok kiri saja di situ ada jalan keluarnya,dan berhati-hatilah,"

"Hey kenapa terburu-buru,"

"Cepatlah pergi,sebelum terlambat"desak Riko.

"Tapi,kenapa..?"tanya Dira heran.

"srttttt.srttttt"suara langkah terdengar cepat,tampak angin berhembusan sangat kencang.

"Pergilah sekarang juga,"perintah Riko,ketika Dira hendak pergi sosok tersebut sudah berada di hadapannya sekarang.

"Akhhh,"leher Dira tiba-tiba saja di jekik sangat kencang,hingga wajahnya menjadi pucat.

"Lepaskan dia,"teriak Riko,Riko berusaha membantu Dira hingga tangan sosok yang menyeramkan tersebut terlepas dari lehernya.

"Uhuk..uhuk,"Dira merasa lega.

"Pergi sekarang juga cepat,"teriak riko yang sedang menahan sosokz menyeramkan itu.

"Tapi kamu bagaimana..?"tanya Dira.

"Jangan memperdulikan aku,semoga suatu saat kita akan bertemu lagi,"

"Terima kasih banyak,aku tidak akan melupakan kebaikan mu,"Riko hanya menganguk dan kemudian Dira berlari hingga tidak terlihat lagi.

Setelah berjalan cukup jauh akhirnya Dira menemukan jalan aspal,namun terlihat sepi.

"Lah-elah,kekiri apa kekanan ya..?"Dira tampak berpikir sejenak,karena sekarang ia sudah bingung.

"Tiiiiiiiitt,"suara mobil dari belekang Dira hingga membuatnya terkejut.

"Astaga,untung saja jantung ku tidak copot huh,"Dira pun celingak-celinguk melihat mobil itu berhenti, namun tidak ada tanda-tanda untuk keluar juga.

"Kok mobilnya berhenti di situ sih,sebaiknya aku lihat dulu siapa tau ada apa-apa lagi,"Dira pun menghampirinya tanpa rasa takut dan ragu-ragu.

"Tok,,,tok,,tok,"Dira mengetuk pintu kaca mobil tersebut namun tidak ada sahutan dari dalam.

"Tok,,,tok,,tok,"Dira pun kembali mengetuk pintu tersebut,tapi tetap saja tidak ada.Kemudian Dira pun mendekatkan wajahnya ke kaca mobil untuk melihat orang yang berada di dalam.

"Astagaaaa,"Dira pun terkejut,karena melihat orang tersebut sepertinya membutuhkan pertolongan.

"Apa yang harus aku lakukan,hanya ada satu cara,"batin Dira.

"Brakkk,,brak,"Dira memukul kaca mobil tersebut dengan sangat keras.

"Prankkkk..,"kaca mobil itu pun pecah seketika setelah beberapa kali Dira memukul dengan batu yang besar.

"Tek,"kaca mobil terbuka karena Dira membukanya.

Sedangkan sosok tersebut,tersebut hanya diam dan tertawa melihat Dira.

"S***l kenapa sering sekali bertemu dengan sosok ini,"batin Dira.

"Lepaskan leher bapak ini..,"bentak Dira sambil menyingkirkan tangan sosok itu yang sedang mencekiknya,hingga bapak itu tidak berdaya lagi.

"Brakkk,"tiba-tiba saja,Dira terbanting keluar dari dalam mobil.

"Auuuuhhh,"Dira merasakan sakit di beberapa bagian di tubuhnya.

Dira pun mengambil sebuah kayu sebesar jari jempol,lalu membuka pintu mobil belekang tempat sosok tersebut.

"Rasakan ini,"Dira yang hendak menancapkan kayu di tubuh sosok itu,dengan sekejap mata tubuhnya terlempar jauh.

"Auuuuu,"Dira kembali merasakan tubuhnya terluka,lebih parah dari yang sebelumnya.Dira bangkit berdiri dengan sempoyongan menuju ke arah mobil itu lagi dan tidak lupa kayu yang tadi berada di tangannya.

"Brummm...brummm,"terdengar suara mesin mobil itu,seketika Dira terhenti dari langkahnya.

"Tidak...tidakk,"ucap Dira melihat mobil itu melaju sangat kencang,namun mobil itu tidak menuju ke arahnya melainkan menuju ke arah jurang.Dira pun mengejar mobil tersebut.

"Aku harus menyelamatkan bapak itu,"ucap Dira terengah-engah.

"Tiiiiiiit,"suara mobil dari belakang,Dira pun terkejut dan langsung menoleh kebelakang.Dan melihat seorang yang sangat ia kenal,keluar dari mobil mewah itu.Siapa lagi kalau bukan Arsen.

"Kamu lagi..?"ucap Dira jengah.

"Berhenti menjadi sok pahlawan,tidak ada gunanya kamu mengejarnya,"

"Bapak itu sangat membutuhkan pertolongan Ar,"

"Duarrrr,,duarrrr,"suara ledakan mobil itu yang sudah masuk ke dalam jurang.

"Ya Tuhan,"Dira sambil menutul mulutnya tidak percaya.

"Lihatlah itu,apa kamu bisa menolongnya hah..?"

"Tidak,"lirih Dira.

"Sebaiknya kita pulang,"Arsen pun menarik tangan Dira untuk masuk ke dalam mobil.

"Tunggu pulang kemana..?"

"Tentu saja pulang ke rumah saya,mau kemana lagi hah..?"

"Saya ingin mencari teman saya,"jawab Dira lirih,jujur saja sebenarnya tubuhnya sangat lelah dan apa lagi sudah lama tidak makan dan tidak minum.Tapi ia sangat mengkhawatir kan teman nya.

"Teman kamu baik-baik saja berada di dalam rumah saya,seharusnya kamu memikirkan diri kamu terlebih dahulu,"Arsen sambil menatap Dira dari bawah sampai ke atas,karena keadaan Dira sekarang seperti orang gelandangan.

"Benarkah..?"tanya Dira antusias.

"Emmm,"jawab Arsen singkat.

"Syukurlah,"Dira akhirnya bisa bernafas lega sekarang.

"Sampai kapan kita berdiri seperi patung disini,"kesal Arsen,melihat Dira dari tadi tidak bergerak sama sekali.

"Ahhh maaf,"mereka berduapun masuk ke dalam mobil,kemudian perlahan-lahan mobil itu melaju menuju ke arah rumah Arsen.

"Kamu tidak apa-apa kan..?"tanya Arsen,Arsen tau sekarang keadaan Dira tidak baik sama sekali,ia sengaja bertanya karena dari tadi Dira berdiam diri.

"Tentu saja,"jawab singkat Dira.

"Saya boleh bertanya..?"ucap Arsen.

"Silahkan saja,mau bertanya apa..?"

"Kenapa sosok itu mengejar kalian berdua..?"tanya Arsen lagi.

"Entahlah saya juga tidak tau,"jawab singkat Dira.

"Kamu pernah melakukan kesalahan kepada orang lain,,?"tanya Arsen.

"Tidak,tidak pernah sama sekali,"

"Oh begitu ya,"

Beberapa menit kemudian mereka berdua kembali terdiam lagi,sedangka. Dira menutup matanya karena sekarang tenaganya sangat lemah apa lagi belum minum,jadi ia memutuskan untuk tidur saja supaya terasa haus dan laparnya tidak membuatnya semakin menderita.

"Aku akan mencari tahu apa penyebabnya kalian selalu di ganggu sosok itu,"gumam Arsen dalam hati,sambil melirik sekilas ke arah Dira yang sudah tertidur pulas.Ia sangat merasa kasihan melihat keadaan Dira saat ini dan ia kagum dengan gadis berada di dekatnya itu.

"Mungkin hanya ada beberapa gadis seperti dirimu yang kuat menahan rasa sakit ini,tanpa menangis,"Gumam Arsen melihat beberapa luka di tubuh Dira.

Terpopuler

Comments

Ulfayanty Syamsu Rajalia

Ulfayanty Syamsu Rajalia

dira yg keras kepala dan jg banyak bertanya

2025-02-16

0

Ronih

Ronih

msh blm phm alur crta ny

2020-07-15

4

Aisy Hilyah

Aisy Hilyah

hhhmmmmm

2020-07-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!