Hijrahnya Almaira Ghilbert

Hijrahnya Almaira Ghilbert

Bab 1 : Di Hadang

"Chiiiiiiiiiittttt..." Decitan sebuah kendaraan roda 2 berwarna hitam itu mengerem mendadak, karna di hadang mobil pajero sport hitam yg ada di depannya.

Beberapa laki-laki berseragam jas hitam sekitar 4 orang turun dari dalamnya.

"Siapa kalian? Kenapa berhenti mendadak dan menghadang jalanku?" Pertanyaan maira dengan santai, berusaha menghilangkan kegugupannya.

"Oh hahahaha... Ternyata seorang wanita, kita dapat rezeki 2x lipat ini" celotehan salah seorang dr mereka.. belum tau siapa yg mereka hadang saat ini.

"Apa maksud kalian" maira dengan tetap memasang wajah polos dan tak mengerti apapun di balik helmnya..

"Hahahahaha... " Dengan saling pandang mereka bergelak tawa, sementara maira pelan-pelan memasang kuda-kuda untuk menginjak gas motornya.

"Eiiittt... Mau kemana nona manis, bukankah malam-malam seperti ini enaknya kita bersenang-senang, terlebih saat ini sedang sepi, berilah sedikit kepuasan untuk kami, iya gak iya gak? Haahaha" dengan melirik kiri kanan teman²nya dia merasa bahagia seakan khayalannya akan terwujud.

_Bagaimana aku bisa kabur dengan motorku sementara mereka mengelilingiku, apa tabrak lari saja ya_

_Ya Allaah... Klo aku lawan mereka jujur aku lelah setelah ngajar hari ini_

Maira berusaha cari cara aman namun tak kunjung menemukan solusi.

"Apa yg kalian inginkan dariku? Motorku? Tasku? Atau Handphoneku? Maira berusaha tetap tenang

"Kita mau semua yang ada pada dirimu sayaang.. bukalah helmu agar wajah cantikmu terlihat" dengan terus menerus bergelak tawa

Kemudian maira turun dari kuda besi kesayangannya.. dan mulai duduk santai dengan posisi menyilang kaki dan melipat tangan di dadanya.. "baiklah, kalian kan ber4 tidka mungkin kan aku langsung melayani kalian sekaligus"

Merasa mendapatkan lampu hijau, sala satu di antara mereka mengatakan "Aku akan mencicipimu terlebih dulu, bagaimana?" Dengan menatap kawan²nya yg ada di samping kanan kirinya

"Aku tidak setuju.. karna aku yang menghadangnya duluan"

"Aku yg punya rencana ini, jadi aku lebih berhak atasnya"

Sementara yg terakhir "Aku lebih berhak menikmatinya, krn aku yg menyetir mobil"

Sementara mereka mendebatkan untuk mendapatkan giliran pertama, pada saat itu juga maira sudah tancap gas melajukan kuda besi kesayangannya dengan kecepatan tinggi, berharap mereka kehilangan jejak...

_Alhamdulillaah yaa Allah.. Engkau jaga dan lindungi hamba-Mu dari buaya-buaya gak waras itu_

Namun saat di perjalanan ia tak sengaja menyenggol sebuah mobil sampai spionnya patah, Maira hanya melirik sesaat lalu kemudian melajukan kendaraannya dg kecepatan tinggi.

Maira tak menyadari ada sepasang mata yg menyelidiknya di kursi penumpang didalam mobil yg ia serempet..

Akhirnya setelah 45 menit perjalanan kecepatan tinggi maira sampai rumah jam 11 malam.

"May.. tumben pulangnya malem sayang?" Seorang wanita paruh baya yg tak lain adalah bundanya maira (erna 45 tahun)

"Iya bund, tadi di pedepokan banyak murid baru, jd agak lama.. ada briefing dg sabeum² lain, jadi yaah telat deh pulangnya" maira berusaha menutupi kejadian dijalan tadi agar bundanya tdk mengkhawatirkannya, meskipun alasannya tidak seluruhnya salah, karna memang betul tadi di pedepokannya banyak murid baru.

(Sabelum adalah panggilan guru taekwondo)

"Mas Hasan jadi pulang besok bund?" (Hasan adalah kaka maira 28th)

"Iya Insyaa Allah, kenapa kamu mau ikut ke bandara besok?"

"Pengennya sih gitu, tapi may pagi besok ada pelatihan anak² yg mau ikut tanding heumm.." memeluk bundanya sambil mengerucutkan bibirnya.

Maira diluar bak harimau namun saat didalam rumah dia adalah anak kesayangannya bunda

"Tak apa sayang, mas hasan kan setelah ini juga menetap di jakarta, krn tugas dinasnya di jerman sudah selesai" dengan senyum manis sang bunda mengelus lembut kepalanya..

Tok

Tok

Tok

Dengan saling pandang maira dan bunda keheranan siapa yg malam-malam datang berkunjung ke rumahnya..

Bangkit dari sofanya perlahan ibu dan anak itu saling tatap..

"Surpriiiiisse....."

lelaki tampan, gagah dan berwibawa yg bernama Hasan Ghilbert (Anak sulung Erna & jasson tak lain adalah kaka Maira) telah kembali dari luar kota karna dinas krn seorang abdi negara, dg senyum sumringah Hasan merangkul 2 wanita berbeda generasi tersebut Ibu & Adik perempuannya

"Bukannya mas tlp bunda kemarin baru kembali besok?"

"tadinya sih gitu bund, tapi karna udh gak sabar pengen ketemu bunda sm adik mas yg paling cantik ini niih"

sambil nguce-ngucek rambutnya maira, hasan terlihat sangat menyayangi adiknya, kendati adiknya terus mencebikan bibirnya krn rambutnya jd kusut.

 ________________________________

ke esokan harinya di lain tempat :

"Bagaimana apa sudah mendapatkan info tentang siapa yg menabrak mobil kita semalam?"

"sudah tuan pelakunya seorang wanita" pungkasnya

"Apa kita akan mengurus pelaku?" ucap seaorang asisten Pribadi pada Bosnya itu

"Seorang wanita? hemm tidak perlu, masukan saja ke bengkel" ujarnya sambil menghabiskan sarapannya lalu kemudian berangkat ke kantor

Setelah duduk di bangku kebesarannya, seorang sekertaris datang dan menyampaikan jadwal atasannya hari ini apa-apa saja

tanpa bergeming maupun menoleh ke arah sang sekertaris dia hanya mengangguk dan mengibaskan tangannya tanda cukup si sekertaris boleh keluar dari ruangannya

"Duuh.. punya Bos ganteng sih tapi tapi dingin banget kaya es, ngomong ke gitu sekedar ucapan terima kasih heemm" gumamannya terdengar oleh aspri bosnya

"Kau tidak perlu terima kasih hanya perlu terima gaji" dengan wajah dinginnya si aspri lalu melenglang meninggalkan si sekertaris bosnya itu

________________

Siapakah pria yg mobilnya Maira serempet.. kita simak di bab selanjutnya ya gaess...

jangan lupa vote, komen dan giftnya gaess

Maaciiih... 💞

Terpopuler

Comments

Ratna Dumilah

Ratna Dumilah

mungkinkah c bos besar itu akan jd jodohnya Maira🤗

2023-11-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Di Hadang
2 Bab 2 : perjodohan pertama
3 Bab 3 : pertemuan pertama hasan helna
4 Bab 4 : pandangan pertama maira & fabian
5 Bab 5 : Fabian dan papa baikan
6 Bab 6 : Penolakan halus maira
7 Bab 7 : Menusuk Hati
8 Bab 8 : Rencana maira
9 Bab 9 : Membrantas para penghianat
10 Bab 10 : Resmi Mengundurkan Diri
11 Bab 11 Dinner 2 keluarga
12 Bab 12 : Di kantor
13 Bab 13 Gengster Alex
14 Bab 14 : Fabian Menyetujui Perjodohan
15 Bab 15 : Kasus Penembakan
16 Bab 16 : Aku akan menikah Denganmu
17 Bab 17 : Butuh Waktu
18 Bab 18 : Menerima Lamaran
19 Bab 19 : Saaah...
20 Bab 20 : Jangan Sentuh!
21 Bab 21 : Kaca Mata
22 Bab 22 : Lakukan sesuka hatimu
23 Bab 23 : Menikah lagi
24 Bab 24 : Maafkan aku
25 Bab 25 : Kamu Cantik
26 Bab 26 : Ganti rugi dengan ini
27 Bab 27 : Apa aku bisa meminta hakku malam ini?
28 Bab 28 : Malam Pertama
29 Bab 29 : Lamaran Hasan
30 Bab 30 : Bunga mawar
31 Bab 31 : Ruangan Senjata Api
32 Bab 32 : Hutan
33 Bab 33 : Melakukan Perlawanan
34 Bab 34 : Berkumpul
35 Bab 35 : Tertusuk
36 Bab 36 : Di bayarin es balok
37 Bab 37 : Aku tak sepertimu
38 Bab 38 : Batal Lamaran
39 Bab 39 : SAAAAAAHHHHHHH.....
40 Bab 40 : Jantungku
41 Bab 41 : Jadi Bodyguardmu
42 Bab 42 : Hamil Simpatik
43 Bab 43 : USG
44 Bab 44 : Makan Rujak
45 Bab 45 : Suka yang gemoy gemoy
46 Bab 46 : Wanita Oh Wanita
47 Bab 47 : Butuh Amunisi
48 Bab 48 : Hanya aku yang akan menikahimu
49 Bab 49 : Ke Kantor
50 Bab 50 : Segera Halalkan
51 Bab 51 : Alexa
52 Bab 52 Keluargaku Dalam Bahaya
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Bab 1 : Di Hadang
2
Bab 2 : perjodohan pertama
3
Bab 3 : pertemuan pertama hasan helna
4
Bab 4 : pandangan pertama maira & fabian
5
Bab 5 : Fabian dan papa baikan
6
Bab 6 : Penolakan halus maira
7
Bab 7 : Menusuk Hati
8
Bab 8 : Rencana maira
9
Bab 9 : Membrantas para penghianat
10
Bab 10 : Resmi Mengundurkan Diri
11
Bab 11 Dinner 2 keluarga
12
Bab 12 : Di kantor
13
Bab 13 Gengster Alex
14
Bab 14 : Fabian Menyetujui Perjodohan
15
Bab 15 : Kasus Penembakan
16
Bab 16 : Aku akan menikah Denganmu
17
Bab 17 : Butuh Waktu
18
Bab 18 : Menerima Lamaran
19
Bab 19 : Saaah...
20
Bab 20 : Jangan Sentuh!
21
Bab 21 : Kaca Mata
22
Bab 22 : Lakukan sesuka hatimu
23
Bab 23 : Menikah lagi
24
Bab 24 : Maafkan aku
25
Bab 25 : Kamu Cantik
26
Bab 26 : Ganti rugi dengan ini
27
Bab 27 : Apa aku bisa meminta hakku malam ini?
28
Bab 28 : Malam Pertama
29
Bab 29 : Lamaran Hasan
30
Bab 30 : Bunga mawar
31
Bab 31 : Ruangan Senjata Api
32
Bab 32 : Hutan
33
Bab 33 : Melakukan Perlawanan
34
Bab 34 : Berkumpul
35
Bab 35 : Tertusuk
36
Bab 36 : Di bayarin es balok
37
Bab 37 : Aku tak sepertimu
38
Bab 38 : Batal Lamaran
39
Bab 39 : SAAAAAAHHHHHHH.....
40
Bab 40 : Jantungku
41
Bab 41 : Jadi Bodyguardmu
42
Bab 42 : Hamil Simpatik
43
Bab 43 : USG
44
Bab 44 : Makan Rujak
45
Bab 45 : Suka yang gemoy gemoy
46
Bab 46 : Wanita Oh Wanita
47
Bab 47 : Butuh Amunisi
48
Bab 48 : Hanya aku yang akan menikahimu
49
Bab 49 : Ke Kantor
50
Bab 50 : Segera Halalkan
51
Bab 51 : Alexa
52
Bab 52 Keluargaku Dalam Bahaya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!