"Bu, Neng Ami katanya belum lapar. Ibu dan Bapak mangga wae duluan, katanya." Bi Ela melaporkan hasil tugasnya memanggil Ami yang tidak keluar dari kamar sejak siang tadi usai diberi nasihat oleh Ibu Sekar.
Ibu Sekar mengangguk dan menghembuskan nafas panjang. Menyangkut masa depan anaknya yang keukeuh ingin menikah muda, tak segampang itu memberi restu. Butuh pemikiran matang dan butuh waktu untuk menilai dulu. Itu adalah kesimpulan dari pembicaraan empat mata dengan si bungsu hingga jam satu siang. Hingga semua orang melewatkan makan siang dan kini diganti menjadi makan sore. Namun Ami mengurung diri, mengunci pintu kamarnya.
"Bu, apa Ami kalau ngambek selalu begitu demonya dengan mengurung diri?" Pak Bagja memperhatikan sang istri yang mengunyah makanan kurang bersemangat.
"Waktu masih kecil sampai kelas 5 SD, kalau kemauannya gak dituruti, ngambeknya suka ngumpet di kolong ranjang. Tengkurap gak bisa ditanya. Baru mau keluar kalau Puput turun tangan ngebujuk ngajak jalan-jalan naik motor. Aku gak ngemanjain semua anak-anak termasuk Ami notabene anak bungsu."
"Kalau usia SMP, ngambeknya Ami lebih kalem. Paling ngerungsing kayak radio butut ngrangak-ngrunguk. Ada Zaky dan Aul yang giliran ngehibur, ngerayu. Karna Puput udah nikah. Masuk SMA, Ami udah gak pernah ngambekkan. Baru hari ini seperti itu." Pungkas Ibu Sekar sekaligus menyelesaikan suapan terakhirnya.
Pak Bagja dan Ibu Sekar sama-sama menoleh ketika mendengar suara langkah kaki. Ami datang dengan mengenakan pakaian rapih dan menggendong tas ransel. Membuat keduanya mengerutkan kening.
"Bu, Pa, aku gak akan ikut ke rumah biru. Mau nginep di rumah Enin." Ami berdiri dengan kedua tangan terkait pada tali ransel di bawah ketiak.
"Berarti gak jadi kesana kalau Ami gak ikut. Papa dan Ibu gak akan kemana-mana. Atau Ami mau jalan-jalan malam mingguan? Yuk kita pergi sama-sama." Ucap Pak Bagja.
Ami menggeleng. "Aku disuruh Enin nginep disana. Aku udah bilang siap. Lagian Padma udah beberapa kali nginep disini. G…
Biarkan Aku Jatuh Cinta
97. Deal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 136 Episodes
Comments
Eka Novariani
kl Jenderal walaupun udah pensiun ya harus waspada Mi...yg orang biasa aja jg begitu ditelusuri bibit,bebet dan bobotnya... biarkan orang tua melaksanakan tugasnya Mi 😍
2025-08-07
0
Laurensia Listianawati
nama jendral pasti banyak cara ,hati2 kamu Akbar
2025-01-23
0
Aira Azzahra Humaira
wah pak jendral kudu waspada km bar
2024-11-26
0